Ekonomi
( 40554 )OJK Ingatkan Bank Swasta soal Tata Kelola Risiko
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan peringatan kepada bank-bank swasta untuk berhati-hati dalam menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi sebagai bagian dari Program 3 Juta Rumah yang merupakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa meskipun OJK mendukung partisipasi aktif perbankan swasta, penyaluran kredit tetap harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dan profil risiko yang sehat, mengingat dana yang digunakan berasal dari simpanan masyarakat.
Data OJK menunjukkan bahwa rasio kredit bermasalah (NPL) untuk KPR subsidi mengalami tren kenaikan pada awal 2025, yakni berada di kisaran 2,78%–2,88%. Untuk menjaga stabilitas perbankan, OJK telah meluncurkan berbagai kebijakan pendukung seperti kelonggaran penilaian kualitas aset, penghapusan larangan kredit pengadaan tanah bagi pengembang, serta pemberlakuan ATMR lebih rendah bagi debitur dan pengembang.
Sejalan dengan meningkatnya kuota rumah subsidi melalui skema FLPP dari 220.000 unit menjadi 350.000 unit, bank swasta mulai menunjukkan komitmennya. Salah satunya, CEO Lippo Group James Riady menyatakan bahwa Nobu Bank siap menyalurkan hingga 20.000 unit rumah subsidi, setelah diminta langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait. Selain Nobu Bank, BCA dan Bank Artha Graha juga telah direncanakan sebagai penyalur FLPP, dengan BCA menandatangani kerja sama untuk pembiayaan 1.000 unit rumah subsidi bersama BP Tapera.
Presiden Komisaris BCA, Jahja Setiaatmadja, menegaskan pentingnya dukungan seluruh pihak, termasuk sektor perbankan, dalam merealisasikan program penyediaan hunian layak yang digagas pemerintah. Secara keseluruhan, kolaborasi antara regulator, pemerintah, dan perbankan diharapkan mampu mewujudkan target pembangunan rumah subsidi secara berkelanjutan tanpa mengorbankan stabilitas sektor keuangan.
Kebutuhan Impor Sapi Perah Ditinjau Ulang
Pemerintah Indonesia merevisi rencana impor sapi perah tahun 2025 dari semula 250.000 ekor menjadi 150.000 ekor. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menjelaskan bahwa penyesuaian ini tetap dalam kerangka target nasional mendatangkan 1 juta ekor sapi perah hingga 2029, namun realisasinya harus disesuaikan dengan tantangan di lapangan, termasuk kesiapan lahan dan kemitraan petani. Ia menegaskan perlunya dorongan ekstra untuk merealisasikan target tahun ini.
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengungkapkan bahwa 196 pelaku usaha telah menyatakan komitmennya untuk mendukung program percepatan produksi susu dan daging nasional. Hingga akhir Mei 2025, sebanyak 9.736 ekor sapi perah asal Australia telah tiba di Indonesia. Untuk menunjang program ini, dibutuhkan lahan seluas 1,45 juta hektare serta penguatan kemitraan antara investor dan peternak rakyat demi pemerataan manfaat ekonomi.
Pemerintah juga menetapkan program percepatan produksi susu dan daging sebagai bagian dari 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam RPJMN 2025–2029 yang akan dijalankan di 29 lokasi provinsi. Salah satu perusahaan yang mendukung misi ini adalah PT Frisian Flag Indonesia (FrieslandCampina), yang akan mengembangkan teknologi dan membina 30–40 peternakan percontohan berbasis petani rakyat dengan memperhatikan aspek keberlanjutan.
Secara keseluruhan, strategi ini merupakan langkah penting menuju kemandirian pangan hewani, yang menekankan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk memperkuat industri persusuan nasional secara berkelanjutan.
Investasi Koin Lama, Antara Peluang dan Risiko
Lemahnya Daya Beli Ancam Sektor Retail
Kecurangan Jadi Ancaman Serius Bagi Asuransi Kesehatan
Di Tengah Ketidakpastian, Analisis Manual Kembali Dilirik
Agar Ekosistem Kuat dan Premi Kian Terjangkau
Harga Minyak Melonjak, Emas Diburu
Peluang baru Chandra Asri
Uni Eropa Berkomitmen Memberikan Akses Pasar Optimal untuk Produk Prioritas Indonesia
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









