;

Bunga Kredit Diminta Turun Saat Kredit Melambat

Ekonomi Hairul Rizal 19 Jun 2025 Kontan
Bunga Kredit Diminta Turun Saat Kredit Melambat
Pertumbuhan kredit perbankan nasional melanjutkan tren perlambatan hingga Mei 2025, dengan outstanding kredit hanya tumbuh 8,43% (yoy), turun dari 8,88% di April dan 10,39% pada Desember 2024. Perlambatan terutama terlihat pada kredit modal kerja (4,94%) dan konsumsi (8,82%), meskipun kredit investasi masih relatif kuat di 13,74%.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan bahwa perbankan semakin selektif menyalurkan kredit, terlihat dari meningkatnya standar penyaluran. Bank juga masih kuat menempatkan dana pada surat berharga. BI memproyeksikan kredit sepanjang 2025 hanya tumbuh di kisaran 8–11%, sehingga mendorong perbankan menurunkan bunga kredit demi mendukung pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi. BI juga memperkuat kebijakan makroprudensial, termasuk insentif likuiditas (KLM), serta berencana meningkatkan sinergi dengan pemerintah, otoritas keuangan, perbankan, dan pelaku usaha untuk memperluas sumber pendanaan kredit.

Sementara itu, EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengungkapkan BCA menjaga keseimbangan profitabilitas, likuiditas, dan kualitas kredit dengan target pertumbuhan penyaluran kredit hanya 6–8% pada 2025. Kredit BCA masih tumbuh dua digit 11,8% yoy di Mei, tetapi melambat dibandingkan April.

Direktur Kepatuhan Bank Oke, Efdinal Alamsyah, menargetkan pertumbuhan kredit 10% tahun ini. Namun, ia mengakui tantangan berat masih ada, seperti perlambatan ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, meski penurunan BI rate menjadi sentimen positif. Bank Oke sendiri mencatat pertumbuhan kredit hanya 3,5% di 2025 berjalan.

Perlambatan kredit perbankan menimbulkan risiko bagi laju ekonomi nasional. BI mendorong penurunan bunga kredit agar pembiayaan lebih terjangkau, sementara perbankan dituntut menyeimbangkan penyaluran kredit dengan manajemen risiko yang ketat.
Download Aplikasi Labirin :