Kategori
Ekonomi
( 40554 )Produk dalam Negeri Menjadi Prioritas
21 Feb 2019
Kementerian Perdagangan akan memprioritaskan produk domestik dalam niaga daring atau e-commerce. Hal itu menjadi salah satu hal penting dalam rancangan peraturan pemerintah (RPP) niaga daring yang menjadi bagian dari sistem perdagangan nasional berbasis elektronik. Saat ini beleid tersebut masih dalam kajian pemerintah.
Untuk meningkatkan kehadiran produk domestik, pemerintah tidak akan menetapkan ketentuan batas minimal jumlah barang dagangan wajib dari dalam negeri. Pemerintah memiliki strategi lain seperti : memberikan insentif bagi penjual yang mau memasarkan produk dalam negeri.
Pelaksana Tugas Direktur Pemberdayaan Informatika Kominfo Slamet Santoso mengatakan, pihaknya tengah melatih 8 juta UMKM untuk berdagang melalui niaga daring. Program UMKM online ada empat tahap. Setelah on boarding, kemudian active selling (penjualan secara aktif), skill up (peningkatan kapasitas), dan go public (penawaran publik). Saat ini, 8 juta UMKM tersebut sedang menuju active selling (penjualan secara aktif). Pemerintah saat ini sudah menggandeng enam marketplace untuk mengembangkan UMKM yakni Bukalapak, Blibli,Blanja.com, Shopee, Grab Food dan Go Food.
Pengembangan UMKM melalui bantuan aplikasi mengalami prospek yang cerah. Aplikasi Go Food mencatatkan nilai transaksi bruto sebesar Rp 28 triliun sepanjang 2018. Chief Commercial Expansion Gojek Catherina Hindra Stjahyo mengatakan, pada tahun 2015 Go Food baru memiliki mitra 125 mitra UMKM dan meningkat pada tahun 2018 menjadi 400 mitra.
Untuk meningkatkan kehadiran produk domestik, pemerintah tidak akan menetapkan ketentuan batas minimal jumlah barang dagangan wajib dari dalam negeri. Pemerintah memiliki strategi lain seperti : memberikan insentif bagi penjual yang mau memasarkan produk dalam negeri.
Pelaksana Tugas Direktur Pemberdayaan Informatika Kominfo Slamet Santoso mengatakan, pihaknya tengah melatih 8 juta UMKM untuk berdagang melalui niaga daring. Program UMKM online ada empat tahap. Setelah on boarding, kemudian active selling (penjualan secara aktif), skill up (peningkatan kapasitas), dan go public (penawaran publik). Saat ini, 8 juta UMKM tersebut sedang menuju active selling (penjualan secara aktif). Pemerintah saat ini sudah menggandeng enam marketplace untuk mengembangkan UMKM yakni Bukalapak, Blibli,Blanja.com, Shopee, Grab Food dan Go Food.
Pengembangan UMKM melalui bantuan aplikasi mengalami prospek yang cerah. Aplikasi Go Food mencatatkan nilai transaksi bruto sebesar Rp 28 triliun sepanjang 2018. Chief Commercial Expansion Gojek Catherina Hindra Stjahyo mengatakan, pada tahun 2015 Go Food baru memiliki mitra 125 mitra UMKM dan meningkat pada tahun 2018 menjadi 400 mitra.
Start-up Infra Digital Raih Pendanaan
21 Feb 2019
Infra Digital Nusantara (IDN), usaha rintisan (start-up) sistem pembayaran uang sekolah terkini mengumumkan raihan pendanaan seed funding dari berbagai macam investor yakni Appworks Ventures, Fenox Ventures, serta beberapa angel investor dari Google dan Netflix. Sejak diluncurkan di awal 2018, start up lulusan GNB Accelerator ini berkembang pesat dan sudah mengantarkan lebih dari 90 sekolah, universitas, bimbingan belajar, dan pesantren menuju era sekolah cashless. Aplikasi nini merupakan teknologi finansial (tekfin) yang digunaan untuk tata usaha lembaga pendidikan untuk mengelola dan memudahkan pembayaran tagihan pendidikan siswa seperti SPP dan tagihan reguler lainnya.
Maret, Kementerian BUMN Luncurkan LinkAja
21 Feb 2019
Kementerian BUMN pada Maret 2019 akan meluncurkan layanan keuangan elektronik berbasis quick response code (QR Code) bernama LinkAja. LinkAja merupakan penggabungan beberapa layanan pembayaran elektronik dari beberapa BUMN dalam satu platform. Beberapa BUMN yang tergabung dalam LinkAja diantaranya PT Telekomunikasi (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Negara Indonesia, dan PT Bank Tabungan Negara.
E-Commerce dan Start Up Bermanfaat Menggerakkan Ekonomi Lokal
20 Feb 2019
Kritik yang dilontarkan calon presiden Prabowo Subianto mengenai dampak negatif perusahaan start up yang sahamnya dimiliki pemodal asing membuka perdebatan soal manfaat industi ini. Prabowo menilai, kepemilikan asing bisa menyebabkan dana ke luar negeri (outflow). Akibatnya Indonesia hanya menjadi pasar dan tidak menikmati hasil.
Menteri PPN/Bappenas mengatakan pertumbuhan industri e-commerce bahkan sampai tingkat unicorn bisa mendorong investasi langsung atau foreign direct investment (FDI). Meski begitu, ia mengakui masuknya investasi asing membuat kewajiban membayar dividen. Ia ingin para start up fokus meningkatkan daya saing. Selain itu, ia berharap start up khususnya bidang e-commerce bisa membawa produk dalam negeri bisa berjaya dan menembus pasar internasional. Pada saat itulah e-commerce ini bisa menggerakkan ekonomi dalam negeri.
Menteri PPN/Bappenas mengatakan pertumbuhan industri e-commerce bahkan sampai tingkat unicorn bisa mendorong investasi langsung atau foreign direct investment (FDI). Meski begitu, ia mengakui masuknya investasi asing membuat kewajiban membayar dividen. Ia ingin para start up fokus meningkatkan daya saing. Selain itu, ia berharap start up khususnya bidang e-commerce bisa membawa produk dalam negeri bisa berjaya dan menembus pasar internasional. Pada saat itulah e-commerce ini bisa menggerakkan ekonomi dalam negeri.
BCA Membidik Kerjasama AliPay dan WeChat
20 Feb 2019
Perbankan masih membidik bisa menjadi mitra dompet digital AliPay dan WeChat. Presdir BCA menyebut dua dompet digital ini membutuhkan sistem acquiring business, yakni merchant-menchant terhubung kepada bank. BCA sedang menyiapkan keyboard BCA yang bisa diinstal di semua aplikasi. Tujuannya agar rekening BCA bisa digunakan untuk pembayaran AliPay dan WeChat. Nantinya transaksi AliPay dan WeChat akan menggunakan sistem QR yang sudah dimiliki BCA.
Beleid Insentif Pajak atas Vokasi SDM Keluar Maret
20 Feb 2019
Pemerintah ingin pengusaha ikut peduli meningkatkan kemampuan SDM. Karena itu, setiap anggaran pengusaha untuk meningkatkan kualitas SDM, bisa menjadi pengurang PPh Badan atau lebih dikenal superdeduction tax. Kegaitan peningkatan SDM yang bisa menjadi pengurang pajak ini diantaranya adalah program pendidikan vokasi serta melakukan litbang (R&D). Saat ini pemerintah tengah merumuskan formulasi kegiatan yang bisa menjadi pengurang pajak, dan persentase pengurang pajaknya.
Sebelumnya Kementerian Perindustrian mengusulkan 200% dari nilai anggaran pendidikan vokasi atau 300% dari anggaran litbang bisa menjadi pengurang pajak. Namun, Kemkeu belum menetapakan persentasenya, dan hanya menyebut insentif dipastikan di atas 100% dari biaya yang dikeluarkan badan usaha. Kebijakan ini untuk mendukung percepatan peningkatan kompetensi SDM dalam menyongsong revolusi industri 4.0.
Ketua Umum Apindo mengatakan superdeduction tax sangat menarik di mata pelaku usaha. Hanya saja, ia meragukan implementasinya dapat terlaksana sebelum Pemilu April 2019.
Sebelumnya Kementerian Perindustrian mengusulkan 200% dari nilai anggaran pendidikan vokasi atau 300% dari anggaran litbang bisa menjadi pengurang pajak. Namun, Kemkeu belum menetapakan persentasenya, dan hanya menyebut insentif dipastikan di atas 100% dari biaya yang dikeluarkan badan usaha. Kebijakan ini untuk mendukung percepatan peningkatan kompetensi SDM dalam menyongsong revolusi industri 4.0.
Ketua Umum Apindo mengatakan superdeduction tax sangat menarik di mata pelaku usaha. Hanya saja, ia meragukan implementasinya dapat terlaksana sebelum Pemilu April 2019.
Sebanyak 16 Negara Bagian di AS Menggugat Trump
20 Feb 2019
Enam belas negara bagian AS dipimpin negara bagian California menggugat Presiden Trump, untuk memblokir keputusan keadaan darurat nasional demi mendapat anggaran pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko. Mereka mengajukan gugatan itu ke Pengadilan Distrik AS pasca Trump mengumumkan kondisi darurat nasional di AS. Sebelumnya, tiga pemilik tanah di Texas dan kelompok lingkungan hidup juga telah mengajukan gugatan atas langkah Trump. Mereka menganggap pembangunan tembok melanggar konstitusi dan akan melanggar hak-hak properti mereka. Gedung Putih menolak mengomentari gugatan tersebut.
Penjualan Mobil di Tiongkok Anjlok
20 Feb 2019
Produsen mobil akan menjalani tahun yang berat. Beberapa faktor diprediksi akan membuat dagangan mereka akan turun terus. Seperti diberitakan Reuters, penjualan mobil penumpang di China merosot hampir 18% pada Januari dibanding periode sama tahun lalu. Hal ini pertanda buruk bagi merek global seperti General Motors dan Volkswagen yang punya ketergantungan besar pada penjualan mobil di negara tersebut.
Penurunan penjualan mobil di China terjadi karena kolaborasi antara upaya pemerintah menekan pinjaman yang berisiko setelah kenaikan tingkat utang yang tinggi dibarengi ketegangan perdagangan dengan AS dan penghapusan subsidi China di sektor otomotif. Tak cuma dari China, tantangan juga bakal datang dari kebijakan tarif yang kemungkinan akan dipasang AS.
Penurunan penjualan mobil di China terjadi karena kolaborasi antara upaya pemerintah menekan pinjaman yang berisiko setelah kenaikan tingkat utang yang tinggi dibarengi ketegangan perdagangan dengan AS dan penghapusan subsidi China di sektor otomotif. Tak cuma dari China, tantangan juga bakal datang dari kebijakan tarif yang kemungkinan akan dipasang AS.
Benarkah Unicorn Indonesia Dikendalikan Investor Asing?
20 Feb 2019
Di balik rasa percara diri dan ambisi para founder dan ratusan generasi milenial yang bekerja di start up, pasti ada rasa waswas menghadapi perusahaan "tradisional" yang bisnisnya mereka ganggu. Dengan kekuatan jaringan dan modal masing-masing, setiap korporasi yang diganggu bisa dengan mudah mengakhiri mimpi mereka di tengah jalan. Empat unicorn bisa tumbuh secepat sekarang, salah satunya, karena dipandang sebelah mata. Untungnya, sebelah mata lain masih memandang mereka. Pemilik sebelah mata yang lain adalah ratusan pemodal ventura yang berkeliaran berkeliling dunia mencari target. Mereka bukan untuk dimangsa, melainkan untuk didukung.
Para kapitalis ini tentunya bukan amatiran. Mereka adalah investor yang berpengalaman puluhan tahun mendampingi para pengusaha pemula di Silicon Valley, Shenzhen, dan Tokyo sehingga menjelma menjadi industrialis dunia maya. Polanya sebetulnya sederhana. Pendiri memulai perusahaan. Investor menyokong mereka dengan pendanaan dengan peluang keberhasilan 50–50. Perusahaan yang mereka danai bisa tumbuh atau bangkrut.
Agar bisa cuan, para pemodal ventura mendistribusikan risiko. Mereka mendanai sebanyak mungkin perusahaan rintisan agar peluang makin banyak serta berinvestasi pada tahap awal supaya hemat. Namun, mereka tidak bisa menangani puluhan hingga ratusan entrepeneur secara bersamaan. Artinya, para kapitalis berkantong tebal itu sangat bergantung kepada para pendiri. Dengan kata lain, dalam investasi start up, besarnya modal yang ditumpahkan belum tentu mengindikasikan penguasaan.
Kuncinya ada pada sistem dwi-kepemilikan atau dual-share. Contoh paling ekstrem dan terkenal adalah Mark Zuckenberg dan Facebook. Facebook memiliki dua saham, saham A dan saham B. Saham A memiliki 1 suara, sedangkan saham B setara 10 suara. Zuckerberg punya 60% hak suara sehingga apa saja yang terucap dari mulut Zuckerberg bisa membuat pasar meriang. Pola ini juga lazim diterapkan oleh perusahaan rintisan di Indonesia, termasuk Do-Jek. Dengan pola seperti itu, kendali Go-Jek tidak berpindah ke luar Jakarta. Begitupun dengan Tokopedia.
Masuknya modal asing ke Indonesia merupakan sinyal positif. Tidak hanya dana yang mereka bawa, tetapi juga pengalaman dan pengetahuan dari seluruh dunia. Lalu apa manfaatnya bagi Indonesia?
Menteri PPN/Bappenas mengatakan bahwa unicorn adalah magnet investasi langsung atau foreign direct investment (FDI). Berbeda dengan investasi di pasar finansial, uang yang masuk dari luar negeri sebagai FDI menjelma menjadi aset. Selain itu, modal yang mengucur deras mendorong Indonesia melompat. Banyak bisnis kecil yang bisa menjangkau pasar yang luas.
Pertanyaannya kini selayaknya dilontarkan kepada pemilik modal besar di dalam negeri. Beranikah bertarung berebut saham di startup-startup asli Indonesia? Beberapa konglomerat sudah mulai berinvestasi di perusahaan rintisan seperti Grup Djarum, Sinarmas, dan Emtek. Mereka sudah berdiversifikasi, mulai berinvestasi di teknologi dan tidak lagi hanya berkutat di kebun dan tambang.
Para kapitalis ini tentunya bukan amatiran. Mereka adalah investor yang berpengalaman puluhan tahun mendampingi para pengusaha pemula di Silicon Valley, Shenzhen, dan Tokyo sehingga menjelma menjadi industrialis dunia maya. Polanya sebetulnya sederhana. Pendiri memulai perusahaan. Investor menyokong mereka dengan pendanaan dengan peluang keberhasilan 50–50. Perusahaan yang mereka danai bisa tumbuh atau bangkrut.
Agar bisa cuan, para pemodal ventura mendistribusikan risiko. Mereka mendanai sebanyak mungkin perusahaan rintisan agar peluang makin banyak serta berinvestasi pada tahap awal supaya hemat. Namun, mereka tidak bisa menangani puluhan hingga ratusan entrepeneur secara bersamaan. Artinya, para kapitalis berkantong tebal itu sangat bergantung kepada para pendiri. Dengan kata lain, dalam investasi start up, besarnya modal yang ditumpahkan belum tentu mengindikasikan penguasaan.
Kuncinya ada pada sistem dwi-kepemilikan atau dual-share. Contoh paling ekstrem dan terkenal adalah Mark Zuckenberg dan Facebook. Facebook memiliki dua saham, saham A dan saham B. Saham A memiliki 1 suara, sedangkan saham B setara 10 suara. Zuckerberg punya 60% hak suara sehingga apa saja yang terucap dari mulut Zuckerberg bisa membuat pasar meriang. Pola ini juga lazim diterapkan oleh perusahaan rintisan di Indonesia, termasuk Do-Jek. Dengan pola seperti itu, kendali Go-Jek tidak berpindah ke luar Jakarta. Begitupun dengan Tokopedia.
Masuknya modal asing ke Indonesia merupakan sinyal positif. Tidak hanya dana yang mereka bawa, tetapi juga pengalaman dan pengetahuan dari seluruh dunia. Lalu apa manfaatnya bagi Indonesia?
Menteri PPN/Bappenas mengatakan bahwa unicorn adalah magnet investasi langsung atau foreign direct investment (FDI). Berbeda dengan investasi di pasar finansial, uang yang masuk dari luar negeri sebagai FDI menjelma menjadi aset. Selain itu, modal yang mengucur deras mendorong Indonesia melompat. Banyak bisnis kecil yang bisa menjangkau pasar yang luas.
Pertanyaannya kini selayaknya dilontarkan kepada pemilik modal besar di dalam negeri. Beranikah bertarung berebut saham di startup-startup asli Indonesia? Beberapa konglomerat sudah mulai berinvestasi di perusahaan rintisan seperti Grup Djarum, Sinarmas, dan Emtek. Mereka sudah berdiversifikasi, mulai berinvestasi di teknologi dan tidak lagi hanya berkutat di kebun dan tambang.
Pemanfaatan Biodiesel Dalam Negeri Terus Digenjot
20 Feb 2019
Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM mencatat, kapasitas pengolahan kelapa sawil mentah di Indonesia mencapai 38.320 ton per jam dari total 391 Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Potensi kelapa sawit yang ada sejalan dengan upaya Pemerintah memperluas pemanfaatan bioenergi di semua sektor terutama sektor transportasi dan pertambangan, terutama untuk implementasi mandatori B20 dalam Bahan Bakar Minyak. Pada tahun 2015, kebutuhan CPO mencapai 5.05 juta kilo liter dengan tingkat mandatori 15%. Jumlah ini terus bertambah meningat mandatori sudah menjadi 20%.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023







