;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

E-Commerce dan Start Up Bermanfaat Menggerakkan Ekonomi Lokal

20 Feb 2019
Kritik yang dilontarkan calon presiden Prabowo Subianto mengenai dampak negatif perusahaan start up yang sahamnya dimiliki pemodal asing membuka perdebatan soal manfaat industi ini. Prabowo menilai, kepemilikan asing bisa menyebabkan dana ke luar negeri (outflow). Akibatnya Indonesia hanya menjadi pasar dan tidak menikmati hasil.
Menteri PPN/Bappenas mengatakan pertumbuhan industri e-commerce bahkan sampai tingkat unicorn bisa mendorong investasi langsung atau foreign direct investment (FDI). Meski begitu, ia mengakui masuknya investasi asing membuat kewajiban membayar dividen. Ia ingin para start up fokus meningkatkan daya saing. Selain itu, ia berharap start up khususnya bidang e-commerce bisa membawa produk dalam negeri bisa berjaya dan menembus pasar internasional. Pada saat itulah e-commerce ini bisa menggerakkan ekonomi dalam negeri.

BCA Membidik Kerjasama AliPay dan WeChat

20 Feb 2019
Perbankan masih membidik bisa menjadi mitra dompet digital AliPay dan WeChat. Presdir BCA menyebut dua dompet digital ini membutuhkan sistem acquiring business, yakni merchant-menchant terhubung kepada bank. BCA sedang menyiapkan keyboard BCA yang bisa diinstal di semua aplikasi. Tujuannya agar rekening BCA bisa digunakan untuk pembayaran AliPay dan WeChat. Nantinya transaksi AliPay dan WeChat akan menggunakan sistem QR yang sudah dimiliki BCA.

Beleid Insentif Pajak atas Vokasi SDM Keluar Maret

20 Feb 2019
Pemerintah ingin pengusaha ikut peduli meningkatkan kemampuan SDM. Karena itu, setiap anggaran pengusaha untuk meningkatkan kualitas SDM, bisa menjadi pengurang PPh Badan atau lebih dikenal superdeduction tax. Kegaitan peningkatan SDM yang bisa menjadi pengurang pajak ini diantaranya adalah program pendidikan vokasi serta melakukan litbang (R&D). Saat ini pemerintah tengah merumuskan formulasi kegiatan yang bisa menjadi pengurang pajak, dan persentase pengurang pajaknya.
Sebelumnya Kementerian Perindustrian mengusulkan 200% dari nilai anggaran pendidikan vokasi atau 300% dari anggaran litbang bisa menjadi pengurang pajak. Namun, Kemkeu belum menetapakan persentasenya, dan hanya menyebut insentif dipastikan di atas 100% dari biaya yang dikeluarkan badan usaha. Kebijakan ini untuk mendukung percepatan peningkatan kompetensi SDM dalam menyongsong revolusi industri 4.0.
Ketua Umum Apindo mengatakan superdeduction tax sangat menarik di mata pelaku usaha. Hanya saja, ia meragukan implementasinya dapat terlaksana sebelum Pemilu April 2019.

Sebanyak 16 Negara Bagian di AS Menggugat Trump

20 Feb 2019
Enam belas negara bagian AS dipimpin negara bagian California menggugat Presiden Trump, untuk memblokir keputusan keadaan darurat nasional demi mendapat anggaran pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko. Mereka mengajukan gugatan itu ke Pengadilan Distrik AS pasca Trump mengumumkan kondisi darurat nasional di AS. Sebelumnya, tiga pemilik tanah di Texas dan kelompok lingkungan hidup juga telah mengajukan gugatan atas langkah Trump. Mereka menganggap pembangunan tembok melanggar konstitusi dan akan melanggar hak-hak properti mereka. Gedung Putih menolak mengomentari gugatan tersebut.

Penjualan Mobil di Tiongkok Anjlok

20 Feb 2019
Produsen mobil akan menjalani tahun yang berat. Beberapa faktor diprediksi akan membuat dagangan mereka akan turun terus. Seperti diberitakan Reuters, penjualan mobil penumpang di China merosot hampir 18% pada Januari dibanding periode sama tahun lalu. Hal ini pertanda buruk bagi merek global seperti General Motors dan Volkswagen yang punya ketergantungan besar pada penjualan mobil di negara tersebut.
Penurunan penjualan mobil di China terjadi karena kolaborasi antara upaya pemerintah menekan pinjaman yang berisiko setelah kenaikan tingkat utang yang tinggi dibarengi ketegangan perdagangan dengan AS dan penghapusan subsidi China di sektor otomotif. Tak cuma dari China, tantangan juga bakal datang dari kebijakan tarif yang kemungkinan akan dipasang AS.

Benarkah Unicorn Indonesia Dikendalikan Investor Asing?

20 Feb 2019
Di balik rasa percara diri dan ambisi para founder dan ratusan generasi milenial yang bekerja di start up, pasti ada rasa waswas menghadapi perusahaan "tradisional" yang bisnisnya mereka ganggu. Dengan kekuatan jaringan dan modal masing-masing, setiap korporasi yang diganggu bisa dengan mudah mengakhiri mimpi mereka di tengah jalan. Empat unicorn bisa tumbuh secepat sekarang, salah satunya, karena dipandang sebelah mata. Untungnya, sebelah mata lain masih memandang mereka. Pemilik sebelah mata yang lain adalah ratusan pemodal ventura yang berkeliaran berkeliling dunia mencari target. Mereka bukan untuk dimangsa, melainkan untuk didukung.
Para kapitalis ini tentunya bukan amatiran. Mereka adalah investor yang berpengalaman puluhan tahun mendampingi para pengusaha pemula di Silicon Valley, Shenzhen, dan Tokyo sehingga menjelma menjadi industrialis dunia maya. Polanya sebetulnya sederhana. Pendiri memulai perusahaan. Investor menyokong mereka dengan pendanaan dengan peluang keberhasilan 50–50. Perusahaan yang mereka danai bisa tumbuh atau bangkrut.
Agar bisa cuan, para pemodal ventura mendistribusikan risiko. Mereka mendanai sebanyak mungkin perusahaan rintisan agar peluang makin banyak serta berinvestasi pada tahap awal supaya hemat. Namun, mereka tidak bisa menangani puluhan hingga ratusan entrepeneur secara bersamaan. Artinya, para kapitalis berkantong tebal itu sangat bergantung kepada para pendiri. Dengan kata lain, dalam investasi start up, besarnya modal yang ditumpahkan belum tentu mengindikasikan penguasaan.
Kuncinya ada pada sistem dwi-kepemilikan atau dual-share. Contoh paling ekstrem dan terkenal adalah Mark Zuckenberg dan Facebook. Facebook memiliki dua saham, saham A dan saham B. Saham A memiliki 1 suara, sedangkan saham B setara 10 suara. Zuckerberg punya 60% hak suara sehingga apa saja yang terucap dari mulut Zuckerberg bisa membuat pasar meriang. Pola ini juga lazim diterapkan oleh perusahaan rintisan di Indonesia, termasuk Do-Jek. Dengan pola seperti itu, kendali Go-Jek tidak berpindah ke luar Jakarta. Begitupun dengan Tokopedia.
Masuknya modal asing ke Indonesia merupakan sinyal positif. Tidak hanya dana yang mereka bawa, tetapi juga pengalaman dan pengetahuan dari seluruh dunia. Lalu apa manfaatnya bagi Indonesia?
Menteri PPN/Bappenas mengatakan bahwa unicorn adalah magnet investasi langsung atau foreign direct investment (FDI). Berbeda dengan investasi di pasar finansial, uang yang masuk dari luar negeri sebagai FDI menjelma menjadi aset. Selain itu, modal yang mengucur deras mendorong Indonesia melompat. Banyak bisnis kecil yang bisa menjangkau pasar yang luas.
Pertanyaannya kini selayaknya dilontarkan kepada pemilik modal besar di dalam negeri. Beranikah bertarung berebut saham di startup-startup asli Indonesia? Beberapa konglomerat sudah mulai berinvestasi di perusahaan rintisan seperti Grup Djarum, Sinarmas, dan Emtek. Mereka sudah berdiversifikasi, mulai berinvestasi di teknologi dan tidak lagi hanya berkutat di kebun dan tambang.

Pemanfaatan Biodiesel Dalam Negeri Terus Digenjot

20 Feb 2019
Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM mencatat, kapasitas pengolahan kelapa sawil mentah di Indonesia mencapai 38.320 ton per jam dari total 391 Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Potensi kelapa sawit yang ada sejalan dengan upaya Pemerintah memperluas pemanfaatan bioenergi di semua sektor terutama sektor transportasi dan pertambangan, terutama untuk implementasi mandatori B20 dalam Bahan Bakar Minyak. Pada tahun 2015, kebutuhan CPO mencapai 5.05 juta kilo liter dengan tingkat mandatori 15%. Jumlah ini terus bertambah meningat mandatori sudah menjadi 20%.

Bappenas : Unicorn Tingkatkan Capital Inflow

20 Feb 2019
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, keberadaan perusahan unicorn akan meningkatkan aliran modal masuk (capital inflow) ke dalam negeri. Oleh karena itu, jumlah unicorn yang bertambah juga akan meningkatkan perekonomian nasional. Hal ini dikarenakan modal asing yang masuk lewat unicorn lebih tinggi daripada yang harus dibayarkan untuk pemegang saham dan diharapkan unicorn ini akan membawa produk dalam negeri ke luar negeri. Yang lebih penitng adalah memperbaiki tingkat keberhasilan start-up, daripada masalah berapa banyak unicorn.

Kompas-Traveloka Kenalkan Indonesia

20 Feb 2019
Kompas melalui kompas.id yang berkolaborasi dengan traveloka berkolaborasi untuk memajukan sektor pariwisata Indonesia. Pendiri Traveloka, ferry Unardi mengatakan dengan kerjasama ini pengguna Traveloka dapat mengakses berita yang jernih dan komprehensif melalui kompas.id. Seiring, inovasi ini dilakukan kompas dalam menyongsong industri 4.0 banyak peluang bisa dilakukan kompas dan traveloka. Keduanya memiliki visi yang sama yaitu memajukan Indonesia dan mengenalkan Indonesia ke dunia.

Alat Pembayaran : Kerjasama dengan Pemda Garap Luar Jabodetabek

19 Feb 2019
Penyedia uang elektronik menggarap pasar di luar Jabodetabek. Caranya adalah dengan hadir sebagai alat pembayaran fasilitas publik di daerah. Strategi yang dilakukan antara lain bekerjasama dengan pemerintah daerah. CEO Go-Pay Aldi Haryopratomo mencontohkan, pada akhir Desember 2018 Go-pay bekerjasama dengan Badan Pendapatan Daerah Kota Semarang untuk menyediakan saluran pembayaran non tunai PBB. Go-Pay juga digunakan untuk membayar tiket masuk sejumlah destinasi wisata, layanan transportasi umum bus Trans Semarang dan RSUD Wongsonegoro. Di Aceh, Go-Pay bisa digunakan untuk membayar tiket masuk Museum Tsunami. Sementara di Samarinda, Go-Pay dipakai membayar transaksi layanan kesehatan di RSUD. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Go-Pay bisa untuk membayar pajak dan retribusi daerah, transportasi umum dan produk pariwisata. Selain itu, sembilan kepolisian daerah kabupaten/kota sudah menjadikan Go-Pay sebagai salah satu alat pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Direktur OVO Harianto Gunawan menyebutkan OVO membukukan lebih dari 1 miliar transaksi dengan peningkatan nilai transaksi hingga 75 kali lipat. Transaksi terbesar bersumber dari kategori penggunaan layanan transportasi publik, ritel, dan perdagangan secara elektronik (e-dagang). OVO memperbanyak kategori layanan transaksi yang dibayar menggunakan OVO. OVO resmi menjadi mitra Bosowa Taksi Makassar.
General manager external communication PT Telekomunikasi seluler (Telkomsel) Denny abidin mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kantor cabang di seluruh Indonesia untuk menyosialisasikan perubahan nama Tcash menjasi LinkAJa kepada pengguna dan mitra.