;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

Indonesia Rawan Terpapar Krisis Global

06 Sep 2019

Peringatan super serius datang dari Bank Dunia. Efek resesi global bisa menjalar ke mana-mana, termasuk Indonesia. Ini bisa membuat ekonomi Indonesia melambat dan stabilitas sistem keuangan terganggu. Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar 5% atau meleset dari target 5,3%. Rupiah bisa terdepreasi lebih dalam karena arus keluar modal (capital oitflow). Salah satu cara menutup dengan memperbesar investasi asing langsung (FDI). Hanya saja, FDI lewat berbagai insentif belum menampakkan hasilnya. Upaya Indonesia melakukan reformasi terhadap keterbukaan ekonomi, kepastian regulasi, dan sinergi aturan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah belum terwujud.

Pabrikan Menanti Insentif

06 Sep 2019

Sejak aturan percepatan kendaraan listrik terbit, sejumlah agen pemegang merek (APM) bersipa memasarkan kendaraan listrik di Indonesia. Namun, APM masih menunggu kepastian insentif agar dapat segera memproduksi kendaraan di dalam negeri. Selain insentif, pabrikan otomorof juga membutuhkan jaringan infrastruktur kendaraan listrik, seperti pengisian daya, industri baterai, maupun pengolahan limbahnya.

Uni Eropa Bantah Diskriminasi Sawit

06 Sep 2019

Uni Eropa menolak tudingan diskriminasi terhadap berbagai produk sawit asal Indonesia. Pertama, terkait kampanye hitam "palm oil free" bukan inisiasi pemerintah, melainkan digerakkan oleh pasar. Pemerintah Uni Eropa mengklaim terbuka terhadap produk dari negara lain. Karenannya, UE menyarankan Indonesia untuk meyakinkan pasar di Uni Eropa terkait keunggulan yang dimiliki oleh minyak sawit. Kedua, mengenai rencana pemerintah menerapkan bea masuk antisubsidi untuk produk sawit asal Indonesia, hingga kini tarif bea masuk sawit Indonesia di Uni Eropa sebesar 0% - 10,9%. Atas rentetan kejadian ini, Indonesia mengancam untuk memberlakukan tarif balasan terhadap produk susu asal negara anggota Uni Eropa.

Teknologi Finansial Perluas Akses

05 Sep 2019

Tingkat inklusi keuangan di Indonesia saat ini diperkirakan 51%. Pencapaian ini salah satunya diukur dari rasio masyarakat yang mudah mengakses layanan perbankan dan teknologi finansial terhadap jumlah penduduk. Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, hal yang paling penting berikutnya adalah memajukan bisnis pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pelaku UMKM dapat menjangkau pangsa pasar lebih luas, misalnya melalui platform perdagangan secara elektronik (e-dagang) dan mendapatkan suntikan dana dari investor besar.

Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institut dan Keuangan Digital Sukarela Batunanggar memaparkan, pihaknya mendorong pelaku usaha rintisan berbasis teknologi finansial berkolaborasi dengan industri perbankan dan non perbankan. Kolaborasi bisa berupa akuisisi, kemitraan, dan pendirian pusat inovasi.

Pariwisata Berdaya Saing

05 Sep 2019

Daya saing pariwisata Indonesia membaik dua peringkat ke posisi 40 dari 140 negara pada 2019. Indonesia mengumpulkan skor 4,3 yang dinilai dari lingkungan, kondisi perjalanan dari pariwisata, insfrastruktur, serta sumber daya alam dan budaya.

Industri Petrokimia, Kampanye Antiplastik Adang Investor

05 Sep 2019

Kampanye antiplastik yang masif beberapa tahun terakhir dituding menjadi penyebab batalnya sebagian rencana investasi di sektor petrokimia di Jawa Tengah dengan nilai total mencapai US$10 miliar, selain masalah upah minimum regional (UMR). Sejak tahun lalu sejumlah investor telah bersiap menanamkan modalnya bagi pengembangan fasilitas produksi petrokimia di Jateng. Namun, dua isu yang berkembang itu menyebabkan investor beralih ke wilayah lain, hanya sebagian investasi yakni sekitar US$1 miliar – US$1,5 miliar yang akan direalisasikan. Investor lainnya batal menanamkan modalnya lantaran menilai isu antiplastik itu bisa menjadi masalah jangka panjang. Padahal, industri kimia merupakan sektor strategis. Sebagai manufaktur dasar, produknya digunakan oleh sektor lain, mulai dari industri plastik, cat, tekstil, elektronika, farmasi, kosmetika, hingga otomotif. Peningkatan daya saing industri ini akan membuat manufaktur nasional kompetitif di pasar global. 

Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik, Pertamina Siap Bangun Pabrik Baterai

05 Sep 2019

PT Pertamina (Persero) siap membangun pabrik baterai lithium-ion pada 2021, sementara itu pemerintah berkomitmen untuk memacu penguatan ekosistem kendaraan bermotor listrik. Pabrik tersebut akan menelan investasi US$80 juta per jalur. Pabrik akan menjadi kelanjutan proses produksi dari pabrikan di kawasan industri di Marowali yang menghasilkan chemicals yang akan menjadi bahan baku anoda atau katoda. Pabrik dirancang berlokasi di Pulau Jawa. Sedangkan di Morowali, industri material baterai telah membenamkan investasi senilai US$4 miliar. Pemerintah juga telah melarang ekspor nikel ore, yang merupakan bahan dasar sel baterai. Sebelumnya, beberapa perusahaan berencana memproduksi sel baterai mulai 2020, dan meminta fasilitas insentif tertentu. 

Respon pelaku usaha terhadap kehadiran aturan kendaraan listrik sangat baik. Pemerintah juga tengah menyiapkan skema insentif perpajakan termasuk pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Standardisasi stasiun pengisian daya listrik dan standardisasi baterai adalah bagian dari ekosistem yang harus dibentuk dalam rangka percepatan masuknya Indonesia ke era kendaraan listrik. Sementara itu, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan membangun 5 fast charging station, 1 ultrafast charging, dan 10 charging station di Jakarta pada tahun ini. PLN juga menyiapkan insentif bagi konsumen yang memiliki mobil listrik berupaya gratis biaya penambahan daya listrik. Untuk pemilik sepeda motor, diskon 75% ditambah keringanan tarif 30% jika melakukan pengisian daya pada malam hari. Diskon itu berlaku hingga akhir 2019.

Aturan Bank Indonesia, Alipay dan Wechatpay Wajib Ikuti Standar QR

05 Sep 2019

Bank Indonesia (BI) menyebut penerapan dompet digital Alipay dan Wechat Pay harus mengikuti QR Indonesia Standar (QR) dalam transaksinya. Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng mengatakan jika kedua dompet digital tersebut tidak mengikuti aturan QRIS, maka regulator, dalam hal ini Bank Indonesia melakukan penindakan secara tegas. Masuknya Alipay dan Wechatpay saat ini masih dalam proses penyelesaian dan regulator juga akan segera memanggil pihak Alipay dan Wechat Pay. Selain belum memenuhi persyaratan dokumentasi secara penuh, Bank Indonesia masih akan meninjau sistem TI kedua dompet digital tersebut. Alipay dan Wechat Pay dibawa oleh pihak ketiga yang masuk ke pasar Indonesia untuk melayani wisatawan China yang bertransaksi selama berwisata. Selain Indonesia, Alipay dan Wechat Pay juga masuk ke negara Jiran seperti Thailand dan Vietnam. QRIS secara nasional efektif berlaku mulai 1 Januari 2020. QRIS nantinya akan menjadi satu-satunya jalur untuk transaksi menggunakan kode QR, termasuk untuk pemain asing di sektor tersebut.

Menggenjot Industri Tekstil, Otomotif, dan Alas Kaki

05 Sep 2019

Demi menggenjot pertumbuhan manufaktur, pemerintah menetapkan lima sektor industri utama dalam fokus Making Indonesia 4.0. Kelima sektor itu adalah makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, dan elektronik. Dari kelima sektor itu, Bank Indonesia menilai tiga sektor yang bisa menjadi motor industri manufaktur, yaitu tekstil, otomotif, dan alas kaki.

Isu strategis di industri tekstil, misalnya, kebutuhan revitalisasi mesin dan peralatan modern untuk menggenjot kapasitas produksi. Di sisi lain, beberapa bahan baku industri hulu tekstil masih mengandalkan impor. Untuk memaksimalkan pengembangan industri tekstil, pemerintah merancang sejumlah program, seperti pemberian insentif, restrukturisasi mesin dan peralatan pada industri kain. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menanggapi dingin rencana pemerintah untuk merancang program prioritas industri tekstil. Saat ini, pengusaha tekstil membutuhkan kebijakan instan. Ketua API, Ade Sudrajat Usman, menilai perluasan insentif tax allowance adalah kebijakan jangka menengah sehingga akan terlambat menyelamatkan industri tekstil yang sedang gawat. Yang diperlukan segera adalah menahan gempuran produk tekstil impor yang terus membanjiri pasar.

Penjualan Mobil Listrik Global Anjlok 14%

05 Sep 2019

Penjualan mobil listrik secara global turun 14% pada tujuh bulan pertama 2019. Penurunan tersebut setelah China mengurangi insentif pembelian kendaraan ramah lingkungan sejak 26 Juni lalu. China merupakan produsen dan konsumen terbesar mobil listrik di dunia. Meski porsinya masih kecil, produsen mobil listrik yakin dengan prospek industri ini.