;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Banjir Impor, Pabrik Baja Lokal Makin Tertekan

06 Sep 2019

Industri baja diproyeksi makin tertekan produk impor seiring dengan peningkatan produksi China dan Vietnam. Padahal, pabrik lokal mengalami penurunan utilitas, sebagian merumahkan karyawan, dan berencana menutup fasilitas manufakturnya. Potensi peningkatan impor produk baja dari China sangat terbuka. Produk Vietnam juga menjadi ancaman lantaran produksinya telah melampaui kebutuhan domestik. Banjir produk impor, terutama dari China dan Vietnam, terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Akibatnya, utilitas pabrik menurun, sebagian pelaku mulai merumahkan karyawan, hingga berencana menutup pabrik. Bea masuk produk baja yang tidak harmonis merupakan penyebab maraknya produk impor. Selain itu, minimnya pengaturan standar juga membantu masuknya baja lapis dengan kualitas rendah. Terdapat harapan standar nasional Indonesia (SNI) wajib baja lapis segera diberlakukan, Konsistensi penerapan SNI untuk produk baja akan melindungi pabrikan lokal.

Bahan Bakar Nabati, Produsen Siap Tambah Pabrik FAME

06 Sep 2019

Produsen biodiesel memperkirakan ada tambahan hingga 4 pabrik baru fatty acid methyl ester (FAME) dalam 2 tahun mendatang seiring dengan adanya rencana perluasan mandatori pemanfaatan bahan bakar nabati tersebut. Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) merinci saat ini ada sebanyak 19 pabrik yang memproduksi FAME dengan kapasitas produksi total mencapai 11 juta KL. Dengan mandatori campuran bahan nabati itu sebanyak 20% (B20), serapannya diprediksi mencapai 6,2 juta KL. Jika mandatori itu diperluas menjadi 30% (B30), serapan FAME diperkirakan mencapai 9,6 juta KL. Para produsen masih memiliki ruang untuk mengekspor FAME sekaligus mengantisipasi perluasan lanjutan mandatori biodiesel. Pemerintah sudah berancang-ancang untuk memperluas mandatori itu menjadi B50 pada akhir 2020, bahkan B100 dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Dengan adanya pelarangan ekspor biodiesel ke Uni Eropa, pasar dalam negeri menjadi semakin menarik untuk pengusaha. Namun, masih ada sejumlah tantangan dalam mengembangkan biodiesel di Indonesia yakni perlunya stok jaminan keberlanjutan, kesiapan dari industri penunjang, insentif pendanaan yang masih bergantung pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS), permasalahan infrastruktur, hingga kampanye negatif penggunaan biodiesel dari pihak luar.

Komputasi Awan, Google Bangun Pangkalan Data Lokal

06 Sep 2019

Google Cloud akan membuka Region Cloud Jakarta pada semester I/2020 sebagai investasi jangka panjang perusahaan dalam bidang infrastruktur teknologi di Indonesia. Pemerintah tidak dapat menghiraukan layanan komputasi awan, terutama dengan semakin banyaknya perusahaan rintisan di Indonesia yang dianggap sebagai penunjang ekonomi pada masa mendatang. Sebelum Google, Amazon Web Services (AWS) telah mengumumkan rencana untuk membuka pangkalan data pada 2022. Perusahaan milik Jeff Bezos tersebut akan membangun tiga lokasi data fisik yang diberi nama Availability Zone di sekitar Jakarta. Karawang merupakan salah satu dari tiga lokasi pembangunan pangkalan data di Jabar yang ditawarkan pemerintah kepada Amazon. Menurut rencana, nilai investasi yang digelontorkan bisa mencapai Rp1 triliun. Sedangkan Alibaba Cloud saat ini telah mengoperasikan pangkalan data di dua lokasi di Indonesia.

Berdasarkan penelitian Boston Consulting Group berjudul Dampak Ekonomi Cloud di Asia Pasifik untuk Indonesia diperkirakan bahwa adopsi komputasi awan publik dapat berkontribusi sebesar US$35 miliar—US$40 miliar ke perekonomian Indonesia secara kumulatif sepanjang 2019 hingga 2023.

Indonesia Rawan Terpapar Krisis Global

06 Sep 2019

Peringatan super serius datang dari Bank Dunia. Efek resesi global bisa menjalar ke mana-mana, termasuk Indonesia. Ini bisa membuat ekonomi Indonesia melambat dan stabilitas sistem keuangan terganggu. Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar 5% atau meleset dari target 5,3%. Rupiah bisa terdepreasi lebih dalam karena arus keluar modal (capital oitflow). Salah satu cara menutup dengan memperbesar investasi asing langsung (FDI). Hanya saja, FDI lewat berbagai insentif belum menampakkan hasilnya. Upaya Indonesia melakukan reformasi terhadap keterbukaan ekonomi, kepastian regulasi, dan sinergi aturan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah belum terwujud.

Pabrikan Menanti Insentif

06 Sep 2019

Sejak aturan percepatan kendaraan listrik terbit, sejumlah agen pemegang merek (APM) bersipa memasarkan kendaraan listrik di Indonesia. Namun, APM masih menunggu kepastian insentif agar dapat segera memproduksi kendaraan di dalam negeri. Selain insentif, pabrikan otomorof juga membutuhkan jaringan infrastruktur kendaraan listrik, seperti pengisian daya, industri baterai, maupun pengolahan limbahnya.

Uni Eropa Bantah Diskriminasi Sawit

06 Sep 2019

Uni Eropa menolak tudingan diskriminasi terhadap berbagai produk sawit asal Indonesia. Pertama, terkait kampanye hitam "palm oil free" bukan inisiasi pemerintah, melainkan digerakkan oleh pasar. Pemerintah Uni Eropa mengklaim terbuka terhadap produk dari negara lain. Karenannya, UE menyarankan Indonesia untuk meyakinkan pasar di Uni Eropa terkait keunggulan yang dimiliki oleh minyak sawit. Kedua, mengenai rencana pemerintah menerapkan bea masuk antisubsidi untuk produk sawit asal Indonesia, hingga kini tarif bea masuk sawit Indonesia di Uni Eropa sebesar 0% - 10,9%. Atas rentetan kejadian ini, Indonesia mengancam untuk memberlakukan tarif balasan terhadap produk susu asal negara anggota Uni Eropa.

Teknologi Finansial Perluas Akses

05 Sep 2019

Tingkat inklusi keuangan di Indonesia saat ini diperkirakan 51%. Pencapaian ini salah satunya diukur dari rasio masyarakat yang mudah mengakses layanan perbankan dan teknologi finansial terhadap jumlah penduduk. Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, hal yang paling penting berikutnya adalah memajukan bisnis pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pelaku UMKM dapat menjangkau pangsa pasar lebih luas, misalnya melalui platform perdagangan secara elektronik (e-dagang) dan mendapatkan suntikan dana dari investor besar.

Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institut dan Keuangan Digital Sukarela Batunanggar memaparkan, pihaknya mendorong pelaku usaha rintisan berbasis teknologi finansial berkolaborasi dengan industri perbankan dan non perbankan. Kolaborasi bisa berupa akuisisi, kemitraan, dan pendirian pusat inovasi.

Pariwisata Berdaya Saing

05 Sep 2019

Daya saing pariwisata Indonesia membaik dua peringkat ke posisi 40 dari 140 negara pada 2019. Indonesia mengumpulkan skor 4,3 yang dinilai dari lingkungan, kondisi perjalanan dari pariwisata, insfrastruktur, serta sumber daya alam dan budaya.

Industri Petrokimia, Kampanye Antiplastik Adang Investor

05 Sep 2019

Kampanye antiplastik yang masif beberapa tahun terakhir dituding menjadi penyebab batalnya sebagian rencana investasi di sektor petrokimia di Jawa Tengah dengan nilai total mencapai US$10 miliar, selain masalah upah minimum regional (UMR). Sejak tahun lalu sejumlah investor telah bersiap menanamkan modalnya bagi pengembangan fasilitas produksi petrokimia di Jateng. Namun, dua isu yang berkembang itu menyebabkan investor beralih ke wilayah lain, hanya sebagian investasi yakni sekitar US$1 miliar – US$1,5 miliar yang akan direalisasikan. Investor lainnya batal menanamkan modalnya lantaran menilai isu antiplastik itu bisa menjadi masalah jangka panjang. Padahal, industri kimia merupakan sektor strategis. Sebagai manufaktur dasar, produknya digunakan oleh sektor lain, mulai dari industri plastik, cat, tekstil, elektronika, farmasi, kosmetika, hingga otomotif. Peningkatan daya saing industri ini akan membuat manufaktur nasional kompetitif di pasar global. 

Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik, Pertamina Siap Bangun Pabrik Baterai

05 Sep 2019

PT Pertamina (Persero) siap membangun pabrik baterai lithium-ion pada 2021, sementara itu pemerintah berkomitmen untuk memacu penguatan ekosistem kendaraan bermotor listrik. Pabrik tersebut akan menelan investasi US$80 juta per jalur. Pabrik akan menjadi kelanjutan proses produksi dari pabrikan di kawasan industri di Marowali yang menghasilkan chemicals yang akan menjadi bahan baku anoda atau katoda. Pabrik dirancang berlokasi di Pulau Jawa. Sedangkan di Morowali, industri material baterai telah membenamkan investasi senilai US$4 miliar. Pemerintah juga telah melarang ekspor nikel ore, yang merupakan bahan dasar sel baterai. Sebelumnya, beberapa perusahaan berencana memproduksi sel baterai mulai 2020, dan meminta fasilitas insentif tertentu. 

Respon pelaku usaha terhadap kehadiran aturan kendaraan listrik sangat baik. Pemerintah juga tengah menyiapkan skema insentif perpajakan termasuk pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Standardisasi stasiun pengisian daya listrik dan standardisasi baterai adalah bagian dari ekosistem yang harus dibentuk dalam rangka percepatan masuknya Indonesia ke era kendaraan listrik. Sementara itu, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan membangun 5 fast charging station, 1 ultrafast charging, dan 10 charging station di Jakarta pada tahun ini. PLN juga menyiapkan insentif bagi konsumen yang memiliki mobil listrik berupaya gratis biaya penambahan daya listrik. Untuk pemilik sepeda motor, diskon 75% ditambah keringanan tarif 30% jika melakukan pengisian daya pada malam hari. Diskon itu berlaku hingga akhir 2019.