Ekonomi
( 40430 )China kembali menjual surat utang AS pada bulan Agustus
China kembali mengurangi kepemilikan pada surat utang pemerintah Amerika Serikat (AS) US Treasury pada bulan Agustus.
Berdasarkan data Departemen Keuangan AS yang dirilis Rabu (16/10), kepemilikan China pada US Treasury turun menjadi US$ 1.103,1 miliar, turun dari US$ 1.110,3 miliar pada bulan Juli. Ini adalah posisi terendah dalam dua tahun terakhir. Kepemilikan China ini turun 5,29% secara year on year dari US$ 1.165,1 milar pada Agustus tahun lalu.
Bloomberg melaporkan bahwa penjualan US Treasury oleh China di bulan Agustus ini merupakan penjualan terbesar sejak Januari 2016. Penjualan obligasi negara AS pada bulan Agustus ini mencapai US$ 32 miliar. Sedangkan penjualan bersih US Treasury oleh China sebesar US$ 6,8 miliar.
Jepang menggantikan China sebagai pihak asing pemegang terbesar US Treasury sejak Juni lalu. Pada bulan Agustus, Jepang memegang US$ 1.174,7 miliar US Treasury. Jumlah ini naik 14,06% secara year on year dari US$ 1.029,9 miliar pada Agustus tahun lalu.
Selain Jepang dan China kepemilikan negara lain pada US Treasury kurang dari US$ 500 miliar. Misalnya, di posisi ketiga, Inggris menggenggam US Treasury sebesar US$ 349,9 miliar per Agustus 2019, Sedangkan posisi keempat adalah Brasil dengan kepemilikan US$ 311,5 miliar dan kelima adalah Irlandia dengan kepemilikan US$ 272,5 miliar.
Lima Tahun Beroperasi, Tunaiku Salurkan Pinjaman Rp 2 Triliun
Tunaiku, produk fintech lending dari PT Bank Amar Indonesia (Bank Amar), merayakan lima tahun melayani masyarakat Indonesia untuk digital lending service. Sejak berdiri pada tahun 2014 hingga Juni 2019, Tunaiku telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp 2 Triliun kepada hampir 300 ribu nasabah yang tersebar di 16 kota besar di Indonesia. Adapun aplikasi Tunaiku telah diunduh sekitar 2,5 juta kali. --updated
OJK Proyeksikan Kepercayaan Investor Meningkat Tahun Depan
Pasar saham menorehkan capaian positif di pengujung akhir tahun ini dengan penguatan tipis 2,18 persen, membaik dari tahun lalu yang minus 2,54 persen. Dalam perdagangan kemarin, indeks ditutup di level 6.299,54 atau minus 0,47 persen dibanding pada penutupan hari sebelumnya.
Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida, mengatakan kinerja pasar modal itu dicapai di tengah perkembangan geo-politik dan ekonomi global yang bergerak dinamis. Perbaikan kinerja ini pun diproyeksikan berlanjut 2020. Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, mengatakan kinerja positif bursa selama Desember ini tak terlepas dari aksi window dressing yang mewarnai pasar. Adapun window dressing bisa dilakukan oleh emiten untuk menarik minat investor dengan mempercantik laporan atau kinerja keuangan perusahaan. Aksi window dressing tampak dari kinerja saham anggota LQ45 yang mana hampir seluruhnya mencatatkan pertumbuhan harga. Kenaikan tertinggi dibukukan oleh PT Medco Energi Interna (MEDC), yaitu sebesar 27,34 persen ke level Rp 885 per saham. Berikutnya disusul oleh PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) yang naik 24,22 persen dari PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang naik 22,01 persen. Analsisi OSO Sekuritas, Sukarno Alatas, menuturkan sentimen positif di awal tahun depan juga datang dari optimisme investor tentang kemajuan kesepakatan
Kinerja Ekspor Selama 2019 Jeblok
Rapor perdagangan Indonesia selama 2019 semakin buruk di tengah isu perang dagang dunia yang berkepanjangan. BPS mencatat realisasi ekspor dan impor setahun terakhir berapor merah.
Berdasarkan data BPS aktivitas ekspor sepanjang tahun lalu turun menjadi US$ 167,53 miliar dari US$ 180,6 miliar pada 2018. Suhariyanto, Kepala BPS, mengatakan berdasarkan kategori, penurunan ekspor terjadi di tiga dari empat kategori utama, yakni industri pengolahan, minyak dan gas, serta tambang. Ketiga sektor tersebut masing-masing menyumbang 75,55 persen, 14,81 persen, dan 7,48 persen. Walhasil, meski harga komoditas kelapa sawit mengalami kenaikan hingga 12 persen, Suhariyanto mengatakan ada beberapa penyebab ekspor turun, antara lain perlambatan ekonomi negara tujuan ekspor komoditas Indonesia, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Cina. Meski begitu, Suhariyanto mengatakan secara total neraca perdagangan Indonesia cukup baik lantaran defisit perdagangan pada 2019 turun dari US$ 8,6 miliar menjadi US$ 3,2 miliar. Realisasi impor tahun lalu berada di angka US$ 170,72 miliar. Berdasarkan rangkuman perdagangan ekspor tahun tersebut, ekspor Indonesia di sektor industri pengolahan masih berpeluang . Perdagangan internasional nonmigas dengan Amerika Serikat, misalnya, bisa bertambah bagus dengan realisasi surplus US$ 8,5 miliar menjadi US$ 9,5 miliar.
Penyaluran Teknologi Finansial Syariah Tembus Rp 1 Triliun
Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia, Ronald Wijaya, mengatakan pertumbuhan pesat juga dirasakan para pelaku teknologi finansial atau financial technology, termasuk para pemain peer to peer (P2P) syariah. Menurut dia, setahun terakhir realisasi penyaluran pinjaman sudah mencapai Rp 1 triliun.
Ronald yang juga kepala eksekutif sebuah entitas fintech P2P Ethis Indonesia, mengatakan saat ini ada 12 perusahaan fintech P2P yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Jumlah ini, kata dia, bakal terus bertambah dan makin berkembang dari yang hanya sebagai platform pinjaman dengan pangsa perorangan atay UKM ke arah bisnis halal yang lebih luas, seperti pariwisata dan fashion. Jika melihat nilai total pendanaan fintech P2P pada tahun lalu, angka Rp 1 triliun tersebut menurut Ronald memang kecil. Angka tersebut tak kurang dari 1,5 persen dari nilai total penyaluran Rp 70 triliun. Meski begitu, Ronald optimistis angka penyaluran pinjaman fintech syariah bakal terus bertumbuh lantaran penetrasi layanan keuangan syariah di Indonesia baru 9,1 persen dari jumlah total penduduk. Melandir data Bank Dunia, setidaknya ada gap pendanaan yang dibutuhkan masyarakat Indonesia hingga Rp 1.000 triliun setiap tahunnya. Pasar inilah yang menajdi sasaran para entitas fintech syariah. Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia, Kuseryansyah, mengatakan ruang bertumbuh pemain syariah masih sangat luas. Dia mencatat saat ini nasabah P2P yang ada di Indonesia baru mencapai 17 juta konsumen.
Perusahaan Prediksi Penjualan Otomotif Jalan di Tempat
Executive General Manager Toyota Astra Motor, Fransiskus Soerjopranoto, memprediksi pasar industri otomotif belum pulih dengan cepat pada tahun ini. Penyebabnya, kata dia, kondisi pasar masih dibayangi ketidakpastian ekonomi global.
Sepanjang tahun lalu, Fransiscus mengatakan, penjualan Toyota menurun dibanding tahun sebelumnya. Meski penurunan pasar turun 13-15 persen. Fransiscus mengatakan penurunan penjulaan Toyota hanya 6-7 persen. Toyota mengantongi pangsa pasar atau marketshare sekutar 32 persen, lebih tinggi ketimbang 2018 sekitar 30,7 persen. Peluncuran sepuluh produk baru menjadi stimulus kinerja Toyota sepanjang tahun lalu. Jumlah tersebut belum termasuk peluncuran Toyota Crown terbaru untuk mobil para menteri. Pada tahun sebelumnya, Toyota hanya meluncurkan enam produk baru. Posisi kedua pasar otomotif diduduki oleh PT Astra Daihatsu Motor. Planning and Communication Division Head PT Astra Daihatsu Motor, Elvina Afni, mengatakan penjualan retail sales Daihatsu tahun lalu mencapai 177.588 unit. Sedangkan untuk whole sales mencapai 177.284 unit. Adapun tiga produk terlaris adalah Sigra, Gran Max Pick Up, dan Ayla. Deputy Marketing Director PT Hyundai Mobil Indonesia Hendrik Wiradjaja mengatakan penjualan domestik Hyundai mencapai 1.368 unit dan ekspor sebanyak 3.241 unit pada tahun lalu. Hyundai H-1 masih mendominasi penjualan tersebut, diikuti Hyundai Santa Fe. Sekretaris Umum Gabungan Industri Otomotif Indonesia Kukuh Kumara memperkirakan total penjualan otomotif sepanjang tahun lalu lebih dari 1 juta unit. Meski pencatatan penjualan belum rampung, ia mengatakan penjualan periode Agustus-Desember mulai bergairah.
Jiwasraya Sulit Melepas Investasi Bermasalah
PT Asuransi Jiwasraya (Persero) berusaha menata kembali portofolio investasi sebagai salah satu upaya restrukturisasi dan pnyehatan perusahaan. Perubahan komposisi penempatan investasi akan dilakukan secara bertahap dalam lima tahun ke depan, dimulai dengan melepas saham bervaluasi rendah.
Setelah itu, menurut Hexana, pengelolaan investasi dirombak dengan menerapkan manajemen portofolio yang memperhatikan prinsip kehati-hatian. Komposisi yang sehat itu meliputi surat utang pemerintah paling sedikit 30 persen, surat utang perusahaan BUMN dengan rating investment grade, juga saham dan reksadana saham kelompok papan atas LQ45 maksimal 20 persen. BPK mencatat Jiwasraya melakukan investasi pada saham-saham perusahaan yang berkualitas rendah yang dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan, di antaranya saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), dan PT Property Tbk (PPRO). Indikasi kerugian akibat transaksi itu diperkirakan sekitar Rp 4 triliun. Jiwasraya juga memiliki sekitar 28 produk reksa dana dan 20 produk reksa dana di atas 90 persen, yang sebagian besar memiliki underlyingsaham berkualitas rendah atau lapis kedua dan tidak likuid, di antaranya saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), PT SMR Utama Tbk (SMRU), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), PT Property Tbk (PPRO), saham PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), serta PT Hanson International Tbk (MYRX). Indikasi kerugian sementara akibat penurunan nilai saham pada reksa dana ini diperkirakan sekitar Rp 6,4 triliun.
Transaksi di Kawasan Industri Kian Pesat
Transaksi lahan di kawasan industri diperkirakan melonjak tahun ini. Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar mengatakan kenaikan tersebut melanjutkan tren pertumbuhan sejak triwulan III tahun lalu, tepat setelah pemilihan presiden berlangsung. Menurut dia, pertumbuhan, tersebut didorong oleh keinginan investor untuk membangun pabriknya di Indonesia.
Pengembangan kawasan industri terjadi di sejumlah daerah, khususnya di lokasi yang lahannya masih tersedia. Namun kata Sanny pengembangan yang paling pesat pertumbuhannya sejak tahun lalu di antaranya sektor otomotif, data center, elektronik, dan fast moving consumer goods (FMCG). Sanny menuturkan sektor tersebut paling banyak berada di Karawang, Jawa Barat. Pertumbuhan pengembangan kawasan industri ini terlihat dari peningkatan transaksi lahan pada tahun lalu. Data konsultan properti Colliers International menunjukkan transaksi lahan industri di Jakarta dan sekitarnya sebesar 274,3 hektare atau naik 50 persen dibanding pada 2018. Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan pengembangan kawasan industri ini.
Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Bidik Pasar Cina
Pemerintah berusaha menggenjot ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lewat perdagangan elektronik di Cina. Pemerintah mengekspor produk UMKM melalui pusat logistik berikat e-commerce PT Uniair Indotama Cargo untuk pertama kalinya sebanyak 45.530 unit. Produk tersebut berasal dari 17 pelaku usaha di DKI Jakarta dan Nusa Tenggara Timur.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki, menuturkan pemerintah berencana membentuk kantor bersama UMKM yang terpusat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kementerian Keuangan. Tujuannya agar proses perizinan, sertifikasi, hingga pembiayaan bisa terintegrasi. Kantor bersama ini bisa memanfaatkan jaringan kantor bea dan cukai supaya proses logistik lebih murah dan mudah. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyebutkan ekspor produk UMKM akan terus digenjot untuk meningkatkan kinerja ekspor non-migas. Jumlah pelaku UMKM saat ini sekitar 62 juta. Dari angka itu, hanya 14 persen yang memiliki kegiatan ekspor. Salah satu penyebab rendahnya ekspor UMKM karena selama ini pelaku terkendala informasi hingga sarana pengiriman.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









