;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

Unicorn Indonesia Tahan Ekspansi Bisnis

19 Dec 2019

Perusahaan teknologi Tanah Air, khususnya yang bervaluasi lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun, tak lagi melakukan ekspansi bisnis secara sporadis. PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek, misalnya, mulai merampingkan produk jasa yang ditawarkan. Aplikasi Gojek yang khusus melayani berbagai jasa gaya hidup (Golife) bakal merampingkan produknya dari delapan layanan menjadi hanya dua layanan. Keenam layanan Golife yang akan disetop tersebut ialah Goglam, Gofix, Godaily, Goauto, Golaundry, dan Service Marketplace. Nantinya, aplikasi Golife hanya menyisakan dua layanan, yakni Goclean dan Gomassage.

Adapun platform e-commerce Tokopedia juga sedang menyasar pasar saham sejak tahun ini. Kepala Eksekutif Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, dengan jumlah mitra di angka 6 juta dan pengguna hingga ratusan juta, entitasnya sudah memiliki omzet transaksi (gross merchandise value) bulanan tak kurang dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun. Pekan lalu, Presiden dan Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid menuturkan, meski entitasnya tidak pernah absen dalam pesta belanja online yang bertaburan promo, alokasi anggaran “bakar uang” Bukalapak juga sudah dipotong sepertiga dibanding tahun lalu. Adapun pendiri Lippo Group, Mochtar Riady, mengatakan tidak mau lagi bakar uang jika perusahaan rintisan tak kunjung menunjukkan tanda keberlanjutan. Mochtar tak mau kejadian yang dialami Lippo saat membesarkan Mataharimall.com terulang.

Kereta Bakal Menjadi Angkutan Terlaris

17 Dec 2019

Kementerian Perhubungan memperkirakan kereta api bakal menjadi moda angkutan yang paling diminati pada masa libur akhir tahun. Tren ini mematahkan dominasi angkutan udara yang biasanya meraup penumpang terbanyak pada masa liburan Natal dan tahun baru.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulmafendi, mengatakan jumlah penumpang kereta hanya naik 4 persen dibanding pada akhir tahun lalu, tetapi dari grafik perjalanan, jumlahnya menjadi yang terbesar. Dalam proyeksi yang disusun Kementerian Perhubungan, kereta api bakal digunakan sekitar 5,91 juta penumpang pada akhir tahun ini. Jumlah itu setara dengan 35,8 persen jumlah total pemudik Natal dari seluruh moda angkutan yang diprediksi mencapai 16,41 juta orang. Tren nya meningkat dibanding pada periode serupa tahun lalu, saat jumlah pengguna kereta hanya 5,6 juta orang. Adapun jumlah penumpang pesawat memiliki porsi 32 persen dari jumlah total penumpang, atau mencapai 5,28 juta orang. Jumlah pengguna bus, kapal penyeberangan, serta kapal jarak tak lebih dari 2 juta orang.

Jiwasraya Gandeng Investor Strategis pada Maret 2020

17 Dec 2019

Manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tengah menyelesaikan proses uji tuntas (due diligence) calon investor strategis untuk anak usaha perseroan Jiwasraya Putra. Direktur Utama Asuransi Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko, menuturkan sekema investor strategis ditempuh sebagai salah satu opsi penyelamatan dan penyehatan untuk memenuhi kebutuhan dana segar dalam jangka pendek.

Berdasarkan dokumen yang disampaikan manajemen Jiwasraya kepada DPR, skema investor strategis ini diharapkan mampu menghasilkan dana hingga Rp 5 triliun untuk membantu likuiditas dan solvabilitas perseroan. Namun dana tersebut tak mencukupi kebutuhan dana yang diproyeksikan mencapai Rp 32,89 triliun agar Jiwasraya mampu memperbaiki kinerja keuangan. Saat ini, ada lima investor yang berminat, yaitu empat entitas asing dan satu entitas dalam negeri. Hexana mengungkapkan, dalam proses pencairan investor, manajemen berkomitmen untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dan good corporate governance yang bertanggung jawab. Selain dana dari investor strategis, terdapat tiga opsi penyelamatan dan penyehatan yang disiapkan manajemen Jiwasraya bersama Kementerian BUMN. Opsi tersebut adalah inisiatif pembentukan holding asuransi yang direncanakan berada di bawah PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI), skema finansial reasuransi, dan yang terakhir adalah penghimpunan dana penyelamatan dari pemilik saham.

Omzet Industri Game Bertumbuh 90 Persen

16 Dec 2019

Pendapatan permainan (game) untuk telepon seluler atau mobile game di Asia Tenggara terus meningkat. Tahun ini pendapatan dari game telepon seluler diperkirakan mencapai US$3,2 miliar dan pada 2022 akan bertumbuh 90 persen menjadi US$ 6,1 miliar.

Menurut Director of Business Development Google Play Apps and Games, Kunal Soni, Indonesia menjadi pasar terbesar mobile game di Asia Tenggara. Chief Technology Officer Maentrus Digital Lab, Reza Febri Nanda, menilai pasar mobile game di Indonesia sangat besar. Ia mencontohkan game yang diluncurkannya, Gyro Buster, telah diunduh lebih dari 5 juta pengguna Android. Nanda menjelaskan, pendapatan dari game tersebut berasal dari iklan atau AdSense. Selain itu, pendapatan bersumber dari revenue share karena Maentrus Digital Lab bekerja sama dengan pengembang game dari Jepang. Merujuk pada data yang dilansir Newzoo, secara global pendapatan dari bisnis permainan diperkirakan mencapai US$ 152,1 miliar atau tumbuh 9,6 persen (year on year). Vice President for User Experiance and Product Management Google, Tian Lim, mengatakan saat ini terdapat 2,5 miliar pengguna Android dan lebih dari 2 miliar menggunakan Google Play. Tian mengatakan pada 2018 Google melakukan survei pada ribuan pengembang aplikasi. Hasilnya, 79 persen pengembang aplikasi itu puas dengan produk dan layanan Google.

Bank Sentral Diproyeksikan Tahan Bunga Acuan

16 Dec 2019

Bank Indonesia diproyeksikan akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate pada level 5 persen hingga akhir tahun ini. Bank Sentral juga diprediksi akan memperkuat upaya pelonggaran likuiditas menjelang akhir tahun.

Namun, untuk mengundurkan likuiditas tersebut, ekonom Institute for Development of Economics and Finance, Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan bank sentral perlu memastikan penurunan suku bunga simpanan dan kredit. Apalagi suku bunga acuan telah turun empat kali pada tahun ini. Salah satu kebijakan yang berpeluang ditempuh Bank Indonesia dalam rapat dewan gubernur (RDG) pekan ini adalah pelonggaran giro wajib minimum (GWM). Pada RDG November lalu, bank sentral telah memangkas GMW sebesar 1 persen untuk bank umum konvensional maupun syariah, masing-masing menjadi 5,5 persen dan 4 persen. Adapun sentimen perekonomian global cenderung menguatkan bank sentral agar menahan bunga acuan. Direktur PT Anugerah Mega Investasi, Hans Kwee, mengatakan pelaku pasar keuangan global pada akhir 2019 ini masih menanti satu kesepakatan penangguhan perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat. Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, pekan lalu memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 1,50-1,75 persen.

PLN-Pertamina Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

16 Dec 2019

PT PLN (Persero) mempersiapkan sejumlah fasilitas penunjang perkembangan kendaraan listrik tahun depan. Executive Vice President Pengembangan Produk PLN, Julita Indah, menyatakan semua upaya tersebut dilakukan untuk membangun ekosistem kendaraan listrik.

Tahun depan, upaya ini diawali dengan penambahan jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga 10 kali lipat. Sepuluh wilayah dipilih berdasarkan potensi pasar kendaraan listrik. Julita menuturkan saat ini terdapat lima SPKLU yang sudah dibangun di Jakarta., Tangerang, Bandung, Denpasar, dan Surabaya. PLN tengah memasang 15 stasiun tambahan di kota tersebut serta memasang instalasi baru di Yogyakarta, Semarang, Makassar, hingga Kalimantan Timur. Julita tak merinci anggaran yang telah disiapkan PLN untuk proyek tersebut. Dia hanya memberi gambaran, untuk membangun satu stasiun pengisian daya dibutuhkan dana Rp 300-400 juta. PLN juga mengkaji kemungkinan untuk memperpanjang diskon tarif pengisian daya di rumah. Saat ini PLN memberi potongan harga hingga 30 persen tarif pengisian daya kendaraan listrik di rumah mulai pukul 22.00 hingga pukul 04.00. Pemilik kendaraan listrik yang ingin menambah daya di rumah pun diberikan diskon. Pemilik kendaraan motor mendapat diskon 75 persen, sementara pemilik mobil 100 persen.

Produk Kriya dan Kuliner Paling Banyak Diminati

13 Dec 2019

Platform perdagangan digital Blibi.com mengklaim animo masyarakat terhadap produk dalam negeri kelas UKM terus bertumbuh. Juru bicara Blibi.com, Geoffrey L. Dermawan, mengatakan penjualan produk UKM selama Harbolnas 12-12 mencatatkan pertumbuhan positif.

Meskipun enggan memerinci jumlah, Geoffrey mengatakan setidaknya produk UKM yang diminati masyarakat ketika Harbolnas 2019 sudah beragam. Sementara beberapa tahun lalu produk busana jadi pilihan utama, tahun ini produk kriya menggeser di urutan pertama. Produk kriya yang dimaksud Geoffrey ialah meja, sofa, kabinet, dan diffuser. Selain Kriya, Blibi menyebut realisasi penjualan dengan pertumbuhan positif juga teraksa di sektor kuliner. Pendiri perusahaan logistik Paxel, Zaldy Masita, mengatakan intensitas antaran makanan secara online sudah masuk tiga besar dalam kategori barang secara keseluruhan. Zaldy mengatakan berkembangnya bisnis logistik yang menyanggupi pengiriman barang secara instan dalam hitungan jam jadi alasan para pelaku bisnis kuliner bernai berekspansi. Menurut dia, hitungan internal antaran barang di Paxel, sektor kuliner tahun ini sudah menembus angka jutaan kali.

Revitalisasi Industri Tekstil Butuh Investasi Rp 175 Triliun

12 Dec 2019

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Anne Patricia Sutanto, mengatakan industri tekstil dan produk tekstil harus didorong untuk meningkatkan daya saing di tengah gempuran produk impor. Menurut dia, salah satu upaya yang mesti dilakukan adalah merevitalisasi mesin yang sudah tua.

Revitalisasi industri tekstil, kata Anne, membutuhkan investasi sekitar Rp 175 triliun. Sedangkan investasi mesin produksi mencapai Rp 75 triliun dari total nilai investasi tersebut. Dengan target investasi tersebut, Anne memprediksi kontribusi devisa industri tekstil dan produk tekstil bisa meningkat hingga 10 kali lipat dalam jangka waktu 12 tahun dari US$ 49 miliar pada 2030. Sedangkan target net devisa, yaitu pendapatan ekspor dikurangi impor, diproyeksikan mencapai US$ 30 miliar. Asosiasi, kata Anne, juga telah menyampaikan enam rekomendasi kepada pemerintah untuk perbaikan industri tekstil. Diantaranya soal bahan baku, pasar, komersial, sumber daya manusia, energi dan teknologi, serta kebijakan lingkungan. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, mengatakan revitalisasi alat produksi industri tekstil merupakan tindak lanjut pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan asosiasi pertekstilan di Istana.

Peserta Turun Laju Omzet Melambat

12 Dec 2019

Perhelatan Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 2019 berlangsung di tengah lesunya kondisi ekonomi yang berdampak pada melemahnya konsumsi masyarakat. Ketua Pelaksana Harbolnas 2019, Ignatius Untung, mengatakan hal itu berdampak negatif terhadap capaian omzet ataupun target lain dari acara ini.

Panitia Harbolnas 2019 menargetkan transaksi pada 11-12 Desember menyentuh angka Rp 8 triliun. Untung mengatakan target awal panitia sebetulnya “hanya” Rp 7,8 triliun. Tapi target transaksi dinaikkan setelah beberapa perusahaan , termasuk platform pembayaran online LinkAja, ambil bagian. Menurut dia, promo yang diberikan aplikasi sitem pembayaran milik empat bank pemerintah tersebut bisa mendongkrak transaksi. Meski secara kuantitas target transaksi meningkat, laju pertumbuhannya relatif melambat dibanding pada tahun sebelumnya. Pada Harbolnas 2017-2018 terjadi pertumbuhan transaksi dari Rp 1,4 triliun menjadi Rp 2,1 triliun. Hampir dua kali lipat dari pertumbuhan transaksi pada 2018-2019 yang sebesar Rp 1,2 triliun. Jumlah peserta pun menyusut dari 300 perusahaan menjadi 235 perusahaan. Tren lesunya belanja dan konsumsi masyarakat juga terekam dalam riset Bank Indonesia. Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Endy Dwi Tjahjono, memperkirakan tingkat konsumsi rumah tangga pada kuartal IV 2019 tak sekuat tahun sebelumnya.

Kinerja Ekspor Jasa Melambat

11 Dec 2019

Kinerja ekspor jasa hingga akhir tahun ini diprediksi tumbuh melambat ketimbang capaian tahun lalu. Berdasarkan data Bank Indonesia, realisasi ekspor jasa hingga triwulan ketiga sudah mencapai US$ 23,16 miliar. Angka ini tumbuh tipis jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 22,63 miliar atau naik 2,3 persen. Adapun capaian ekspor jasa sepanjang 2018 mencapai US$ 30,31 miliar, naik signifikan dari capaian tahun sebelumnya sebesar US$ 25,3 miliar.

Staf Ahli Bidang Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman Kementerian Koordinator Perekonomian, Edi Prio Pambudi, menuturkan salah satu penyebab perlambatan pertumbuhan sektor jasa adalah adanya pengaruh ketidakpastian kondisi ekonomi global, seperti perang dagang Amerika Serikat dengan Cina. Selain itu, sinyal negatif dari pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang Indonesia. Meski begitu, Edi yakin capaian kinerja ekspor jasa secara riil lebih baik ketimbang data yang disampaikan pemerintah. Dia menuturkan salah satu hal yang menjadi masalah saat ini adalah catatan statistik sektor jasa yang belum lengkap. Di samping itu, masih ada standar pencatatan yang berbeda antara satu institusi dengan institusi lain.