Ekonomi
( 40554 )Logistik : Siapa Untung, Siapa Rugi
Tahun ini kebijakan bebas kendaraan dengan muatan dan ukuran berlebih atau over load over dimension mulai diterapkan diseluruh jalan tol. Kementerian perhubungan telah mengeluarkan surat edaran nomor 21/2019 tentang pengawasan terhadap mobil barang atas pelanggaran muatan lebih dan atau pelanggaran ukuran lebih. Akan tetapi kebijakan itu tidak berjalan mulus. Kementerian perindustrian telah bersurat ke Kementerian Perhubungan untuk menunda dan meberlakukan kebijakan secara bertahap. Intinya pemberlakuan itu secara penuh pada 2021 akan menurunkan daya saing nasional.
Kementerian Perindustrian mengusulkan pemberlakuan kebijakan tersebut disesuaikan waktunya dari penerpaan penuh pada 2021 menjadi tahun 2023 sampai 2025. Sementara itu Asosiasi logistik Indonesia ataupun Asosiasi Pengusaha Truck Indonesia justru menolak penundaan. Bagi pelaku logistik, truck dengan muatan lebih dan ukuran lebih justru mengonsumsi bahan bakar lebih banyak dan biaya perawatan lebih tinggi. Belum lagi risiko kecelakaan.
Pasar Besar, Bisnis Video on Demand Kian Ajib
Bisnis layanan video on demand (VOD) terus membesar sejalan dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat. Berdasarkan riset Statista pada tahun lalu, nilai bisnis VOD di Indonesia ditaksir berada di angka US$ 290 juta. Adapun potensi penggunaannya akan melonjak 16,2% dengan rentang 25 tahun hingga 34 tahun . Sedangkan penetrasi pengguna layanan VOD akan mencapai 20% memasuki tahun 2024 mendatang. Sementara secara global, valuasi bisnis VOD diproyeksikan mencapai US$ 34,78 miliar dan penetrasi penggunanya tumbuh hingga 24,7% pada tahun ini. Kemudian ditahun 2024 nanti, angka penetrasi pengguna sebesar 27,6% diseluruh dunia.
Salah satu pemain di industry VOD yang terbilang agresif melakukan penetrasi pasar adalah Netflix. Melansir riset Statista (2019), pengguna Netflix di Indonesia bakal mencapai 906.810 pengguna di tahun 2020. Jumlah tersebut melonjak 88% dibandingkan realisasi 2019 sebanyak 481.450 pengguna.
Juru Bicara Netflix Indonesia, Adwina Hargini tidak menampik bahwa Indonesia memiliki pasar besar untuk segmen streaming VOD. Saat ini, Netflix hadir di 190 negara dan memiliki 158 juta pengguna di seluruh dunia. "Sedangkan di Indonesia, kami baru meluncurkan Paket Ponsel sebesar Rp 49.000 per bulan pada Desember 2019," kata dia, Kamis. Adwina bilang, secara global, masih mengutip data Statista (2019), hingga kuartal III 2019, laba bersih Netflix pusat tumbuh lebih dari 60% menjadi US$ 665 juta. Namun dia tidak memerinci angka pertumbuhan Netflix untuk wilayah Indonesia.
Pemain VOD lainnya asal Malaysia, Iflix, juga mengalami pertumbuhan pelanggan lebih dari 80% di sepanjang tahun lalu. Tiara Sugiyono, Head of Marketing Iflix Indonesia bilang, tahun ini pihaknya masih menaruh fokus untuk bekerjasama dengan para mitra dari perusahaan internet berbasis aplikasi. Layanan Iflix saat ini tersedia di 13 negara meliputi Malaysia, Indonesia, Filipina, Brunei, Sri Lanka, Pakistan, Maladewa, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Nepal dan Bangladesh.
E-commerce Asing Wajib Kantongi Izin Usaha Tahun Ini
Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan, aturan terkait izin usaha perusahaan perdagangan elektronik (e-commerce) akan diberlakukan mulai 2020. Aturan ini bertujuan untuk melindungi pelaku usaha dalam negeri. "Jadi, e-commerce asing harus memiliki izin usaha. Sebab, asing nanti masuk tanpa izin, pemain lokal berantakan." kata dia di Jakarta, Kamis (9/1). Agus memastikan, Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) juga sudah diterapkan tahun ini. Disamping itu, omnibus law nantinya semakin mempermudah kegiatan perdagangan elektronik. PP e-commerce merupakan pelaksanaan ketentuan Pasal 66 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Dalam aturan ini, perdagangan elktronik dapat dilakukan oleh pelaku usaha, konsumen pribadi, dan instansi penyelenggara negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang selanjutnya disebut para pihak. Menurut PP ini, pelaku usaha luar negeri yang secara aktif melakukan penawaran dan/atau melakukan perdagangan e-commerce kepada konsumen di Indonesia, dianggap memenuhi kehadiran fisik di Indonesia dan melakukan kegiatan usaha secara tetap di Indonesia.
China kembali menjual surat utang AS pada bulan Agustus
China kembali mengurangi kepemilikan pada surat utang pemerintah Amerika Serikat (AS) US Treasury pada bulan Agustus.
Berdasarkan data Departemen Keuangan AS yang dirilis Rabu (16/10), kepemilikan China pada US Treasury turun menjadi US$ 1.103,1 miliar, turun dari US$ 1.110,3 miliar pada bulan Juli. Ini adalah posisi terendah dalam dua tahun terakhir. Kepemilikan China ini turun 5,29% secara year on year dari US$ 1.165,1 milar pada Agustus tahun lalu.
Bloomberg melaporkan bahwa penjualan US Treasury oleh China di bulan Agustus ini merupakan penjualan terbesar sejak Januari 2016. Penjualan obligasi negara AS pada bulan Agustus ini mencapai US$ 32 miliar. Sedangkan penjualan bersih US Treasury oleh China sebesar US$ 6,8 miliar.
Jepang menggantikan China sebagai pihak asing pemegang terbesar US Treasury sejak Juni lalu. Pada bulan Agustus, Jepang memegang US$ 1.174,7 miliar US Treasury. Jumlah ini naik 14,06% secara year on year dari US$ 1.029,9 miliar pada Agustus tahun lalu.
Selain Jepang dan China kepemilikan negara lain pada US Treasury kurang dari US$ 500 miliar. Misalnya, di posisi ketiga, Inggris menggenggam US Treasury sebesar US$ 349,9 miliar per Agustus 2019, Sedangkan posisi keempat adalah Brasil dengan kepemilikan US$ 311,5 miliar dan kelima adalah Irlandia dengan kepemilikan US$ 272,5 miliar.
Lima Tahun Beroperasi, Tunaiku Salurkan Pinjaman Rp 2 Triliun
Tunaiku, produk fintech lending dari PT Bank Amar Indonesia (Bank Amar), merayakan lima tahun melayani masyarakat Indonesia untuk digital lending service. Sejak berdiri pada tahun 2014 hingga Juni 2019, Tunaiku telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp 2 Triliun kepada hampir 300 ribu nasabah yang tersebar di 16 kota besar di Indonesia. Adapun aplikasi Tunaiku telah diunduh sekitar 2,5 juta kali. --updated
OJK Proyeksikan Kepercayaan Investor Meningkat Tahun Depan
Pasar saham menorehkan capaian positif di pengujung akhir tahun ini dengan penguatan tipis 2,18 persen, membaik dari tahun lalu yang minus 2,54 persen. Dalam perdagangan kemarin, indeks ditutup di level 6.299,54 atau minus 0,47 persen dibanding pada penutupan hari sebelumnya.
Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida, mengatakan kinerja pasar modal itu dicapai di tengah perkembangan geo-politik dan ekonomi global yang bergerak dinamis. Perbaikan kinerja ini pun diproyeksikan berlanjut 2020. Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, mengatakan kinerja positif bursa selama Desember ini tak terlepas dari aksi window dressing yang mewarnai pasar. Adapun window dressing bisa dilakukan oleh emiten untuk menarik minat investor dengan mempercantik laporan atau kinerja keuangan perusahaan. Aksi window dressing tampak dari kinerja saham anggota LQ45 yang mana hampir seluruhnya mencatatkan pertumbuhan harga. Kenaikan tertinggi dibukukan oleh PT Medco Energi Interna (MEDC), yaitu sebesar 27,34 persen ke level Rp 885 per saham. Berikutnya disusul oleh PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) yang naik 24,22 persen dari PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang naik 22,01 persen. Analsisi OSO Sekuritas, Sukarno Alatas, menuturkan sentimen positif di awal tahun depan juga datang dari optimisme investor tentang kemajuan kesepakatan
Kinerja Ekspor Selama 2019 Jeblok
Rapor perdagangan Indonesia selama 2019 semakin buruk di tengah isu perang dagang dunia yang berkepanjangan. BPS mencatat realisasi ekspor dan impor setahun terakhir berapor merah.
Berdasarkan data BPS aktivitas ekspor sepanjang tahun lalu turun menjadi US$ 167,53 miliar dari US$ 180,6 miliar pada 2018. Suhariyanto, Kepala BPS, mengatakan berdasarkan kategori, penurunan ekspor terjadi di tiga dari empat kategori utama, yakni industri pengolahan, minyak dan gas, serta tambang. Ketiga sektor tersebut masing-masing menyumbang 75,55 persen, 14,81 persen, dan 7,48 persen. Walhasil, meski harga komoditas kelapa sawit mengalami kenaikan hingga 12 persen, Suhariyanto mengatakan ada beberapa penyebab ekspor turun, antara lain perlambatan ekonomi negara tujuan ekspor komoditas Indonesia, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Cina. Meski begitu, Suhariyanto mengatakan secara total neraca perdagangan Indonesia cukup baik lantaran defisit perdagangan pada 2019 turun dari US$ 8,6 miliar menjadi US$ 3,2 miliar. Realisasi impor tahun lalu berada di angka US$ 170,72 miliar. Berdasarkan rangkuman perdagangan ekspor tahun tersebut, ekspor Indonesia di sektor industri pengolahan masih berpeluang . Perdagangan internasional nonmigas dengan Amerika Serikat, misalnya, bisa bertambah bagus dengan realisasi surplus US$ 8,5 miliar menjadi US$ 9,5 miliar.
Penyaluran Teknologi Finansial Syariah Tembus Rp 1 Triliun
Ketua Umum Asosiasi Fintech Syariah Indonesia, Ronald Wijaya, mengatakan pertumbuhan pesat juga dirasakan para pelaku teknologi finansial atau financial technology, termasuk para pemain peer to peer (P2P) syariah. Menurut dia, setahun terakhir realisasi penyaluran pinjaman sudah mencapai Rp 1 triliun.
Ronald yang juga kepala eksekutif sebuah entitas fintech P2P Ethis Indonesia, mengatakan saat ini ada 12 perusahaan fintech P2P yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Jumlah ini, kata dia, bakal terus bertambah dan makin berkembang dari yang hanya sebagai platform pinjaman dengan pangsa perorangan atay UKM ke arah bisnis halal yang lebih luas, seperti pariwisata dan fashion. Jika melihat nilai total pendanaan fintech P2P pada tahun lalu, angka Rp 1 triliun tersebut menurut Ronald memang kecil. Angka tersebut tak kurang dari 1,5 persen dari nilai total penyaluran Rp 70 triliun. Meski begitu, Ronald optimistis angka penyaluran pinjaman fintech syariah bakal terus bertumbuh lantaran penetrasi layanan keuangan syariah di Indonesia baru 9,1 persen dari jumlah total penduduk. Melandir data Bank Dunia, setidaknya ada gap pendanaan yang dibutuhkan masyarakat Indonesia hingga Rp 1.000 triliun setiap tahunnya. Pasar inilah yang menajdi sasaran para entitas fintech syariah. Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia, Kuseryansyah, mengatakan ruang bertumbuh pemain syariah masih sangat luas. Dia mencatat saat ini nasabah P2P yang ada di Indonesia baru mencapai 17 juta konsumen.
Perusahaan Prediksi Penjualan Otomotif Jalan di Tempat
Executive General Manager Toyota Astra Motor, Fransiskus Soerjopranoto, memprediksi pasar industri otomotif belum pulih dengan cepat pada tahun ini. Penyebabnya, kata dia, kondisi pasar masih dibayangi ketidakpastian ekonomi global.
Sepanjang tahun lalu, Fransiscus mengatakan, penjualan Toyota menurun dibanding tahun sebelumnya. Meski penurunan pasar turun 13-15 persen. Fransiscus mengatakan penurunan penjulaan Toyota hanya 6-7 persen. Toyota mengantongi pangsa pasar atau marketshare sekutar 32 persen, lebih tinggi ketimbang 2018 sekitar 30,7 persen. Peluncuran sepuluh produk baru menjadi stimulus kinerja Toyota sepanjang tahun lalu. Jumlah tersebut belum termasuk peluncuran Toyota Crown terbaru untuk mobil para menteri. Pada tahun sebelumnya, Toyota hanya meluncurkan enam produk baru. Posisi kedua pasar otomotif diduduki oleh PT Astra Daihatsu Motor. Planning and Communication Division Head PT Astra Daihatsu Motor, Elvina Afni, mengatakan penjualan retail sales Daihatsu tahun lalu mencapai 177.588 unit. Sedangkan untuk whole sales mencapai 177.284 unit. Adapun tiga produk terlaris adalah Sigra, Gran Max Pick Up, dan Ayla. Deputy Marketing Director PT Hyundai Mobil Indonesia Hendrik Wiradjaja mengatakan penjualan domestik Hyundai mencapai 1.368 unit dan ekspor sebanyak 3.241 unit pada tahun lalu. Hyundai H-1 masih mendominasi penjualan tersebut, diikuti Hyundai Santa Fe. Sekretaris Umum Gabungan Industri Otomotif Indonesia Kukuh Kumara memperkirakan total penjualan otomotif sepanjang tahun lalu lebih dari 1 juta unit. Meski pencatatan penjualan belum rampung, ia mengatakan penjualan periode Agustus-Desember mulai bergairah.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









