;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

Domper Digital Gencar Berekspansi ke Layanan Transportasi

27 Nov 2019

Penyelenggara paltform dompet digital terus memperluas layanannya. Penyelenggara uang elektronik berbasis server ini gencar merambah segmen pembayaran jalan tol dan transportasi umum yang selama ini dikuasai oleh uang elektronik berbasis kartu. CEO LinkAja, Danu Wicaksana, mengatakan layanan pembayaran moda transportasi memiliki potensi untuk merangkul pengguna yang selama ini belum memiliki akses perbankan.

Platform pelat merah tersebut mengawal inya dengan menjadi alat pembayaran tiket bus Perum DAMRI, tiket kapal ASDP Ferry, dan pembayaran jalan tol. Target selanjutnya, QR Code Link-Aja dapat digunakan untuk pembayaran Commuter Line di 400 gerbang. Adapun dompet digital Dana belum lama ini juga berkolaborasi dengan penyedia taksi PT Blue Bird Tbk sebagai salah satu alternatif pembayaran nontunai.  Kerja sama berikutnya adalah menggandeng PT MRT Jakarta. Bukan hanya Dana, tiga penyelenggara uang elektronik berbasis server lainnya, yaitu LinkAja, Ovo, dan Gopay, juga berencana menjadi alat pembayaran MRT. Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai dan volume penggunaan uang elektronik berbasis server terus meningkat dalam satu tahun terakhir. Hal ini berpotensi menjadi disrupsi bagi eksistensi uang elektronik berbasis kartu yang diterbitkan oleh perbankan. Hal itu tercermin dari total dana floating uang elektronik perbankan yang mengalami penurunan 8,9 persen secara tahunan menjadi Rp 2,3 triliun pada September 2019.


Operator Angkutan Siapkan Armada Mobil Listrik

27 Nov 2019

Operator angkutan umum mulai mematangkan rencana penggunaan armada kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Peluang untuk mengurangi ketergantungan kendaraan terhadap bahan bakar fosil semakin terbuka sejak terbitnya Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Program Percepatan Mobil Listrik pada Agustus lalu.

Presiden Direktur PT Transjakarta, Agung Wicaksono, mengatakan akan mengoperasikan 14 ribu unit bus listrik pada 2030. Dengan subsidi Rp 2,7 triliun tahun ini, Agung mengatakan bus Transjakarta melayani 1 juta penumpang per hari. Bila target ekosistem EV berjalan lancar dan 60 persen pengguna jalan sudah memanfaatkan transportasi umum, dia menargetkan jumlah penumpang bus ini bisa menembus 47 juta orang per hari. Di sampin itu Project Leader EV Grup Blue Bird, Prayoga Wiradisuria, mengatakan ada 200 unit taksi listrik tipe MPV yang akan meluncur dalam waktu dekat. Saat ini Blue Bird sudah mengoperasikan 35 unit mobil listrik yang terdiri atas 25 unit sedan buatan BYD yang melayani segmen reguler dan 10 uni sedan Tesla Model X untuk layanan eksekutif. Executive General Manager Pt Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan produsen otomotif bakal semakin gencar memasok EV ke berbagai segmen, dari mobil pribadi hingga kendaraan logistik. Terlebih, pemerintah sudah menargetkan 20 persen EV dari total kendaraan beroperasi pada 2025.


Pertamina Tawarkan Aramco Bangun Kilang Baru

27 Nov 2019

PT Pertamina (Persero) akan menggunakan valuasi Kilang Cilacap sebagai acuan dalam kerjasama pengembangan kilang minyak bersama perusahaan migas Arab Saudi, Saudi Aramco. Namun apabila nilai valuasi dari penilai independen tidak kunjung disepakati, Pertamina menawarkan Aramco untuk membangun kilang baru di Cilacap. Opsi tersebut merupakan opsi lanjutan yang ditawarkan agar kerja sama dengan Aramco tetap dapat dilanjutkan jika valuasi tidak disepakati. Potensi kerja sama hulu dengan perusahaan mitra lainnya akan tetap dibuka. Langkah kemitraan sudah dilakukan Pertamina di beberapa wilayah kerja, yang terbaru pertamina sedang mencari mitra untuk pengelolaan Blok Rokan. Pemerintah mendorong Pertamina untuk menggaet mitra atau bekerja sama dengan perusahaan migas ataupun bekerja sama dengan perusahaan migas multinasional lain, untuk memaksimalkan produksi minyak dan gas nasional. Dua strategi diterapkan, jangka pendek adalah memperkuat kapasitas keuangan dan teknis, Pemerintah mengizinkan Pertamina untuk menggandeng mitra guna meningkatkan aliran modal ke dalam negeri, sedangkan jangka panjang dengan mempertahankan tingkat produksi yang ada, mengubah sumber daya alam menjadi cadangan, melaksanakan EOR, dan meningkatkan eksplorasi.

Jokowi Ajak Perusahaan Terkemuka Korsel Ikut Bangun Ibu Kota Baru

27 Nov 2019

Presiden Joko Widodo mengajak para pimpinan atau CEO perusahaan-perusahaan terkemuka di Korea Selatan untuk bekerja sama membangun ibu kota baru Indonesia yang akan dipindahkan dari Jakarta ke Kalimantan Timur. "Ibu kota baru tersebut akan kita desain sebagai sebuah kota yang smart city, yang greeen city, safe city, inclusive city, dan resilient city," kata Presiden Jokowi saat bertemu dengan CEO perusahaan-perusahaan terkemuka Korea Selatan di Lotte Hotel, Busan, Senin (25/11). Menurut Presiden, komitmen Indonesia untuk lima tahun terakhir iklim investasi akan makin menarik, penyederhaan birokorasi juga akan terus dilakukan.

Orias Dibebani Percepatan Penghiliran Tambang

26 Nov 2019

Pemerintah menunjuk Orias Petrus Moedak sebagai Direktur Utama Mining Industry Indonesia (MIND ID), perusahaan induk (holding) pertambangan milik negara yang dulu bernama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum. Orias menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang kini menjabat Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Budi telah meletakkan Budi telah meletakkan fondasi holding industri pertambangan dan bersinergi dengan anak usahanya. Erick menyebutkan tugas Orias ialah mempercepat penyelesaian penghiliran tambang dan membangun industri pertambangan kelas dunia. Orias menyatakan siap melanjutkan program- program kerja Inalum sebagai pemimpin anggota holding lainnya, yaitu PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia. Dia menyatakan segera menggelar rapat dengan jajaran direksi untuk mennetuka n program ke depan. Salah satu tugas yang menjadi perhatian utamanya adalah akuisisi saham PT Vale Indonesia. MIND ID akan membeli 20 persen saham Vale Indonesia. Direktur MIND ID, Ogi Prastomiyono, menyatakan telah menganggarkan dana US$ 500 juta. Dana tersebut berasal dari sindikasi Bank Mitsubishi UFJ Financial Group, Bank Mandiri, dan Bank CNB. Targetnya pada Juni 2020 akuisisi rampung.


Astra Membersarkan Bisnis Properti

26 Nov 2019

Grup Astra semakin serius mengembangkan bisnis properti. Selama ini, kontribusi sektor properti bagi Astra masih rendah dibandingkan lini bisnis lainnya. Melalui anak usaha Astra Property, Grup Astra akan mengembangkan kawasan mixed use bernama Avania di Jalan Gatot Subroto Jakarta dengan total project value mencapai Rp 3 triliun. Wakil Presiden Direktur Astra Property, Nilawati Irjani, menjelaskan Astra Property mengakuisisi PT Award Gobal Infinity (AGI) sebagai pemilik lahan di Gatot Subroto. Alhasil, Award Global menjadi bagian dari PT Astra Land Indonesia (ALI).

 

Pengembangan Avania meliputi tiga tower yakni dua apartemen dan satu perkantoran. Untuk proyek apartemen akan tersedia sebanyak 400 unit. Pengembangan kawasan tersebut bakal membutuhkan waktu lima hingga enam tahun mendatang. Adapun luas lahan di kawasan ini mencapai 3 hektare (ha). Namun lahan pengembangan properti hanya membutuhkan 1,8 ha dan sisanya untuk jalan maupun sarana publik lainnya. Jalan tersebut akan langsung menghubungkan SCBD melalui kawasan Widya Chandra. Astra Property cukup sukses dengan proyek sebelumnya. Astra sudah membangun sejumlah proyek properti seperti proyek residensial serta komersial. Ada empat proyek residensial, dua di antaranya sudah beroperasi. Misalnya Anadamaya residensial di Jalan Jenderal Sudirman yang meluncur pada Juli 2018. Anandamaya Residence merupakan proyek PT Brahmayasa Bahtera, perusahaan patungan antara Astra International dan Hongkong Land dengan komposisi saham 60% dan 40%. "Hasil penjualan sangat baik, kini hanya tersisa 3% dari 509 unit," kata Nilawati. Proyek residensial lainnya berlokasi di Cakung, Jakarta Timur, bernama Asya. Proyek yang berdiri di atas tanah seluas 70 ha ini merupakan tipe development apartment, landed house, shop house, dan lake villa. Klaster pertama Asya sudah terjual 90% dari 211 unit yang tersedia. Ada pula proyek Arumaya yang peluncurannya secara bertahap. Nilawati menceritakan saat pertama peluncuran, Astra Property sudah meraih penjualan 25% dari total 246 unit apartemen

Pemerintah Minta Produsen Turunkan Harga

26 Nov 2019

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meminta pabrik pakan menurunkan harga pakan ikan. Biaya pakan ikan yang mencapai 70% dari ongkos produksi dinilai membebani pelaku usaha budidaya.

Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Deny Mulyono, hampir 60% bahan baku pakan merupakan produk impor sehingga mudah terdampak perubahan kurs. Selain itu, bahan baku impor terkena pajak pertambahan nilai sehingga berpengaruh terhadap harga.

DJP Bidik Pajak Perusahaan Digital

26 Nov 2019

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo memastikan akan terus mengejar pajak perusahaan digital serta mengajak penyedia layanan over the top asal luar negeri untuk mendaftarkan diri sebagai bentuk usaha tetap (BUT) di Indonesia. Dia mengatakan, apabila perusahaan digital mendaftarkan dirinya sebagai BUT Indonesia berdasarkan prinsip kehadiran fisik kantor (phisical presence), maka otomatis akan menjadi subjek pajak dalam negeri, sehingga pemerintah dapat menarik PPN dan PPh. "Kalau berkaitan PPh, PPh rezim sekarang mengatakan sepanjang ada physical presence di Indonesia maka Anda adalah BUT, kalau sekarang dia mendapatkan penghasilan di Indonesia seharusnya dia bayar pajak penghasilan di Indonesia, ya akan kita sampaikan, menjustification physical presence but also significant economic presence," tutur Suryo, di Kawasan Senayan, Jakarta, Senin (25/11). Di sisi lain, dia mengatakan bahwa saat ini, DJP tengah menginventarisir daftar perusahaan digital yang mendapatkan keuntungan di Indonesia namun tidak memiliki perusahaan di Indonesia.

Pertumbuhan Ekonomi 2019, Bank Indonesia Makin Optimistis

26 Nov 2019

Bank Indonesia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini dari sebelumnya 5,05% menjadi 5,10% seiring dengan banyaknya instrumen bauran kebijakan yang diterbitkan. Dalam laporan kuartalan yang dirilis kemarin, bank sentral mem­­proyeksikan pertumbuhan eko­nomi sebesar 5,10%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan hasil revisi pemerintah dalam outlook 2019 yang sebesar 5,08%. Realisasi target tersebut masih terbuka mengingat setiap peng­hujung tahun pola konsumsi masya­rakat terdampak faktor musiman, yak­ni perayaan Hari Natal dan Tahun Baru. Selain faktor musiman, peningkatan konsumsi masyarakat kelas menengah ke bawah juga bisa didorong oleh rendahnya harga minyak sehingga harga barang pada kuartal IV/2019 berpotensi tidak setinggi kuartal yang sama tahun lalu. Fokus uta­ma bank sentral saat ini adalah memastikan per­tum­buhan ekonomi 2020 tidak terpuruk. Pasalnya, banyak kalangan memprediksi tahun depan masih cukup berat karena kondisi global masih belum stabil. Indi­kator pada awal tahun depan akan menjadi tolok ukur untuk menunjukkan kondisi ekonomi berikutnya. Namun, Ekonom Center of Reform on Eco­­nomics (CORE) mem­proyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2019 hanya akan men­capai 4,90% (yoy). 

Konsumsi Kentang Olahan Terus Bertumbuh

25 Nov 2019

Presiden World Potato Congress dan Sekretaris Jenderal Belgapom (federasi industri pengolahan kentang Belgia), Romain Cools, mengatakan pasar industri kentang olahan di Indonesia prospektif setelah volume konsumsinya bertumbuh signifikan. Salah satu indikatornya, kata dia, adalah impor kentang olahan Indonesia yang naik dari 9.000 ton menjadi 18 ribu ton pada 2018. Menurut Cools, konsumsi kentang olahan terus tumbuh di Indonesia karena populasi kaum muda dan kelas menengah yang juga bertumbuh.

Meski begitu, Cools mengatakan bahan baku produk kentang olahan belum bisa dipenuhi di Indonesia lantaran iklim yang tak cocok dan lahan yang belum memadai. Hal tersebut membuat perusahaan kentang olahan asal Belgia berpikir panjang untuk membangun pabrik di Indonesia. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Abdul Rochim, mengatakan produksi kentang Indonesia pada tahun lalu mencapai 1,5 juta ton. Varietas kentang yang diproduksi di dalam negeri adalah granola atau kentang sayur. Kebutuhan kentang untuk industri biasanya menggunakan varietas atlantik yang diimpor. Rochim mengatakan impor akan menurun karena kentang atlantik sudah mulai dibudidayakan di dalam negeri. Dia memberi contoh perusahaan makanan beskala besar yang mengolah dan mengimpor kentang atlantik kini bermitra dengan petani lokal untuk menanam bibit tanaman itu.