;

Jiwasraya Sulit Melepas Investasi Bermasalah

Ekonomi Leo Putra 13 Jan 2020 Tempo
Jiwasraya Sulit Melepas Investasi Bermasalah

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) berusaha menata kembali portofolio investasi sebagai salah satu upaya restrukturisasi dan pnyehatan perusahaan. Perubahan komposisi penempatan investasi akan dilakukan secara bertahap dalam lima tahun ke depan, dimulai dengan melepas saham bervaluasi rendah.

Setelah itu, menurut Hexana, pengelolaan investasi dirombak dengan menerapkan manajemen portofolio yang memperhatikan prinsip kehati-hatian. Komposisi yang sehat itu meliputi surat utang pemerintah paling sedikit 30 persen, surat utang perusahaan BUMN dengan rating investment grade, juga saham dan reksadana saham kelompok papan atas LQ45 maksimal 20 persen. BPK mencatat Jiwasraya melakukan investasi pada saham-saham perusahaan yang berkualitas rendah yang dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan, di antaranya saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), dan PT Property Tbk (PPRO). Indikasi kerugian akibat transaksi itu diperkirakan sekitar Rp 4 triliun. Jiwasraya juga memiliki sekitar 28 produk reksa dana dan 20 produk reksa dana di atas 90 persen, yang sebagian besar memiliki underlyingsaham berkualitas rendah atau lapis kedua dan tidak likuid, di antaranya saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), PT SMR Utama Tbk (SMRU), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), PT Property Tbk (PPRO), saham PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), serta PT Hanson International Tbk (MYRX). Indikasi kerugian sementara akibat penurunan nilai saham pada reksa dana ini diperkirakan sekitar Rp 6,4 triliun.

Tags :
#Asuransi
Download Aplikasi Labirin :