Ekonomi
( 40554 )Perhotelan Siapkan Standar Operasi Baru
Sejumlah pengelola hotel bersiap mengoperasikan kembali hotel-hotel yang terpaksa ditutup selama pandemi Covid-19, dalam suasana normal baru. Mereka telah membuat standar operasional baru yang menekankan pada aspek keamanan dan kesehatan tamu serta pengelola hotel Santika Group of Hotels and Resort melalui L Sudarsana, GM Corporate Marcomm & Business Development, mengatakan, sebanyak 80 persen hotel di bawah naungan Santika Group akan kembali beroperasi secara bertahap setelah sebagian besar ditutup selama pandemi Covid-19 karena tamu sepi.
Pengelola The Dharmawangsa Jakarta juga bersiap-siap melanjutkan lagi kegiatannya, meskipun demikian, The Dharmawangsa tetap membuka layanan pesan antar dan pengambilan makanan, keik, dan hamper sebagaimana yang di tulis Director of Communications The Dharmawangsa Jakarta Lira Dachlan melalui keterangan pers. Director of Communications Shangri-La Hotel Jakarta Debby Setiawaty mengatakan, perlu waktu untuk mengembalikan bisnis perhotelan menjadi normal seperti sebelum pandemi. Menyongsong era normal baru itu, lanjut Debby, pengelola Shangri-La Jakarta telah membuat standar operasional baru yang menekankan aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan di kamar dan area publik. Karyawan hotel harus mengenakan masker, sarung tangan, dan menggunakan cairan pembersih tangan. Penyajian makanan dipastikan bersih, sehat, dan terlindungi dari virus.
Selain menyiapkan prosedur standar operasi baru, pengelola hotel juga berusaha mempertahankan bisnisnya dengan membuat aneka paket yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di era normal baru. Strategi ini antara lain diambil oleh Santika Group, Shangri-La Jakarta, Hotel Indonesia Kempinski, The Dharmawangsa Jakarta, dan Aryaduta Suites Semanggi. Marketing Communications Coordinator HI Kempinski Jakarta Richo Prafitra mengatakan Restoran-restoran di HI Kempinski, misalnya, membuat program layanan pesan antar makanan juga menawarkan paket menginap dengan harga menarik agar tetap relevan dengan kebutuhan (pelanggan). Hotel Shangri-La Jakarta dan Hotel Le Meridien menerapkan kupon dengan harga diskon. Aryaduta Suites Semanggi dengan program isolasi mandiri 14 hari sebagaimana informasi dari Marketing Communication Manager di Aryaduta Suites Semanggi Ika Ginting.
Mobil Terjual Saat PSBB April
Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berlaku mulai 10 April 2020 di DKI Jakarta memberikan dampak signifikan pada angka penjualan mobil. Diler dan pabrik mobil tidak diizinkan beroperasi selama masa pandemi, tetapi transaksi pembelian dapat disiasati secara daring. Total penjualan mobil pada April 2020 hanya sekitar 10 persen dari total penjualan mobil pada bulan sebelumnya. Angka ini sudah mencakup jumlah mobil yang dijual secara ritel, ekspor, dan impor. Layanan purnajual pun dilakukan di tempat tinggal konsumen. Penjualan mobil selama April 2020 hanya mencapai 7,871 unit atau 9,34% dari penjualan pada bulan yang sama di tahun sebelumnya sebanyak 84,529 unit dengan Mobil bermerek dari Jepang mendominasi pasar.
Kinerja Sektor Riil Dijaga
Berbagai cara digunakan untuk menjaga kinerja sektor riil secara langsung dan tak langsung tahun ini, Bank Indonesia membeli surat berharga negara yang diterbitkan pemerintah senilai Rp 200,25 triliun. Secara keseluruhan, BI sudah mengantongi SBN senilai Rp 443,48 triliun yang diperoleh di pasar perdana dan pasar sekunder sebagaimana dikatakan kata Gubernur BI Perry Warjiyo. Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan pihaknya juga kembali mengeluarkan kebijakan relaksasi.
Terkait program PEN, Menteri Keuangan dan Gubernur BI akan menerbitkan surat keputusan bersama baru untuk mendanai program itu. Anggaran untuk program itu Rp 641,17 triliun. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, program ini akan didanai melalui pembiayaan defisit APBN 2020 dan pembiayaan investasi.
Sementara itu, Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan BNI Syariah memperkuat layanan digital di era normal baru. Per Maret 2020, ada 9.793.000 transaksi mobile banking BNI Syariah atau melonjak 142,3 persen secara tahunan dan 429.000 transaksi internet banking atau naik 89,3 persen secara tahunan. Anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ini membukukan laba bersih Rp 214 miliar pada triwulan I2020 atau tumbuh 58 persen secara tahunan
Memotret Pola Konsumsi Baru Setelah Lebaran
Pasca Lebaran, konsumsi masyarakat akan berlanjut dengan perubahan polabelanja dan tantangan finansial baru seiring pandemi Covid-19. Tak hanya pekerjaan dan belajar yang dilakukan di rumah. Pembatasan sosial untuk menahan laju penyebaran virus korona juga mengubah lanskap bisnis. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 375.165 pekerja formal mengalami PHK dirumahkan 1.032.960 orang. Sementara di sektor informal sekitar 316.000 orang. Data dari Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya mencatat ada 274 kasus aduan terkait ketidak mampuan perusahaan membayar THR, 61 persen tidak membayar THR, 29 persen pembayaran bertahap dan pemotongan THR, dan selebihnya penundaan THR
Meski demikian, tiga periode survei McKinsey & Company, diperoleh hasil rata – rata 49 persen responden optimistis perekonomian Indonesia akan pulih 2-3 bulan ke depan bahkan sebagian berpendapat lebih kuat dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi Covid-19. Masih merujuk survei McKinsey & Company, pola konsumsi mengalami perubahan, sebagian masyarakat menghindari kerumunan, 36 persen cenderung memilih berbelanja lewat aplikasi dan memanfaatkan e-dagang. Selama pandemi Covid-19, minat pembelian webcam meningkat hingga 1.572 persen. Produk mode masih paling diminati (63 persen), diikuti produk elektronik (45 persen), kebutuhan rumah tangga dan toko grosir (41 persen), kosmetik (33 persen), dan produk kesehatan (30 persen).
Analisis Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyimpulkan, akan ada perubahan dan model bisnis baru dalam kehidupan normal baru sehingga warga tetap bisa menjalankan usaha nya karena harus mulai bisa hidup bersama Covid-19. Dunia usaha juga perlu melakukan inovasi dan kreatif sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri. Prinsip-prinsip tersebut rasanya relevan dengan penyataan yang pernah diungkapkan Hermawan Kartajaya, salah seorang pakar pemasaran senior Indonesia. Krisis, di mata seorang profesional, adalah sebuah bahaya. Sementara seorang wirausaha justru memandang krisis sebagai sebuah peluang
Tiga Fase Menuju Pemulihan
Faktor pendekatan budaya akan sangat melekat dalam merancang kebijakan publik pada era normal baru pasca-Covid-19. Ekspektasi pemulihan ekonomi akan terjadi dengan cepat ala huruf V setelah penguncian wilayah (lockdown) di Wuhan, China, dicabut, tampaknya tidak akan segera terwujud. Trauma dan ketakutan akan penularan Covid-19 menyebabkan masyarakat masih enggan melakukan aktivitas konsumsi. Di sisi produksi, kerusakan pada rantai pasok tidak dapat segera diperbaiki sehingga pabrik-pabrik, bahkan rumah makan, tidak dapat segera beroperasi karena kekurangan bahan baku dan bahan mentah.
Pertumbuhan China yang mengalami kontraksi 6,8 persen pada triwulan I-2020 juga menunjukkan Wuhan sebagai salah satu pusat rantai pasok manufaktur yang terkait dengan semua negara dan dunia. Data pertumbuhan ekonomi terbaru menunjukkan, ada korelasi antara keketatan penguncian wilayah dan pertumbuhan ekonomi. Amerika Serikat mencatat pertumbuhan negatif 4,8 persen di triwulan I-2020. Sementara di Eropa Italia, Perancis dan Spanyol mengalami pertumbuhan negatif sekitar 5 persen. Sebaliknya, negara-negara yang memilih karantina yang tidak terlalu ketat mencatat pertumbuhan lebih baik, Jerman, Inggris, Swedia, Belanda minus tidak sampai 2,5 persen.
Jepang yang secara terbuka tidak mendeklarasikan karantina wilayah melainkan darurat kesehatan, mengalami pertumbuhan minus 1,8 persen. Negara-negara yang disebutkan di atas mengklaim menggunakan data dan sains dalam mempertimbangkan pembukaan kembali ekonominya. Tidak tertutup kemungkinan juga memperhatikan data solvabilitas dan likuiditas perusahaan-perusahaan terdampak. Di Indonesia, pencegahan penularan Covid-19 dilakukan dengan membatasi interaksi sisi permintaan dan produksi perekonomian melalui pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dirancang mempunyai fleksilibilitas dalam penyaluran logistik.
Kendati demikian, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada April melemah dengan tajam ke 84,8 hal ini konsisten dengan penurunan konsumsi barang-barang tahan lama, seperti elektronik, furnitur, dan perkakas rumah tangga. Akibatnya, pertumbuhan konsumsi masyarakat pada triwulan I-2020 hanya 2,84 persen secara tahunan, turun dari 5,02 persen pada triwulan sebelumnya. Secara keseluruhan, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 2,97. Transportasi dan pergudangan menurun dari 5,45 persen ke 1,27 persen Sektor perdagangan melemah ke 1,97 persen dari 5,21 persen pada triwulan sebelumnya. Hotel dan restoran terpangkas dari 5,87 persen ke 1,95 persen. Berdasarkan pengalaman dari beberapa krisis sebelumnya di dalam negeri dan luar negeri, justru sektor-sektor ini yang akan pulih lebih dahulu dengan syarat prosedur ketat pencegahan Covid-19 diterapkan dengan disiplin yang tinggi. Kebutuhan normal baru akan menjadi peluang bagi pertumbuhan industri logistik dan transportasi, pendidikan berbasis daring, kesehatan, dan lain-lain.
Mendung dari Negeri Tirai Bambu
Digadang dengan segudang optimisme, sidang paripurna Kongres Rakyat Nasional China ke-13 malah menawarkan kesuraman. Selain tambahan utang setara APBN Indonesia 4 tahun, masalah di China bisa berdampak pada Indonesia. Setelah dua bulan tertunda akibat pandemi Covid-19, hajatan politik tahunan terpenting di China, Kongres Rakyat Nasional China (NPC), tetap terselenggara untuk menunjukkan kepada dunia bahwa China telah pulih seperti semula dan Partai Komunis China masih memegang penuh kendali. Tahun ini hajatan politik itu menjadi kian penting bagi Presiden Xi Jinping yang akan mendorong pemulihan ekonomi, mengaktifkan kembali sekolah dan dunia usaha, serta mencari utang guna mengakhiri penyebaran wabah korona yang dimulai dari Wuhan, Hubei.
Perdana Menteri Li Keqiang, orang kedua di Partai Komunis China (PKC) setelah Xi berjanji menekan inflasi dan tingkat pengangguran. Ia mengakui China akan menghadapi tantangan berat yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Meski demikian, ia mengingatkan China memiliki kekuatan politik dan kelembagaan yang unik, landasan ekonomi kuat, potensi pasar luar biasa, dan ratusan juta warga yang cerdas dan pekerja keras. Masa depan menjanjikan termasuk menggenggam Hong Kong lebih erat yang dimana telah memicu unjuk rasa. Salah satu poin yang mengkhawatirkan adalah ketentuan yang memungkinkan agen keamanan China beroperasi di Hong Kong. Aparat dapat menjerat siapa saja yang dianggap berselisih, tak sepaham, atau melawan PKC di China daratan. Terkait hal itu, Beijing dituding mengkhianati dan memberi harapan palsu kepada Hong Kong.
Sebelum sidang NPC dibuka, media-media China menawarkan optimisme dan pujian. Pembukaan sidang disebut sebagai tanda China siap bangkit setelah melambat akibat korona. Pandemi memaksa China mengisolasi puluhan kota dan jutaan warga sehingga perekonomian hampir sama sekali berhenti. Berbeda dengan media-media resmi China, data perekonomian dan bank sentral China, PBOC, lebih realistis. Laju perekonomian Negeri Tirai Bambu itu minus 6,8 persen pada Januari-Maret 2020. Dalam 40 tahun terakhir, baru kali ini perekonomian China tidak tumbuh.
Salah satu lembaga investasi China, Zhongtai Securities, menaksir hingga 70 juta orang China menjadi pengangguran selama pandemi. Sementara anggota Komisi Moneter PBOC, Ma Jun, menganjurkan Beijing tidak mematok target pertumbuhan ekonomi tahun ini. Lembaga pemeringkat, Standard & Poor’s, juga menaksir China punya utang dalam negeri setara 4,8 triliun dollar AS. Utang itu diterbitkan badan usaha milik daerah dan pemerintah daerah.
Meskipun demikian, Beijing tetap menambah utang 665 miliar dollar AS pada 2020. Dengan kurs Rp 14.500 per dollar AS, nilai utang baru China pada 2020 setara APBN Indonesia selama empat tahun. Sementara defisit APBN dilebarkan dari 2,8 persen pada 2019 menjadi 3,6 persen pada 2020. Dari utang itu, 506 miliar dollar AS akan dijadikan stimulus. Sisanya diserahkan ke pemerintah daerah untuk penanganan Covid-19 dan penguatan anggaran. Nie Wen, analis lembaga investasi Hwabao Trust, mengatakan Realisasi pengucuran (stimulus) akan kecil, sebagaimana dikutip South China Morning Post.
China juga menjadi penghubung bagi pengiriman ekspor-impor Indonesia ke berbagai negara lain. Selama China diisolasi, ekspor-impor Indonesia terhambat. Aktivitas produksi di Indonesia dengan bahan baku dari China juga terhambat.
Giliran Petani dan Nelayan Terima Guyuran Insentif
Pemerintah akhirnya mengguyur insentif untuk petani dan nelayan di masa pagebluk virus korona (Covid-19). Ada empat insentif yang disiapkan pemerintah untuk menjaga kebutuhan bahan pangan pokok dalam negeri. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan program ini untuk meringankan beban biaya konsumsi rumah tangga dari keluarga kurang mampu termasuk di dalamnya petani dan nelayan miskin serta program – program lainnya demi kelancaran supply chain.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, menyampaikan usulan insentif kepada nelayan terdampak Covid-19. Ia meminta tambahan anggaran stimulus penguatan sektor tangkap dan budidaya Rp 1,02 triliun juga Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN perikanan Perinus dan Perindo. Edhy juga meminta agar perbankan memberikan kelonggaran jaminan kepada pembudidaya seperti petambak udang agar menerima tambak udang sebagai jaminan. Sebab sat ini bank hanya mau jaminan aset pribadi.
Yang Untung Saat Rupiah Buntung
Nilai tukar rupiah melemah cukup dalam di kuartal satu lalu. Di periode tersebut, kurs rupiah turun 17,63%. Meski begitu, sejumlah emiten mendulang untung berkat pelemahan ini. PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) mencetak laba selisih kurs Rp 605,06 triliun di sehingga laba bersih emiten ini naik menjadi Rp 931,39 miliar sebagaimana diterangkan Chris Apriliony, analis Jasa Utama Capital Sekuritas. PT Lonsum Indonesia Tbk (LSIP) juga mengalami hal serupa. Meilki Darmawan, analis NH Korindo Sekuritas, menjelaskan, performa tersebut tak lepas dari posisi LSIP yang memiliki net cash kuat.
Cuma memang, ada risiko negara importir CPO mengurangi konsumsi akibat pandemi Covid-19. Kondisi ini berpotensi menekan harga CPO. Berdasarkan perhitungan Meilki, setiap penurunan harga CPO sebesar 10%, pendapatan LSIP akan turun 7%. Sedangkan laba per saham akan mengalami penurunan 22%. Setali tiga uang, Chris mengatakan turunnya konsumsi dari negara importir produk menjadi risiko bagi MYOR. Tapi, pelonggaran lockdown yang sudah dimulai di beberapa negara tujuan ekspor menjadi angin segar.
Chris merekomendasikan buy saham MYOR dengan target harga Rp 2.700 per saham. Ini dengan asumsi kurs rupiah stabil di Rp 14.900 per dollar AS hingga akhir tahun. Meilki menilai, program B-30 menjadi sentimen positif untuk emiten perkebunan dalam negeri karena dinilai mampu menyerap permintaan CPO. Dia merekomendasikan buy LSIP dengan target harga Rp 900 per saham.
Injeksi Likuiditas, BI Borong SUN Rp 200 Triliun
Peran Bank Indonesia (BI) utuk membeli surat utang negara (SUN) yang diterbitkan pemerintah tahun ini cukup besar. Pembelian SUN oleh BI ini baik untuk tujuan pembiayaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) maupun untuk menyuntik likuiditas di pasar keuangan. Sejak awal tahun BI telah memborong SUN sebesar Rp 200,25 triliun sebagaimana dikatakan tandas Gubernur BI Perry Warjiyo. Hal ini utamanya untuk menstabilkan kondisi likuiditas di pasar keuangan maupun perbankan.
Ekonom Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan Eric Sugandi mengatakan, pembelian SUN oleh BI berarti bank sentral menginjeksi uang ke perekonomian. Lewat pembelian SUN, Pemerintah membiayai belanja-belanja yang bisa meningkatkan penghasilan masyarakat.
OJK Menambah Stimulus ke Sektor Perbankan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengeluarkan kebijakan lanjutan terkait relaksasi ketentuan di sektor perbankan. Tujuan beleid ini adalah memberikan ruang likuiditas dan permodalan perbankan lebih lebar. Sehingga stabilitas sektor keuangan tetap terjaga di tengah pelemahan ekonomi sebagai dampak pandemi virus korona (Covid-19). Pertama, sampai 31 Maret 2021 pemenuhan capital conservation buffer (CCB) dalam komponen modal 2,5% dari aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR) bagi bank BUKU III dan BUKU IV ditiadakan untuk meringankan kewajiban pemenuhan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR).
OJK juga menurunkan batas minimum pemenuhan liquidity coverage ratio (LCR) dan net stable funding ratio (NSFR) bagi BUKU III, BUKU IV serta bank asing menjadi 85% agar arus kas tetap sehat. Perbankan menyambut baik tambahan kebijakan ini termasuk Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA), Jahja Setiaatmadja. Secara CAR BCA masih di atas 22,5%. LCR di level 290,2% dan NSFR 160,8%.
Direktur Tresuri dan Internasional Bank Mandiri, Darmawan Junaidi bilang, seluruh kebijakan tambahan bersifat preventif dan sesuai kebutuhan perbankan. Namun, anggapan berbeda muncul dari bank kecil. Direktur Bank Woori Saudara (BWS), Sadhana Priatmadja mengatakan, aturan ini tepat diberikan ke bank besar agar pasar pendanaan bank kecil tak terganggu.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









