;

Mochtar Riady - China Exit Tidak Menguntungkan Perekonomian Global

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 20 Jun 2020 Investor Daily, 29 Mei 2020
Mochtar Riady - China Exit Tidak Menguntungkan Perekonomian Global

Kebijakan melepaskan diri dari ketergantungan pada Tiongkok, atau disebut “China Exit”, bukanlah hal yang realistis atau menguntung kan bagi perekonomian dunia. Hal itu diungkapkan pendiri Lippo group Mochtar riady dalam seminar virtual yang digelar bersama oleh media bisnis Business China dan Fortune Times yang turut dihardiri Pemimpin Business China Lee Yi Shyan dan CEO Tin Pei Ling serta Pemimpin Redaksi Fortune Times Annie Song juga hadir.

Demi mengurangi ketergantungan kepada manufaktur Tiongkok, tiga tahun silam pemerintahan Donald Trump meminta Apple untuk mengalihkan produksi iPhone kembali ke AS. Namun, keputusan itu menjadi bumerang. Menurutnya, industri manufaktur AS tidak memiliki dukungan penting mata rantai pasokan dalam tingkat harga pasar yang kompetitif. Selain itu, para pekerja Amerika tidak setekun mereka yang di Tiongkok. Dilema yang sama juga dihadapi produsen mobil listrik Tesla dan para produsen peralatan medis terkemuka seperti GE, Philips, dan Siemens.

Menurut sebuah berita yang diterbitkan Financial Times, sedikitnya 34 perusahaan Jepang yang beroperasi di Tiongkok sudah menyatakan minat untuk merelokasi usaha mereka dari Tiongkok. Namun, Mochtar menilai bahwa memindahkan mata rantai pasokan dari Tiongkok ke negara-negara Asia Tenggara, misalnya Vietnam, bukanlah keputusan yang bijak. Mata rantai pasokan tidak akan berfungsi di sebuah negara yang tidak memiliki talenta dalam jumlah yang memadai.

Tentang dampak wabah Covid-19, Mochtar menyatakan keyakinannya bahwa wabah gelombang kedua bisa membawa dampak yang lebih dahsyat kepada perekonomian global. Awal pekan ini, Pemerintah Sin-gapura mengumumkan proyeksi perekonomian Singapura akan mengalami kontraksi terburuk sejak merdeka pada 1965.

Download Aplikasi Labirin :