;

Pengusaha Antusias Sambut New Normal

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 20 Jun 2020 Investor Daly, 28 Mei 2020
Pengusaha Antusias Sambut New Normal

Dunia usaha bergairah dan antusias menyambut rencana kembalinya aktivitas bisnis dengan penerapan protokol tatanan normal baru (new normal) sebagaimana dipersyaratkan pemerintah. Sejumlah industri siap menaikkan produksi barang sehingga utilitas pabrik meningkat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah tengah menyiapkan skenario pelaksanaan protokol tatanan normal baru (new normal) yang produktif dan aman Covid-19. Untuk itu, pemerintah merancang dua program secara bersamaan, yaitu Exit-Strategy Covid-19 yang dimulai secara bertahap pada setiap fase pembukaan ekonomi dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) , agar bisa menekan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan merestart sosial ekonomi, sambil memperhatikan data dan fakta di lapangan, sekaligus bisa menekan jumlah korban Covid-19. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan seluruh jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju melakukan Sosialisasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang jelas. Secara terpisah, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, industri manufaktur diwajibkan melakukan penyesuaian dalam menghadapi situasi normal baru.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyatakan, pelaku usaha saat ini bergairah untuk memasuki era normal baru dengan mengikuti petunjuk pemerintah terkait protokol kesehatan. Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto yang menilai tepat langkah pemerintah mengizinkan sektor industri beroperasi kembali. Sedangkan Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, pelaku usaha siap menjalankan kegiatan usaha kembali dengan menerapkan protokol normal baru seraya mengingatkan  pelaku usaha juga membutuhkan waktu dan berharap pemerintah tidak menekan pelaku usaha dengan sanksi yang mematikan kegiatan usaha. Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey juga menyambut positif hal ini.

Adapun Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stevanus Ridwan masih menunggu keputusan pemerintah daerah (pemda) untuk bisa kembali membuka mal atau pusat belanja. Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Rizal Tanzil Rakhman juga mengatakan, industri tekstil bersikap wait and see dalam penerapan protokol normal baru. Senada dengan Rizal, Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Firman Bakri menyatakan, dibukanya kembali aktivitas bisnis belum mendorong industri alas kaki memproduksi barang baru dan meningkatkan utilitas. Alasannya, masih banyak stok barang yang belum laku. Tapi, dia menyambut positif dorongan pemerintah untuk membuka kembali aktivitas bisnis.

Tags :
#Pengusaha
Download Aplikasi Labirin :