;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

PEMULIHAN RODA PEREKONOMIAN - Digitalisasi UMKM Dikebut

20 Jun 2020

Pemulihan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah saat reopening economy dikebut melalui strategi digitalisasi yang digawangi para pelaku industri dagang-el dan Kementerian Koperasi dan UKM. 

Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Arif Rahman Hakim mengatakan, pemerintah menargetkan jumlah UMKM yang berjualan secara daring hingga akhir 2020 mencapai 10 juta pelaku. 

Berdasarkan data Kementerian kop dan UKM, dari total 64 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 8 juta yang berjualan melalui platform digital dengan tingkat keberhasilan penjualan di platform dagang el hanya berkisar 4%—10%. 

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia Ikhsan Ingratubun menyarankan agar upaya digitalisasi yang dilakukan pemerintah menyasar pelaku UMKM berusia di bawah 35 tahun. Pasalnya, sebut Ikhsan, mayoritas pelaku UMKM di Indonesia berusia di atas 40 tahun, yang kerap kesulitan beradaptasi dengan teknologi. 

Dari sisi pelaku dagang-el, Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Monika Rudijono mengatakan perusahaan berencana memberikan bimbingan kepada pelaku UMKM konvensional melalui kerja sama dengan pemerintah. 

External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya mengklaim perusahaan juga telah berkolaborasi dengan pemerintah untuk mempercepat adopsi digital bagi pelapak UMKM. Adapun, 94% dari penambahan itu berasal dari segmen UMKM.

Potensi Vaksin dan Pelonggaran Picu Reli Global

20 Jun 2020

Pasar saham global reli pada awal perdagangan pekan ini. Para investor menyambut gembira potensi tersedianya vaksin virus corona Covid-19 di tahun ini. Juga langkah-langkah pelonggaran pembatasan yang semakin luas di seluruh dunia, sekalipun juga ada lonjakan kasus baru di sejumlah negara, seperti Brasil,Indeks Dow Jones melonjak 2,4% ke level 25.038.94. Indeks S&P 500 menguat 1,7% ke level 3.007,76. Sedangkan Nasdaq naik 1,2% ke level 9.434,99.“Pasar saham AS bergerak menuju awal yang kuat karena pelonggaran demi pelonggaran dan beberapa kabar menjanjikan soal vaksin mengangkat sentimen usai libur akhir pekan lalu,” ujar Craig Erlam, analis senior OANDA Eropa.

Penguatan saham global di awal perdagangan pekan ini menutupi kekhawatiran-kekhawatiran terkait ketegangan Amerika. Serikat (AS) dan Tiongkok. Juga langkah Tiongkok yang akan menerapkan aturan keamanan nasional baru di Hong Kong.“Sekali lagi pasar menyambut prospek-prospek yang optimistis, menepikan ketakutanketakutan atas dampak ekonomi jangka panjang dari wabah ini dan semakin tegangnya AS serta Tiongkok, untuk fokus pada putaran berikutnya pelonggaran di seluruh dunia,” ujar Connor Campbell, analis Spreadex

Perkembangan di beberapa negara di dunia diantaranya, Presiden AS Donald Trump menetapkan pembatasan perjalanan atas Brasil. Jepang mencabut keadaan darurat di Tokyo. Spanyol serta Italia bersiap membuka perbatasan. Yunani, Jerman, dan Republik Ceko juga akan mengizinkan bar serta restoran beroperasi kembali. Sedangkan Inggris berencana membuka kembali sekolah dasar bulan depan. Namun, situasi bertolak belakang di belahan dunia lain mengingatkan para investor bahwa krisis Covid-19 masih jauh dari usai, walaupun prospek adanya vaksin semakin baik. “Tidak berarti kami harus menafikan risiko gelombang kedua, pelemahan pertumbuhan berkepanjangan, dan isu-isu geopolitik,” ujar Chris Iggo, analis AXA Investment Managers.

Pengusaha Antusias Sambut New Normal

20 Jun 2020

Dunia usaha bergairah dan antusias menyambut rencana kembalinya aktivitas bisnis dengan penerapan protokol tatanan normal baru (new normal) sebagaimana dipersyaratkan pemerintah. Sejumlah industri siap menaikkan produksi barang sehingga utilitas pabrik meningkat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah tengah menyiapkan skenario pelaksanaan protokol tatanan normal baru (new normal) yang produktif dan aman Covid-19. Untuk itu, pemerintah merancang dua program secara bersamaan, yaitu Exit-Strategy Covid-19 yang dimulai secara bertahap pada setiap fase pembukaan ekonomi dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) , agar bisa menekan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan merestart sosial ekonomi, sambil memperhatikan data dan fakta di lapangan, sekaligus bisa menekan jumlah korban Covid-19. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan seluruh jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju melakukan Sosialisasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang jelas. Secara terpisah, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, industri manufaktur diwajibkan melakukan penyesuaian dalam menghadapi situasi normal baru.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyatakan, pelaku usaha saat ini bergairah untuk memasuki era normal baru dengan mengikuti petunjuk pemerintah terkait protokol kesehatan. Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto yang menilai tepat langkah pemerintah mengizinkan sektor industri beroperasi kembali. Sedangkan Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, pelaku usaha siap menjalankan kegiatan usaha kembali dengan menerapkan protokol normal baru seraya mengingatkan  pelaku usaha juga membutuhkan waktu dan berharap pemerintah tidak menekan pelaku usaha dengan sanksi yang mematikan kegiatan usaha. Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey juga menyambut positif hal ini.

Adapun Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stevanus Ridwan masih menunggu keputusan pemerintah daerah (pemda) untuk bisa kembali membuka mal atau pusat belanja. Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Rizal Tanzil Rakhman juga mengatakan, industri tekstil bersikap wait and see dalam penerapan protokol normal baru. Senada dengan Rizal, Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Firman Bakri menyatakan, dibukanya kembali aktivitas bisnis belum mendorong industri alas kaki memproduksi barang baru dan meningkatkan utilitas. Alasannya, masih banyak stok barang yang belum laku. Tapi, dia menyambut positif dorongan pemerintah untuk membuka kembali aktivitas bisnis.

Sistem Pembayaran Nontunai Selama dan Setelah Pandemi

20 Jun 2020

Vice President, Bureau Solutions, Asia Pacific, Entrust Datacard, Michael Robertson mengatakan dalam tulisannya, ketika jumlah kasus positif Covid­19 terus meningkat di Indonesia, masyarakat diminta untuk menjalankan aturan social distancing yang ketat, seperti membeli makanan lewat layanan antar atau dengan mengurangi ketergantungan pada uang tunai. Indonesia telah melakukan barbagai langkah menuju masyarakat non tunai. Pada 2019, sebuah studi yang dilakukan oleh Visa mengungkapkan bahwa 89% masyarakat Indonesia lebih suka membayar biaya transportasi umum menggunakan kartu debit atau kartu kredit. Sedangkan 61% di antaranya manyatakan pembayaran dengan kartu lebih aman daripada menggunakan uang tunai.

Indonesia diharapkan mencapai kemajuan bertahap dalam mengurangi ketergantungan pada pembayaran tunai, dengan total transaksi menggunakan kartu akan meningkat dari US$ 44,5 miliar pada 2019 men jadi US$ 57,1 miliar pada 2023. Menurut Michael, Wabah Covid­19 akan mempercepat proses ini. Dalam sekejap, kesenjangan operasional dan kesiapan digital di banyak perusahaan terlihat jelas ketika banyak perusahaan mencari cara untuk berhubungan dengan pelanggan secara virtual. Kini semakin banyak perusahaan dipaksa untuk mempercepat proses transformasi membangun brand mereka di berbagai platform sehingga dapat terus eksis dan dipercaya pelanggan. Perusahaan dituntut memberikan rasa aman pada data pribadi pelang gan ketika menggunakan pemba yaran nontunai. Perusahaan yang gagal beradaptasi dan membangun lingkungan bisnis virtual yang aman dengan metode pembayaran nontunai canggih dan menerapkan fraud detection, akan tertinggal oleh pesaingnya.

Ia menambahkan, Pandemi Covid­19 mungkin bisa menjadi katalis bagi perubahan mendorong berbagai perusahaan di Indonesia untuk melakukan adaptasi pada sistem pembayaran mereka agar menjadi lebih lincah dan siap secara digital untuk menghadapi potensi kekacauan di masa depan. Pembayaran nontunai tentu akan menjadi metode yang digunakan di masa depan, yang penerapannya secara luas di Indonesia akan didorong oleh kepercayaan terhadap platform otentikasi tunggal. Saat ini, pandemi global mengubah bentuk pasar di seluruh Tanah Air, serta seluruh perekonomian, kesehatan dan kehidupan konsumen, sangat ditentukan oleh semua itu.


Media Donuts Perluas Bisnis di Indonesia

20 Jun 2020

Media Donuts, perusahaan periklanan berbasis teknologi asal Belgia, menghadirkan layanan inventaris teknologi eksklusif di kantor barunya di Indonesia. Perkembangannya yang pesat di kawasan Asia-Pasifik selama ini melabuhkan perusahaan ini untuk memperluas bisnisnya di Tanah Air.Managing Partner Media Donuts Pieter Jan de Kroon mengungkapkan Kegembiraannya terhadap hal ini.

Dengan keseluruhan pengalaman 10 tahun berada pada industri periklanan dan teknologi, Media Donuts telah berkembang pesat di Asia-Pasifik selama empat tahun terakhir. Melalui layanan eksklusif yang diberikan, Media Donuts akan membantu pemilik brands dan advertisers untuk terhubung dengan audiens melalui platform media digital, antara lain Twitter, Spotify, Tik Tok, Tinder, Web Toon, Activision Blizzard (Candy Crush & Call of Duty), dan masih banyak lagi. Tim Media Donuts Indonesia akan dipimpin oleh Devinder Sharma yang saat ini menjabat sebagai Head of Business Development untuk MediaDonuts India. Devinder Sharma telah memiliki pengalaman di industri media Indonesia karena sebelumnya telah menjabat sebagai Country Head.

Ekonomi Indonesia Disarankan Beralih Fokus

20 Jun 2020

Bencana pandemi Covid-19 yang menelan biaya pemulihan hingga ribuan triliun harus dijadikan momentum untuk menghasilkan desain baru perekonomian Indonesia yang lebih kokoh dan mampu tumbuh secara berkelanjutan. Pengalihan fokus atau refocusing pengembangan ekonomi nasional ke industri sumber daya terbarukan (renewable resources) sebagai pilar ekonomi nasional, dinilai menjadi kunci bagi masa depan Indonesia.

Chief Strategy Consultant Arrbey Handito Joewono mengatakan Hasil riset pihaknya merekomendasi kan agar perekonomian nasional ke depan menjadikan pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan kehutanan sebagai sektor prioritas dengan penekanan pada industrialisasi produk pertanian dan perkebunan. Menurut Handito, perubahan drastis perekonomian dunia sedang terjadi dan Indonesia pun perlu menyesuaikan diri bila ingin tetap bertahan. Temuan penting lainnya dari riset Arrbey adalah dampak pandemi virus corona baru yang ditandai oleh anjloknya omzet penjualan dalam rentang waktu yang lama.

Diakui Handito bahwa temuan dari hasil riset ini agak bertentangan dengan harapan banyak pihak terutama penganut aliran revolusi modernisasi yang menginginkan Indonesia segera melompat menjadi negara maju dengan mengoptimalkan teknologi digital dan service-based economy. Pandangan yang senada dengan hasil riset ini sempat disampaikan oleh pengamat ekonomi kebijakan publik Benny Pasaribu. Menurutnya, transformasi ekonomi itu harus diarahkan untuk memberikan perhatian pada sektor-sektor industri dimana rakyat banyak bergelut mencari penghidupan. Beberapa sektor itu paling tidak meliputi agroindustri, maritim, pariwisata, dan ekonomi kreatif. “Sektor-sektor ini yang di harapkan nantinya bisa mengembang produk unggulan daerah seperti sagu di Papua, Pala di Maluku, cokelat di Sulawesi, singkong di Lampung, serta CPO dan karet di Sumatera,” papar dia


Ekosistem Gojek Saling Dukung Hadapi Covid

20 Jun 2020

Survei Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) terhadap 41.393 mitra pengemudi Gojek mengungkapkan bahwa di tengah kondisi pandemi Covid-19, perusahaan Gojek, mitra pengemudi, maupun konsumen yang ada dalam satu ekosistem, saling membantu.

Wakil Kepala LD FEB UI Paksi Walandouw mengatakan, hasil riset itu cukup menarik. Pasalnya, pekerja dan ekosistem Gojek sangat terdampak oleh pandemi Covid-19 dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sikap gotong-royong tercermin dari temuan bahwa walaupun mengalami penurunan penghasilan, hampir setengah dari mitra pengemudi Gojek memberikan bantuan sosial kepada sesama. Secara keseluruhan, hampir semua mitra tetap berencana untuk melanjutkan kemitraannya dengan Gojek dan cenderung optimistis bahwa penghasilan mereka akan kembali seperti sebelum terjadinya pandemi.

Pemulihan Ekonomi Prancis Sangat Lambat

20 Jun 2020

Kegiatan ekonomi di Prancis mengindikasikan pemulihan dari dampak krisis virus corona Covid-19 berjalan sangat lamban. Atau lebih tepatnya hati-hati. Tapi badan statistik nasinal (INSEE) Prancis mengingatkan bahwa perekonomian berpotensi kontraksi sekitar 20% pada kuartal berjalan ini. Otoritas Prancis memerintahkan bisnis-bisnis yang tidak vital ditutup dan orang-orang tetap di rumah pada pertengahan Maret atau hampir di akhir kuartal I-2020. Menurut INSEE, produk domestik bruto (PDB) berpotensi anjlok sekitar 20% kuartal ini dan menjadi Resesi terberat sejak data nasional dibuat pada 1948.

Pemerintah Prancis memperkirakan Pengembalian ke kondisi normal kemungkinan akan memakan waktu berbulan-bulan. Bahkan jika kegiatan ekonomi kembali ke masa sebelum krisis pada Juli tahun lalu, PDB Prancis masih akan turun sebesar 8% sepanjang 2020 secara keseluruhan. ndeks kepercayaan konsumen IN SEE turun dua poin menjadi 93 poin pada Mei, setelah turun 8 poin bulan sebelumnya. Indeks dihitung sehingga 100 menjadi rata-rata jangka panjang. Di sisi lain, indeks kepercayaan bisnis naik tipis menjadi 59 poin, setelah mencapai revisi 53 poin pada April. Ini merupakan angka terendah sejak indeks ini mulai diukur pada 1980.

Mochtar Riady - China Exit Tidak Menguntungkan Perekonomian Global

20 Jun 2020

Kebijakan melepaskan diri dari ketergantungan pada Tiongkok, atau disebut “China Exit”, bukanlah hal yang realistis atau menguntung kan bagi perekonomian dunia. Hal itu diungkapkan pendiri Lippo group Mochtar riady dalam seminar virtual yang digelar bersama oleh media bisnis Business China dan Fortune Times yang turut dihardiri Pemimpin Business China Lee Yi Shyan dan CEO Tin Pei Ling serta Pemimpin Redaksi Fortune Times Annie Song juga hadir.

Demi mengurangi ketergantungan kepada manufaktur Tiongkok, tiga tahun silam pemerintahan Donald Trump meminta Apple untuk mengalihkan produksi iPhone kembali ke AS. Namun, keputusan itu menjadi bumerang. Menurutnya, industri manufaktur AS tidak memiliki dukungan penting mata rantai pasokan dalam tingkat harga pasar yang kompetitif. Selain itu, para pekerja Amerika tidak setekun mereka yang di Tiongkok. Dilema yang sama juga dihadapi produsen mobil listrik Tesla dan para produsen peralatan medis terkemuka seperti GE, Philips, dan Siemens.

Menurut sebuah berita yang diterbitkan Financial Times, sedikitnya 34 perusahaan Jepang yang beroperasi di Tiongkok sudah menyatakan minat untuk merelokasi usaha mereka dari Tiongkok. Namun, Mochtar menilai bahwa memindahkan mata rantai pasokan dari Tiongkok ke negara-negara Asia Tenggara, misalnya Vietnam, bukanlah keputusan yang bijak. Mata rantai pasokan tidak akan berfungsi di sebuah negara yang tidak memiliki talenta dalam jumlah yang memadai.

Tentang dampak wabah Covid-19, Mochtar menyatakan keyakinannya bahwa wabah gelombang kedua bisa membawa dampak yang lebih dahsyat kepada perekonomian global. Awal pekan ini, Pemerintah Sin-gapura mengumumkan proyeksi perekonomian Singapura akan mengalami kontraksi terburuk sejak merdeka pada 1965.

Empat Negara Berebut Relaokasi Pabrik dari Tiongkok

20 Jun 2020

Sebanyak empat negara di Asia, yakni Indonesia, Vietnam, India, dan Bangladesh berebut relokasi pabrik dari Tiongkok, seiring mencuatnya perang dagang dan pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyiapkan sejumlah kawasan industri (KI) untuk menampung relokasi pabrik pemain manufaktur dunia. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan, KI Brebes masuk proyek strategis nasional (PSN) dalam dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bersama 26 KI lainnya sampai 2025.

Agus memahami, kelemahan Indonesia dibanding negara pesaing adalah rantai pasokan yang rapuh dan regulasi yang tak kondusif. Dua hal itu selalu dikeluhkan para investor yang mau masuk ke Indonesia. Untuk itu, dia menegaskan, pemerintah berusaha untuk menciptakan iklim investasi yang lebih bersahabat dan kondusif melalui RUU Omnibus Law Cipta Kerja. RUU ini bisa menjawab berbagai macam isu yang dikeluhkan para investor.

Sebelumnya, PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma (KIW) berupaya menjadikan KI Brebes sebagai lokasi yang ramah investasi. Direktur Operasional KIW Ahmad Fauzie Nur menerangkan, saat ini, KIW berupaya mempersiapkan diri menyambut kebangkitan ekonomi pascapandemi Covid-19. Dengan demikian, KI ini bisa menjadi pilihan investor untuk berinvestasi di Indonesia yang ditopang oleh akses transportasi serta mantapnya regulasi perizinan di Jawa Tengah. Posisi Brebes, kata dia, sangat strategis, berada di lintas pantura dengan tersedianya transportasi kereta api, dilewati jalan tol Trans Jawa dan dekat dengan pelabuhan Cirebon dan Tegal. KIW mendapat tugas dari Kementerian BUMN sebagai pembangun dan pengengelola KI Brebes.