Ekonomi
( 40554 )Layanan Akses Fasilitas Fiskal Dioptimalkan
Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan memberikan layanan selama 24 jam dalam sepekan bagi pelaku usaha yang membutuhkan bantuan terkait penggunaan fasilitas fiskal, untuk mendorong optimalisasi fasilitas fiskal yang diberikan oleh pemerintah kepada pelaku usaha.
Salah satu sektor yang mendapatkan fasilitas insentif fiskal adalah cukai. Fasilitas cukai yang diberikan kepada pelaku usaha berupa pembebasan cukai etil alkohol yang akan digunakan sebagai bahan pembuatan hand sanitizer, disinfektan, dan barang sejenis lainnya.
Dalam catatan Ditjen Bea Cukai, hingga 1 Juni 2020 total etil alkohol yang diberikan pembebasan mencapai 82,6 juta liter dengan nilai Rp1,65 triliun.
Sementara itu, dari sisi pelunasan dan produksi rokok, sebanyak 82 pabrik tercatat mengajukan penundaan pembayaran cukai selama 90 hari.
Insentif ini juga bertujuan untuk melindungi perusahaan barang kena cukai yang terkena dampak pandemi. Dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) misalnya, pemerintah mengalokasikan dana senilai Rp695,2 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp120,61 triliun dialokasikan untuk insentif dunia usaha.
Adapun dana yang dikucurkan antara lain untuk pembiayaan korporasi serta dana sektoral kementerian/ lembaga dan pemerintah daerah. Kemudian dana untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dana perlindungan sosial, serta kebutuhan Kesehatan.
Angin Segar Industri Pangkalan Data Nasional
Pelaku industri pangkalan data optimistis akan adanya peluang untuk lebih ekspansif pada tahapan pembukaan kembali perekonomian pascapandemi Covid-19.
CEO Telkomsigma Sihmirmo Adi menyatakan era kenormalan baru membuka pintu cuan bagi bisnis pangkalan data (data center), seiring dengan keyakinan akan terjadinya pergeseran tren pola bisnis di Indonesia yang bakal lebih mengedepankan penggunaan layanan digital yang andal.
Menurutnya, antisipasi pemetaan bisnis yang dipilih oleh Telkomsigma saat ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu jangka panjang dengan membangun beberapa pangkalan data serta antisipasi terhadap pasar global, dan untuk jangka pendek akan menambah space serta variasi ketersediaan produk.
Selain itu, dia mengatakan agar pangkalan data lokal dapat bersaing pada masa depan, pelaku industri harus terus memberikan pelatihan kepada sumber daya manusia (SDM).
President Asosiasi Data Center Indonesia (IDPRO) Hendra Suryakusuma menilai penyedia pangkalan data lokal secara kapasitas, kualitas, dan kemanan sudah sangat siap untuk mendukung ekosistem digital Indonesia. Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi juga mengatakan pangkalan data penting untuk menopang segala macam transaksi serta akses digital yang bakal melonjak semasa pandemi dan pascapandemi.
Menyelamatkan Industri Otomotif
Industri otomotif adalah salah satu sektor yang sangat sensitif terhadap perubahan. Jika diibaratkan tubuh manusia, sektor ini serupa dengan seorang penderita alergi yang cenderung mudah reaktif terhadap gangguan kecil.
Sejumlah prinsipal global masih gencar melakukan inovasi dan rekayasa teknologi, tetapi dalam lingkup yang serba terbatas. Ini akibat dana riset dan pengembangan yang dialokasikan para prinsipal juga kian ramping.
Sektor otomotif, yang masuk dalam kelompok industri unggulan nasional selama berdasawarsa, ini padahal selalu menjadi andalan baik untuk menyedot tambahan investasi, ekspor, tenaga kerja, maupun pengembangan teknologi. Namun, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) membeberkan bahwa realisasi penjualan ritel otomotif pada Mei 2020 sudah terperosok ke level terdalam, dengan angka penurunan mencapai 82% dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu (year-onyear/y-o-y).
Pada saat yang sama, penjualan mobil dari pabrikan ke dealer pada bulan tersebut terjun bebas 95,77% (y-o-y) menjadi hanya tersisa 3.551 unit.
Pabrikan melihat penurunan pasar yang sangat masif diakibatkan dampak penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang meluas ke sejumlah daerah. Kondisi ini menghambat saluran dan rantai distribusi produk dan komponen mengingat banyak dealer, showroom, dan bengkel ditutup.
Langkah rasional pabrikan selanjutnya adalah melakukan efisiensi di semua lini bisnis seperti belanja barang, litbang, upah, dan menyusutkan jumlah pekerja.
PT Nissan Motor Indonesia (NMI) pun dengan terpaksa menutup fasilitas pabriknya pada akhir Mei 2020. Perusahaan hanya akan berkonsentrasi penuh di pabrik Thailand sebagai basis produksi tunggal untuk pasar Asia Tenggara.
Masuknya fase kebangkitan ekonomi (reopening economy) harus segera direspons pemerintah mengerahkan segenap tenaga. Respons ini bisa dalam bentuk pemberian stimulus seperti memberikan insentif penggunaan listrik dan gas untuk operasional dan relaksasi pajak yang jelas.
Pemberian diskon harga mobil ke konsumen hanya akan menjadi gimik jangka pendek. Setelah produk dibeli, konsumen tetap dihadapkan pada beban pajak kendaraan yang tinggi. Itulah sebabnya diskon harga mobil bukan menjadi solusi jangka panjang.
IMPLEMENTASI PAJAK DIGITAL - Pungutan Dilakukan Mulai Agustus
Pemerintah menargetkan pungutan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) dilakukan pada Agustus mendatang.
Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo mengatakan, saat ini, aturan turunan dari PMK No. 48/2020 masuk tahap finalisasi.
Dia menambahkan, dalam konteks pemungutan PPN, setiap barang atau jasa yang dari luar daerah pabean ke Indonesia akan terutang PPN. Ketentuan ini sebenarnya juga sama dengan pemungutan PPN bagi barang atau jasa konvensional.
Adapun terkait dengan pemungutan PPh atau pajak transaksi elektronik (PTE), Suryo mengatakan otoritas masih menunggu konsensus global.
Implementasi pajak digital ini menjadi angin segar bagi pemerintah untuk meningkatkan penerimaan.
Secara total, penerimaan pajak per akhir bulan lalu tercatat Rp444,6 triliun atau 35,4% dari target APBN Perubahan. Realisasi pada tahun ini anjlok 10,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Head of Economic Research Pefindo Fikri C. Permana mengatakan, penurunan ini disebabkan karena konsumsi yang tertekan.
Produk Ikan Olahan - Permintaan Ekspor Melonjak
Permintaan ekspor produk ikan olahan untuk segmen ritel mengalami lonjakan hingga 20% selama masa pandemi Covid-19.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Budhi Wibowo mengatakan hal itu terjadi lantaran pada masa pandemi ada kebiasaan baru di masyarakat yang lebih memilih mengonsumsi makanan olahan di rumah daripada di kafe atau restoran.
Budhi mengatakan kondisi peningkatan pasar ritel untuk produk ikan olahan juga terjadi di pasar domestik dengan kondisi pandemi yang sama. Masyarakat kini cenderung memasak ikan olahan atau kalengan yang setengah jadi karena lebih mudah.
Namun di sisi lain, permintaan ekspor untuk sektor hotel, restoran dan kafe (horeka) mengalami penurunan hingga 70% banyak yang tutup.
Budhi memaparkan, berdasarkan data Kementerian Kelautan Perikanan (KKP), ekspor produk ikan olahan pada 2019 kebanyakan menyasar Amerika Serikat dengan kontribusi 37%.
Komoditas terbanyak yang paling diminati pasar ekspor yakni udang dengan kontribusi hingga 35%.
Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan mengatakan Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jatim pada Mei 2020 tercatat 93,90 atau turun 0,39% dibandingkan dengan April 2020 sebesar 94,26.
PEMULIHAN RODA PEREKONOMIAN - Digitalisasi UMKM Dikebut
Pemulihan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah saat reopening economy dikebut melalui strategi digitalisasi yang digawangi para pelaku industri dagang-el dan Kementerian Koperasi dan UKM.
Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Arif Rahman Hakim mengatakan, pemerintah menargetkan jumlah UMKM yang berjualan secara daring hingga akhir 2020 mencapai 10 juta pelaku.
Berdasarkan data Kementerian kop dan UKM, dari total 64 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 8 juta yang berjualan melalui platform digital dengan tingkat keberhasilan penjualan di platform dagang el hanya berkisar 4%—10%.
Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia Ikhsan Ingratubun menyarankan agar upaya digitalisasi yang dilakukan pemerintah menyasar pelaku UMKM berusia di bawah 35 tahun. Pasalnya, sebut Ikhsan, mayoritas pelaku UMKM di Indonesia berusia di atas 40 tahun, yang kerap kesulitan beradaptasi dengan teknologi.
Dari sisi pelaku dagang-el, Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Monika Rudijono mengatakan perusahaan berencana memberikan bimbingan kepada pelaku UMKM konvensional melalui kerja sama dengan pemerintah.
External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya mengklaim perusahaan juga telah berkolaborasi dengan pemerintah untuk mempercepat adopsi digital bagi pelapak UMKM. Adapun, 94% dari penambahan itu berasal dari segmen UMKM.
Potensi Vaksin dan Pelonggaran Picu Reli Global
Pasar saham global reli pada awal perdagangan pekan ini. Para investor menyambut gembira potensi tersedianya vaksin virus corona Covid-19 di tahun ini. Juga langkah-langkah pelonggaran pembatasan yang semakin luas di seluruh dunia, sekalipun juga ada lonjakan kasus baru di sejumlah negara, seperti Brasil,Indeks Dow Jones melonjak 2,4% ke level 25.038.94. Indeks S&P 500 menguat 1,7% ke level 3.007,76. Sedangkan Nasdaq naik 1,2% ke level 9.434,99.“Pasar saham AS bergerak menuju awal yang kuat karena pelonggaran demi pelonggaran dan beberapa kabar menjanjikan soal vaksin mengangkat sentimen usai libur akhir pekan lalu,” ujar Craig Erlam, analis senior OANDA Eropa.
Penguatan saham global di awal perdagangan pekan ini menutupi kekhawatiran-kekhawatiran terkait ketegangan Amerika. Serikat (AS) dan Tiongkok. Juga langkah Tiongkok yang akan menerapkan aturan keamanan nasional baru di Hong Kong.“Sekali lagi pasar menyambut prospek-prospek yang optimistis, menepikan ketakutanketakutan atas dampak ekonomi jangka panjang dari wabah ini dan semakin tegangnya AS serta Tiongkok, untuk fokus pada putaran berikutnya pelonggaran di seluruh dunia,” ujar Connor Campbell, analis Spreadex
Perkembangan di beberapa negara di dunia diantaranya, Presiden AS Donald Trump menetapkan pembatasan perjalanan atas Brasil. Jepang mencabut keadaan darurat di Tokyo. Spanyol serta Italia bersiap membuka perbatasan. Yunani, Jerman, dan Republik Ceko juga akan mengizinkan bar serta restoran beroperasi kembali. Sedangkan Inggris berencana membuka kembali sekolah dasar bulan depan. Namun, situasi bertolak belakang di belahan dunia lain mengingatkan para investor bahwa krisis Covid-19 masih jauh dari usai, walaupun prospek adanya vaksin semakin baik. “Tidak berarti kami harus menafikan risiko gelombang kedua, pelemahan pertumbuhan berkepanjangan, dan isu-isu geopolitik,” ujar Chris Iggo, analis AXA Investment Managers.
Pengusaha Antusias Sambut New Normal
Dunia usaha bergairah dan antusias menyambut rencana kembalinya aktivitas bisnis dengan penerapan protokol tatanan normal baru (new normal) sebagaimana dipersyaratkan pemerintah. Sejumlah industri siap menaikkan produksi barang sehingga utilitas pabrik meningkat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah tengah menyiapkan skenario pelaksanaan protokol tatanan normal baru (new normal) yang produktif dan aman Covid-19. Untuk itu, pemerintah merancang dua program secara bersamaan, yaitu Exit-Strategy Covid-19 yang dimulai secara bertahap pada setiap fase pembukaan ekonomi dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) , agar bisa menekan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan merestart sosial ekonomi, sambil memperhatikan data dan fakta di lapangan, sekaligus bisa menekan jumlah korban Covid-19. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan seluruh jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju melakukan Sosialisasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang jelas. Secara terpisah, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, industri manufaktur diwajibkan melakukan penyesuaian dalam menghadapi situasi normal baru.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyatakan, pelaku usaha saat ini bergairah untuk memasuki era normal baru dengan mengikuti petunjuk pemerintah terkait protokol kesehatan. Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto yang menilai tepat langkah pemerintah mengizinkan sektor industri beroperasi kembali. Sedangkan Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, pelaku usaha siap menjalankan kegiatan usaha kembali dengan menerapkan protokol normal baru seraya mengingatkan pelaku usaha juga membutuhkan waktu dan berharap pemerintah tidak menekan pelaku usaha dengan sanksi yang mematikan kegiatan usaha. Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey juga menyambut positif hal ini.
Adapun Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stevanus Ridwan masih menunggu keputusan pemerintah daerah (pemda) untuk bisa kembali membuka mal atau pusat belanja. Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Rizal Tanzil Rakhman juga mengatakan, industri tekstil bersikap wait and see dalam penerapan protokol normal baru. Senada dengan Rizal, Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Firman Bakri menyatakan, dibukanya kembali aktivitas bisnis belum mendorong industri alas kaki memproduksi barang baru dan meningkatkan utilitas. Alasannya, masih banyak stok barang yang belum laku. Tapi, dia menyambut positif dorongan pemerintah untuk membuka kembali aktivitas bisnis.
Sistem Pembayaran Nontunai Selama dan Setelah Pandemi
Vice President, Bureau Solutions, Asia Pacific, Entrust Datacard, Michael Robertson mengatakan dalam tulisannya, ketika jumlah kasus positif Covid19 terus meningkat di Indonesia, masyarakat diminta untuk menjalankan aturan social distancing yang ketat, seperti membeli makanan lewat layanan antar atau dengan mengurangi ketergantungan pada uang tunai. Indonesia telah melakukan barbagai langkah menuju masyarakat non tunai. Pada 2019, sebuah studi yang dilakukan oleh Visa mengungkapkan bahwa 89% masyarakat Indonesia lebih suka membayar biaya transportasi umum menggunakan kartu debit atau kartu kredit. Sedangkan 61% di antaranya manyatakan pembayaran dengan kartu lebih aman daripada menggunakan uang tunai.
Indonesia diharapkan mencapai kemajuan bertahap dalam mengurangi ketergantungan pada pembayaran tunai, dengan total transaksi menggunakan kartu akan meningkat dari US$ 44,5 miliar pada 2019 men jadi US$ 57,1 miliar pada 2023. Menurut Michael, Wabah Covid19 akan mempercepat proses ini. Dalam sekejap, kesenjangan operasional dan kesiapan digital di banyak perusahaan terlihat jelas ketika banyak perusahaan mencari cara untuk berhubungan dengan pelanggan secara virtual. Kini semakin banyak perusahaan dipaksa untuk mempercepat proses transformasi membangun brand mereka di berbagai platform sehingga dapat terus eksis dan dipercaya pelanggan. Perusahaan dituntut memberikan rasa aman pada data pribadi pelang gan ketika menggunakan pemba yaran nontunai. Perusahaan yang gagal beradaptasi dan membangun lingkungan bisnis virtual yang aman dengan metode pembayaran nontunai canggih dan menerapkan fraud detection, akan tertinggal oleh pesaingnya.
Ia menambahkan, Pandemi Covid19 mungkin bisa menjadi katalis bagi perubahan mendorong berbagai perusahaan di Indonesia untuk melakukan adaptasi pada sistem pembayaran mereka agar menjadi lebih lincah dan siap secara digital untuk menghadapi potensi kekacauan di masa depan. Pembayaran nontunai tentu akan menjadi metode yang digunakan di masa depan, yang penerapannya secara luas di Indonesia akan didorong oleh kepercayaan terhadap platform otentikasi tunggal. Saat ini, pandemi global mengubah bentuk pasar di seluruh Tanah Air, serta seluruh perekonomian, kesehatan dan kehidupan konsumen, sangat ditentukan oleh semua itu.
Media Donuts Perluas Bisnis di Indonesia
Media Donuts, perusahaan periklanan berbasis teknologi asal Belgia, menghadirkan layanan inventaris teknologi eksklusif di kantor barunya di Indonesia. Perkembangannya yang pesat di kawasan Asia-Pasifik selama ini melabuhkan perusahaan ini untuk memperluas bisnisnya di Tanah Air.Managing Partner Media Donuts Pieter Jan de Kroon mengungkapkan Kegembiraannya terhadap hal ini.
Dengan keseluruhan pengalaman 10 tahun berada pada industri periklanan dan teknologi, Media Donuts telah berkembang pesat di Asia-Pasifik selama empat tahun terakhir. Melalui layanan eksklusif yang diberikan, Media Donuts akan membantu pemilik brands dan advertisers untuk terhubung dengan audiens melalui platform media digital, antara lain Twitter, Spotify, Tik Tok, Tinder, Web Toon, Activision Blizzard (Candy Crush & Call of Duty), dan masih banyak lagi. Tim Media Donuts Indonesia akan dipimpin oleh Devinder Sharma yang saat ini menjabat sebagai Head of Business Development untuk MediaDonuts India. Devinder Sharma telah memiliki pengalaman di industri media Indonesia karena sebelumnya telah menjabat sebagai Country Head.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









