;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Utang Luar Negeri Sektor Swasta Tumbuh Lambat

16 Sep 2020

Bank Indonesia mencatat, utang luar negeri pada akhir Juli 2020 sebesar 409,7 miliar dollar AS (Rp 6.086 triliun). tumbuh 4,1 persen ketimbang periode sama tahun sebelumnya. Total utang luar negeri pada Juli 2020 terdiri dari utang luar negeri pemerintah dan bank sentral 201,8 miliar dolar AS (Rp 2,998 triliun) serta utang luar negeri sektor swasta, termasuk BUMN, 2079 miliar dolar AS (Rp 3088 triliun).

Perlambatan pertumbuhan utang luar negeri didominasi perlambatan utang luar negeri swasta. Pertumbuhan tahunan utang luar negeri swasta pada Juli 2020 sebesar 6,1 persen, melambat dari bulan sebelum itu yang tumbuh 8,3 persen.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menilai, perlambatan utang luar negeri swasta tak lepas dari kondisi perekonomian yang belum pulih. Perlambatan itu mengindikasikan sektor swasta masih menahan laju ekspansi usaha yang selama ini dibiayai oleh utang.

BI mencatat, utang luar negeri perusahaan nonkeuangan tumbuh 8,7 persen, melambat dari bulan sebelumnya 11,5 persen. Adapun utang luar negeri lembaga keuangan terkontraksi negatif 2,2 persen, Lebih lambat dari kontraksi bulan sebelum- nya sebesar 1,9 persen.

Kenaikan utang ini, obligasi yang diterbitkan Samurai Bonds senilai 100 miliar Jepang (Rp 14,08 triliun) untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan, termasuk penanganan pandemi Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual berpendapat, gencarnya pemerintah menerbitkan utang untuk mengantisipasi kebutuhan belanja, terutama di tengah sulitnya penerimaan pajak, sebagai hal yang wajar. Kebijakan pemerintah menarik utang lebih besar di awal tahun dilakukan untuk mengantisipasi ketidakpastian di pasar keuangan.


Pemerintah Kaji Hapuskan PPnBM Properti

16 Sep 2020

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) yang tengah melakukan kajian untuk menghapus pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) sektor properti mulai tahun depan. Jika kebijakan ini berlaku maka harga jual rumah baru bisa lebih murah nantinya mulai 2022 nanti.

Berdasarkan informasi pemaparan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI Kamis (10/9) ada tiga alasan otoritas fiskal mengevaluasi PPnBM sektor properti.

Adapun, BKF menjadwalkan tahun depan pada Januari-April sudah melakukan persiapan dan penyusunan kerangka kajian. Kemudian pada Mei-Juli 2021, BKF mengumpulkan, mengolah dan melakukan analisis data. Lalu, Juli-Oktober sudah melakukan penulisan draf awal dan penyempurnaan hasil kajian. Barulah pada Oktober-Desember 2021 merupakan period penyusunan laporan akhir dan penyampaian hasil kajian.

Yon Arsal Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Perpajakan, membenarkan kajian ini saat dikonfirmasi. “Masih pembahasan internal Badan Kebijakan Fiskal,” katanya singkat, Selasa (15/9).

Fajry Akbar, pengamat pajak dari Center for Information Taxation Analysis (CITA) menilai sudah seharusnya PPnBM atas sektor properti dicabut karena sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman. “Malah banyak persoalan, seperti celah untuk penghindaran pajak dan definisi properti mewah itu juga relatif,” katanya.

Pengamat Pajak Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Bawono Kristiaji melihat jika kebijakan pemerintah ini bertujuan untuk menggairahkan pasar properti di dalam negeri, maka tidak cuma penghapusan PPnBM, tapo juga menimbang penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Ia menilai batasan PPnBM untuk rumah seharga Rp 30 miliar juga dampaknya terbatas.


Produksi Industri China Meningkat

16 Sep 2020

Produksi atau output industri di China saat ini tengah mengalami percepatan paling tinggi dalam delapan bulan terakhir di bulan Agustus 2020. Sejalan hal tersebut, penjualan ritel tumbuh untuk pertama kalinya di tahun 2020.

Melansir artikel yang dimuat Reuters, Selasa (15/9) penurunan tahunan dalam investasi aset tetap (fixed-asset) selama periode Januari-Agustus juga berkurang berkat stimulus yang diperluas oleh Pemerintah.

Sementara itu, output industri tercatat tumbuh sebesar 5,6% di bulan Agustus 2020 secara year on year (yoy), tercepat dalam delapan bulan terakhir menurut Data Biro Statistik Nasional. Pencapaian itu praktis melampaui prediksi ekonom Reuters yang meramal kenaikan 5,1% di bulan Agustus 2020.

Penjualan ritel juga memutarbalikkan perkiraan analis dengan kenaikan 0,5% per tahun. Menghentikan penurunan selama tujuh bulan dan meningkatkan ekspektasi untuk pertumbuhan nol (zero growth). Di bulan Juli 2020, penjualan ritel memang turun tipis 1,1%. Tercatat penjualan mobil naik 11,8% pada Agustus 2020 secara tahunan. Sementara penjualan produk telekomunikasi melonjak 25,1%.

Di sisi lain, penurunan investasi aset tetap melambat. Hanya melorot 0,3% di periode Januari-Agustus ketimbang tahun sebelumnya. Walaupun begitu, penurunan ini lebih baik dari perkiraan sebesar 0,4% dan 1,6% pada bulan Juli 2020. Investasi aset tetap di sektor swasta, telah menyumbang 60% dari total investasi, turun tipis sebesar 2,8% pada Januari-Agustus. Penurunan itu jauh lebih rendah ketimbang penurunan 5,7% dalam tujuh bulan pertama 2020. Mayoritas ditopang oleh peningkatan investasi di sektor properti.


ShopeePay Bidik Gim Online

15 Sep 2020

PT AirPay International Indonesia pengelola uang elektronik ShopeePay membidik transaksi pembayaran digital untuk gim online. Oleh sebab itu, ShopeePay mengandeng Codashop, layanan pembelian items dan voucer gim yang sudah dikenal luas di kalangan gamers tanah air.Kolaborasi ini memberikan alternatif pembayaran digital yang mudah, aman, dan efisien untuk keperluan gim. Melalui kerja sama ini, para pemain gim online yang jumlahnya mencapai 60 juta dapat lebih mudah melakukan transaksi pembelian dengan ShopeePay.

Penerapan PSBB tentu berpengaruh secara positif terhadap tren bermain gim online. Seiring berkembangnya industri gim online ShopeePay juga ingin turut berpartisipasi dalam menciptakan ekosistem pembayaran yang mudah dan aman bagi para pengguna, ujar Cindy Candiawan, Marketing Manager ShopeePay Indonesia, dalam keterangan resmi, Senin (14/9).


Maju Mundur Proyek Smelter Freeport

15 Sep 2020

PT Freeport Indonesia bimbang meneruskan proyek pengolahan dan pemurnian (smelter). Alasannya, proyek dengan nilai investasi US$ 3 miliar itu bisa menambah beban keuangan Freeport.

Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, pada dasarnya Freeport berkomitmen membangun proyek smelter yang kini progresnya sudah 5,8%. Namun dalam kalkulasi manajemen, proyek ini akan merugikan perusahaan jika dibangun hingga rampung. Sebab, kata Tony, jika menghitung biaya treatment charge dan refining charge (TCRC) atau biaya pengolahan dan biaya pemurnian dengan investasi US$ 3 miliar, sewajarnya senilai US$ 0,60 per ton. Hal itu agar Freeport mendapat margin keuntungan dari bisnis smelter.

Namun, berkaca dari proyek smelter di dunia, biaya TCRC yang berlaku internasional hanya US$ 0,20 per ton. “Jadi kami mesti subsidi US$ 0,40 per ton agar smelter bisa untung. Jadi bangun smelter US$ 3 miliar, subsidi US$ 6 miliar. Kan rugi. Smelter di Gresik setahu saya baru bagi dividen empat tahun lalu setelah 20 tahun berdiri”, ujar dia.

Selain itu, selisih harga konsentrat dengan harga katoda tembaga (produk smelter) hanya US$ 0,20 per ton. “Jadi konsentrat itu sudah 95% nilai tambahnya, kalau jadi katoda tembaga 100%. Jangan samakan dengan smelter nikel dan bauksit, kalau bijih diolah jadi nickel matte dan alumina marginnya bisa 45% lebih”, kata Tony.

Adapun investasi smelter Freeport akan ditanggung oleh Freeport McMoRan dan Mind Id, sesuai kepemilikan saham di Freeport Indonesia. Di sisi lain, dengan kewajiban membangun smelter, secara tak langsung Freeport sulit mengembangkan blok Kucing Liar yang memiliki cadangan produksi 500.000 ton.

Pengamat Hukum Sumber Daya dari Universitas Tarumanagara, Ahmad Redi menilai, dari awal, pembelian saham Freeport akan membuat pemerintah buntung. Khususnya terkait pembangunan smelter dan underground mining. Kewajiban Freeport berefek pada tanggung jawab pemegang saham, yakni Mind ID. “Kewajiban Freeport di masa lalu yang belum usai, ikut menyandera Mind Id”, kata Redi.


Ada 23 Pemda Minat Pinjaman PEN

15 Sep 2020

Pemerintah daerah mulai berminat untuk mendapatkan dana pinjaman dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020. Saat ini ada sebanyak 23 Pemda yang mengajukan diri.

Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Mochamad Ardian mengatakan, hingga saat ini sudah ada 23 daerah yang menyatakan minat untuk mengajukan pinjaman daerah dalam program PEN. "Yang sudah resmi mengajukan minat secara tertulis ada 23 pemda," kata Ardian kepada KONTAN, Senin (14/9).

Sebelumnya sudah ada sebanyak 51 pemda menyatakan minat untuk menggunakan pinjaman ini. Salah satu pemda yang ingin mengajukan pinjaman adalah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Hanya saja, saat dikonfirmasi KONTAN, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan, langkah pengajuan pinjaman untuk PEN ini masih dalam bentuk kajian. "Masih dalam kajian, penting untuk mendasarkan langkah ini pada kajian terlebih dahulu," kata Bima.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti mengklaim, permintaan pinjaman dari daerah cukup besar hingga saat ini. Pinjaman daerah memang bukan sesuatu yang baru. Namun, pinjaman daerah dalam rangka PEN tentu memiliki sedikit perbedaan dengan pinjaman daerah sebelumnya.

Pertama, dari segi proses pinjaman daerah dalam rangka PEN memiliki proses yang lebih longgar alias tidak banyak ketentuan sehingga prosesnya lebih cepat. Kedua, adanya relaksasi prosedur. Ketiga, daerah yang berhak meminjam adalah daerah yang saldo pinjamannya tidak boleh lebih dari 75% dari dana transfer yang diberikan. Saat ini ada tiga provinsi yang memanfaatkan pinjaman PEN yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Provinsi Banten.

Para Dubes Diminta Fokus Diplomasi Ekonomi

15 Sep 2020

Presiden Joko Widodo meminta agar semua kedutaan besar dan perwakilan Republik Indonesia untuk melakukan kegiatan yang sebagian besar lebih difokuskan pada diplomasi ekonomi. Investasi dan kerja sama ekonomi, termasuk meningkatkan ekspor, harus menjadi perhatian diplomat RI di luar negeri.

Wakil Ketua Umum Partai Bulan Bintang Sukmo Harsono, yang dilantik menjadi Duta Besar RI untuk Panama, mengatakan, Presiden menyampaikan hal itu pada pelantikan 20 duta besar untuk negara-negara sahabat, Senin (14/9/2020), di Jakarta.

Menurut Sukmo, mereka ditugaskan untuk meningkatkan ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta produk kompetitif, seperti tekstil, farmasi, produk Industri Kereta Api (PT Inka), dan PT Pindad.

Anggota Komisi I DPR, Nurul Arifin, mengatakan, tugas para dubes saat ini relatif lebih berat. Pasalnya, mereka dilantik pada saat pandemi Covid-19 belum berakhir. ”Tugas para dubes baru ini lebih berat. Karena masa pandemi, banyak budaya dan kebiasaan baru dalam berdiplomasi yang harus dibangun,” katanya.


Mengetuk Pintu Ekspor

15 Sep 2020

Produk usaha mikro, kecil dan menengah juga bisa mengetuk pintu berbagai negara. Syaratnya, berdaya saing. Produk Indonesia dipajang di laman perdagangan secara elektronik atau e-dagang warungkita.ae. Platform e-dagang tersebut mengklaim sebagai warung dalam jaringan atau daring Indonesia pertama di Uni Emirat Arab. Pengunjung laman bisa memilih bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab.

Melalui program Indonesia Grocery Kopitu, Ketua Umum Komite Pengusaha Mikro, Kecil, Menengah Indonesia Bersatu (Kopitu) Yoyok Pitoyo mengatakan, asosiasinya memfasilitasi pelaku UMKM yang hendak mengekspor dan memasarkan produknya ke UEA melalui laman e-dagang yang menyasar diaspora Indonesia.

Yoyok menambahkan, ada proses kurasi produk agar dapat memenuhi aspek legalitas dan kebutuhan pasar. Fasilitas pergudangan juga disiapkan. Pelaku UMKM yang hendak mengekspor produk dengan memanfaatkan fasilitas ini akan didampingi hingga memperoleh kontrak.

Duta Besar RI untuk Abu Dhabi, Husin Bagis, menggarisbawahi arti penting penguatan daya saing. Daya saing terkait pemenuhan standar, kualitas, dan kuantitas, yang bermuara pada harga jual.

Menurut data Badan Pusat Statistik, ekspor kelompok produk pertanian pada Januari-Juli 2020 tumbuh 9,92 persen secara tahunan menjadi 2,06 miliar dollar AS. Kendati berpeluang besar, sektor pertanian masih kerap berhadapan dengan persoalan pembiayaan. Direktur Pembiayaan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Indah Megahwati berpendapat, perbankan masih sangat berhati-hati menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) bagi petani. Alasannya, risiko kredit macetnya masih cukup tinggi.


Matahari Gandeng Shopee Perkuat Daring

15 Sep 2020

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menggandeng Shopee untuk memperkuat strategi pemasaran omni-channel. Director Public Affair MPPA Danny Kojongin menilai, perpaduan kanal penjualan daring dan gerai fisik (omni-channel) mesti diperkuat di tengah pembatasan mobilitas masyarakat akibat pandemi Covid-19. Saat ini 23 gerai hypermart di Jabodetabek  terdaftar di Shopee.




Investasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap

15 Sep 2020

Clime Capital, perusahaan investasi berbasis di Singapura pada Senin (14/9/2020) mengumumkan The Southeast Asia Clean Energy Facility (SEACEF) berinvestasi perdana di Indonesia melalui PT Xurya Daya Indonesia (Xurya), start up energi terbarukan di Indonesia untuk beralih ke tenaga surya. Pendanaan ini bertujuan mempercepat revolusi industri energi Indonesia yang sedang berkembang melalui penggunaan energi bersih yang berkelanjutan.

Xurya akan mengalokasikan investasi ini untuk melanjutkan pipeline pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap. Peluang pengembangan pembangkit listrik PLTS atap di Indonesia diperkirakan mencapai 200.000 megawatt dan baru terpasang kurang dari 150 megawatt.