Ekonomi
( 40460 )Ada 23 Pemda Minat Pinjaman PEN
Pemerintah daerah mulai berminat untuk mendapatkan dana pinjaman dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020. Saat ini ada sebanyak 23 Pemda yang mengajukan diri.
Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Mochamad Ardian mengatakan, hingga saat ini sudah ada 23 daerah yang menyatakan minat untuk mengajukan pinjaman daerah dalam program PEN. "Yang sudah resmi mengajukan minat secara tertulis ada 23 pemda," kata Ardian kepada KONTAN, Senin (14/9).
Sebelumnya sudah ada sebanyak 51 pemda menyatakan minat untuk menggunakan pinjaman ini. Salah satu pemda yang ingin mengajukan pinjaman adalah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Hanya saja, saat dikonfirmasi KONTAN, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan, langkah pengajuan pinjaman untuk PEN ini masih dalam bentuk kajian. "Masih dalam kajian, penting untuk mendasarkan langkah ini pada kajian terlebih dahulu," kata Bima.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti mengklaim, permintaan pinjaman dari daerah cukup besar hingga saat ini. Pinjaman daerah memang bukan sesuatu yang baru. Namun, pinjaman daerah dalam rangka PEN tentu memiliki sedikit perbedaan dengan pinjaman daerah sebelumnya.
Pertama, dari segi proses pinjaman daerah dalam rangka PEN memiliki proses yang lebih longgar alias tidak banyak ketentuan sehingga prosesnya lebih cepat. Kedua, adanya relaksasi prosedur. Ketiga, daerah yang berhak meminjam adalah daerah yang saldo pinjamannya tidak boleh lebih dari 75% dari dana transfer yang diberikan. Saat ini ada tiga provinsi yang memanfaatkan pinjaman PEN yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Provinsi Banten.
Para Dubes Diminta Fokus Diplomasi Ekonomi
Presiden Joko Widodo meminta agar semua kedutaan besar dan perwakilan Republik Indonesia untuk melakukan kegiatan yang sebagian besar lebih difokuskan pada diplomasi ekonomi. Investasi dan kerja sama ekonomi, termasuk meningkatkan ekspor, harus menjadi perhatian diplomat RI di luar negeri.
Wakil Ketua Umum Partai Bulan Bintang Sukmo Harsono, yang dilantik menjadi Duta Besar RI untuk Panama, mengatakan, Presiden menyampaikan hal itu pada pelantikan 20 duta besar untuk negara-negara sahabat, Senin (14/9/2020), di Jakarta.
Menurut Sukmo, mereka ditugaskan untuk meningkatkan ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta produk kompetitif, seperti tekstil, farmasi, produk Industri Kereta Api (PT Inka), dan PT Pindad.
Anggota Komisi I DPR, Nurul Arifin, mengatakan, tugas para dubes saat ini relatif lebih berat. Pasalnya, mereka dilantik pada saat pandemi Covid-19 belum berakhir. ”Tugas para dubes baru ini lebih berat. Karena masa pandemi, banyak budaya dan kebiasaan baru dalam berdiplomasi yang harus dibangun,” katanya.
Mengetuk Pintu Ekspor
Produk usaha mikro, kecil dan menengah juga bisa mengetuk pintu berbagai negara. Syaratnya, berdaya saing. Produk Indonesia dipajang di laman perdagangan secara elektronik atau e-dagang warungkita.ae. Platform e-dagang tersebut mengklaim sebagai warung dalam jaringan atau daring Indonesia pertama di Uni Emirat Arab. Pengunjung laman bisa memilih bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab.
Melalui program Indonesia Grocery Kopitu, Ketua Umum Komite Pengusaha Mikro, Kecil, Menengah Indonesia Bersatu (Kopitu) Yoyok Pitoyo mengatakan, asosiasinya memfasilitasi pelaku UMKM yang hendak mengekspor dan memasarkan produknya ke UEA melalui laman e-dagang yang menyasar diaspora Indonesia.
Yoyok menambahkan, ada proses kurasi produk agar dapat memenuhi aspek legalitas dan kebutuhan pasar. Fasilitas pergudangan juga disiapkan. Pelaku UMKM yang hendak mengekspor produk dengan memanfaatkan fasilitas ini akan didampingi hingga memperoleh kontrak.
Duta Besar RI untuk Abu Dhabi, Husin Bagis, menggarisbawahi arti penting penguatan daya saing. Daya saing terkait pemenuhan standar, kualitas, dan kuantitas, yang bermuara pada harga jual.
Menurut data Badan Pusat Statistik, ekspor kelompok produk pertanian pada Januari-Juli 2020 tumbuh 9,92 persen secara tahunan menjadi 2,06 miliar dollar AS. Kendati berpeluang besar, sektor pertanian masih kerap berhadapan dengan persoalan pembiayaan. Direktur Pembiayaan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Indah Megahwati berpendapat, perbankan masih sangat berhati-hati menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) bagi petani. Alasannya, risiko kredit macetnya masih cukup tinggi.
Matahari Gandeng Shopee Perkuat Daring
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menggandeng Shopee untuk memperkuat strategi pemasaran omni-channel. Director Public Affair MPPA Danny Kojongin menilai, perpaduan kanal penjualan daring dan gerai fisik (omni-channel) mesti diperkuat di tengah pembatasan mobilitas masyarakat akibat pandemi Covid-19. Saat ini 23 gerai hypermart di Jabodetabek terdaftar di Shopee.
Investasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap
Clime Capital, perusahaan investasi berbasis di Singapura pada Senin (14/9/2020) mengumumkan The Southeast Asia Clean Energy Facility (SEACEF) berinvestasi perdana di Indonesia melalui PT Xurya Daya Indonesia (Xurya), start up energi terbarukan di Indonesia untuk beralih ke tenaga surya. Pendanaan ini bertujuan mempercepat revolusi industri energi Indonesia yang sedang berkembang melalui penggunaan energi bersih yang berkelanjutan.
Xurya akan mengalokasikan investasi ini untuk melanjutkan pipeline pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap. Peluang pengembangan pembangkit listrik PLTS atap di Indonesia diperkirakan mencapai 200.000 megawatt dan baru terpasang kurang dari 150 megawatt.
Proyek Pembangunan Jaringan Pipa Blok Rokan Dimulai
Pembangunan jaringan pipa sepanjang 361 km yang menghubungkan blok rokan dengan kilang minyak milik PT Pertamina (persero) di Riau dimulai. Proyek ini untuk mendukung alih kelola blok rokan dari PT Chevron Pasific Indonesia ke Pertamina mulai 2021.
Blok rokan dikelola Chevron sejak 1971 dan kontraknya berakhir pada 8 agustus 2021. Sampai dengan 2019 secara akumulasi, minyak mentah yang diproduksi blok tersebut mencapai 12 miliar barel.
BPS: Belanja Online Naik Selama Pandemi Covid -19
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama pandemi Covid-19 membelenggu Indonesia, mendorong minat masyarakat untuk berbelanja secara online. BPS membedakan masa sebelum dan selama pandemi dengan berdasarkan pada kebijakan pemerintah menerapkan kerja dari rumah atau work from home bagi aparatur sipil negara (ASN), yaitu 17 Maret 2020. Sehingga masa pandemi dihitung mulai April 2020.
Berdasarkan data BPS yang dirilis pekan lalu, rata-rata peningkatan produk terjual di marketplace kurun waktu April 2020-Juni 2020 (masa pandemi) naik 20% dari bulan-bulan sebelumnya. Selain peningkatan minat belanja di marketplace,BPS menangkap pergeseran pola konsumsi masyarakat dimarket place semester I-2020.
BPS mencatat, selama masa pandemi, masyarakat lebih banyak berbelanja kebutuhan perlengkapan rumah dan perawatan kecantikan. Penjualan produk kategori perawatan dan kecantikan dan perlengkapan rumah tangga meningkat drastis selama pandemi. Sementara produk kategori suvenir dan pesta, fotografi, serta buku dan alat tulis mencatatkan penurunan. Penjualan perlengkapan rumah tangga dan perawatan kecantikan mencapai 40 juta-50 juta unit selama periode pandemi berlangsung. Padahal pada periode Januari-Maret 2020 atau sebelum periode pandemi Covid-19, jumlah yang terjual 10 juta-20 juta unit saja.
Persaingan Suplemen Semakin Kuat
Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) mencatat dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2020, telah menerbitkan izin edar masing-masing sebanyak 399 untuk suplemen kesehatan, 201 untuk obat tradisional, dan tiga untuk fitofarmaka.
Salah satu perusahaan yang ikut mendaftarkan produk suplemen baru adalah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO). Mereka baru saja mendaftarkan lebih dari 10 produk suplemen baru untuk tahun 2020. Presiden Direktur SIDO, David Hidayat bilang, pihaknya selalu mengembangkan produk baru, seperti minuman kesehatan dan suplemen berbasis herbal yang semuanya telah dilepas ke pasaran.
SIDO sudah meluncurkan vitamin dan suplemen dalam bentuk soft gel sebelum pandemi merebak, yaitu Vitamin E 100, Vit D3, Virgin Coconut Oil (VCO), Tolak angin, Tolak Linu, Vitamin C 1000. Bahkan pada April 2020, SIDO telah merilis produk baru yang berbasis Alkali tinggi (PH 12+). “Namanya kapsul herbal JSH yang dapat meningkatkan imun tubuh. “Dari testimoni konsumen, produk itu dapat membantu melawan Covid-19”, jelas David kepada KONTAN, Jumat (11/9).
Selain SIDO, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) juga memproduksi suplemen. Produk suplemen yang diproduksi KLBF telah berkontribusi sebesar 10% sampai 15% terhadap total pendapatan KLBF. Presiden Direktur KLBF, Vidjongtius bilang, vitamin, suplemen dan herbal berfungsi untuk meningkatkan daya tubuh. Adapun produk Kalbe yang telah meluncur di pasaran antara lain H2 Health and Happiness, Cerebrofort Gold, Cerebrovit. “Kami terus memproduksi vitamin, suplemen dan herbal baru secara berkala”, kata dia.
Sementara itu, emiten farmasi pelat merah, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menyatakan, segmen produk suplemen berkontribusi sekitar 5%-10% dari total pendapatan KAEF. Sekretaris Perusahaan dan Investor Relation PT Kimia Farma Tbk, Ganti Winarno menjelaskan, Kimia Farma bersama PT Phapros Tbk cukup gencar memproduksi suplemen yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh di masa pandemi. “Salah satunya berbentuk vitamin generik dan multivitamin, Neurovit E dan Becefort. Kemudian suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh, Fituno, jelas dia kepada KONTAN”, Jumat (11/9) akhir pekan lalu.
Menambang di Ladang Sawit
Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional mencapai 1,5 juta barel per hari. Sementara produksi minyak di Indonesia saat ini kurang dari 750.000 barel per hari. Kekurangan itu ditutup dari impor, baik berupa minyak mentah maupun BBM.
Pada 2008, Indonesia mulai menguji coba penggunaan minyak sawit (CPO) sebagai bahan dasar biodiesel. Biodiesel ini selanjutnya dicampurkan ke dalam minyak solar. Dalam satu liter pencampuran, komposisinya 2,5 persen biodiesel dan sisanya solar murni. Dengan kata lain, dalam seliter campuran tersebut mengandung biodiesel sebanyak 25 mililiter (B-2,5).
Pada 2010, kadar biodiesel naik menjadi 7,5 persen (B-7,5) dan 10 persen (B-10) pada 2014. Selanjutnya, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 12 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain. Pada 2015, kadar pencampuran biodiesel meningkat menjadi 15 persen (B-15).
Berdasarkan peraturan menteri tersebut, Indonesia seharusnya menerapkan B-30 per 1 Januari 2020. B-30 berarti dalam seliter BBM mengandung 30 persen biodiesel dan 70 persen solar murni. Namun, pemerintah berhasil mempercepat penggunaan B-30 pada November 2019 yang sudah mulai dipasarkan PT Pertamina (Persero) di beberapa lokasi.
Menurut catatan pemerintah, program B-30 berhasil menghemat devisa 3,35 miliar dollar AS pada 2019. Pada tahun itu, biodiesel yang dimanfaatkan 8,37 juta kiloliter. Dengan demikian, minyak sebanyak itu tak perlu lagi diimpor karena diganti CPO.
Tahun ini, pemerintah menargetkan pemanfaatan 10 juta kiloliter biodiesel. Rencana pencampuran tak berhenti di B-30. Saat ini, Balitbang Kementerian ESDM sedang menguji pemanfaatan B-40. Pengujian dilakukan dengan memakai B-40 pada mesin selama 1.000 jam. Ditargetkan, uji laboratoium B-40 selesai pada November 2020.
Program bahan bakar nabati ini menjadi salah satu faktor penyeimbang antara pasokan dan permintaan CPO di pasaran. Apalagi, pandemi Covid-19 turut memengaruhi stabilitas pasar CPO. ”Program biodiesel menjadi faktor kunci menjaga kestabilan harga CPO. Apalagi, harga CPO tahun ini berkisar 650 dollar AS per ton, masih lebih baik daripada tahun lalu yang di bawah 600 dollar AS per ton,” ujar Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Togar Sitanggang, dalam webinar, beberapa waktu lalu.
PSBB Sudah Tepat, Atasi Dampak-Ekonomi
Keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar atau PSBB dinilai sudah tepat mengingat jumlah kasus Covid-19 yang terus menanjak setidaknya lima pekan terakhir ini. Meski situasi ekonomi dan sosial akan terdampak, keputusan untuk mundur satu langkah saat ini diperlukan untuk melangkah lebih pasti ke depan.
Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, Kamis (10/9/2020), mengatakan, selama lima minggu terakhir, mayoritas wilayah di DKI Jakarta dalam kondisi zona merah dengan tingkat penularan virus yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pengetatan pembatasan sosial di DKI Jakarta memang dibutuhkan.
Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Fadhil Hasan, mengatakan, PSBB pasti berdampak ke ekonomi. Menurut Fadhil, penerapan PSBB fase pertama menyebabkan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2020 terkontraksi cukup dalam minus 5,32 persen. Namun, pada saat yang sama, penyebaran dan kasus infeksi Covid-19 terus meningkat. Kondisi ini jangan terjadi lagi dalam penerapan PSBB fase kedua.
Rencana penerapan kembali PSBB di DKI Jakarta juga menyebabkan pasar saham terjerembab. Pada penutupan perdagangan, Kamis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01 persen ke level 4.891,46. Sebelumnya pada pukul 10.36, perdagangan sempat dihentikan sementara (trading halt) oleh otoritas bursa karena anjlok lebih dari 5 persen.
IHSG tertekan aksi jual bersih investor asing senilai Rp 663,01 miliar di sepanjang perdagangan hari ini. Dengan total nilai transaksi mencapai Rp 5,95 triliun, investor lokal pun belum mampu menahan kejatuhan indeks. Di hari yang sama, nilai tukar rupiah dalam perdagangan di pasar tunai turut melemah 56 poin atau 0,38 persen menjadi Rp 14.855 per dollar AS dari sebelumnya Rp 14.799 per dollar AS.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, rencana pemberlakuan PSBB ketat di DKI Jakarta berdampak signifikan terhadap pasar modal karena membuat IHSG jatuh ke posisi di bawah 5.000. Untuk itu, pencegahan Covid-19 tetap harus mempertimbangkan pemulihan ekonomi.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









