;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Harga Membaik, Ekspor Sawit Prospektif

08 Jan 2021

Harga minyak sawit terus naik beberapa bulan terakhir dan mencapai angka tertinggi. Kenaikan harga dan permintaan dunia juga membuat peran ekspor sawit signifikan bagi neraca perdagangan Indonesia di triwulan I-2021. Sebelumnya, Gapki memprediksi, produksi CPO 2021 akan mencapai 49 juta ton dan menyumbang devisa ekspor di kisaran 20 miliar dollarAS. Sementara itu, ekspor CPO Indonesia tahun ini diperkirakan 7,5 juta ton (Kompas, 4/12/2020).

Badan Pusat Statistik mencatat, pada Januari-Oktober 2020, ekspor minyak kelapa sawit Indonesia mencapai 14,003 miliar dollar AS, naik 13,63 persen dibandingkan periode yang sama 2019 dengan nilai ekspor 12,32 miliar dollar AS. Ekspor minyak kelapa sawit berperan hingga 11,2 persen terhadap ekspor nonmigas pada periode tersebut.

Seiring naiknya harga minyak sawit, harga referensi CPO untuk penetapan bea keluar periode Januari 2021 ikut naik. Harga referensi itu 951,86 dollar AS per ton, naik 9,31 persen dibandingkan periode Desember 2020 yang 870,77 dollar AS per ton.

 


Sisa Anggaran 2020 Membludak Saat Resesi

08 Jan 2021

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 mencatatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) jumbo mencapai Rp 234,7 triliun. Dalam laporan realisasi APBN tahun lalu, Kementerian Keuangan menyebut SILPA didapat karena tidak terealisasinya sejumlah program pemerintah di tahun 2020.

Adapun realisasi defisit anggaran sepanjang 2020 hanya 956,3 triliun atau setara dengan 6,09% dari PDB. Sedangkan realisasi pembiayaan anggaran tahun lalu, mencapai Rp 1.190,9 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, besarnya SILPA tahun lalu diantaranya berasal dari anggaran pemerintah yang ditempatkan di perbankan. Penempatan dana ini sebagai salah satu agenda Program PEN. Nilainya, mencapai Rp 66,7 triliun.

Selain itu, SILPA juga akan dialihkan (carry over) ke APBN 2021. Nilainya, mencapai Rp 50,9 triliun. Dana ini bakal digunakan untuk mendanai program vaksinasi virus korona dan stimulus usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). "Ini yang sudah ada di dalam UU APBN untuk kemampuan gunakan SILPA 2020. Kami terus maksimalkan sumber-sumber yang ada sehingga pembiayaan APBN akan sebaik, ujar Menkeu.


Indonesia Ajukan Vaksin Gratis dari Gavi Covax

08 Jan 2021

Pemerintah mengajukan vaksin gratis kepada konsorsium Gavi-Covax Facility sebanyak 108 juta vaksin, untuk mendukung pengadaan vaksin dan program vaksinasi tahun ini.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, dirinya dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah meneken formulir B sebagai syarat resmi pengajuan permintaan vaksin gratis. Formulir permohonan tersebut diteken oleh dua menteri itu pada Kamis (7/1).

Permintaan vaksin gratis dari program yang digalang badan kesehatan dunia atau WHO dengan para produsen vaksin ini akan menambah stok kebutuhan vaksin Indonesia. Kini, Indonesia telah mendapatkan komitmen sebanyak 125 juta vaksin korona dari dari Sinovac, dan akan menandatangani komitmen dengan Pfizer. Indonesia juga telah mendapatkan komitmen sebanyak 50 juta dari Astra Zeneca dan Novavax.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ketersediaan vaksin gratis dari Gavi Covax akan menghemat dana pembelian vaksin dan anggaran vaksinasi tahun ini yang diproyeksikan mencapai Rp 73 triliun. “Vaksin dari Gavi Covax membantu program vaksinasi, “ kata Sri Mulyani, Kamis (7/1).


Pelaku Usaha Prediksi Ekonomi 2021 Tumbuh 3-4%

08 Jan 2021

Kalangan pelaku usaha memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini berada di kisaran 3-4%. Angka itu lebih kecil dari proyeksi pemerintah sebesar 5% maupun perkiraan Bank Indonesia di kisaran 4,8-5,8%. Pelaksanaan vaksinasi, implementasi Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker), dan perbaikan indikator ekonomi nasional akan memberi dampak positif terhadap perekonomian nasional. Untuk mempercepat pemulihan ekonomi, pemerintah disarankan untuk menjaga demand masyarakat, menurunkan angka positif Covid-19, dan menambah anggaran stimulus

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslanim, Ketua Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono dan pengamat ekonomi Bustanul Arifin. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, satunya harus memberikan selang-selang pernapasan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) supaya tidak terjadi permanen interment yang sekarang ini posisinya temporary interment. Pergerakan itu dari anggaran pemerintah, ada progam-program yang memang harus dijalankan dalam rangka menjaga roda perekonomian.

Sutrisno mengatakan stimulus tahun ini sebesar Rp 372 triliun atau lebih kecil dari tahun lalu Rp 695 triliun. kurang dari 2% atau 2,5% dari PDB kita. Bustanul Arifin menyebutkan pergerakan ekonomi sudah mulai meningkat dari bulan ke bulan pada Agustus hingga November lalu. Contohnya, Purchasing Manufactur Index (PMI) sudah mulai meningkat, penjualan mobil motor juga sudah mulai naik, business confiendence index meningkat, IHSG meningkat. dia menilai pemberlakuan PPKM akan berdampak terhadap pemulihan dan juga transformasi perekonomiant. Kelas menengah dan atas itu berkontribusi kurang lebih 84% dari total spending kita. ekonomi kita 56- 57% tergantung dari konsumsi dalam negeri, Dia menyarankan agar stimulus diperpanjang lebih dari 6 bulan seiring dengan masa vaksinasi yang akan memakan waktu 1 tahun hingga 1,5 tahun.  kelas menengah itu uangnya masih di bank, ada Rp 1.000 triliunm sebagian masuk ke pasar modal, makanya indeks (IHSG) kita naik terus.

 Sutrisno mengatakan, dampak pandemi ke dunia usaha paling parah seperti hotel, pariwisata, restoran, dan penerbangan, sektor otomotif, tekstil dan sebagainya. Ada yang moderat seperti perlengkapan, alat elektronik. Ada juga yang bagus seperti kesehatan, farmasi dan telekomunikasi. Tentu overall dukungan harus diberikan mulai dari kebijakan fiskal yang ekspansi dengan pajaknya jangan terlalu diperas. Kemudian moneternya juga restrukturisasi yang perlu diperpanjang waktunya. Sementara sektor yang sudah siap seperti farmasi dan telekomunikasi mungkin didorong untuk ekspansi.

Rosan pun menuturkan bahwa UU Ciptater baru bisa berjalan setelah RPP dan peraturan presiden keluar dimana sesuai dengan amanat UU adalah tiga bulan setelah disahkan atau pada awal Februari 2021.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bustanul Arifin memperkirakan paling cepat semester II sudah mulai positif, sektor yang positifnya cukup tinggi. Seperti pertanian yang ditunjang oleh stabilnya harga CPO Indonesia karena penyerapan biofuel di dalam negeri.

2020, Ruangguru Dapatkan 7 Juta Pengguna Baru

07 Jan 2021

Hingga Desember 2020, Ruangguru telah melayani lebih dari 22 juta pengguna di seluruh wilayah Indonesia. Angka ini meningkat 7 juta pengguna, atau setara dengan 46% dibandingkan dengan data per akhir Desember 2019. Setelah pemerintah mengumumkan pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Maret 2020, Ruangguru langsung menghadirkan berbagai inisiatif produk, layanan, inovasi baru, dan program sosial untuk mendukung 68 juta siswa dan 4 juta guru yang melaksanakan PJJ. Pendiri dan Direktur Utama Ruangguru Belva Devara mengatakan Ruangguru proaktif dan responsif menghadirkan berbagai inisiatif dan inovasi, tidak terkecuali bagi guru dan siswa yang tinggal di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dalam keterangannya, Rabu (6/1). Seb(6/1). Sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban para pihak yang terdampak pandemi Covid-19, Ruangguru meluncurkan Sekolah Online Ruangguru Gratis yang telah dimanfaatkan oleh lebih dari 10 juta siswa. Kemudian, pemberian akses kuota internet gratis selama mengakses layanan Ruangguru bekerja sama dengan penyedia layanan telekomunikasi dan membuka 250 modul pelatihan yang telah diakses oleh lebih dari 200.000 guru. Ruangguru juga mempersembahkan puluhan ribu beasiswa belajar kepada anak-anak tenaga medis, anak kurang mampu di daerah 3T, dan anak yatim piatu di ratusan panti asuhan di 34 provinsi. Selanjutnya, Ruangguru memberikan akses Kelas Gratis Skill Academy kepada 300.000 individu untuk peningkatan kompetensi kerja dan mendonasikan seluruh pemasukan sebagai mitra resmi platform digital Kartu Prakerja untuk penanganan pandemi Covid-19. Selain itu, ada peluncuran program Bimbingan Karier guna membantu 100.000 orang yang harus kehilangan pekerjaan di masa pandemi dan meluncurkan platform nonprofinprofit ruangpeduli.org untuk menyalurkan bantuan pendidikan.

Ruangguru memperoleh peringkat pertama sebagai aplikasi edtech di Indonesia yang paling dikenal dan sering digunakan oleh masyarakat. Pendiri dan Direktur Produk & Kerja Sama Ruangguru Iman Usman. Ekspansi Tahun 2020 juga menjadi momentum penting bagi Ruangguru melalui kehadirannya di Thailand dengan brand StartDee. Di tahun pertamanya, aplikasi tersebut telah digunakan oleh lebih dari 200 ribu pengguna. Setahun sebelumnya, Ruangguru juga telah berhasil masuk ke Vietnam dengan merek Kien Guru. Kini, jumlah pengguna Kien Guru lebih dari 700 ribu. Pencapaian tersebut mengukuhkan Ruangguru sebagai salah satu perusahaan teknologi pendidikan terbesar di Asia Tenggara. Nicholas Saputra sebagai Duta Belajar Ruangguru demi menjangkau publik yang lebih luas dalam menyampaikan semangat belajar dengan pemanfaatan teknologi.


Freeport Belum Ajukan Perubahan Rencana Smelter

07 Jan 2021

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, PT Freeport Indonesia belum mengajukan perubahan rencana pembangunan fasilitas pemurnian mineral (smelter). Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2020 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batu Bara. sengan tenggat waktu 90 hari sejak diundangkan  pada 23 November 2020. .Sebelumnya Freeport berencana mengurangi kapasitas smelter yang dibangun menjadi 1,7 juta ton konsentrat tembaga. Sedianya smelter yang berlokasi di kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa) Gresik, Jawa Timur itu memiliki kapasitas 2 juta ton konsentrat. Namun di lain sisi, Freeport meningkatkan kapasitas smelter eksisting yakni PT Smelting dari 1 juta ton konsentrat menjadi 1,3 juta ton konsentrat tembaga. Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Yunus Saefulhak mengatakan pihaknya belum menerima permohonan perubahan rencana pembangunan smelter Freeport di JIIPE. Begitu pula dengan rencana peningkatan kapasitas Smelting.  "Belum secara formal atau resminya," kata Yunus kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (5/1). Secara terpisah, Vice President Corporate Communications Freeport Indonesia Riza Pratama mengungkapkan peningkatan kapasitas Smelting sudah disampaikan kepada Kementerian ESDM. Termasuk kemajuan pembangunan smelter di JIIPE. Hanya saja dia tidak membeberkan waktu penyerahan permohonan tersebut. "Sudah kami sampaikan," ujarnya.

Rencana kerjasama pembangunan smelter dengan Tsingshan Steel masih dalam tahap penjajakan. "Sesuai dengan arahan pemerintah, kita masih dalam progress diskusi teknikal/legal/komersial untuk menjajaki kerjasama dengan Tsingshan," terangnya. Pembangunan smelter merupakan amanat dari Undang -Undang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Dalam beleid itu disebutkan batas waktu ekspor mineral yang belum dimurnikan pada 10 Juni 2023 atau 3 tahun sejak UU Minerba diundangkan. Artiannya smelter harus segera beroperasi sebelum batas waktu tersebut.

Freeport berkomitmen membangun smelter sesuai dengan kesepakatan dalam penerbitan lisensi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada akhir 2018 silam. Dalam kesepakatan itu disebutkan Freeport membangun smelter paling lama lima tahun. Artiannya smelter harus rampung di 2023. Dalam perjalanannya, pembangunan smelter menemui hambatan seiring dengan pandemi Covid-19. Freeport kemudian mengajukan perubahan target penyelesaian smelter selama 12 bulan alias bisa rampung pada 2024. Namun hingga saat ini pemerintah belum mengamini keinginan Freeport tersebut.

Pada Rapat Dengar Pendapat Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada awal Desember 2020 kemarin, pembangunan smelter Freeport menjadi sorotan. Pada salah satu butir kesimpulan rapat menyatakan Komisi VII DPR mendesak Dirut MIND ID melaporkan progres pembangunan smelter Freeport dan hasil evaluasi keekonomian pembangunan smelter sebagai upaya mencegah kerugian perseroan di masa mendatang. Kala itu Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno mengungkapkan proyek smelter jangan sampai membebani perusahaan. "Keseimbangan antara kewajiban dan menjaga keekonomian agar perusahaan terhindar dari kerugian," ujarnya.


Manfaatkan Potensi Pasar Gaming, Metrodata Gandeng Razer

07 Jan 2021

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) melalui anak usahanya, PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI), resmi menjadi authorized distributor produk Razer Gaming Gear & Peripherals dari Razer Inc yang merupakan perusahaan teknologi merek gaya hidup bagi gamers di dunia. Ini merupakan upaya perseroan memanfaatkan potensi besar pasar gaming. 

Presiden Direktur Metrodata Electronics Susanto Djaja menjelaskan, langkah ini dilakukan lantaran selama masa pandemi permintaan gaming meningkat pesat, yang didukung oleh kegiatan work from home, school from home, termasuk kebutuhan game from home

Dalam platform digital milik perseroan, seluruh mitra bisnis Metrodata dapat mengakses portal B2B untuk melihat langsung semua produk Razer, serta bertransaksi melalui portal selama 24 jam setiap hari. “Di sisi lain, dengan dukungan dari SMI, diperkirakan teknologi dan inovasi cerdas dari Razer dapat menjangkau lebih dari 150 kota di 20 wilayah strategis di Indonesia melalui dukungan lebih dari 5.200 channel partners,” tutur Susanto

Secara rinci, pertumbuhan perseroan ditopang oleh unit bisnis solusi dan konsultasi dengan kontribusi sebesar 9,14%. Adapun segmen perangkat keras menyumbang Rp 7,7 triliun, perangkat lunak Rp 1,51 triliun, serta lini jasa dan sewa Rp 817,07 miliar.

Menurut Susanto, kemitraan strategis itu menjadi cerminan dari upaya perseroan memenuhi kebutuhan pasar serta memperkaya portofolio unit bisnis distribusi, salah satunya di bidang server solution.

Survei Home Credit: Belanja Online Marak Selama Pandemi

07 Jan 2021

Pandangan yang menyatakan era industri ritel sudah berlalu tampaknya sudah menjadi anggapan umum banyak orang. Bahkan, topik pencarian frase “akhir dari belanja offline” di Google News pun memberikan puluhan juta referensi berita. Padahal, kondisi yang sebenarnya jauh lebih kompleks dari apa yang kita lihat. 

Hal ini terlihat dari survei perilaku belanja pelanggan yang dilakukan PT Home Credit Indonesia dalam dua pekan terakhir Agustus 2020 terhadap lebih dari 2.500 responden di Indonesia. Survei ini dilakukan untuk mendapatkan sejumlah pemahaman seperti produk apa saja yang banyak dibeli pelanggan di berbagai outlet; seberapa sering pelanggan berbelanja; hingga jenis pembayaran yang mereka gunakan.

“Survei ini tidak hanya memberikan informasi mengenai volume transaksi yang dilakukan di toko tradisional dan transaksi yang dilakukan secara online. Lebih jauh lagi, survei ini memberikan informasi tentang alasan mengapa pelanggan memilih cara belanja, baik secara konvensional maupun online serta bagaimana mereka mengambil keputusan dalam cara mereka berbelanja,” terang President Director PT Home Credit Indonesia Animesh Narang dalam keterangan tertulis, Rabu (6/1/2021).

Survei Home Credit berhasil mengungkap data dan wawasan mengenai preferensi customer dalam berbelanja baik ke gerai ritel modern, pasar tradisional, serta beragam toko online. Survei yang sama juga menunjukkan bahwa metode pembayaran cash-on-delivery (COD) masih banyak digunakan di toko online, disusul oleh kartu debit, atau transfer antarbank. 

Di sisi lain, hasil yang cukup berbeda juga terlihat dari penggunaan layanan keuangan seperti pembayaran tagihan atau cicilan, yang ternyata masih banyak dilakukan di minimarket modern serta digunakan secara berkala oleh sepertiga pelanggan yang disurvei

Hal ini bisa juga menjadi indikasi bahwa pemilik gerai belanja modern seperti supermarket mungkin tidak perlu fokus menawarkan produk makanan untuk menarik pelanggan baru dan tetap. Sebaliknya, mereka harus fokus ikut berpartisipasi dalam persaingan online. 

Survei Home Credit menunjukkan bahwa 79% orang Indonesia pernah berbelanja secara online dalam 3 bulan belakangan sebelum mengikuti survei. Hal ini menunjukan bahwa layanan e-commerce semakin penting akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama pandemi dan diprediksi terus berkembang ke depannya. Belanja online banyak dipilih oleh pelanggan untuk produk fashion, perhiasan, furniture/dekorasi rumah, dan gadget elektronik.

Sementara itu, proses digitalisasi telah mengubah perilaku konsumen dalam berbelanja dengan adanya pilihan yang lebih beragam, yang mempengaruhi pengambilan keputusan, tuntutan harga untuk semakin kompetitif, serta mendorong persaingan dengan pasar tradisional. Animesh menjelaskan, implikasinya bagi bisnis adalah untuk mendiversifikasi pilihan metode pembayaran dan pembiayaan mereka, baik dalam platform belanja online maupun offline. 

Pemulihan Ekonomi Nasional, Industri Karet Menggeliat

07 Jan 2021

Industri karet pada awal 2021 mulai diterpa sejumlah sentimen positif yang meningkatkan prospek komoditas bahan baku manufaktur tersebut. Ketua Umum Dewan Karet Indonesia (Dekarindo), Azis Pane menyatakan kondisi industri pada awal 2021 mendapatkan berkah dari perbaikan manufaktur China dan penyakit gugur daun karet. Permintaan pada Januari 2021 telah naik sekitar 5%—6% dari kondisi normal. Menurutnya, hal itu dipicu naiknya permintaan ban dari Negeri Panda, sekitar 5%—10% pada awal tahun. 

Di Indonesia, produksi karet alam turun sekitar 1,8% secara tahunan menjadi sekitar 707.000 ton. Adapun, penurunan volume produksi terbesar terjadi di Malaysia, yakni merosot 4,37% ke kisaran 153.000 ton. Volume produksi karet alam Thailand pun ikut merosot 2,98% menjadi 1,23 juta ton. Hanya India yang mencatatkan pertumbuhan positif atau sebesar 0,85% menjadi 235.000 ton. 

Menurut Aziz yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia, saat ini utilisasi pabrikan ban nasional berada pada kisaran 70%—80%. Sebelumnya, pandemi Covid-19 membuat utilisasi pabrikan selama April—September 2020 anjlok ke kisaran 64%.


Potensi Pertanian Daerah, Budi Daya Porang Menjanjikan

07 Jan 2021

Budi daya porang menjadi salah satu usaha pertanian dengan potensi yang cukup besar sebagai komoditas andalan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. Selama ini, porang yang merupakan salah satu tanaman umbi-umbian ini tidak banyak dilirik sehingga belum tergarap dengan baik. Padahal, porang memiliki peluang yang cukup besar menjadi komoditas andalan ekspor dan bernilai jual tinggi. Kepala Bidang Produksi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Bali I Wayan Sunarta mengatakan pada tahun ini Bali berencana mengekspor 5.000 ton porang ke China. Ekspor ini merupakan komoditas baru yang dijajaki Bali untuk diperdagangkan ke luar negeri. 

Menurut dia, Jawa juga melakukan ekspor umbi porang dalam bentuk tepung hingga keripik. “Tanaman porang jadi komoditas baru untuk diekspor tahun ini. Kami sudah MoU eksportir 5.000 ton ke China. Tantangannya sekarang terkait ketersediaan produk, karena pengepul dari Jawa juga berburu produk ke Bali,” katanya kepada Bisnis, Selasa (5/1). 

Di Kalimantan Timur, budi daya porang juga menjadi salah satu usaha pertanian dengan potensi yang cukup menjanjikan. Temang Dwi HP, seorang pengusaha kuliner di Balikpapan, bahkan melirik potensi porang dengan serius sejak Agustus 2020. “Potensi bisnisnya, satu pohon rata-rata menghasilkan 2 kilogram dalam dua musim dan 1 hektare akan menghasilkan 80 ton,” ujarnya, Senin (4/1). Dia menjelaskan untuk porang kering per kilogram dapat dijual seharga Rp65.000, sedangkan untuk kondisi basah per kilogram dijual dengan harga Rp8.000— Rp15.000. Dengan kata lain, penghasilan dari komoditas porang ini bisa mencapai Rp800 juta.

Namun demikian, dia mengungkapkan modal penanaman porang tergolong tinggi karena biaya bibit dan perawatan untuk pupuk cukup besar dalam 1 hektare (ha) lahan dengan masa panen 2 tahun. “Satu hektare membutuhkan sekitar Rp157 juta, tapi potensinya sangat menjanjikan,” katanya. Dia memaparkan penanaman dengan sistem tanam tumpang sari membutuhkan 15.000 tanaman untuk 1 ha lahan

Kepala Karantina Pertanian Balikpapan Abdul Rahman sebelumnya mengatakan potensi porang sangat tinggi karena peminatnya cukup banyak. Porang, seperti halnya umbi-umbian lain, mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat pangan. Karbohidrat merupakan komponen penting pada umbi porang yang terdiri atas pati, glukomannan, serat kasar, dan gula reduksi.