;

Pelaku Usaha Prediksi Ekonomi 2021 Tumbuh 3-4%

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 08 Jan 2021 Investor Daily, 8 Januari 2021
Pelaku Usaha Prediksi Ekonomi 2021 Tumbuh 3-4%

Kalangan pelaku usaha memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini berada di kisaran 3-4%. Angka itu lebih kecil dari proyeksi pemerintah sebesar 5% maupun perkiraan Bank Indonesia di kisaran 4,8-5,8%. Pelaksanaan vaksinasi, implementasi Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker), dan perbaikan indikator ekonomi nasional akan memberi dampak positif terhadap perekonomian nasional. Untuk mempercepat pemulihan ekonomi, pemerintah disarankan untuk menjaga demand masyarakat, menurunkan angka positif Covid-19, dan menambah anggaran stimulus

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslanim, Ketua Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono dan pengamat ekonomi Bustanul Arifin. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, satunya harus memberikan selang-selang pernapasan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) supaya tidak terjadi permanen interment yang sekarang ini posisinya temporary interment. Pergerakan itu dari anggaran pemerintah, ada progam-program yang memang harus dijalankan dalam rangka menjaga roda perekonomian.

Sutrisno mengatakan stimulus tahun ini sebesar Rp 372 triliun atau lebih kecil dari tahun lalu Rp 695 triliun. kurang dari 2% atau 2,5% dari PDB kita. Bustanul Arifin menyebutkan pergerakan ekonomi sudah mulai meningkat dari bulan ke bulan pada Agustus hingga November lalu. Contohnya, Purchasing Manufactur Index (PMI) sudah mulai meningkat, penjualan mobil motor juga sudah mulai naik, business confiendence index meningkat, IHSG meningkat. dia menilai pemberlakuan PPKM akan berdampak terhadap pemulihan dan juga transformasi perekonomiant. Kelas menengah dan atas itu berkontribusi kurang lebih 84% dari total spending kita. ekonomi kita 56- 57% tergantung dari konsumsi dalam negeri, Dia menyarankan agar stimulus diperpanjang lebih dari 6 bulan seiring dengan masa vaksinasi yang akan memakan waktu 1 tahun hingga 1,5 tahun.  kelas menengah itu uangnya masih di bank, ada Rp 1.000 triliunm sebagian masuk ke pasar modal, makanya indeks (IHSG) kita naik terus.

 Sutrisno mengatakan, dampak pandemi ke dunia usaha paling parah seperti hotel, pariwisata, restoran, dan penerbangan, sektor otomotif, tekstil dan sebagainya. Ada yang moderat seperti perlengkapan, alat elektronik. Ada juga yang bagus seperti kesehatan, farmasi dan telekomunikasi. Tentu overall dukungan harus diberikan mulai dari kebijakan fiskal yang ekspansi dengan pajaknya jangan terlalu diperas. Kemudian moneternya juga restrukturisasi yang perlu diperpanjang waktunya. Sementara sektor yang sudah siap seperti farmasi dan telekomunikasi mungkin didorong untuk ekspansi.

Rosan pun menuturkan bahwa UU Ciptater baru bisa berjalan setelah RPP dan peraturan presiden keluar dimana sesuai dengan amanat UU adalah tiga bulan setelah disahkan atau pada awal Februari 2021.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bustanul Arifin memperkirakan paling cepat semester II sudah mulai positif, sektor yang positifnya cukup tinggi. Seperti pertanian yang ditunjang oleh stabilnya harga CPO Indonesia karena penyerapan biofuel di dalam negeri.

Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :