Ekonomi
( 40733 )Tertibkan Importir Ilegal
Kasus impor ilegal yang marak muncul dalam dua tahun terakhir menjadi ancaman serius bagi kelangsungan industri tekstil dan perekonomian nasional.
Ketua Umum Ikatan Ahli Tekstil Indonesia (Ikatsi) Suharno Rusdi, Rabu (13/1/2021), mengatakan, solusi jangka panjang untuk mencegah importasi ilegal adalah melakukan perbaikan fundamental dan menyeluruh di industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Salah satu penyebab importasi ilegal tekstil adalah karena adanya disparitas harga yang tinggi antara harga tekstil dalam negeri dan luar negeri.
Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Jemmy Kartiwa menuturkan, pengendalian impor produk tekstil mutlak dilakukan. Audit dan verifikasi harus diperketat sehingga pemberian persetujuan impor benar-benar diberikan kepada perusahaan yang legal serta bertujuan memenuhi kapasitas produksi dalam negeri, bukan justru mengambil pangsa pasar industri lokal.
Koordinator Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Rudi Margono mengemukakan, salah satu hal penting yang harus dibenahi adalah pelaksanaan kebijakan di tataran operasional oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Direktur Impor Kementerian Perdagangan I Gusti Ketut Astawa mengatakan, dalam pemberian izin importasi, Kemendag bergantung pada rekomendasi Kementerian Perindustrian. Setiap rekomendasi harus berdasarkan verifikasi teknis importasi terlebih dulu.
Kemendag telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 77 Tahun 2019 tentang Ketentuan Impor Tekstil dan Produk Tekstil yang lebih ketat dalam pemberian izin impor.
BI: Manufaktur Masuk Fase Ekspansi
Industri manufaktur diperkirakan
berada dalam fase ekspansi pada kuartal I-2021.
Hal itu tercermin pada membaiknya Prompt
Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI).
Industri yang masuk fase ekspansi antara lain
makanan, minuman, dan tembakau, semen
dan barang galian nonlogam, pupuk, kimia, dan
barang dari karet, serta kertas dan barang cetakan.
Di sisi lain, BI mengindikasikan kegiatan usaha mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2021 setelah pada kuartal sebelumnya negatif. Indikasi itu ditunjukkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU)-BI. Seluruh sektor mencatatkan kinerja positif, terutama sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan, serta sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan.
Hal itu di diungkapkan Direktur
Eksekutif/Kepala Depar temen
Komunikasi BI, Er win Har yono
saat mengumumkan PMI-BI dan
SKDU-BI kuartal IV-2020 di Jakarta,
Rabu (13/1).
PMI-BI pada kuar tal I-2021
diperkirakan mencapai 51,14%,
meningkat dibanding kuartal IV, III,
II, dan I-2020 yang masing-masing
mencapai 47,29%, 44,91%, 28,55%,
dan 45,64%. Namun, perkiraan
PMI-BI kuartal I-2021 lebih rendah
dibanding kuartal IV-2019 sebesar
51,50%.
Direktur Eksekutif/Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin
Haryono menjelaskan, kinerja sektor industri pengolahan (manufaktur) diperkirakan meningkat dan
berada dalam fase ekspansi pada
kuartal I-2021. Hal itu tercermin
pada membaiknya PMI-BI. “PMIBI kuar tal I-2021 diperkirakan
mencapai 51,14%, naik dari kuartal
sebelumnya,” ujar dia.
Er win mengungkapkan, pada
kuartal IV-2020, PMI-BI diperkirakan
mencapai 47,29%, meningkat dari
44,91% pada kuartal III-2020, 28,55%
pada kuartal II-2020, dan 45,64%
pada kuartal I-2020. Meski demikian, perkiraan PMI-BI kuartal
I-2021 lebih rendah dari kuartal
IV-2019 sebesar 51,50%
Dari sisi sektoral, kata dia, seluruh
sektor mencatatkan kinerja positif,
terutama sektor keuangan, real estat
dan jasa perusahaan (SBT 1,63%),
serta sektor pertanian, perkebunan,
peternakan, kehutanan, dan perikanan (SBT 1,44%).
Corporate Secretary BRI, Aestika Oryza Gunarto mengungkapkan, pada semester I-2021,
perseroan cukup yakin bisa mencatatkan pertumbuhan kredit
yang positif dibandingkan tahun
lalu. Hanya saja, BRI belum
bisa terlalu agresif menggenjot
kredit seperti sebelum pandemi
Covid-19 yang mencapai dua
digit.
Corporate Secretary Bank
Mandiri, Rudi As Aturridha mengakui, tahun ini pertumbuhan
kredit bisa lebih tinggi dibandingkan tahun silam, meski tidak
setinggi sebelum pandemi.
“Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan kredit secara
bank only pada 2021 tumbuh
5-7% dan DPK (dana pihak ketiga) tumbuh 6-8%,” ungkap dia.
Senada dengan hasil survei
BI, menurut Rudi As Aturridha,
Bank Mandiri juga memprediksi
ekonomi domestik membaik
pada kuartal I-2021.
Presdir BCA, Jahja Setiaatmadja mengaku belum melihat
adanya peningkatan kegiatan
investasi dari dunia usaha pada
kuartal I-2021 seperti hasil
SKDU-BI. Hal itu tercermin
pada permintaan kredit yang
belum banyak pada awal tahun
ini.
Menurut Direktur Bank CTBC Indonesia, Liliana Tanadi, meskipun dunia usaha optimistis melakukan investasi pada kuartal I, dampak terhadap perbankan baru akan terasa pada kuartal II-2021. Artinya, untuk tiga bulan pertama tahun ini, pertumbuhan kredit masih rendah.
Secara terpisah, Ketua Umum
Asosiasi Pertekstilan Indonesia
(API), Jemmy Kartiwa Sastraatmaja mengemukakan, industri
tekstil dan produk tekstil (TPT)
masih sulit bangkit di tengah
pandemi karena terus diserbu
produk impor. Menurut dia, API bersama
Asosiasi Produsen Serat dan
Benang Filamen Indonesia
(APSyFI) sedang memberikan
masukan kepada Kementerian
Perindustrian (Kemenperin)
dan Kementerian Perdagangan
(Kemendag) agar pemerintah
membuat aturan importasi TPT
yang lebih baik.
Ketua Umum Ikatan Ahli
Tekstil Selur uh Indonesia
(IKATSI), Suharno Rusdi mengatakan, importasi ilegal tekstil
yang marak dalam dua tahun
terakhir menyebabkan negara
menderita kerugian triliunan
rupiah.
#R
RI Sukses Ekspor Sawit Lebih Banyak ke Eropa
Indonesia justru
berhasil meningkatkan ekspor
minyak kelapa sawit ke Uni Eropa
(UE) pada 2020 di tengah sengketa perdagangan yang disebut
Indonesia sebagai diskriminasi
sawit. “Perdagangan kita turun
cukup signifikan yakni 11% dalam
10 bulan pertama 2020 dan itu
dapat dipahami (terkait situasi
krisis Covid-19),” Duta Besar UE
untuk Indonesia Vincent Piket,
Rabu (13/1).
Perdagangan Indonesia-UE
diwarnai perselisihan soal minyak
kelapa sawit pada 2019, setelah
blok itu membuat kebijakan Renewable Energy Directive II (RED
II) dan Delegated Regulation yang
disebut akan dapat membatasi akses masuk produk-produk bahan
bakar hayati yang dinilai tidak
bersifat ramah lingkungan dan
berkelanjutan (unsustainable crop
based biofuels), termasuk minyak
sawit.
UE juga menyatakan tidak
mempunyai target khusus untuk
waktu penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif
Indonesia-Uni Eropa (I-EU CEPA)
dan memastikan bahwa isu minyak sawit masuk ke dalam pembahasannya. UE akan menunggu
sesuai waktu yang diperlukan
untuk menyelesaikan perundingan, kendati pihaknya sama seperti
Indonesia juga menginginkan
CEPA segera disepakati.
#R
Meningkat, Pasar Streaming Musik di Tengah Pandemi
Pasar streaming
musik meningkat di tengah
pandemic Covid-19. Studi yang
dilakukan Counterpoint Research, pasar streaming musik
meningkat secara tak terduga
di tengah pandemi. Bahkan
pada kuartal pertama 2020,
langganan global streaming
musik mencapai 394 juta.
Tiffany Chiu, President JSJ
International Entertainment
Ltd mengatakan sebagai distributor musik digital pertama di Asia yang langsung
berekspansi ke pasar Eropa,
Amerika Serikat, Asia Selatan
& Asia Tenggara, JSJ International Entertainment Ltd.
memang memiliki visi industri
yang sangat unik.
Hal terbaru adalah kerja sama langsung dengan Amazon
Music untuk menyediakan
mu sik digital ke pasar Eropa
dan Amerika Serikat. Salah
sa tu pertimbangan kerja sama dengan Amazon Music
di lakukan. Sebab, pertumbuhannya yang relatif besar setiap
tahunnya.
Chiu mengatakan pada
ku ar tal per tama tahun ini
Ama zon Music telah tumbuh
sebesar 104%, sehingga menjadikannya salah satu tujuan
kerja sama utama penyedia
layanan distribusi musik.
Lebih lanjut Chiu menjelaskan, dalam perubahan industri musik tahun ini, terdapat
peluang yang cukup besar
untuk pasar musik. Lebih tepat
untuk mempromosikan musik
digital yang mencakup lebih
dari 1,8 miliar secara global
saat ini. Terutama di pasar Asia
Tenggara yang dipromo sikan
oleh Taiwan dalam dua tahun
terakhir, dengan Singapura,
Ma laysia, Thailand dan Indonesia sebagai indikatornya,
selain orang-orang lokal sangat
menikmati musik-musik dari
JSJ, mereka juga sangat terkagum dengan soundtrack film
dan drama televisi.
#R
Celah Ekspor Timah Mentah Ditutup Rapat
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyiapkan regulasi baru untuk memperkuat aturan pelarangan ekspor raw material atau konsentrat timah. Regulasi itu demi menekan kebocoran ekspor tinah ke luar negeri.
Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak mengungkapkan, saat ini tata niaga timah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 25/2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara. Ada pula Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 53/2018 juncto Permendag No 33/2015.
Melalui aturan itu, timah yang dapat dijual ke luar negeri harus melalui proses pengolahan dan pemurnian di dalam negeri sampai mencapai batasan minimum kadar Sn>99,9%. “Dan dalam bentuk timah murni batangan dengan ukuran dan bentuk tertentu, “ ungkap Yunus.
Kedua beleid itu juga memuat ketentuan di mana ekspor konsentrat timah dilarang karena belum memenuhi batasan dan ketentuan di atas. jika ada indikasi atau praktik ekspor pasir timah, maka pelanggar akan dikenakan sanksi hukum.
Keran Impor Gula Dibuka 646.944 Ton
Kementerian Pertanian (Kemtan) rencananya akan ada impor gula kristal putih (GKP) sebesar 646.944 ton pada Februari hingga Maret 2021 untuk mencukupi kebutuhan.
Menurut Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, Januari - Maret merupakan bulan kritis, Produksi gula dalam negeri di Februari hanya sekitar 2.388 ton, sementara produksi gula di Maret sebesar 9.449 ton. Produksi ini masih sangat jauh dari kebutuhan gula yang sekitar 237.000 ton setiap bulannya.
Berdasarkan data Kemtan, stok akhir gula dari Desember 2020 adalah sebesar 804.685 ton. Sementara, proyeksi kebutuhan gula di Januari -Maret sebesar 688.433 ton, atau sekitar 237.127 ton pada Januari, 214.179 ton di Februari serta 237. 127 ton di Maret.
Saat ini produksi gula Indonesia masih berkisar 2,18 juta ton per tahun, sementara kebutuhan gula konsumsi mencapai 2,8 juta ton per tahun.
Insentif Pajak Investasi di Kawasan Ekonomi
Pemerintah menawarkan sejumlah insentif pajak bagi investor yang mau menanamkan modalnya di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 237/PMK.010/2020. Beleid ini merupakan aturan pelaksana Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12/2020 tentang Fasilitas dan Kemudahan di Kawasan Ekonomi Khusus.
Insentif yang dimaksud, pertama, diskon pajak penghasilan (PPh) badan sebesar 100% dari jumlah pajak yang tertuang untuk kegiatan usaha di wilayah KEK. Kedua, fasilitas PPh untuk penanaman modal di bidang-bidang usaha tertentu dan atau di daerah-daerah tertentu. Insentif ini diberikan dalam bentuk pengurangan penghasilan neto dari jumlah penanaman modal sebesar 30% selama enam tahun.
Direktur Peraturan Perpajakan II Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) Yunirwansyah mengatakan, insentif tersebut diberikan dengan tujuan untuk pengembangan KEK dan mempercepat perkembangan daerah, kata Yunirwan kepada KONTAN, Rabu (13/1).
Lion Parcel Genjot Pasar di Jawa
Perusahaan jasa pengiriman terkemuka di Indonesia, Lion Parcel (PT. Lion Express) menyatakan bahwa pihaknya terus optimis akan pertumbuhan sektor logistik di tahun 2021 ini, terutama di Pulau Jawa.
Adapun, salah satu strateginya adalah dengan menurunkan harga layanan REGPACK se-Pulau Jawa hingga 40 persen, menjadi yang paling terjangkau dibandingkan layanan reguler lainnya di pasaran.
Direktur Utama Lion Parcel, Farian Kirana mengatakan, fokus Lion Parcel untuk menggarap potensi industri logistik di Pulau Jawa juga dilakukan, karena mengingat pengiriman lewat layanan pengiriman antar wilayah di Pulau Jawa masih menyumbang market share terbesar di pasar logistik.
Untuk mematangkan strateginya itu, secara bersamaan pula Lion Parcel juga menambah armada transportasinya hingga 22%. Selain itu Lion Parcel juga bekerjasama dengan Kereta Api Logistik (KALOG) untuk menjangkau wilayah-wilayah pengiriman yang lebih luas di Pulau Jawa.
Corona Makin Ganas, Petani Sawit Sumut Makin Kaya
Sikap Malaysia yang menyatakan darurat corona justru menjadi berkah bagi petani sawit di Indonesia, khususnya Sumut saat ini. Dari acuan harga TBS di tingkat petani hingga 12 Januari, tercatat kenaikan harga hingga mendekati Rp 2.300 per Kg. Padahal harga tersebut dipantau di Desember masih di posisi Rp 2.100 per Kg. Artinya memang petani sawit kita lagi berbahagia saat ini.
Petani sawit tetap harus bersyukur dengan kenaikan harga tersebut. Karena harga TBS saat ini sudah mendekati 100% lebih tinggi dibandingkan dengan harga BEP (harga modal) di tingkat petani yang berkisar 1.200 rupiah per Kg.
Harga Cabai Melonjak Hampir di Seluruh Indonesia
Harga cabai terpantau melonjak nyaris di semua daerah. Pusat Informasi Harga Pangan Nasional mencatat, harga cabai rawit merah rata-rata di 19 provinsi sempat tembus hingga Rp 79.250/kg. Bahkan, di beberapa daerah seperti Bandung, Jawa Barat harganya bisa mencapai Rp 100 ribu/kg.
Menurut Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prishasto Setyanto ada beberapa faktor yang membuat harga cabai rawit merah makin pedas. Pertama, karena sedang musim hujan yang terdampak fenomena La Nina. Kedua, dipengaruhi oleh serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang sedang meningkat. Ketiga, lonjakan harga cabai terpengaruh oleh libur panjang Natal dan Tahun Baru.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









