;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Tantangan Perbaikan Industri, Impor Konsumtif Merongrong

19 Jan 2021

Pada saat kinerja impor untuk kebutuhan industri masih lesu, pemasukan barang konsumsi dari luar negeri pada tahun ini diperkirakan melonjak. Upaya untuk mencapai target-target ambisius sektor perdagangan dalam negeri pun dinilai bakal sulit. Untuk diketahui, Kementrian Perdagangan mematok target cukup ambisius untuk sektor perdagangan dalam negeri tahun ini. Produk domestik bruto (PDB) perdagangan besar dan eceran bukan mobil dan motor ditarget tumbuh 4,8%. Adapun, kontribusi produk lokal terhadap konsumsi domestik dipatok menjadi 94,3%.

Permasalahannya, kinerja industri domestik yang masih tertatih berbanding terbalik dengan agresivitas pemulihan ekonomi China. Basis manufaktur dunia tersebut menjadi satu-satunya negara dunia yang berhasil mencapai pertumbuhan positif 2,3% di tengah pandemi Covid-19 pada 2020. Terlebih, pertumbuhan Negeri Panda ditopang oleh investasi dan penguatan ekspor produk jadi. Dalam situasi daya beli yang belum pulih, konsumen akan cenderung memilih barang dengan harga termurah. Jika barang impor diperdagangkan dengan harga di bawah barang sejenis produksi lokal, terlebih dengan bea masuk (BM) yang dibebaskan, konsumen akan memilih produk asal negara lain.

Pengusaha menilai pemulihan industri masih akan berat tahun ini. Target pemerintah untuk menggeliatkan perdagangan dalam negeri guna mendorong pemulihan ekonomi pun dinilai terlalu ambisius. Potensi pemilihan industri dari sisi perdagangan dalam negeri cenderung memiliki ketidakpastian yang lebih tinggi dibandingkan dengan perdagangan luar negeri. Ketidakpastian ini makin dirasakan dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada pembuka 2021.

Selain tugas berat menggenjot perdagangan dalam negeri, target kontribusi produk lokal terhadap total konsumsi rumah tangga terbilang kurang realistis. Terlebih jika melihat ketergantungan bahan baku impor pada industri makanan dan minuman (mamin) yang terbilang besar. Konsumen kerap dirugikan karena produk dalam negeri kalah bersaing dari sisi harga. 

Malaysia Hentikan Penyelidikan Keramik RI

19 Jan 2021

Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia (MITI) menghentikan penyelidikan tindakan pengamanan (safeguard) atas produk keramik (ceramic floor and wall tiles) pada 11 Januari 2021.

“MITI menghentikan penyelidikan ini karena tidak mendapati lonjakan volume impor produk tersebut yang diklaim menyebabkan kerugian serius industri keramik Malaysia, “ kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam siaran pers, Senin (18/1/2021).


Agroindustri Andalan Masa Pandemi

19 Jan 2021

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan, sektor yang tetap stabil mengalami pertumbuhan adalah sektor agroindustri, alias industri berbasis pertanian atau perkebunan.

Kata Wahyu, sektor Agroindustri di Kabupaten Malang naik sebesar 3 persen. Terutama pada usaha yang berbasis pertanian. Di sisi lain, Disperindag Kabupaten Malang menegaskan kegiatan perdagangan pasar di wilayahnya pada awal tahun tidak mengalami kelesuan.

Kadisperindag Kabupaten Malang, Agung Purwanto, menjelaskan, Kabupaten Malang memiliki 34 pasar tradisional dan 16 pasar hewan. Pada sisi jumlah pedagang terdapat 14.761 pedagang.


Polisi Ringkus Penyelundupan Puluhan Ribu Benih Lobster

19 Jan 2021

Dit Polairud Polda Jabar menangkap pelaku penyelundupan benih lobster atau benur pria A (33) warga Kabupaten Sukabumi. Petugas mengamankan puluhan ribu benih lobster dari tangan A.

Direktur Polairud Polda Jabar, Kombes Pol Widihandoko mengatakan, Petugas memergoki pelaku saat mengemas boks styrofoam yang diduga berisi benih lobster. “Benih lobster yang diamankan sebanyak 56.750 ekor jenis pasir, dan 750 ekor jenis lobster mutiara,” kata Widihandoko.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat pasal 88 juncto Pasal 16 UU RI Nomor 45/2009 dan diancam hukuman maksimal enam tahun penjara serta denda Rp 1,5 miliar.

 


Kementerian ESDM Targetkan 53 Smelter Beroperasi di 2023

19 Jan 2021

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin menargetkan 53 smelter atau fasilitas pemurnian hasil tambang mineral bisa beroperasi di 2023.

Adapun hingga tahun 2020, sebanyak 19 smelter telah terbangun dan ditargetkan bertambah menjadi 23 smelter di 2021. Sementara itu, 28 smelter ditargetkan beroperasi di 2022 dan 53 smelter beroperasi pada 2023.

Ia juga menyampaikan nilai investasi dari pembangunan smelter diproyeksikan akan mencapai US$ 2,228 miliar pada tahun 2021, kemudian meningkat menjadi US$ 4,883 miliar di 2022, dan US$ 2,055 miliar di 2023.


Calon Investor Mancanegara Lirik Indonesia, KADIN Giring Pebisnis Timteng, Inggris, dan Malaysia Investasi Food Estate di Sumut

19 Jan 2021

Setidaknya delapan negara di kawasan Timur Tengah (Timteng), Asia dan Eropa, tercatat berminat dan melirik sejumlah sektor investasi di Indonesia saat ini dan dua calon investor dari Malaysia dan Inggris sedang digiring pihak Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) untuk turut investasi agribisnis dan agroindustri di kawasan Food Estate Sumut di Humbang Hasundutan.

Ketua Umum KADIN Provinsi Sumut, Khairul Mahalli, menyatakan perusahaan mancanegara yang berminat investasi ke Indonesia tersebut adalah dari dua negara dari Timur Tengah (Middle East Countries) yaitu UAE dan Qatar. Empat negara dari kawasan Asia (Asian Countries) yakni Hongkong, India, Jepang dan Malaysia. Lalu, dua negara lagi dari kawasan Eropa (European Countries) yaitu Inggris dan Rusia.

Dia memaparkan hal itu dalam temu virtual yang khusus mengangkat profil dan potensi daerah Sumut dalam forum investasi untuk adaptasi sektor-sektor bisnis potensial yang akan ditawarkan kepada masing-masing calon investor mancanegara tersebut.

Sembari menunjukkan agenda peluang investasi (minutes of meeting for investment opportunities) dari kalangan asosiasi dagang dan bisnis internasional tersebut, dia memaparkan calon investor dari dua negara sangat potensial untuk digiring berinvestasi di kawasan Food Estate Humbang Hasundutan untuk pengembangan bisnis komoditi pangan, tanaman herbal dan juga produk-produk agroindustri.


Ekspor Besi dan Baja Tembus US$ 10 Miliar

18 Jan 2021

Nilai ekspor produk besi dan baja sepanjang tahun 2020 mencapai US$ 10,85 miliar atau sekitar Rp 152,29 triliun, naik 46,84% dari tahun sebelumnya US$ 7,38 miliar. Pandemi Covid-19 tidak menjadi halangan bagi industri baja Tanah Air untuk memacu pertumbuhan ekspornya pada tahun lalu. Hasil bagus tersebut karena banyak pabrik baja di dunia seperti di Eropa yang mengurangi produksi selama pandemi. Tren bagus ekspor baja akan berlanjut pada tahun ini karena pandemi Covid-19 masih berlanjut. Sehingga, industri baja nasional harus mampu mengambil peluang emas ini untuk menguasai pasar luar dan dalam negeri. 

Langkah positif pemerintah untuk mengendalikan importasi dan memberikan perlindungan terhadap industri baja nasional adalah kebijakan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai technical barrier impor, tetapi juga erat kaitannya dengan keamanan dan keselamatan pengguna baja, sehingga harus diberlakukan secara wajib.  Kemenperin sendiri telah menargetkan pengurangan impor baja sebesar 35%. Langkah yang ditempuh antara lain meningkatkan penggunaan baja dalam negeri, meningkatkan pengawasan baja yang tidak memiliki SNI wajib dan mencari investasi untuk subtitusi impor. Pandemi Covid-19 menjadi momentum untuk industri baja berbenah dan bangkit. 

(Oleh - IDS)

Ekspor Sarang Walet Sumbang Rp 28 Triliun

18 Jan 2021

Ekspor sarang burung walet (SBW) sepanjang 2020 mencapai Rp 28,90 triliun, atau meningkat 2,13% dari 2019 yang sebesar Rp 28,30 triliun. Ekspor sarang walet menjadi salah satu penyumbang utama pada peningkatan ekspor produk pertanian tahun lalu. Tren ekspor SBW menunjukkan peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir. Hal itu karena rumah dari burung walet (Collocalia sp) itu dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan dan banyak dihasilkan di Pulau Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. SBW dapat hidup baik dengan ekosistem yang terjaga, mulai dari hutan, laut dan sungai. 

Saat ini, SBW yang diperdagangkan merupakan komoditas binaan dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian (Kementan) untuk produktivitasnya. Untuk pendampingan eksportasi, mulai dari harmonisasi aturan, persyaratan teknis sanitasinegara tujuan, dan bimbingan teknis sanitari dan keamanan pangan (food safety) dilakukan oleh Barantan Kementan. Partisipasi dan dukungan dinas pertanian, peternak dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan komoditas SBW sangat diperlukan. Salah satunya terhadap penyakit flu burung atau avin influenza (AI).

(Oleh - IDS)

Insentif Pertimbangkan Daya Tahan

18 Jan 2021

Pada 2021, pemerintah mengalokasikan anggaran insentif usaha dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional senilai Rp 20,26 triliun. Insentif mencakup pajak ditanggung pemerintah, pengembalian Pajak Penghasilan (PPh) impor, dan pengembalian pendahuluan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Insentif dunia usaha di luar insentif perpajakan untuk bidang kesehatan serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Fasilitas insentif bidang kesehatan seperti PPh Pasal 22 impor dan PPN untuk produk farmasi. Adapun insentif pajak UMKM berupa PPh final UMKM ditanggung pemerintah. Seluruh insentif pajak diberikan hingga 31 Desember 2020.

Salah satu insentif dan fasilitas pajak yang mesti diprioritaskan pemerintah pada tahun ini terkait sektor kesehatan. Pemberian insentif dan fasilitas pajak diarahkan untuk mendorong keterlibatan swasta dalam percepatan program vaksinasi.


Utang Luar Negeri Rp 5.860 Triliun

18 Jan 2021

Per November 2020, utang luar negeri Indonesia 416,587 miliar dollar AS atau sekitar Rp 5.860 triliun. Jumlah itu terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral 206,526 miliar dollar AS dan utang swasta 210,061 miliar dollar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menyampaikan, utang luar negeri Indonesia tumbuh 3,9 persen secara tahunan. Menurut data BI, dari jumlah itu, sebesar 349,777 miliar dollar AS di antaranya berupa utang jangka panjang atau periodenya lebih dari setahun.