Ekonomi
( 40554 )RI Impor Bawang Putih 532 Ribu Ton
Indonesia masih harus mengimpor 532 ribu ton bawang putih untuk memenuhi kebutuhan tahun ini, komoditas tersebut harus sudah masuk ke Tanah Air mulai Maret karena stok sisa tahun lalu hanya cukup sampai Februari 2021. Kemampuan produksi bawang putih lokal hingga saat ini baru sebesar 98 ribu ton dan yang bisa digunakan 59 ribu ton, sementara kebutuhan komoditas tersebut per tahun hampir 600 ribu ton. Produksi bawang putih tahun ini diperkirakan 98.387 ton dan yang bisa digunakan 59.032 ton, sementara kebutuhan diperkirakan 591.596 ton. Impor bawang putih telah menunjukkan penurunan, meski belum signifikan. Hal itu karena produksi bawang putih lokal sudah bisa untuk benih dan sedikit konsumsi.
Sementara untuk membantu mempercepat produksi bawang putih lokal, Komisi IV DPR meminta Kementan untuk mengkaji mekanisme penetapan lokasi wajib tanam bawang putih maksimal tiga hamparan dan tidak tersebar, dengan harapan pengawasan produksi bawang dengan dana APBN dan dengan wajib tanam menjadi lebih mudah. Pemerintah diminta mengkaji kebijakan pengembangan bawang putih melalui mekanisme wajib tanam bagi perusahaan importir, apabila sulit pengawasannya maka importirlah yang menyediakan benih bawang putih bagi petani sebagai kompensasi dari izin RIPH yang diperoleh.
Industri Komponen Sepeda, Substitusi Impor Mendesak
Pemerintah mendorong industri kecil dan menengah untuk memasok komponen sepeda yang saat ini masih diimpor sekitar 70% dari total kebutuhan dalam negeri. Dalam mendorong industri kecil menengah atau IKM, yang paling penting adalah pasar dan kesempatan untuk memasok produk pada industri besar. Inovasi dari produk IKM pun kini tidak boleh dipandang sebelah mata dan harus didukung. Kemenperin tengah mengumpulkan industri komponen otomotif yang dapat membuat komponen sepeda.
IKM juga akan terus menekankan pentingnya kunci kontinuitas dalam berproduksi, jika sudah bermitra dengan industri besar. Para IKM pun dituntut mampu menjaga standar dan kapasitas produksinya. Sepanjang periode 2015-2019, Kemenperin telah menyalurkan bantuan restrukturasi mesin dan peralatan dengan total nilai penggantian Rp 46 miliar kepada 427 pelaku IKM. Pengembangan komponen sepeda akan sangat bergantung dari regulasi yang diracik pemerintah. Tanpa kewajiban produsen menyerap material lokal, maka akan sulit industri dalam negeri bersaing dengan produk impor.
Orang Terkaya Indonesia, Naik Turun Harta Pemilik Bank Mega
Chairul Tanjung (CT) dinobatkan Forbes sebagai orang terkaya keempat di Indonesia seiring dengan lonjakan harga saham PT Bank Mega Tbk. (MEGA). Lonjakan harga saham PT Bank Mega Tbk. (MEGA) sejak 7 Januari 2021, yang kemudian berbalik arah menyentuh auto rejection bawah (ARB), membawa kekayaan konglomerat CT sebagai pemilik saham ikut bergerak fluktuatif. Meski begitu, euforia kapitalisasi Bank Mega itu perlahan menyusut seiring dengan berakhirnya sentimen. Penurunan ini membuat kapitalisasi Bank Mega susut Rp 20,06 triliun menjadi Rp 78,86 triliun dalam 5 hari terakhir. Kondisi yang membuat kekayaan CT turut terkuras dalam.
Meski susut secara harian, sejatinya dibandingkan dengan tahun lalu,kekayaan CT telah meloncat tajam. Forbes mencatat kekayaan CT yang dikenal dengan anak singkong itu sekitar US$ 3,9 miliar. Kekayaan CT, hanya kalah dari pemilik bank BCA yakni Budi dan Michael Hartono dengan kekayaan gabungan US$ 41,8 miliar, raja petrokimia Prajogo Pangestu (US$ 7,3 miliar), serta bos tekstil dan petrokimia Sri Prakash Lohia (US$ 6,1 miliar). Lompatan kekayaan CT tidak semata datang dari saham Bank Mega, Pembalikan harga saham PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA), yang juga dimiliki CT, dari posisi terlemahnya pada tahun lalu ikut memiliki andil.
Di tengah pandemi, Bank Mega masih tergolong agresif. Kenaikan laba ditopang oleh masih tumbuhnya Net Interest Income (NII). MEGA juga mampu meningkatkan fee based income sebesar 3,1% menjadi Rp 1,64 triliun dari Rp 1,59 triliun. Saat ini, price book value (PBV) Bank Mega dibandingkan dengan aset yang dimiliki mencerminkan 5 kali nilai buku. Masuknya MEGA dalam radar unusual arket activity (UMA) dari otoritas bursa turut membawa saham perusahaan tertekan. Para investor ritel tercatat terus melepas kepemilikan.
Tarif Penumpukan Rp18 Ribu per Hari
General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Terminal Petikemas Makassar, Yosef Benny Rohy mengatakan, tarif penumpukan peti kemas di Pelabuhan Utama Makassar mulai Rp18 ribu per hari.
“Berlaku untuk kontainer ukuran 20 feet dan Rp36 ribu untuk ukuran 40 feet, “ kata Yosef, Selasa (19/1) kemarin.
Tak hanya menerapkan tarif murah untuk biaya penumpukan di Terminal Petikemas Makassar (TPM), pihaknya memberikan stimulus atau relaksasi kepada para pengguna jasa khususnya untuk kegiatan transhipment selama masa Pandemi Covid-19.
Namun stimulus tersebut bukan berarti gratis. Hanya diberikan untuk penumpukan kegiatan transhipment dari sebelumnya tujuh hari menjadi 14 hari.
Naikkan Omzet, Youtap Indonesia Dampingi Pelaku Usaha di Kota Medan dengan Teknologi Digitalisasi
Youtap Indonesia sebagai pelopor solusi digital serba bisa untuk pelaku usaha semakin memainkan peranannya dalam mendigitalisasi UMKM di berbagai wilayah Indonesia. Dalam kurun waktu 4 bulan, Youtap berhasil membantu digitalisasi 2.500 pelaku usaha di 28 kabupaten/kota di Sumut.
Survey internal Youtap yang dilakukan akhir 2020 menemukan bahwa dari merchant Youtap di Sumut yang memiliki akses internet, 90 persen sudah memanfaatkan internet untuk pengembangan usahanya, di samping untuk keperluan pribadi dan hiburan semata.
Dari 2.500 merchant yang terdaftar hingga Desember 2020, 10 persen berasal dari area di luar Medan. Secara nasional, Youtap telah diadopsi lebih dari 150 ribu pelaku usaha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dengan total merchant yang didominasi oleh 98 persen para pelaku UMKM ini, akuisisi pedagang di wilayah Medan akan masih berlanjut dengan pertumbuhan mingguan rata-rata 40 persen.
GAPKI - KADIN Sebut Petani di Sumut Terbantu Oleh Kenaikan Harga Sawit Selama Masa Pandemi Covid -19
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Doddy Thaher SE MBA dan Sekretaris Gabungan Perusahaan Kelapasawit Indonesia (Gapki) Provinsi Sumut, Timbas Prasad Ginting, secara terpisah menyebutkan kenaikan harga sawit belakangan ini memang terjadi merata di sejumlah daerah sentra perkebunan sawit di Indonesia.
Kondisi yang sama juga dirasakan petani sawit di Sumut. Harga TBS yang ditetapkan pada pekan II-November 2020 rata-rata Rp 2.300 per kilogram. Sementara, harga minyak sawit mentah (CPO) dan Kernel masing-masing Rp 9.600 per kilogram dan Rp 5.200 per kilogram.
Hal senada disebutkan Doddy Thaher. Kenaikan harga sawit TBS saat ini katanya dipicu kenaikan harga dari beberapa perusahaan pemasok yang bermitra dengan petani, terlebih di musim trek yang sedang terjadi saat ini.
Grab Pertimbangkan IPO di AS
Grab, raksasa pengantaran makanan dan transportasi online Asia Tenggara, dilaporkan sedang mempertimbangkan listing di Amerika Serikat (AS) tahun ini. Didorong oleh kuatnya minat investor terhadap penawaran-penawaran umum perdana (IPO) saham. IPO Grab dapat menghasilkan dana sedikitnya US$ 2 miliar. Perolehan dana sebesar itu akan menjadi IPO terbesar oleh perusahaan Asia Tenggara di luar negeri.
Grab dilaporkan belum sampai pada finalisasi berapa banyak saham pada finalisasi berapa banyak saham yang akan dilepas ke publik. Karena semuanya akan bergantung pada kondisi pasar. Pihak Grab yang berbasis di Singapura menolak berkomentar tentang rencana IPO tersebut. Grab sudah memperluas bisnis sejak memulai sebagai perusahaan transportasi online di Malaysia pada 2012 hingga menjadi perusahaan rintisan terbesar di Asia Tenggara. Dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$ 16 miliar.
Grab juga memberikan jasa finansial dan baru-baru ini mendapatkan lisensi untuk menjalankan bisnis bank digital di Singapura. Grab menyatakan bahwa bisnis transportasi online-nya sudah balik modal di seluruh daerah operasi. Termasuk di Indonesia yang merupakan pasar terbesarnya. Grab memperkirakan bisnis pengantaran makanannya akan balik modal pada akhir tahun ini. Rencana IPO Grab ini keluar setelah rencana merger dengan rivalnya di Indonesia, Gojek, dihentikan. Sebaliknya Gojek dan Tokopedia sedang menyiapkan merger senilai US$ 18 miliar, sebelum rencana dual listing di jakarta dan di AS.
Otomotif dan Makanan Kuasai Kawasan Industri
Kawasan industri diperkirakan akan terus bangkit, meski dalam kondisi pandemi Covid-19. Pada 2020 pasar otomotif masih menguasai 34% kawasan industri di Jabodetabek, disusul oleh perusahaan makanan (food). Industri makanan juga terus bangkit dan hampir menguasai kawasan industri sebesar 22%. Sementara itu, penjualan lahan setiap kuartal 2020 hanya dikontribusikan oleh maksimal tujuh kawasan menandakan aktifitas yang masih lesu. Meski masih melemah, tetapi masih ada pembukaan lahan baru selama 2020 dengan total lahan seluas 153 hektare (ha).
Pada 2021, kawasan industri akan menjadi sektor pertama yang bangkit, karena potensinya yang besar yang sewaktu-waktu bisa muncul saat ekonomi membaik. Hal tersebut ditopang oleh pertumbuhan yang berkaitan dengan IT dan teknologi. Semakin terbatasnya cadangan lahan kawasan industri di wilayah Jabodetabek, membuat pengembangan kawasan industri ke depan berpotensi meluas ke koridor timur Jabodetabek seperti Karawang, Purwakarta, dan selanjutnya ke Subang, sejalan dengan pembangunan fasilitas pendukung.
Para pelaku industri berharap permintaan dari perusahaan asing akan mulai pulih setelah dicabutnya pembatasan sosial skala besar (PSBB) di Jakarta dan distribusi vaksin Covid-19. Undang-undang Omnibus Law yang baru akan memberikan kemudahan bagi investor asing untuk mengembangkan usahanya di Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan permintaan industri baik untuk lahan industri maupun pergudangan.
Otomotif dan Makanan Kuasai Kawasan Industri
Kawasan industri diperkirakan akan terus bangkit, meski dalam kondisi pandemi Covid-19. Pada 2020 pasar otomotif masih menguasai 34% kawasan industri di Jabodetabek, disusul oleh perusahaan makanan (food). Industri makanan juga terus bangkit dan hampir menguasai kawasan industri sebesar 22%. Sementara itu, penjualan lahan setiap kuartal 2020 hanya dikontribusikan oleh maksimal tujuh kawasan menandakan aktifitas yang masih lesu. Meski masih melemah, tetapi masih ada pembukaan lahan baru selama 2020 dengan total lahan seluas 153 hektare (ha).
Pada 2021, kawasan industri akan menjadi sektor pertama yang bangkit, karena potensinya yang besar yang sewaktu-waktu bisa muncul saat ekonomi membaik. Hal tersebut ditopang oleh pertumbuhan yang berkaitan dengan IT dan teknologi. Semakin terbatasnya cadangan lahan kawasan industri di wilayah Jabodetabek, membuat pengembangan kawasan industri ke depan berpotensi meluas ke koridor timur Jabodetabek seperti Karawang, Purwakarta, dan selanjutnya ke Subang, sejalan dengan pembangunan fasilitas pendukung.
Para pelaku industri berharap permintaan dari perusahaan asing akan mulai pulih setelah dicabutnya pembatasan sosial skala besar (PSBB) di Jakarta dan distribusi vaksin Covid-19. Undang-undang Omnibus Law yang baru akan memberikan kemudahan bagi investor asing untuk mengembangkan usahanya di Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan permintaan industri baik untuk lahan industri maupun pergudangan.
Komoditas Unggulan Sumbar, Manis Kecut Manggis Ranah Minang Sampai ke China
Sebagai Wilayah yang terdiri dari dataran rendah di pantai barat dan dataran tinggi vulkanik yang dibentuk oleh Bukit Barisan, Sumatra Barat memiliki medan yang cukup berat dan menantang untuk pengembangan sektor pertanian dan perkebunan. Namun, banyaknya lereng perbukitan yang curam tersebut tak menyurutkan keinginan masyarakat di wilayah ini tetap bercocok tanam. Sekitar 30% masyarakatnya bahkan menggantungkan hidup pada pertanian dan perkebunan.
Sebagai salah satu strategi pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, Pemerintah provinsi Sumbar fokus pada pembangunan komoditas pertanian berbasis kawasan yang berorientasi pada kearifan lokal dan ekspor, salah satunya adalah manggis. Selama pandemi manggis Sumbar hanya diekspor ke satu negara yaitu China, sementara pada tahun sebelumnya juga diekspor ke Malaysia dan Singapura. Pemerintah daerah setempat juga terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada agar ditanami komoditas unggulan tersebut.
Potensi dan peluang pengembangan tanaman manggis di Sumbar memang cukup besar, baik ditinjau dari potensi lahan, keragaman jenis, maupun dari aspek petani dan teknologi. Wilayah pertambuhan tanaman manggis di Sumbar tersebar mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi (dari 0-900 mdpl). Namun demikian, potensi yang kuat tentunya dibayangi oleh sejumlah tantangan, terutama budidayanya yang membutuhkan berbagai teknologi. Selama ini pengelolaan masih dilakukan secara tradisional dan secara turun temurun. Mengubah pola pikir dan kebiasaan petani manggis menjadi lebih terstruktur sangat dibutuhkan. Selain itu, penanganan hama maupun jamur juga harus diantisipasi. Hal ini bertujuan mendorong peningkatan produktivitas manggis.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









