;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

RI Bakal Impor 298.000 Ton Daging Sapi dan Kerbau

22 Jan 2021

Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan daging sapi untuk sepanjang 2021 masih defisit 223.142 ton. Indonesia akan mengimpor 502.000 ekor sapi bakalan setara daging 112.503 ton, dan impor daging sapi sebesar 85.500 ton.

Artinya, daging sapi impor yang akan masuk ke Indonesia sebanyak 198.003 ton. Tak hanya itu, Indonesia juga akan mengimpor daging sapi Brasil dan daging kerbau India sebanyak 100.000 ton.

Berdasarkan perhitungan detikcom, maka total daging sapi dan kerbau impor yang akan masuk ke Indonesia sebanyak 298.003. Dari angka itu, ada kelebihan stok sebanyak 74.861 untuk kebutuhan 2021. Namun, menurut Fadjar stok di akhir 2021 diperkirakan masih ada sebanyak 58.725 ton.

Di sisi lain, menurutnya impor daging di tahun 2021 menurun 13,01% jika dibandingkan dengan 2020.


Airlangga Pastikan Bantuan Permodalan UMKM Berlanjut di 2021

22 Jan 2021

Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau bantuan modal UMKM dipastikan akan kembali diberikan pada tahun 2021 ini. Program itu merupakan bantuan presiden (banpres) produktif senilai Rp 2,4 juta.

“Tadi dalam rapat dengan Bapak Presiden mengarahkan UMKM tetap diberikan bantuan permodalan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam press briefing, Kamis (21/1).

Tidak hanya BLT UMKM, bantuan perlindungan sosial lainnya untuk masyarakat juga diperpanjang seperti Program Keluarga Harapan (PKH), dana desa, hingga bantuan sosial (bansos) tunai lainnya.

Selain itu, insentif pajak juga ikut diperpanjang sampai 2021 mulai dari pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk badan/instansi pemerintah dan rumah sakit, pembebasan impor atau perolehan barang kena pajak, dan percepatan pengembalian atau restitusi PPN.


Holding UMKM-Ultra Mikro Segera Terbentuk

22 Jan 2021

Perusahaan holding hasil sinergi PT  Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, dan PT Pegadaian (Persero) yang berfokus pada pembiayaan UMKM dan ultra mikro akan segera terbentuk. Selain akan mendorong UMKM dan usaha ultra mikro naik kelas, pembentukan holding ini diyakini bisa mempercepat pemulihan ekonomi nasional dari tekanan pandemi Covid-19. Proses pembetukan holding hanya tinggal menunggu 'lampu hijau' dari Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementrian Keuangan. Perusahaan ini akan berada di bawah BRI yang selama ini memang dikenal fokus dan memiliki bisnis kuat di kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Untuk mewujudkan holding tersebut, Kementrian BUMN sudah melakukan komunikasi dengan pihak terkait, termasuk dengan parlemen. Pada kesempatan yang sama, Kementrian Keuangan menyambut baik terkait rencana pembentukan holding pembiayaan UMKM dan ulltra mikro. Bahkan, sebelumnya Kementrian Keuangan telah terus-menerus melakukan pembahasan terkait hal-hal teknis. Masih ada isu-isu teknis yang perlu pembahasan. Namun, hal itu masih bisa didiskusikan. Apalagi, selama ini PNM dan Pegadaian adalah penyalur pembiayaan Ultra Mikro (UMi), produk dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang merupakan satuan kerja  di bawah Sekretariat Jenderal Kementrian Keuangan.

(Oleh - IDS)

Kemudahan Impor Picu Deindustrialisasi

22 Jan 2021

Indonesia mengalami gejala deindustrialisasi dini dalam satu dekade terakhir, terlihat pada terus menurunnya kontribusi manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB). Salah satu pemicu deindrustialisasi adalah kebijakan kemudahan impor produk industri. Pertumbuhan manufaktur melambat dalam 10 tahun terakhir. Hal itu disebabkan oleh kebijakan yang memudahkan impor, sehingga industri dalam negeri tidak bisa bersaing, karena harga produk impor bisa jauh lebih murah. Alhasil, penggunaan bahan baku dan bahan penolong impor lebih menjadi prioritas, sedangkan kemudahan impor tidak berkorelasi dengan kenaikan ekspor dan investasi.

Kebijakan impor atau free trade agreement (FTA) dilakukan tanpa mempersiapkan terlebih dahulu amunisi bagi industri nasional, sehingga langsung tergerus oleh produk impor. Kebijakan yang ada juga kurang tegas terhadap impor ilegal ataupun penyalahgunaan penggunaan fasilitas impor yang telah menyuburkan bisnis perdagangan online barang impor. Tidak ada jaminan pasar bagi produk industri dalam negeri, sehingga tidak mampu bersaing. 

Hal lain yang menyebabkan daya saing industri manufaktur kalah, adalah lemahnya research and development (R&D), sehingga desain produk industri dalam negeri dianggap ketinggalan dan kurang memenuhi kebutuhan industri hilir atau perdagangan. Kemudian, mahalnya biaya logistik lantaran penerapan infrastruktur logistik belum terintegrasi  dan menciptakan biaya ekonomi tinggi, serta mahalnya biaya energi bagi industri. Kinerja manufaktur nasional tahun lalu terpuruk, seiring pandemi Covid-19. Akibatnya, penyerapan tenaga kerja oleh manufaktur turun tajam.

Gejala deindustrialisasi dini yang telah dialami Indonesia dalam satu dekade terakhir perlu diwaspadai, mengingat sektor manufaktur menjadi kunci dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional hingga penciptaan lapangan kerja. Masuknya investasi tidak sebanding dengan penyerapan tenaga kerja. Kebijakan meningkatkan investasi tidak berfokus pada seberapa investasi yang masuk, tetapi harus melihat multiplier effect, seperti penyerapan tenaga kerja.

Gurita RI Jangkau Pasar Meksiko

21 Jan 2021

Komoditas gurita (Octopus sp) asal Luwuk Banggai, Sualawesi Tengah (Sulteng), berhasil menjangkau pasar Meksiko. Volume gurita yang diekspor sebanyak 20.500 kilogram (kg) senilai Rp 1,10 miliar. Pandemi Covid-19 rupanya tidak menghalangi permintan komoditas KP Indonesia, termasuk di pasar ekspor. Terbaru, Stasiun KIPM Luwuk Banggai, Sulteng, melepas ekspor langsung 1 kontainer gurita ke Meksiko. Pelepasan tersebut dikemas dengan tema Menembus Batas Tatanan Normal Baru dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional. 

Kegiatan ekspor tersebut dibuka Sekda Kabupaten Banggai Abdullah Ali dan dihadiri Kepala Kantor Pelayanan Bea Cukai Luwuk, Dinas Perikanan, Kepala Syahbandar Luwuk, Dinas Perdagangan dan Pengelola KM Meratus. BKIPM akan terus melakukan pelayanan secara optimal sekaligus mendorong pelaku usaha untuk mengekspor produknya. 

Pemerintah Siapkan Skema Pembiayaan Sektor Parekraf Rp 3 T

21 Jan 2021

Pemerintah menyiapkan skema pembiayaan untuk pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) sebesar Rp 3 triliun. Pembiayaan tersebut diharapkan bermanfaat bagi UMKM parekraf agar mereka dapat bangkit dari pandemi Covid-19 dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Pemerintah menyepakati beberapa hal mengenai skema pembiayaan untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dimana ada beberapa skema yang sangat diperlukan oleh pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi dan melambatnya ekonomi.

Paket stimulus dalam bentuk pinjaman lunak (soft loan) merupakan salah satu kebijakan yang sangat diperlukan oleh para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Kemudian bagaimana membentuk ekosistem bagi UMKM di sektor parekraf untuk dapat mengakses pembiayaan secara murah dan cepat yang lebih berpihak kepada ekonomi kecil dan mikro. Ditargetkan akan ada satu program bersama yang akan bisa di showcase dalam satu sampai tiga bulan ke depan. OJK sudah memiliki platform untuk membina masyarakat dari bawah sehingga bisa diterapkan di sektor pariwisata. Mulai dari klusteringnya, pembiayaan yng murah, pembinaan sampai keada ekosistem memasarkan produknya secara elektronik.

AS Watson Group dan Grab Kerja Sama di Bidang Kesehatan dan Kecantikan

21 Jan 2021

AS Watson Group dan Grab menjalin kerja sama terbesar bidang kesehatan dan kecantikan O+O (online dan offline) di Asia Tenggara yang mencakup enam negara Asia Tenggara dan lebih dari 2.200 gerai Watsons. Grab dan AS Watson Group akaan berkolaborasi di berbagai layanan termasuk GrabExpress dan GrabMart untuk memperluas jangkauan online Watsons di Asia Tenggara melalui platform Grab. Melalui hal ini, pelannggan dapat dengan mudah membeli produk kesehatan dan kecantikan favorit mereka di gerai Watsons melalui aplikasi Grab di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Kerja sama ini akan menawarkan pengalaman berbelanja online dan offline yang efisien dengan layanan pengiriman yang lebih cepat dan handal kepada pelanggan. Hal tersebut akan mendorong lebih banyak penjualan untuk merk kesehatan dan kecantikan yang tersedia di e-Commerce Watsons seperti di aplikasi mobile Watsons dan di GrabMart. Kerja sama ini juga memungkinkan kedua perusahaan untuk menjawab kebutuhan di industri bisnis kesehatan yang meningkat pesat di masa pandemi.

Platform Grab yang terbuka memungkinkan untuk menghubungkan ekosistem Grab dengan ekosistem digital AS Watsons serta meningkatkan kapabilitas kedua platform secara berkesinambungan. Kerja sama dengan AS Watsons Group menghadirkan salah satu ritel kesehatan dan kecantikan paling terpercaya dan dicintai di dunia ke dalam platform Grab. 

Komoditas Ekspor Daerah, Geliut Perikanan Jateng Berlanjut

21 Jan 2021

Geliat-geliut tren ekspor komoditas perikanan dari Provinsi Jawa Tengah diyakini akan terus berlanjut, kendati pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir mengingat masih terjadinya lonjakan kasus di berbagai negara. Berdasarkan data Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang, tren ekspor perikanan dari Jateng terus mengalami penurunan sejak 2018. Faktor yang menyebabkan turunnya nilai ekspor perikanan, terutama disebabkan oleh kondisi alam dan aturan di sejumlah negara tujuan ekspor pada masa pandemi Covid-19.

Saat ini, lumbung utama perikanan Jateng berada di wilayah Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Demak, Pati, dan Rembang. Daerah tersebut masih menjadi andalan utama lumbung perikanan karena punya wilayah laut cukup luas. Kawasan Pantai Utara (Pantura) masih menjadi penyumbang terbesar hasil perikanan. Sementara itu, untuk kawasan pantai selatan belum memberikan dampak yang signifikan.

Ekspor komoditas perikanan Jateng diyakini masih bertumbuh, kendati tidak terlalu tinggi. Melihat kondisi pandemi yang masih belum teratasi di sejumlah negara, diproyeksikan ekspor perikanan akan tumbuh sekitar 5%-10%. Produksi perikanan asal Jateng akan terus bertambah, terutama untuk orientasi ekspor seperti rajungan, ikan nila, dan surimi. 

Produk perikanan Jateng secara keseluruhan mampu diserap oleh 28 negara tujuan di luar negeri, dengan total jenis komoditas sebanyak 63 jenis produk. Komoditas yang menempati 10 peringkat tertinggi menurut nilai dari 63 produk perikanan di antaranya adalah daging rajungan, surimi, daging nila, makarel, cumi-cumi, tepung ikan, udang putih, sotong, bloso dan daging kakap. pengembangan sektor perikanan diharapkan bisa memberikan dampak positif, terutama meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memberdayakan potensi yang ada di daerah, serta mendongkrak ekonomi nasional dengan peningkatan devisa.

Dispertan Butuh Trobosan

21 Jan 2021

Berdasarkan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Dinas Pertanian Batu pada 2021 yang ditunjukan Ludi, dinas yang dipimpin Sugeng mendapatkan dana belanja operasi Rp 33.419.819.799. Lalu pendapatan asli daerah senilai Rp 116.596.000 dan belanja modal Rp 554.829.901.

Para petani apel di Kota Batu juga harus dihadapkan pada harga pasar yang kalah dengan apel impor. Tapi Ludi tidak melihat langkah efektif dari Pemkot Batu mengatasi persoalan tersebut.

Permasalahan petani apel di Kota Batu saat ini kompleks sekali. Selain menghadapi hama, juga areal lahan semakin terdesak oleh kebutuhan permukiman dan pariwisata. Perubahan iklim juga turut mempengaruhi hasil panen secara kualitas maupun kuantitas.

 


Investasi Diprediksi Melonjak, Properti Primadona

21 Jan 2021

Investasi global Tahun 2021 diperkirakan melonjak tajam hingga mencapai 50 persen. Kepala Pasar Modal Global Colliers International Tony Horrell mengatakan kepercayaan investor pada tahun ini dipicu beredarnya vaksin Covid-19 di berbagai negara.

Tony menjelaskan, lonjakan investasi di industri properti masih akan banyak diminati pada tahun ini. “Berdasarkan analisis kami, investor masih banyak yang minat untuk berinvestasi di industri properti seiring dengan telah ditemukannya vaksin dan adanya stimulus yang diberikan pemerintah.” kata Tony dalam laporan Global Capital Market 2021 Investor Outlook, Rabu (20/01/2021).

Beberapa sektor investasi yang bakal diminati di antaranya sektor properti perkantoran, industri logistik, perumahan, dan pusat data. Sektor logistik dan perumahan juga diprediksi berkembang pesat. Kedua sektor tersebut termasuk di antara tiga pilihan teratas investor di semua wilayah.