Ekonomi
( 40460 )Pemerintah Siapkan Skema Pembiayaan Sektor Parekraf Rp 3 T
Pemerintah menyiapkan skema pembiayaan untuk pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) sebesar Rp 3 triliun. Pembiayaan tersebut diharapkan bermanfaat bagi UMKM parekraf agar mereka dapat bangkit dari pandemi Covid-19 dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Pemerintah menyepakati beberapa hal mengenai skema pembiayaan untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dimana ada beberapa skema yang sangat diperlukan oleh pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi dan melambatnya ekonomi.
Paket stimulus dalam bentuk pinjaman lunak (soft loan) merupakan salah satu kebijakan yang sangat diperlukan oleh para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Kemudian bagaimana membentuk ekosistem bagi UMKM di sektor parekraf untuk dapat mengakses pembiayaan secara murah dan cepat yang lebih berpihak kepada ekonomi kecil dan mikro. Ditargetkan akan ada satu program bersama yang akan bisa di showcase dalam satu sampai tiga bulan ke depan. OJK sudah memiliki platform untuk membina masyarakat dari bawah sehingga bisa diterapkan di sektor pariwisata. Mulai dari klusteringnya, pembiayaan yng murah, pembinaan sampai keada ekosistem memasarkan produknya secara elektronik.
AS Watson Group dan Grab Kerja Sama di Bidang Kesehatan dan Kecantikan
AS Watson Group dan Grab menjalin kerja sama terbesar bidang kesehatan dan kecantikan O+O (online dan offline) di Asia Tenggara yang mencakup enam negara Asia Tenggara dan lebih dari 2.200 gerai Watsons. Grab dan AS Watson Group akaan berkolaborasi di berbagai layanan termasuk GrabExpress dan GrabMart untuk memperluas jangkauan online Watsons di Asia Tenggara melalui platform Grab. Melalui hal ini, pelannggan dapat dengan mudah membeli produk kesehatan dan kecantikan favorit mereka di gerai Watsons melalui aplikasi Grab di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Kerja sama ini akan menawarkan pengalaman berbelanja online dan offline yang efisien dengan layanan pengiriman yang lebih cepat dan handal kepada pelanggan. Hal tersebut akan mendorong lebih banyak penjualan untuk merk kesehatan dan kecantikan yang tersedia di e-Commerce Watsons seperti di aplikasi mobile Watsons dan di GrabMart. Kerja sama ini juga memungkinkan kedua perusahaan untuk menjawab kebutuhan di industri bisnis kesehatan yang meningkat pesat di masa pandemi.
Platform Grab yang terbuka memungkinkan untuk menghubungkan ekosistem Grab dengan ekosistem digital AS Watsons serta meningkatkan kapabilitas kedua platform secara berkesinambungan. Kerja sama dengan AS Watsons Group menghadirkan salah satu ritel kesehatan dan kecantikan paling terpercaya dan dicintai di dunia ke dalam platform Grab.
Komoditas Ekspor Daerah, Geliut Perikanan Jateng Berlanjut
Geliat-geliut tren ekspor komoditas perikanan dari Provinsi Jawa Tengah diyakini akan terus berlanjut, kendati pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir mengingat masih terjadinya lonjakan kasus di berbagai negara. Berdasarkan data Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang, tren ekspor perikanan dari Jateng terus mengalami penurunan sejak 2018. Faktor yang menyebabkan turunnya nilai ekspor perikanan, terutama disebabkan oleh kondisi alam dan aturan di sejumlah negara tujuan ekspor pada masa pandemi Covid-19.
Saat ini, lumbung utama perikanan Jateng berada di wilayah Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Demak, Pati, dan Rembang. Daerah tersebut masih menjadi andalan utama lumbung perikanan karena punya wilayah laut cukup luas. Kawasan Pantai Utara (Pantura) masih menjadi penyumbang terbesar hasil perikanan. Sementara itu, untuk kawasan pantai selatan belum memberikan dampak yang signifikan.
Ekspor komoditas perikanan Jateng diyakini masih bertumbuh, kendati tidak terlalu tinggi. Melihat kondisi pandemi yang masih belum teratasi di sejumlah negara, diproyeksikan ekspor perikanan akan tumbuh sekitar 5%-10%. Produksi perikanan asal Jateng akan terus bertambah, terutama untuk orientasi ekspor seperti rajungan, ikan nila, dan surimi.
Produk perikanan Jateng secara keseluruhan mampu diserap oleh 28 negara tujuan di luar negeri, dengan total jenis komoditas sebanyak 63 jenis produk. Komoditas yang menempati 10 peringkat tertinggi menurut nilai dari 63 produk perikanan di antaranya adalah daging rajungan, surimi, daging nila, makarel, cumi-cumi, tepung ikan, udang putih, sotong, bloso dan daging kakap. pengembangan sektor perikanan diharapkan bisa memberikan dampak positif, terutama meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memberdayakan potensi yang ada di daerah, serta mendongkrak ekonomi nasional dengan peningkatan devisa.
Dispertan Butuh Trobosan
Berdasarkan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Dinas Pertanian Batu pada 2021 yang ditunjukan Ludi, dinas yang dipimpin Sugeng mendapatkan dana belanja operasi Rp 33.419.819.799. Lalu pendapatan asli daerah senilai Rp 116.596.000 dan belanja modal Rp 554.829.901.
Para petani apel di Kota Batu juga harus dihadapkan pada harga pasar yang kalah dengan apel impor. Tapi Ludi tidak melihat langkah efektif dari Pemkot Batu mengatasi persoalan tersebut.
Permasalahan petani apel di Kota Batu saat ini kompleks sekali. Selain menghadapi hama, juga areal lahan semakin terdesak oleh kebutuhan permukiman dan pariwisata. Perubahan iklim juga turut mempengaruhi hasil panen secara kualitas maupun kuantitas.
Investasi Diprediksi Melonjak, Properti Primadona
Investasi global Tahun 2021 diperkirakan melonjak tajam hingga mencapai 50 persen. Kepala Pasar Modal Global Colliers International Tony Horrell mengatakan kepercayaan investor pada tahun ini dipicu beredarnya vaksin Covid-19 di berbagai negara.
Tony menjelaskan, lonjakan investasi di industri properti masih akan banyak diminati pada tahun ini. “Berdasarkan analisis kami, investor masih banyak yang minat untuk berinvestasi di industri properti seiring dengan telah ditemukannya vaksin dan adanya stimulus yang diberikan pemerintah.” kata Tony dalam laporan Global Capital Market 2021 Investor Outlook, Rabu (20/01/2021).
Beberapa sektor investasi yang bakal diminati di antaranya sektor properti perkantoran, industri logistik, perumahan, dan pusat data. Sektor logistik dan perumahan juga diprediksi berkembang pesat. Kedua sektor tersebut termasuk di antara tiga pilihan teratas investor di semua wilayah.
Kepatuhan Pajak Naik di Tengah Pandemi
Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, ratio kepatuhan pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak penghasilan (PPh) tahun lalu mencapai sebesar 78%. Jumlah SPT Tahunan PPh yang diterima sampai akhir Desember tahun lalu mencapai 14,76 juta SPT.
Pencapaian ini membaik dibanding rasio kepatuhan WP lima tahun terakhir. Tercatat, rasio kepatuhan pelaporan SPT PPh pada tahun 2015 sebesar 60%, tahun 2016 mencapai 61%, tahun 2017 mencapai 73%, tahun 2018 mencapai 71%, dan tahun 2019 mencapai 73%.
Ditjen Pajak pada tahun lalu menargetkan rasio kepatuhan pelaporan SPT PPh sebesar 80% dari total 19 juta WP yang terdaftar, baik badan maupun orang pribadi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, selama situasi pandemi di tahun lalu, otoritas pajak mengakselerasi pemanfaatan teknologi dalam jaringan serta meminimalisasi pelayanan tatap muka demi mencegah penularan Covid-19.
Petani Dapat Rp 2,6 T Buat Peremajaan Sawit di 2020
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) telah menyalurkan dana untuk pelaksanaan program peremajaan sawit rakyat (PSR) sebanyak Rp 2,67 triliun. Dana itu merupakan hasil realisasi PSR di atas lahan seluas 94.033 hektare (ha) selama tahun 2020.
Sementara itu, rekapitulasi penyaluran dana PSR oleh BPDPKS sejak 2016-2020 baru mencapai Rp 5,32 triliun untuk lahan seluas 200.205 ha.
Program PSR ini memang memberikan dana bagi pekebun yang melakukan peremajaan di kebunnya. Eddy mengatakan, masing-masing pekebun mendapat dana Rp 30 juta/ha dengan maksimal luasan 4 ha per kepala keluarga (KK).
Pasokan Bawang Putih RI Kurang Hampir 400 Ribu Ton
Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat kebutuhan impor bawang putih tahun ini mencapai 532 ribu ton. Saat ini, masih ada sisa stok bawang putih dari tahun 2020 sebanyak 134 ribu ton. Artinya Indonesia masih kurang 398 ribu ton atau hampir 400 ribu ton untuk kebutuhan impor bawang putih tahun ini.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (19/1). Secara keseluruhan, kebutuhan bawang putih nasional dalam data yang disampaikan Prihasto sebesar 591 ribu ton. Namun, sebanyak 59 ribu ton dipenuhi produksi dalam negeri.
“Jadi total kita membutuhkan setahun 532 ribu ton. Tahun lalu sekitar 560 ribu ton. Sekarang kita turun, karena sebagian sudah bisa diproduksi dalam negeri,” jelas dia.
Prihasto menuturkan, stok sisa Desember 2020 sebanyak 134 ribu ton itu hanya bisa mencukupi kebutuhan di bulan Januari-Februari 2021. Maka, setelahnya akan kekurangan.
Sektor UMKM Dinilai Bisa Diandalkan Pulihkan Ekonomi pada 2021
Perusahaan Peer to Peer (P2P) fintech lending Indonesia, Koin Works menilai sektor UMKM masih menjadi andalan dalam pemulihan ekonomi pada tahun ini.
Chief Marketing Officer KoinWorks Jonathan Bryan, para pelaku UMKM mampu melakukan penjualan berbagai macam produk, seperti hari ini berjualan produk maka besoknya mereka bisa menjual produk A plus.
“Pelaku UMKM bisa melakukan modifikasi produk yang akan mereka jual dengan sangat cepat. Mereka bisa berubah konten, foto, video, dan sebagainya itu semua sangat terbuka dalam ranah digital, “ katanya.
Kendati demikian untuk pelaku UMKM yang berjualan secara offline, kemungkinan untuk bergerak secara fleksibel tersebut akan sangat sulit.
Kenaikan Ekspor Belum Dinikmati Pencari Sarang
Volume ekspor sarang burung walet di Jawa Tengah meningkat 15,3 persen pada tahun 2020 ketimbang periode sama 2019. Berdasarkan data Balai Karantina Pertanian Semarang, volume ekspor sarang burung walet pada 2020 mencapai 64.094 kilogram (kg) atau naik 15,3 persen dari 2019 yang sebesar 55.576 kg. Nilai ekspor juga meningkat, dari Rp 1,2 triliun pada 2019 menjadi Rp 1,5 triliun pada 2020.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut, tren ekspor sarang burung walet secara nasional meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Data sistem perkarantinaan Badan Karantina Pertanian, Kementan, IQFAST, mencatat, selama pandemi Covid 19, jumlah ekspor sarang burung walet 1.155 ton dengan nilai Rp 28,9 triliun atau meningkat 2,13 persen dari pencapaian pada 2019 yang 1.131,2 ton atau senilai Rp 28,3 triliun.
Dari Kebumen, Jateng, dilaporkan, pencari sarang burung walet di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, tidak menikmati langsung kenaikan ekspor komoditas ini. Pemasukan yang didapat pencari sarang burung walet hanya berkisar Rp 500.000-Rp 1 juta sekali panen.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









