Kenaikan Ekspor Belum Dinikmati Pencari Sarang
Volume ekspor sarang burung walet di Jawa Tengah meningkat 15,3 persen pada tahun 2020 ketimbang periode sama 2019. Berdasarkan data Balai Karantina Pertanian Semarang, volume ekspor sarang burung walet pada 2020 mencapai 64.094 kilogram (kg) atau naik 15,3 persen dari 2019 yang sebesar 55.576 kg. Nilai ekspor juga meningkat, dari Rp 1,2 triliun pada 2019 menjadi Rp 1,5 triliun pada 2020.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut, tren ekspor sarang burung walet secara nasional meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir. Data sistem perkarantinaan Badan Karantina Pertanian, Kementan, IQFAST, mencatat, selama pandemi Covid 19, jumlah ekspor sarang burung walet 1.155 ton dengan nilai Rp 28,9 triliun atau meningkat 2,13 persen dari pencapaian pada 2019 yang 1.131,2 ton atau senilai Rp 28,3 triliun.
Dari Kebumen, Jateng, dilaporkan, pencari sarang burung walet di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, tidak menikmati langsung kenaikan ekspor komoditas ini. Pemasukan yang didapat pencari sarang burung walet hanya berkisar Rp 500.000-Rp 1 juta sekali panen.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023