;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Harga Jagung di Tigabinaga Merangkak Naik

27 Jan 2021

Dalam sepekan ini harga jagung pipil di tingkat petani Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, merangkak naik menjadi Rp 3.500 - Rp 3.700 per kilogram, yang sebelumnya Rp 2.800 - Rp 3.200.

Informasi dihimpun hariansib.com di sejumlah gudang pemipil di Kecamatan Tigabinanga, Selasa (26/1/2021) dalam sepekan terakhir harga jagung di tingkat petani secara bertahap merangkak naik yang sebelumnya Rp 2.800 - Rp 3.200 per kilogram menjadi Rp Rp 3.500 - Rp 3.700 per kilogram.


Neraca Dagang RI 2020 Surplus Mendag : Sangat Mengkhawatirkan

27 Jan 2021

Neraca perdagangan RI sepanjang 2020 surplus US$ 21,7 miliar. Surplus ini disebut yang tertinggi sejak 2012 yang sempat menyentuh lebih dari US$ 20 miliar.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyebut neraca dagang Indonesia 2020 yang surplus sebenarnya menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.  Alasannya, impor Indonesia sepanjang periode itu mengalami penurunan yang mendalam. Impor yang merosot bisa mempengaruhi sektor produksi yang dikonsumsi di dalam negeri.

Pelemahan pada sektor produksi itu bisa dilihat dari yang terjadi pada kuartal III-2020 lalu. Beberapa yang mengalami penurunan seperti sektor perdagangan, transportasi dan pergudangan, hingga konsumsi otomotif.

“Kalau kita lihat di situ sektor perdagangan turun 5,3% yoy, transportasi dan pergudangan turun 16,7% artinya perdagangan terganggu, stocking terganggu, kemudian penyediaan akomodasi dan makanan dan minuman turun 11,86%,” paparnya.


Malaysia Masih Kuasai Impor Kalsel

27 Jan 2021

Berdasarkan data BPS Kalsel, nilai impor Kalsel pada Desember 2020 mencapai USD 52,31 juta atau naik 85,35 persen dibandingkan November 2020 yang hanya USD 28,22 juta. Sedangkan, nilai ekspor naik sebesar 9,24 persen. Dari USD 509,72 juta menjadi USD 556,81 juta.

Kepala BPS Kalsel, Moh Edy Mahmud mengatakan, ada tiga kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi pada Desember di antaranya bahan bakar mineral sebesar USD 41,11 juta, mesin-mesin/pesawat mekanik senilai USD 5,98 juta dan kelompok kapal laut sebesar USD 3,30 juta.

Mengenai impor menurut negara asal, dia merincikan, tertinggi berasal dari Malaysia yang mencapai USD 35.75 juta. Diikuti Singapura, USD 11,71 juta dan Cina sebesar USD 1,81 juta.

Terkait negara tujuan ekspor, Edy mengungkapkan pada periode Desember barang-barang dari Kalsel paling banyak diekspor ke Cina dengan nilai USD 226,20 juta. Selain Cina, dia menyampaikan, ekspor Kalsel ke India pada Desember juga lumayan tinggi yakni sebesar USD 109,28 juta.


Ekspor Perikanan Prospektif

27 Jan 2021

Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat, total ekspor perikanan Indonesia sepanjang tahun 2020 mencapai 1.262.000-ton senilai 5,203 miliar dollar AS. Volume itu meningkat 6,6 persen dibandingkan ekspor tahun 2019, sementara nilainya tumbuh 5,4 persen.

Di sisi nilai, kontribusi terbesar berasal dari komoditas udang, yakni 2,04 miliar dollar AS atau 39,21 persen dari total nilai ekspor Indonesia tahun lalu, diikuti tuna-cakalang sebesar 724 juta dollar AS (13,92 persen). Sementara komoditas cumi-sotong-gurita tercatat 509 juta dollar AS (9,79 persen), rajungan-kepiting 367 juta dollar AS (7,05 persen) dan rumput laut 279,6 juta dollar AS (5,2 persen).

Adapun dari sisi volume, ekspor udang tercatat 239.230-ton (18,9 persen), tuna-cakalang yakni 195.710-ton (15,51 persen), rumput laut 195.570-ton (15,5 persen) dan cumi-sotong-gurita 140.040 ton (11,1 persen).

Menurut Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Artati Widiarti, komoditas unggulan yang diharapkan mendongkrak ekspor tahun ini adalah udang, rumput laut, tuna-cakalang, dan cumi-sotong-gurita.

Direktur Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan Machmud Sutedja mengemukakan, ekspor udang tahun ini ditargetkan sekitar 2,45 miliar dollar AS atau naik 20 persen, sedangkan rumput laut sekitar 300 juta dollar AS atau tumbuh 7,1 persen.


Dompet Digital - Platform Investasi Berkolaborasi

27 Jan 2021

Dompet digital berlomba-lomba bermitra dengan penyelenggara platform investasi untuk meningkatkan jumlah pengguna layanan, seiring meningkatnya minat investasi masyarakat. Salah satu contohnya, saat ini pengguna layanan dompet digital Ovo bisa membeli produk reksadana PT Bareksa Portal Investasi melalui fitur Invest yang terdapat dalam aplikasi Ovo.

Presiden Direktur Ovo sekaligus CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra mengatakan, melalui kerja sama dan integrasi itu, Ovo dan Bareksa memberikan alternatif layanan pembayaran investasi secara lebih luas kepada investor. Sinergi Ovo dan Bareksa ini membuat pembayaran investasi reksa dana menjadi lebih mudah.

Tidak hanya Ovo, pada tahun lalu PT Fintek Karya Nusantara penyelenggara dompet digital Linkaja memulai kerja sama dengan platform investasi Bibit.id untuk menjual produk investasi. Terdapat dua bentuk kerja sama, yakni Linkaja menjadi metode pembayaran di aplikasi Bibit, serta Bibit menjadi platform investasi di Linkaja.


Konglomerasi Perbankan Semakin Menggurita

26 Jan 2021

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menujukkan pertengahan tahun 2020, total asset konglomerasi keuangan sudah bernilai Rp 7.486 triliun. Angka itu setara 63,6% dari total aset Sistem Jass Keuangan (SJK) secara industri.

Dari jumlah total asset tersebut dominasi konglomerasi keuangan dipimpin oleh entitas utama yakni perbankan sebesar 95,7%.

Dua teratas diisi grup pelat merah. Grup Bank Rakyat Indonesia (BRI) berada di puncak dengan aset Rp 1.404,9 triliun. Menyusul Grup Bank Mandiri dengan aset Rp 1.375,4 triliun. Posisi ketiga diiisi grup swasta, yakni Bank Central Asia (BCA) dengan aset Rp 983,8 triliun.

Dari BUMN datang dari penggabungan tiga bank syariah milik bank BUMN yakni PT Bank Mandiri Syariah, PT Bank BRI Syariah Tbk dan PT Bank BNI Syariah. Bank hasil merger itu nantinya akan memiliki modal inti Rp 20,4 triliun. Malah tahun 2022 bank yang bernama Bank Syariah Indonesia ini bisa naik ke BUKU IV dengan modal inti minimum Rp 30 triliun.


Bawang Putih, Darurat Akurasi Izin Impor

26 Jan 2021

Izin impor bawang putih didesak segera terbit untuk menjaga kepastian pasar, di tengah kondisi stok carryover sebanyak 175.000 ton yang diproyeksi hanya cukup memenuhi kebutuhan kuartal I/2021. Ketua II Pelaku Usaha Bawang Putih dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo) Valentino menjabarkan kebanyakan importir mengantongi surat persetujuan impor (SPI) yang baru diterbitkan pada Oktober dan November 2020, serta masih dalam proses merealisasikan impor sampai dengan 31 Desember 2020

Bagaimanapun, dia memperingatkan keamanan stok bawang putih akan sangat bergantung pada tingkat konsumsi bulanan. Konsumsi bawang putih selama pandemi cenderung turun dari yang normalnya mencapai 48.000 ton per bulan menjadi 40.000 ton sebulan. Menurutnya, turunnya konsumsi bawang putih tidak terlepas dari aktivitas industri yang terbatas selama pandemi. Konsumsi dari usaha katering yang memasok makanan ke para pekerja pun turun.

Komisioner KPPU Taufik Ariyanto mengatakan potensi gejolak harga bawang putih bisa kembali terulang jika impor tidak dilakukan pada masa kritis, yakni Maret, karena stok awal April diyakini akan defisit. Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto pun melaporkan potensi berkurangnya pasokan bawang putih mulai April 2021. “Sekarang masih ada stok sisa 2020 yang berjumlah 134.000 ton. Sehingga untuk akhir Januari perkiraan sisa stok 85.000 ton, akhir Februari 42.000 ton. Mulai Maret, April sudah mengalami shortage untuk kebutuhan

(Oleh - HR1)

Industri Keramik, Menanti Langkah Konkret Substitusi Impor

26 Jan 2021

Pelaku industri keramik mengharapkan langkah konkret dari pemerintah agar target substitusi impor 35% dapat tercapai. Produk impor keramik dari China, India, dan Vietnam terus meningkat sehingga defisit perdagangan ekspor dan impor keramik dari tahun ke tahun kian lebar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka defisit telah mencapai US$1,1 miliar sejak 2015 hingga 2020. Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menilai penerapan instrumen safeguard sejak 2018 belum cukup efektif menahan impor. Selain itu, ada pula penipisan ketebalan keramik yang secara tidak langsung menjadi penurun kualitas produk untuk mengejar efisiensi biaya pengiriman. Untuk itu, Asaki saat ini sedang mengajukan perpanjangan safeguard yang akan berakhir pada Oktober mendatang dengan besaran bea masuk harus lebih besar minimal 35%—40% dibandingkan dengan sebelumnya, yakni 19%—23%. 

Sementara itu, dalam keterangan tertulisnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan siap membangkitkan kembali kejayaan industri keramik nasional seperti pada 2014 sebagai produsen nomor empat di dunia. Kemenperin mencatat, hingga saat ini kekuatan industri ubin keramik di Indonesia ditopang sebanyak 37 perusahaan yang tersebar di Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatra Utara, dan Sumatra Selatan. Total kapasitas produksi terpasang sebesar 537 juta m2 atau 8,14 juta ton per tahun yang menyerap tenaga kerja hingga 150.000 orang. 

(Oleh - HR1)

Kalla Beton Catat Pertumbuhan Bisnis di HUT ke-25

26 Jan 2021

Chief Operation Officer Kalla Beton, Syam'un Saebe mengatakan di Hut ke-25 ini, pihaknya mampu mengukir sejumlah prestasi. Anak perusahaan Kalla Group ini menuai pertumbuhan positif dengan pendapatan meningkat dua persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Beberapa peningkatan performa di berbagai sektor yang akan dilakukan diantaranya penambahan armada untuk pelayanan ready mix dan peningkatan kapasitas produksi bata ringan. Kemudian peningkatan produksi dan penjualan di sektor precast seperti paving blok dan variannya seperti cansteen, topiuskup yang merupakan produk unggulan Kalla Beton dalam beberapa tahun belakangan ini.

Sri Mulyani Siapkan Insentif Sedot Duit Investor Kelas Kakap

26 Jan 2021

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah masih menyelesaikan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) perpajakan terkait Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Menurut dia, RPP tentang perpajakan ini akan meningkatkan reputasi LPI di mata para calon investor.

Menkeu menambahkan, LPI nantinya bisa menyetor dividen maksimal 30% kepada negara. Pemberian dividen ini pun sudah sesuai ketentuan yang ada. Besaran maksimal dividen ini tetap memberikan kekuatan kas kepada LPI.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2020 tentang modal awal LPI, pemerintah memberikan modal awal sebesar Rp 15 triliun kepada SFW yang bernama Indonesia Investment Authority (INA). Modal LPI akan bertambah hingga 75 trillun, sumber modal ini berasal dari APBN.