Lion Terima Pesawat Ke-5 Jenis Airbus 330-900 NEO
Di tengah lesunya sektor transportasi udara akibat pandemi Covid-19, maskapai Lion Air menerima pesawat Airbus 330-900
NEO terbaru pada 31 Januari 2021. Dengan
demikian, pesawat yang baru diterima Lion Air
ini merupakan Airbus 330-900 NEO yang ke-5
dan melengkapi kekuatan empat armada berbadan lebar Airbus 330-900 NEO sebelumnya
serta enam Airbus 330-300 CEO.
“Dengan pengoperasian pesawat seri 330-900 NEO ini, Lion Air kembali menegaskan sebagai maskapai pertama di Asia Pasifik yang mengoperasikan Airbus 330- 900 NEO sejak Juni 2019,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro saat dihubungi Investor Daily, Minggu (31/1).
Lion Air pada 2018 telah memesan 10 unit Airbus 330-900 NEO
dan mempunyai opsi memperoleh
empat tipe sejenis. Seluruh pesawat yang dipesan Lion Air adalah
berkapasitas lebih besar. Kesepuluh pesawat direncanakan untuk
pengiriman bertahap ke Lion Air
Group pada 2019, 2020, dan 2021.
Danang menambahkan, dalam
waktu dekat Lion Air juga akan
menerima pesawat serupa Airbus
330-900 NEO ke-6 bernomor registrasi PK-LER dengan fitur dan
keunggulan yang sama
Kini, Lion Air didukung jajaran
armada terdiri atas 78 Boeing 737-
900ER (215 kelas ekonomi), 43
Boeing 737-800 NG (189 kelas ekonomi), 10 unit Boeing 737-MAX 8
(belum diterbangkan kembali),
enam berbadan lebar (wide body)
Airbus 330-300 (440 kelas ekonomi), dan lima Airbus 330-900NEO
(436 kursi kelas ekonomi).
Dia mengungkapkan, pesawat
PK-LEQ lepas landas dari Bandara
Internasional Toulouse Blagnac,
Perancis (TLS) pada Sabtu (30/1)
pukul 11.00 waktu setempat (Time
in Toulouse, France, GMT+ 01).
Penerbangan ini telah mendarat
di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten
(CGK) Minggu (31/1) pukul
07.15 WIB.
Lebih jauh, Danang menjelaskan, pihaknya optimistis bahwa peluang pasar penerbangan itu masih ada serta terbuka. Maka dari itu, armada Lion Air terus tumbuh dengan pengoperasian jenis pesawat terbaru. Di sisi lain, Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menagih stimulus bagi maskapai di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Stimulus tersebut antara lain relaksasi pembayaran pajak penghasilan (PPh) 21, penjadwalan pembayaran avtur, serta penundaan pembayaran pelayanan jasa pendaratan, penempatan, dan penyimpanan pesawat udara (PJP4U).
Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mengungkapkan, pihaknya sudah menyampaikan stimulus apa saja yang diminta maskapai kepada pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Namun INACA belum mendapatkan jawaban terkait hal tersebut. Sementara itu, PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II menargetkan pergerakan 45 juta penumpang di 19 bandara kelolaan pada 2021. Jumlah itu meningkat sekitar 26,7% dibandingkan realisasi sepanjang tahun lalu sebanyak 35,5 juta penumpang. Sedangkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru menunjukkan, pada periode Januari-November 2020, secara keseluruhan jumlah penumpang angkutan udara sebanyak 32,35 juta atau turun 62,76% dibanding realisasi periode yang sama tahun lalu. Rinciannya, jumlah penumpang domestik sebanyak 28,7 juta orang atau turun 58,77% dan jumlah penumpang internasional sebanyak 3,6 juta orang atau turun 78,99% dibanding periode yang sama tahun 2019.
(Oleh - HR1)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023