;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Neraca Pangan 2021, Waspada Banjir Impor Kuartal I

14 Jan 2021

Dalam 3 bulan ke depan, Indonesia dikhawatirkan bakal makin ketergantungan terhadap impor sejumlah komoditas pangan strategis lantaran produksi di dalam negeri kian tak akan sanggup menutup kebutuhan domestik. 

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi mengatakan salah satu komoditas yang akan banyak diimpor adalah kedelai. Stok akhir komoditas ini per Desember 2020 berjumlah 411.975 ton, sementara kebutuhan selama Januari—Maret 2021 ditaksir mencapai 778.180 ton.

Hal ini tecermin dari pergerakan harga kedelai di tingkat distributor pada November yang masih Rp7.500/kg—8.000/kg, menjadi Rp8.500/kg pada Desember, dan puncaknya menyentuh Rp9.200/ kg pada Januari 2021. Sementara itu, harga yang diterima perajin tahu dan tempe disebutnya berkisar antara Rp10.000/ kg—Rp10.400/kg.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menambahkan penanaman tahap pertama pada Januari sampai Maret akan dilakukan di lahan seluas 37.000 ha. Sebanyak dari 18.000 ha di antaranya akan dipakai untuk benih penanaman tahap selanjutnya.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono menjelaskan produksi selama Februari berjumlah 2.388 ton dan Maret sebanyak 9.449 ton.

Di lain sisi, pasokan sejumlah komoditas pangan yang dipenuhi melalui impor dipastikan tetap terjaga meski terdapat laporan gangguan produksi di negaranegara eksportir yang menjadi langganan pemasok Indonesia. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Didi Sumedi mengatakan jaminan pasokan dari negara langganan ini setidaknya diperlihatkan dari para importir gula mentah untuk kebutuhan industri. 

Didi pun menjelaskan pemerintah tengah mengevaluasi cadangan beras Bulog. Meskipun saat ini aman, terdapat stok lama yang berpotensi rusak lebih cepat dan bisa mengganggu keseimbangan stok Bulog. Importasi pun menjadi menjadi salah satu opsi untuk menjaga ketahanan CBP

#R

Imbas Pandemi Covid-19, Mainan Impor Terpuruk

14 Jan 2021

Industri mainan impor tercatat anjlok sepanjang 2020 akibat pandemi Covid-19 yang menekan daya beli masyarakat. Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Sepeda dan Mainan Indonesia (APSMI) Eko Wibowo mengatakan mainan sangat bergantung pada daya beli masyarakat karena bukan kebutuhan utama.

Eko menyebut penjualan online pun tidak bisa semua berjalan sesuai rencana. Adapun untuk industri mainan lokal, Ketua Umum Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) Sutjiadi Lukas mengungkapkan kondisinya mulai berangsur pulih. Sementara itu, utilisasi pabrikan mainan lokal sempat jatuh ke level 35%.

Ketua Umum Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (IKATSI) Suharno Rusdi mengatakan industri TPT merupakan industri manufaktur strategis yang memiliki peran sangat besar dalam struktur ekonomi nasional.

Sementara itu, Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) menyatakan industri tekstil nasional optimistis dapat kembali ke posisi prapandemi pada 2021.

#R

Tertibkan Importir Ilegal

14 Jan 2021

Kasus impor ilegal yang marak muncul dalam dua tahun terakhir menjadi ancaman serius bagi kelangsungan industri tekstil dan perekonomian nasional.

Ketua Umum Ikatan Ahli Tekstil Indonesia (Ikatsi) Suharno Rusdi, Rabu (13/1/2021), mengatakan, solusi jangka panjang untuk mencegah importasi ilegal adalah melakukan perbaikan fundamental dan menyeluruh di industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Salah satu penyebab importasi ilegal tekstil adalah karena adanya disparitas harga yang tinggi antara harga tekstil dalam negeri dan luar negeri.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Jemmy Kartiwa menuturkan, pengendalian impor produk tekstil mutlak dilakukan. Audit dan verifikasi harus diperketat sehingga pemberian persetujuan impor benar-benar diberikan kepada perusahaan yang legal serta bertujuan memenuhi kapasitas produksi dalam negeri, bukan justru mengambil pangsa pasar industri lokal.

Koordinator Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Rudi Margono mengemukakan, salah satu hal penting yang harus dibenahi adalah pelaksanaan kebijakan di tataran operasional oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Direktur Impor Kementerian Perdagangan I Gusti Ketut Astawa mengatakan, dalam pemberian izin importasi, Kemendag bergantung pada rekomendasi Kementerian Perindustrian. Setiap rekomendasi harus berdasarkan verifikasi teknis importasi terlebih dulu.

Kemendag telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 77 Tahun 2019 tentang Ketentuan Impor Tekstil dan Produk Tekstil yang lebih ketat dalam pemberian izin impor.


BI: Manufaktur Masuk Fase Ekspansi

14 Jan 2021

Industri manufaktur diperkirakan berada dalam fase ekspansi pada kuartal I-2021. Hal itu tercermin pada membaiknya Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI). Industri yang masuk fase ekspansi antara lain makanan, minuman, dan tembakau, semen dan barang galian nonlogam, pupuk, kimia, dan barang dari karet, serta kertas dan barang cetakan. 

Di sisi lain, BI mengindikasikan kegiatan usaha mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2021 setelah pada kuartal sebelumnya negatif. Indikasi itu ditunjukkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU)-BI. Seluruh sektor mencatatkan kinerja positif, terutama sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan, serta sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan.

Hal itu di diungkapkan Direktur Eksekutif/Kepala Depar temen Komunikasi BI, Er win Har yono saat mengumumkan PMI-BI dan SKDU-BI kuartal IV-2020 di Jakarta, Rabu (13/1). PMI-BI pada kuar tal I-2021 diperkirakan mencapai 51,14%, meningkat dibanding kuartal IV, III, II, dan I-2020 yang masing-masing mencapai 47,29%, 44,91%, 28,55%, dan 45,64%. Namun, perkiraan PMI-BI kuartal I-2021 lebih rendah dibanding kuartal IV-2019 sebesar 51,50%.

Direktur Eksekutif/Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono menjelaskan, kinerja sektor industri pengolahan (manufaktur) diperkirakan meningkat dan berada dalam fase ekspansi pada kuartal I-2021. Hal itu tercermin pada membaiknya PMI-BI. “PMIBI kuar tal I-2021 diperkirakan mencapai 51,14%, naik dari kuartal sebelumnya,” ujar dia. Er win mengungkapkan, pada kuartal IV-2020, PMI-BI diperkirakan mencapai 47,29%, meningkat dari 44,91% pada kuartal III-2020, 28,55% pada kuartal II-2020, dan 45,64% pada kuartal I-2020. Meski demikian, perkiraan PMI-BI kuartal I-2021 lebih rendah dari kuartal IV-2019 sebesar 51,50% 

Dari sisi sektoral, kata dia, seluruh sektor mencatatkan kinerja positif, terutama sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan (SBT 1,63%), serta sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan (SBT 1,44%).

Corporate Secretary BRI, Aestika Oryza Gunarto mengungkapkan, pada semester I-2021, perseroan cukup yakin bisa mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif dibandingkan tahun lalu. Hanya saja, BRI belum bisa terlalu agresif menggenjot kredit seperti sebelum pandemi Covid-19 yang mencapai dua digit. 

Corporate Secretary Bank Mandiri, Rudi As Aturridha mengakui, tahun ini pertumbuhan kredit bisa lebih tinggi dibandingkan tahun silam, meski tidak setinggi sebelum pandemi. “Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan kredit secara bank only pada 2021 tumbuh 5-7% dan DPK (dana pihak ketiga) tumbuh 6-8%,” ungkap dia. Senada dengan hasil survei BI, menurut Rudi As Aturridha, Bank Mandiri juga memprediksi ekonomi domestik membaik pada kuartal I-2021.

Presdir BCA, Jahja Setiaatmadja mengaku belum melihat adanya peningkatan kegiatan investasi dari dunia usaha pada kuartal I-2021 seperti hasil SKDU-BI. Hal itu tercermin pada permintaan kredit yang belum banyak pada awal tahun ini. 

Menurut Direktur Bank CTBC Indonesia, Liliana Tanadi, meskipun dunia usaha optimistis melakukan investasi pada kuartal I, dampak terhadap perbankan baru akan terasa pada kuartal II-2021. Artinya, untuk tiga bulan pertama tahun ini, pertumbuhan kredit masih rendah.

Secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Jemmy Kartiwa Sastraatmaja mengemukakan, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) masih sulit bangkit di tengah pandemi karena terus diserbu produk impor. Menurut dia, API bersama Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) sedang memberikan masukan kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar pemerintah membuat aturan importasi TPT yang lebih baik.

Ketua Umum Ikatan Ahli Tekstil Selur uh Indonesia (IKATSI), Suharno Rusdi mengatakan, importasi ilegal tekstil yang marak dalam dua tahun terakhir menyebabkan negara menderita kerugian triliunan rupiah.

#R

RI Sukses Ekspor Sawit Lebih Banyak ke Eropa

14 Jan 2021

Indonesia justru berhasil meningkatkan ekspor minyak kelapa sawit ke Uni Eropa (UE) pada 2020 di tengah sengketa perdagangan yang disebut Indonesia sebagai diskriminasi sawit. “Perdagangan kita turun cukup signifikan yakni 11% dalam 10 bulan pertama 2020 dan itu dapat dipahami (terkait situasi krisis Covid-19),” Duta Besar UE untuk Indonesia Vincent Piket, Rabu (13/1).

Perdagangan Indonesia-UE diwarnai perselisihan soal minyak kelapa sawit pada 2019, setelah blok itu membuat kebijakan Renewable Energy Directive II (RED II) dan Delegated Regulation yang disebut akan dapat membatasi akses masuk produk-produk bahan bakar hayati yang dinilai tidak bersifat ramah lingkungan dan berkelanjutan (unsustainable crop based biofuels), termasuk minyak sawit.

UE juga menyatakan tidak mempunyai target khusus untuk waktu penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (I-EU CEPA) dan memastikan bahwa isu minyak sawit masuk ke dalam pembahasannya. UE akan menunggu sesuai waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan perundingan, kendati pihaknya sama seperti Indonesia juga menginginkan CEPA segera disepakati.

#R

Meningkat, Pasar Streaming Musik di Tengah Pandemi

14 Jan 2021

Pasar streaming musik meningkat di tengah pandemic Covid-19. Studi yang dilakukan Counterpoint Research, pasar streaming musik meningkat secara tak terduga di tengah pandemi. Bahkan pada kuartal pertama 2020, langganan global streaming musik mencapai 394 juta. 

Tiffany Chiu, President JSJ International Entertainment Ltd mengatakan sebagai distributor musik digital pertama di Asia yang langsung berekspansi ke pasar Eropa, Amerika Serikat, Asia Selatan & Asia Tenggara, JSJ International Entertainment Ltd. memang memiliki visi industri yang sangat unik.

Hal terbaru adalah kerja sama langsung dengan Amazon Music untuk menyediakan mu sik digital ke pasar Eropa dan Amerika Serikat. Salah sa tu pertimbangan kerja sama dengan Amazon Music di lakukan. Sebab, pertumbuhannya yang relatif besar setiap tahunnya. Chiu mengatakan pada ku ar tal per tama tahun ini Ama zon Music telah tumbuh sebesar 104%, sehingga menjadikannya salah satu tujuan kerja sama utama penyedia layanan distribusi musik.

Lebih lanjut Chiu menjelaskan, dalam perubahan industri musik tahun ini, terdapat peluang yang cukup besar untuk pasar musik. Lebih tepat untuk mempromosikan musik digital yang mencakup lebih dari 1,8 miliar secara global saat ini. Terutama di pasar Asia Tenggara yang dipromo sikan oleh Taiwan dalam dua tahun terakhir, dengan Singapura, Ma laysia, Thailand dan Indonesia sebagai indikatornya, selain orang-orang lokal sangat menikmati musik-musik dari JSJ, mereka juga sangat terkagum dengan soundtrack film dan drama televisi.

#R

Celah Ekspor Timah Mentah Ditutup Rapat

14 Jan 2021

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyiapkan regulasi baru untuk memperkuat aturan pelarangan ekspor raw material atau konsentrat timah. Regulasi itu demi menekan kebocoran ekspor tinah ke luar negeri.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Yunus Saefulhak mengungkapkan, saat ini tata niaga timah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 25/2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara. Ada pula Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 53/2018 juncto Permendag No 33/2015.

Melalui aturan itu, timah yang dapat dijual ke luar negeri harus melalui proses pengolahan dan pemurnian di dalam negeri sampai mencapai batasan minimum kadar Sn>99,9%. “Dan dalam bentuk timah murni batangan dengan ukuran dan bentuk tertentu, “ ungkap Yunus.

Kedua beleid itu juga memuat ketentuan di mana ekspor konsentrat timah dilarang karena belum memenuhi batasan dan ketentuan di atas. jika ada indikasi atau praktik ekspor pasir timah, maka pelanggar akan dikenakan sanksi hukum.


Keran Impor Gula Dibuka 646.944 Ton

14 Jan 2021

Kementerian Pertanian (Kemtan) rencananya akan ada impor gula kristal putih (GKP) sebesar 646.944 ton pada Februari hingga Maret 2021 untuk mencukupi kebutuhan.

Menurut Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, Januari - Maret merupakan bulan kritis, Produksi gula dalam negeri di Februari hanya sekitar 2.388 ton, sementara produksi gula di Maret sebesar 9.449 ton. Produksi ini masih sangat jauh dari kebutuhan gula yang sekitar 237.000 ton setiap bulannya.

Berdasarkan data Kemtan, stok akhir gula dari Desember 2020 adalah sebesar 804.685 ton. Sementara, proyeksi kebutuhan gula di Januari -Maret sebesar 688.433 ton, atau sekitar 237.127 ton pada Januari, 214.179 ton di Februari serta 237. 127 ton di Maret.

Saat ini produksi gula Indonesia masih berkisar 2,18 juta ton per tahun, sementara kebutuhan gula konsumsi mencapai 2,8 juta ton per tahun.


Insentif Pajak Investasi di Kawasan Ekonomi

14 Jan 2021

Pemerintah menawarkan sejumlah insentif pajak bagi investor yang mau menanamkan modalnya di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 237/PMK.010/2020. Beleid ini merupakan aturan pelaksana Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12/2020 tentang Fasilitas dan Kemudahan di Kawasan Ekonomi Khusus.

Insentif yang dimaksud, pertama, diskon pajak penghasilan (PPh) badan sebesar 100% dari jumlah pajak yang tertuang untuk kegiatan usaha di wilayah KEK. Kedua, fasilitas PPh untuk penanaman modal di bidang-bidang usaha tertentu dan atau di daerah-daerah tertentu. Insentif ini diberikan dalam bentuk pengurangan penghasilan neto dari jumlah penanaman modal sebesar 30% selama enam tahun.

Direktur Peraturan Perpajakan II Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) Yunirwansyah mengatakan, insentif tersebut diberikan dengan tujuan untuk pengembangan KEK dan mempercepat perkembangan daerah, kata Yunirwan kepada KONTAN, Rabu (13/1).


Lion Parcel Genjot Pasar di Jawa

14 Jan 2021

Perusahaan jasa pengiriman terkemuka di Indonesia, Lion Parcel (PT. Lion Express) menyatakan bahwa pihaknya terus optimis akan pertumbuhan sektor logistik di tahun 2021 ini, terutama di Pulau Jawa.

Adapun, salah satu strateginya adalah dengan menurunkan harga layanan REGPACK se-Pulau Jawa hingga 40 persen, menjadi yang paling terjangkau dibandingkan layanan reguler lainnya di pasaran.

Direktur Utama Lion Parcel, Farian Kirana mengatakan, fokus Lion Parcel untuk menggarap potensi industri logistik di Pulau Jawa juga dilakukan, karena mengingat pengiriman lewat layanan pengiriman antar wilayah di Pulau Jawa masih menyumbang market share terbesar di pasar logistik.

Untuk mematangkan strateginya itu, secara bersamaan pula Lion Parcel juga menambah armada transportasinya hingga 22%. Selain itu Lion Parcel juga bekerjasama dengan Kereta Api Logistik (KALOG) untuk menjangkau wilayah-wilayah pengiriman yang lebih luas di Pulau Jawa.