Ekonomi
( 40554 )Pidana Pencucian Uang, Atur Siasat Jerat Penjahat Pajak
Corona yang terjadi satu warsa terakhir ternyata tak mampu meredam aksi kecurangan yang dilakukan oleh ‘penjahat pajak’. Keterbatasan aktivitas sosial guna memutus rantai penyebaran Covid-19 seolah dimanfaatkan oleh wajib pajak ‘bengal’ untuk melakukan praktik pencucian uang.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat, sepanjang tahun lalu potensi penerimaan negara dari tindak pidana pencucian uang (TPPU) di sektor perpajakan mencapai Rp20 triliun. Dari jumlah tersebut, dana senilai Rp9 triliun berhasil masuk ke kantong negara setelah dilakukan pemanfaatan hasil analisis dan pemeriksaan oleh PPATK.
Berdasarkan penelusuran Bisnis, catatan sepanjang tahun lalu itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2019, tepatnya selama periode 1 Januari—11 Desember 2019, dana yang masuk ke negara setelah dilakukan pemanfaatan hasil analisis dan pemeriksaan hanya senilai Rp4,97 triliun. Kendati berhasil mengamankan dana negara senilai Rp9 triliun, sebenarnya capaian ini bukanlah sebuah prestasi.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, selama 2016—2020 praktik tindak pidana pencucian uang di bidang perpajakan yang telah P21 atau lengkap dan dilimpahkan ke kejaksaan sebanyak delapan kasus. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya telah diputus bersalah oleh majelis hakim. Pada tahun lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah telah menangani empat kasus tindak pidana pencucian uang di bidang perpajakan dengan nilai kumulatif Rp8,9 miliar. Dia menambahkan, selain perpajakan, tindak pidana pencucian uang yang melibatkan Kementerian Keuangan terjadi
Pertama, investigasi gabungan antara PPATK, Ditjen Bea Cukai, dan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan bakal terus dipertahankan. Kedua, memperkuat sinergi antara Kementerian Keuangan, PPATK, Kejaksaan Agung, Bareskrim Polri, dan Ditjen Pajak. Ketiga, meningkatkan kompetensi penyidik. Keempat, memperluas fungsi penyidik pegawai negeri sipil (PPNS).
ANGGARAN BANSOS
Berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh FATF, praktik pencucian uang di masa pandemi biasanya menggunakan modus pemalsuan alat kesehatan, penipuan investasi, serta penyalahgunaan stimulus, khususnya anggaran bantuan sosial (bansos). Laporan FATF tersebut juga mencatat adanya risiko meningkatnya volatilitas keuangan dan kontraksi ekonomi karena mayoritas perusahaan terkena krisis setelah banyak negara dinyatakan resesi. Sebenarnya, terkait dengan risiko keuangan di masa pandemi juga telah disampaikan oleh PPATK pada akhir tahun lalu.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo turut mengingatkan bahwa risiko keuangan meningkat sejalan dengan besarnya dana yang disalurkan oleh pemerintah untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional. Senada dengan laporan FATF, Presiden juga mengimbau kepada seluruh pihak terkait untuk fokus pada pengawasan penyaluran bantuan sosial.
Ketua MPR Dorong RI Jadi Pengembang Industri Kendaraan Listrik
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan Indonesia harus menjadi pemain utama dalam pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL-BB) yang kini jadi tren dunia. Sebab Indonesia punya cadangan bijih nikel terbesar di dunia yang jadi bahan baku utama komponen baterai di kendaraan bermotor listrik.
Berdasar Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019, insentif fiskal yang sudah tersedia, antara lain pemberian insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) sebesar 0% bagi KBL yang mengikuti program pengembangan mobil listrik.
Selain pemerintah pusat, pemerintah daerah juga banyak yang memberikan insentif. Di antaranya Pergub DKI Jakarta Nomor 3/2020 yang membebaskan bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL-BB) di wilayah DKI Jakarta.
“Ada juga Permendagri Nomor 975-698/2019 yang mengatur insentif BBN-KB sebesar 10% terhadap mobil listrik dan 2,5 persen untuk sepeda motor listrik di wilayah Pemprov Jawa Barat. Serta Perda Bali Nomor 9/2019 yang mengatur insentif BBN-KB sebesar 10% untuk kendaraan listrik di Bali,” papar Bamsoet.
Genjot Ekspor ke Tiongkok Mendag Luncurkan Platform Dagang Digital
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi meluncurkan platform dagang digital indonesia Store (IDN Stare) mendorong penetrasi produk indonesia, khususnya produk usaha kecil dan menengah (UKM) ke Tiongkok, termasuk Hongkong dan Taiwan yang digelar secara digital.
IDN Store merupakan platform dagang digital dengan menggunakan tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Platform tersebut diharapkan dapat memungkinkan transaksi secara ke bisnis (B2B) maupun bisnis ke konsumen (B2C) antara pelaku usaha indonesia yang terdaftar dengan calon pembelinya di negara-negara tersebut.
Selain itu, platform ini juga menyediakan fitur pameran virtual secara langsung (live exhibition) dan kode QR yang mendukung kegiatan promosi virtual.
Sejumlah capaian telah dihasilkan melalui platform IDN Stare, antara lain investasi perkebunan buah naga dan pisang di Indonesia dengan tujuan ekspor ke pasar Tiongkok, Jepang, Arab Saudi, dan Persatuan Emirat Arab (Uni Emirat Arab/UEA).
Penjualan Jas Panen Untung
Musim hujan mengakibatkan banyak orang yang belanja jas hujan. Penjual jas hujan pun kini meraup untung karena pembeli meningkat.
Semisal apa yang disampaikan oleh Mustofa, Dia mengaku, dalam sehari ada satu hingga 10 pembeli jas hujan. Mustofa menyebutkan bahwa jas hujan yang dijual di tokonya bervariasi. Dari yang paling murah Rp 5.000 hingga yang paling mahal Rp135.000.
Sementara untuk penjualan helm sendiri tidak begitu banyak. "Paling kalau helm yang beli satu hari satu aja. Kadang gak ada sama sekali" kata Mustofa.
Kekurangan Pasokan Kelapa Tua - Potensi Ekspor Bahan Baku VCO Menjanjikan
Potensi akan Virgin Coconut Oil (VCO) yang bahan dasarnya terbuat dari biji kelapa punya potensi yang cukup baik di Kalsel. Karena kini, bahan baku VCO tengah dicari untuk diekspor.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani menjelaskan bahwa memang potensi ekspor akan VCO baik. “Malah ini bahan bakunya kekurangan, “ kata Birhasani, Kamis (14/1).
Dijelaskan dia, setelah kunjungan ke PT Daxen Banjarbaru, diketahui bahwa perusahaan ini telah memproduksi Virgin Coconut Oil (VCO) dengan kapasitas 10.000 biji kelapa dengan produksi 600 kilogram VCO per hari.
Mengingat saat ini produksinya masih dibawah kapasitas maksimal, sementara permintaan importir luar negeri semakin meningkat, maka pihak perusahaan tentunya memerlukan pasokan kelapa sebagai bahan bakunya.
Neraca Pangan 2021, Waspada Banjir Impor Kuartal I
Dalam 3 bulan ke depan, Indonesia dikhawatirkan bakal makin ketergantungan terhadap impor sejumlah komoditas pangan strategis lantaran produksi di dalam negeri kian tak akan sanggup menutup kebutuhan domestik.
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi mengatakan salah satu komoditas yang akan banyak diimpor adalah kedelai. Stok akhir komoditas ini per Desember 2020 berjumlah 411.975 ton, sementara kebutuhan selama Januari—Maret 2021 ditaksir mencapai 778.180 ton.
Hal ini tecermin dari pergerakan harga kedelai di tingkat distributor pada November yang masih Rp7.500/kg—8.000/kg, menjadi Rp8.500/kg pada Desember, dan puncaknya menyentuh Rp9.200/ kg pada Januari 2021. Sementara itu, harga yang diterima perajin tahu dan tempe disebutnya berkisar antara Rp10.000/ kg—Rp10.400/kg.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menambahkan penanaman tahap pertama pada Januari sampai Maret akan dilakukan di lahan seluas 37.000 ha. Sebanyak dari 18.000 ha di antaranya akan dipakai untuk benih penanaman tahap selanjutnya.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono menjelaskan produksi selama Februari berjumlah 2.388 ton dan Maret sebanyak 9.449 ton.
Di lain sisi, pasokan sejumlah komoditas pangan yang dipenuhi melalui impor dipastikan tetap terjaga meski terdapat laporan gangguan produksi di negaranegara eksportir yang menjadi langganan pemasok Indonesia. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Didi Sumedi mengatakan jaminan pasokan dari negara langganan ini setidaknya diperlihatkan dari para importir gula mentah untuk kebutuhan industri.
Didi pun menjelaskan pemerintah tengah mengevaluasi cadangan beras Bulog. Meskipun saat ini aman, terdapat stok lama yang berpotensi rusak lebih cepat dan bisa mengganggu keseimbangan stok Bulog. Importasi pun menjadi menjadi salah satu opsi untuk menjaga ketahanan CBP
#R
Imbas Pandemi Covid-19, Mainan Impor Terpuruk
Industri mainan impor tercatat anjlok sepanjang 2020 akibat pandemi Covid-19 yang menekan daya beli masyarakat. Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Sepeda dan Mainan Indonesia (APSMI) Eko Wibowo mengatakan mainan sangat bergantung pada daya beli masyarakat karena bukan kebutuhan utama.
Eko menyebut penjualan online pun tidak bisa semua berjalan sesuai rencana. Adapun untuk industri mainan lokal, Ketua Umum Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) Sutjiadi Lukas mengungkapkan kondisinya mulai berangsur pulih. Sementara itu, utilisasi pabrikan mainan lokal sempat jatuh ke level 35%.
Ketua Umum Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (IKATSI) Suharno Rusdi mengatakan industri TPT merupakan industri manufaktur strategis yang memiliki peran sangat besar dalam struktur ekonomi nasional.
Sementara itu, Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) menyatakan industri tekstil nasional optimistis dapat kembali ke posisi prapandemi pada 2021.
#R
Tertibkan Importir Ilegal
Kasus impor ilegal yang marak muncul dalam dua tahun terakhir menjadi ancaman serius bagi kelangsungan industri tekstil dan perekonomian nasional.
Ketua Umum Ikatan Ahli Tekstil Indonesia (Ikatsi) Suharno Rusdi, Rabu (13/1/2021), mengatakan, solusi jangka panjang untuk mencegah importasi ilegal adalah melakukan perbaikan fundamental dan menyeluruh di industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Salah satu penyebab importasi ilegal tekstil adalah karena adanya disparitas harga yang tinggi antara harga tekstil dalam negeri dan luar negeri.
Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Jemmy Kartiwa menuturkan, pengendalian impor produk tekstil mutlak dilakukan. Audit dan verifikasi harus diperketat sehingga pemberian persetujuan impor benar-benar diberikan kepada perusahaan yang legal serta bertujuan memenuhi kapasitas produksi dalam negeri, bukan justru mengambil pangsa pasar industri lokal.
Koordinator Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Rudi Margono mengemukakan, salah satu hal penting yang harus dibenahi adalah pelaksanaan kebijakan di tataran operasional oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Direktur Impor Kementerian Perdagangan I Gusti Ketut Astawa mengatakan, dalam pemberian izin importasi, Kemendag bergantung pada rekomendasi Kementerian Perindustrian. Setiap rekomendasi harus berdasarkan verifikasi teknis importasi terlebih dulu.
Kemendag telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 77 Tahun 2019 tentang Ketentuan Impor Tekstil dan Produk Tekstil yang lebih ketat dalam pemberian izin impor.
BI: Manufaktur Masuk Fase Ekspansi
Industri manufaktur diperkirakan
berada dalam fase ekspansi pada kuartal I-2021.
Hal itu tercermin pada membaiknya Prompt
Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI).
Industri yang masuk fase ekspansi antara lain
makanan, minuman, dan tembakau, semen
dan barang galian nonlogam, pupuk, kimia, dan
barang dari karet, serta kertas dan barang cetakan.
Di sisi lain, BI mengindikasikan kegiatan usaha mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2021 setelah pada kuartal sebelumnya negatif. Indikasi itu ditunjukkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU)-BI. Seluruh sektor mencatatkan kinerja positif, terutama sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan, serta sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan.
Hal itu di diungkapkan Direktur
Eksekutif/Kepala Depar temen
Komunikasi BI, Er win Har yono
saat mengumumkan PMI-BI dan
SKDU-BI kuartal IV-2020 di Jakarta,
Rabu (13/1).
PMI-BI pada kuar tal I-2021
diperkirakan mencapai 51,14%,
meningkat dibanding kuartal IV, III,
II, dan I-2020 yang masing-masing
mencapai 47,29%, 44,91%, 28,55%,
dan 45,64%. Namun, perkiraan
PMI-BI kuartal I-2021 lebih rendah
dibanding kuartal IV-2019 sebesar
51,50%.
Direktur Eksekutif/Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin
Haryono menjelaskan, kinerja sektor industri pengolahan (manufaktur) diperkirakan meningkat dan
berada dalam fase ekspansi pada
kuartal I-2021. Hal itu tercermin
pada membaiknya PMI-BI. “PMIBI kuar tal I-2021 diperkirakan
mencapai 51,14%, naik dari kuartal
sebelumnya,” ujar dia.
Er win mengungkapkan, pada
kuartal IV-2020, PMI-BI diperkirakan
mencapai 47,29%, meningkat dari
44,91% pada kuartal III-2020, 28,55%
pada kuartal II-2020, dan 45,64%
pada kuartal I-2020. Meski demikian, perkiraan PMI-BI kuartal
I-2021 lebih rendah dari kuartal
IV-2019 sebesar 51,50%
Dari sisi sektoral, kata dia, seluruh
sektor mencatatkan kinerja positif,
terutama sektor keuangan, real estat
dan jasa perusahaan (SBT 1,63%),
serta sektor pertanian, perkebunan,
peternakan, kehutanan, dan perikanan (SBT 1,44%).
Corporate Secretary BRI, Aestika Oryza Gunarto mengungkapkan, pada semester I-2021,
perseroan cukup yakin bisa mencatatkan pertumbuhan kredit
yang positif dibandingkan tahun
lalu. Hanya saja, BRI belum
bisa terlalu agresif menggenjot
kredit seperti sebelum pandemi
Covid-19 yang mencapai dua
digit.
Corporate Secretary Bank
Mandiri, Rudi As Aturridha mengakui, tahun ini pertumbuhan
kredit bisa lebih tinggi dibandingkan tahun silam, meski tidak
setinggi sebelum pandemi.
“Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan kredit secara
bank only pada 2021 tumbuh
5-7% dan DPK (dana pihak ketiga) tumbuh 6-8%,” ungkap dia.
Senada dengan hasil survei
BI, menurut Rudi As Aturridha,
Bank Mandiri juga memprediksi
ekonomi domestik membaik
pada kuartal I-2021.
Presdir BCA, Jahja Setiaatmadja mengaku belum melihat
adanya peningkatan kegiatan
investasi dari dunia usaha pada
kuartal I-2021 seperti hasil
SKDU-BI. Hal itu tercermin
pada permintaan kredit yang
belum banyak pada awal tahun
ini.
Menurut Direktur Bank CTBC Indonesia, Liliana Tanadi, meskipun dunia usaha optimistis melakukan investasi pada kuartal I, dampak terhadap perbankan baru akan terasa pada kuartal II-2021. Artinya, untuk tiga bulan pertama tahun ini, pertumbuhan kredit masih rendah.
Secara terpisah, Ketua Umum
Asosiasi Pertekstilan Indonesia
(API), Jemmy Kartiwa Sastraatmaja mengemukakan, industri
tekstil dan produk tekstil (TPT)
masih sulit bangkit di tengah
pandemi karena terus diserbu
produk impor. Menurut dia, API bersama
Asosiasi Produsen Serat dan
Benang Filamen Indonesia
(APSyFI) sedang memberikan
masukan kepada Kementerian
Perindustrian (Kemenperin)
dan Kementerian Perdagangan
(Kemendag) agar pemerintah
membuat aturan importasi TPT
yang lebih baik.
Ketua Umum Ikatan Ahli
Tekstil Selur uh Indonesia
(IKATSI), Suharno Rusdi mengatakan, importasi ilegal tekstil
yang marak dalam dua tahun
terakhir menyebabkan negara
menderita kerugian triliunan
rupiah.
#R
RI Sukses Ekspor Sawit Lebih Banyak ke Eropa
Indonesia justru
berhasil meningkatkan ekspor
minyak kelapa sawit ke Uni Eropa
(UE) pada 2020 di tengah sengketa perdagangan yang disebut
Indonesia sebagai diskriminasi
sawit. “Perdagangan kita turun
cukup signifikan yakni 11% dalam
10 bulan pertama 2020 dan itu
dapat dipahami (terkait situasi
krisis Covid-19),” Duta Besar UE
untuk Indonesia Vincent Piket,
Rabu (13/1).
Perdagangan Indonesia-UE
diwarnai perselisihan soal minyak
kelapa sawit pada 2019, setelah
blok itu membuat kebijakan Renewable Energy Directive II (RED
II) dan Delegated Regulation yang
disebut akan dapat membatasi akses masuk produk-produk bahan
bakar hayati yang dinilai tidak
bersifat ramah lingkungan dan
berkelanjutan (unsustainable crop
based biofuels), termasuk minyak
sawit.
UE juga menyatakan tidak
mempunyai target khusus untuk
waktu penyelesaian Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif
Indonesia-Uni Eropa (I-EU CEPA)
dan memastikan bahwa isu minyak sawit masuk ke dalam pembahasannya. UE akan menunggu
sesuai waktu yang diperlukan
untuk menyelesaikan perundingan, kendati pihaknya sama seperti
Indonesia juga menginginkan
CEPA segera disepakati.
#R
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









