Ekonomi
( 40554 )Tunjuk BUMN Impor Daging Kerbau
Pemerintah bakal mengimpor daging sebanyak 100.000 ton, terdiri dari 80.000 ton daging kerbau dan 20.000 ton daging sapi. Impor tersebut ditugaskan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi), Suhandri bisa memahami keputusan pemerintah tersebut.
Menurutnya, impor daging sapi maupun kerbau memang tidak terhindarkan, Dia memberikan gambaran, proyeksi kebutuhan daging nasional pada tahun ini berkisar 696.000 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen bisa dipasok dari domestik.
Sedangkan 40 persen sisanya masih perlu diadakan melalui impor. Dari jumlah itu, peran swasta dalam pengadaan impor berkisar 25 persen. Sedangkan kontribusi dari BUMN dalam impor daging sekitar 15 persen.
Penjualan Mobil Naik 50 Persen
Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sudah sepekan digelar mulai Maret 2021 oleh pemerintah.
Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy mengaku, banyak konsumen yang langsung memanfaatkan insentif ini. “Dari tanggal 1-4 Maret saja bookingannya naik 50 persen, jika dibandingkan tanggal 1-4 di bulan Februari,” kata Billy, Senin (8/3).
Hal senada disampaikan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang mengaku mengalami kenaikan jumlah Surat Pemesanan Kendaraan atau SPK dalam seminggu penerapan relaksasi PPnBM ini.
Relaksasi PPnBM diberlakukan melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20 Tahun 2021. Untuk tahap pertama, relaksasi PPnBM berlaku dari Maret-Mei 2021 dengan besaran penghapusan PPnBM 100 persen.
Relaksasi PPnBM ini diberikan kepada mobil dengan mesin di bawah 1.500 cc serta kandungan komponen lokal sebesar 70 persen, diproduksi di Indonesia, berpenggerak roda 4x2 dan tidak termasuk mobil jenis LCGC.
Untuk tahap kedua pada Juni-Agustus pemerintah akan mendiskon PPnBM sebesar 50 persen dan tahap ketiga September-Desember hanya 25 persen.
Pentingnya Cashless di Era Covid-19
Jakarta - Di era Covid-19, tren teknologi yang muncul dan revolusi digital memunculkan konsep mata uang digital atau ekonomi tanpa uang tunai, yang telah diperdebatkan selama bertahun-tahun, secara global. Sementara beberapa negara menyukai ekonomi tanpa uang tunai, beberapa masih menentangnya karena peraturan dan tantangan abadi lainnya seperti keamanan siber, yang merupakan sisi berlawanan dari mata uang digital. Melalui program inklusi keuangan nasional, peningkatan tajam dalam aksesibilitas telepon seluler (ponsel), dan perdagangan yang mendorong lebih banyak transaksi bisnis global secara online, ekonomi global tanpa uang tunai dapat terjadi di masa depan kita. Namun, yang menghalangi integrasi yang lebih cepat dari pembayaran seluler secara global adalah kurangnya standar internasional dan pendekatan umum untuk kemanan, privasi data, dan pencegahan kejahatan dunia maya.
Perusahaan di ruang dan waktu ini terus mengembangkan lapisan perlindungan seperti chip pada kartu kredit, enkripsi, token dan biometrik agar tetap terdepan dari penjahat dunia maya, serta terus berjuang melawan penipuan dan peretasan informasi akun pribadi. Misalnya, tokenisasi adalah teknologi yang melindungi detail bank di aplikasi pembayaran seluler. Pendekatan peraturan nasional yang berbeda untuk otorisasi data dan teknologi buku besar terdistribusi dapat memecah pasar dan menghambat adopsi teknologi dasar yang memungkinkan pembayaran seluler. Kelompok industri mengatakan standar internasional harus dimodernisasi untuk mencerminkan inovasi teknologi, juga diselaraskan untuk menghindari pengembangan sistem pembayaran yang berbeda untuk pasar yang berbeda. Interoperabilitas kemudian menjadi landasan untuk memperluas perdagangan melalui pembayaran digital global.
Ekonomi tanpa uang tunai juga dipandang sebagai cara yang efektif untuk menangani uang gelap. ini membantu mengekang peredaran uang kertas palsu, karena setiap transaksi online dapat dipantau secara ketat dengan dipandu oleh mekanisme peraturan. Ini juga akan membantu pemerintah mengatasi penggelapan pajak karena setiap catatan disimpan secara digital dan dapat dilacak dengan mudah. Sistem nontunai juga dapat menguntungkan, mengingat risiko yang terkait dengan membawa uang tunai dalam jumlah besar, yang dapat berupa kerusakan fisik atau pencurian. Sistem cashless juga dapat menghindari pemanfaatan sumber daya alam seperti kertas, mesin cetak, tenaga kerja dan tenaga listrik yang merupakan prasyarat pembuatan uang kertas. Jadi, ekonomi tanpa uang tunai mempertahankan keunggulan dibandingkan ekonomi berbasis uang tunai, sambil menawarkan lebih banyak transparansi dan akuntabilitas.
(Oleh - IDS)
Frisian Flag Investasi Rp 3,8 Triliun
Jakarta - PT Frisian Flag Indonesia (FFI) akan membangun pabrik baru dengan investasi tahap awal sebesar 225 juta euro atau Rp 3,8 triliun. Pabrik itu akan menghasilkan susu cair dan susu/krim kental manis. Menteri Perindustrian mengapresiasi langkah FFI mendorong pertumbuhan produksi susu segar agar dapat mengimbangi laju pertumbuhan kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu. Sebab, sampai saat ini, hanya 22% bahan baku susu yang dipasok dari dalam negeri. Manuver FFI sejalan dengan program Kementrian Perindustrian untuk mewujudkan subtitusi impor sebesar 35% pada 2022.
FFI telah bertahun-tahun menjalin kemitraan dengan koperasi dan peternak sapi perah. Upaya yang dilakukan diantaranya melalui berbagai program seperti bantuan Milk Collection Point (MCP) koperasi susu, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) melalui Akademik Peternak Muda dan Farmer2Farmer, serta pembangunan dairy village (desa susu). Menperin optimistis peluang pasar dan tingkat konsumsi produk susu olahan terus tumbuh, seiring terus meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat dan bertumbuhnya kelas menengah, transformasi gaya hidup masyarakat menjadi lebih sehat, serta peningkatan permintaan produk bernutrisi tinggi selama pandemi Covid-19.
(Oleh - IDS)
Capital Gain Samara Suites Tembus 100%
Jakarta - Samara Suites mencatat kenaikan harga (capital grain) lebih dari 100% terhitung dari Juni 2016 hingga Maret 2021. Menara apartemen besutan Synthesis Development itu berkapasitas 292 unit. Kini, harga Samara Suites bercokol di level Rp 55 juta per meter persegi (m2). Ketika diperkenalkan ke publik, Juni 2016, apartemen ini dibanderol Rp 26 juta per m2. Synthesis Development menyatakan, untuk pendapatan pasif dari sewa unit, imbal hasil (yield) unit apartemen ini berkisar 7-12% per tahun.
Samara Suites merupakan bagian dari proyek mixed use Synthesis Square, Jakarta Selatan yang mencakup dua menara perkantoran dan satu menara apartemen. Keberadaan perkantoran dinilai bisa menjadi captive market untuk apartemen sewa. Selain itu, potensi sewa Samara Suites juga bakal terdongkrak dengan rampungnya pusat training BRI se-Indonesia yang terletak di sebelah Synthesis Square. Perkantoran dan hunian yang terkoneksi dengan public transportation memiliki nilai sewa dan tingkat okupansi yang tetap baik, meski di tengah pandemi Covid-19. Misalnya, perkantoran yang dekat dengan stasiun MRT atau halte Transjakarta, tetap saja memiliki okupansi yang baik.
(Oleh - IDS)
Jadi Bank Digital, Bank Capital Perkuat Modal
Jakarta - PT Bank Capital Indonesia Tbk tengah melakukan transformasi dari bank konvensional menjadi bank digital dengan memperkuat permodalannya. Perseroan juga akan mengubah strategi dengan fokus pada segmen ritel dengan pendekatan digital. Untuk menjadi bank digital, perlu diperkuat modal. Hal ini sejalan juga dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang meminta modal inti bank minimal RP 2 triliun tahun ini dan Rp 3 triliun pada 2022.
Di sisi lain, menanggapi kabar adanya unicorn yang tertarik menjadi investor Bank Capital, tidak menutup kemungkinan adanya penjajakan dari para investor yang tertarik masuk Bank Capital. Kerja sama ke depan tidak hanya terbatas pada perusahaan digital. Tapi juga dapat bekerja sama dengan supplier ritel untuk mempersiapkan infrastruktur yang memberi kemudahan bagi nasabah agar bisa menjangkau layanan Bank Capital hingga ke tempat yang belum bisa dijangkau oleh perbankan. Untuk menjadi baank digital, langkah transformasi yang dilakukan perseroan tahun ini adalah sedang mempersiapkan penerapan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) dan cardless transaction.
(Oleh - IDS)
Kinerja 2020, Emiten CPO Panen Laba
Bisnis, JAKARTA – Sejumlah emiten perkebunan berskala besar berhasil memanen laba cukup tebal pada 2020, yang didukung tren kenaikan harga minyak sawit atau crude palm oil.
Berdasarkan catatan Bisnis, sebanyak 5 emiten perkebunan yang telah melaporkan kinerja keuangan 2020 kompak mencetak pertumbuhan laba bersih.
Pertumbuhan laba bersih paling agresif dipimpin oleh emiten perkebunan milik grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), yaitu mencetak pertumbuhan hingga 294,62% secara year on year (yoy) menjadi Rp833,09 miliar.
Sementara itu, emiten grup Salim, PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP), berhasil mencetak laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp234,28 miliar, berbanding terbalik dengan posisi 2019 yang merugi Rp546,14 miliar.
Direktur Utama Salim Ivomas Pratama Mark Wakeford mengatakan bahwa peningkatan profitabilitas perseroan pada 2020 terutama karena kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ ASP) produk sawit diikuti upaya dalam melakukan pengendalian biaya dan efisiensi. SIMP mencatat ASP crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) masing-masing naik 24% yoy dan 21% yoy.
Secara terpisah, Direktur Utama PT Dharma Satya Nusantara Tbk. Andrianto Oetomo mengatakan pertumbuhan kinerja perseroan juga didukung kenaikan ASP CPO 2020 yang mencapai Rp8,1 juta per ton, naik 26% dibandingkan dengan ASP CPO 2019 sebesar Rp6,5 juta per ton. Selain itu, kenaikan laba yang signifikan oleh emiten berkode saham DSNG itu juga merupakan kontribusi dari turunnya biaya keuangan perseroan, dampak dari konversi sebagian utang perseroan ke mata uang dolar AS pada April dan Mei 2020.
Analis RHB Sekuritas Andre Benas mengatakan bahwa kinerja emiten perkebunan cukup baik mengingat pertumbuhan harga CPO yang cukup mantap pada 2020 diikuti kenaikan produksi pada kuartal IV/2020 sehingga membantu emiten memperoleh laba yang lebih sehat. Selain itu, penurunan biaya produksi dan biaya operasional pada tahun lalu juga mendorong kinerja para emiten. “Dengan harga CPO yang masih cukup tinggi dan ekspektasi pertumbuhan produksi, kelihatannya kinerja emiten masih cukup bisa terjada pada 2021,” ujar Andre kepada Bisnis, Senin (8/3).
Dia memperkirakan pemulihan produksi CPO Indonesia pada tahun 2021 menjadi 48,9 juta ton, naik 4% secara yoy setelah produksi tertekan akibat cuaca panas pada 2019 dan La Nina pada 2020. Fenomena La Nina yang moderat diperkirakan berlanjut hingga akhir kuartal I/2021 dan melemah pada kuartal II/2021. Dengan demikian, peningkatan produksi agregat terjadi selama periode paruh kedua 2021.
(Oleh - HR1)
Perdagangan Di Platform Digital, Perang Diskon Dalam Pengawasan
Bisnis, Jakarta - Pemerintah tengah menyusun regulasi yang akan mengatur aktivitas perdagangan di platform digital khususnya terkait dengan praktik pemberian diskon. Pemerintah melibatkan kementrian dan lembaga terkait, seperti Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam proses pembahasan. Sementara itu, pelaku industri e-commerce berharap pemerintah dapat menyusun bersama regulasi baru yang akan mengatur pemberian potongan harga di platform dagang digital. Meski diskon yang tidak diregulasi bisa memicu persaingan tak sehat, kehadiran potongan harga juga menjadi salah satu pendorong tumbuhnya ekonomi digital Tanah Air.
Potongan harga memang mampu menarik minat pembeli dalam berbelanja sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Strategi itu membuat konsumen fokus mencari produk-produk murah. Namun, tidak memungkiri jika dampak dari pertumbuhan ekonomi digital yang didorong diskon luput dari perhatian pelaku usaha. Kondisi ini menjadi dilematis karena diskon merupakan salah satu mekanisme yang dipakai untuk mendorong pertumbuhan pemain baru di lokapasar. Mekanisme platform dagang-el dalam memberi subsidi berupa diskon pun perlu dipahami. E-commerce biasanya memiliki kriteria mitra penjual (merchant) yang layak didorong lewat subsidi cashback dan potongan harga.
Pemerintah bakal menghadapi sejumlah tantangan dalam menyusun regulasi tersebut. Berbeda dengan aktivitas perdagangan tradisional, mekanisme perdagangan dalam sistem elektronik bisa berubah dalam waktu yang relatif cepat dengan adanya intervensi algoritma pada teknologi. Perkembangannya bahkan lebih cepat dibandingkan dengan proses birokrasi dan penyusunan regulasi. Struktur e-commerce Indonesia saat ini memang rentan memicu terjadinya kegagalan pasar (market failure), terutama dengan adanya dominasi atau monopoli sejumlah pemain besar. Hal inilah yang harus diantisipasi pemerintah dalam regulasi terbaru karena tantangan serupa telah banyak dirasakan sejumlah negara.
(Oleh - IDS)
Sempat Masuk Kargo untuk Dikirim ke Batam
Penyelundupan baby lobster melalui Bandara Juanda kembali terungkap. Kali ini, 29.250 ekor baby lobster jenis pasir dan Mutiara yang nilainya mencapai Rp2,9 millar terbongkar saat hendak diselundupkan ke Batam.
Benih lobster itu diselundupkan lewat kargo bandara. Paketnya sudah masuk kargo sejak Minggu (7/3) dan dijadwalkan berangkat ke Batam menggunakan pesawat Lion JT 0971, Senin (8/3).
Petugas mengecek kargo dan mencurigai paket satu karton dengan Surat Muatan Udara (SMU) Nomor 990-16622992, yang tulisannya pemberitahuannya sebagai makanan. Untuk memastikan, tim memeriksa dengan mesin X-ray dan disaksikan maskapai penerbangan dan Security Bandara.
Petugas melakukan penghitungan, hasilnya 29.250 ekor baby lobster. Dari 29.250 ekor baby lobster itu, yang 29.000 jenis pasir, sedangkan yang 250 jenis baby lobster mutiara. Ribuan ekor baby lobster ini di kemas per seribu, dimasukkan ke kantong plastik.
Menurut Budi, pengiriman baby lobster melanggar Surat Edaran Kementerian Kelautan Perikanan (???) Nomor B.22891/DJPT/PI.130/X1/2020 tentang Penghentian Sementara Penerbitan Surat Penetapan Waktu Pengeluaran (SPWP) terkait Permen Nomor 12/ Permen-KP/2020.
Bitcoin, Mata Uang DIgital yang Mengancam Bank Sentral
Mata uang digital Bitcoin (BTC) yang diciptakan oleh individu / komunitas yang menamakan diri Satoshi Nakamoto' pada tahun 2009.
Berdasarkan paper berjudul “Bitcoin A Peer-to-Peer Electeonic Caah System” yang ditulis Satoshi Nakamoto, Ia merupakan versi peer-to-peer dari uang elektronik yang memungkinkan pembayaran online dilakukan secara langsung dari satu pihak ke pihak lain tanpa melalui institusi keuangan.
Secara teknis, Bitcoin memanfaatkan Blockchain. Blockchain mendesentrallsasikan basis data ke seluruh jaringan yang tergabung dengannya. Data yang disebarkan, telah terlebih dahulu dienkripsi. Ketika data baru ditambah, seluruh komputer yang terlibat dalam jaringan berkewajiban memverifikasi data. Secera sederhana Blockchain adalah antitesa dari model database Clien-Server.
Bitcoin melawan praktik dominasi institusi keuangan konvensional, berikut perusahaan pihak ketiganya, atas transaksi online. Institusi keuangan yang jadi penengah tersebut dianggap Nakamoto meningkatkan biaya transaksi yang harus ditanggung oleh nasabah.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









