Ekonomi
( 40554 )Royalti Tinggi, Ekspor Batubara Bisa Terhambat
Sejumlah perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) berharap tarif royalti tidak naik secara signifikan. Berdasarkan informasi yang diperoleh KONTAN, dalam waktu dekat ini akan terbit Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur kenaikan tarif royalti batubara.
Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Pandu P Sjahrir mengatakan, pihaknya sudah berkirim surat kepada Menteri Keuangan pada 8 Januari 2021. Namun surat itu belum berbalas. Jika nanti royalti naik signifikan, produsen merasa keberatan. “Akan sulit untuk ekspor dan kemungkinan ada penurunan produksi batubara, “ kata dia kepada KONTAN, jumat (12/3).
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menambahkan, “jika royalti semakin tinggi, dampaknya tentu perusahaan akan mengurangi kegiatan pertambangan, “ kata dia, Jumat pekan lalu.
Pekan Lalu Capital Outflow Capai Rp 7,38 Triliun
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat, aliran keluar modal asing (capital outflow) neto selama periode 8-10 Maret 2021 atau minggu ke-2 Maret 2021 mencapai Rp 7,83 triliun. Angka ini melonjak dibandingkan aliran keluar modal asing neto periode 1-4 Maret 2021 atau pekan sebelumnya yang hanya sebesar Rp 0,40 triliun. Sementara berdasarkan data setelmen selama 2021 (year to date/ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat melakukan jual neto hingga Rp 5,89 triliun. Bersamaan dengan perkembangan ini, premi risiko atau credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun turun ke 75,52 bps per 11 Maret 2021, dari 77,34 bps per 5 Maret 2021.
CDS merupakan indikator yang sering digunakan untuk mengukur risiko investasi di suatu negara, termasuk di SBN. Semakin kecil CDS suatu negara, maka risiko gagal bayar utang di negara bersangkutan juga dinilai semakin kecil. Dominasi investor domestik dilatarbelakangi dengan partisipasi asuransi, ban, dan sekuritas pada lelang 2020 meningkatkan siginifikan dibandingkan tahun 2019. Begitu juga dengan tren pertumbuhan minat industri keuangan nonbank terhadap SUN selama 2019-2020 diperkirakan masih akan tetap berlanjut pada 2021.
(Oleh - IDS)
Nilai Transaksi Ekonomi Keuangan Digital Bakal Meningkat Pesat
Jakarta - Bank Indonesia (BI) meyakini, nilai transaksi ekonomi keuangan digital tahun ini dan tahun mendatang akan meningkat pesat. Hal ini sejalan dengan akselerasi digital ekonomi pada 2020 yang semakin cepat sejalan dengan pembatasan aktivitas masyarakat akibat pandemi. Di masa pandemi ini aktivitas ekonomi keuangan digital naik lebih dari 20%, khususnya terkait penggunaan transaksi e-commerce, penggunaan uang elektronik, dan transaksi digital banking.
Konsumsi masyarakat Indonesia masih minus atau melambat, akan sedikit membaik tahun ini, walaupun lajunya masih kalah kencang ketimbang transaksi e-commerce. Selain transaksi e-commerce, Bank Indonesia juga mencatat penggunaan uang elektronik meningkat pesat. Masyarakat kini sudah terbiasa menggunakan berbagai dompet digital seperti LinkAja, OVO, Gopay, dan DANA. Selain itu, juga terjadi peningkatan pesat pada digital banking kerena sekarang dimundahkan dengan berbagai layanan melalui online. Jika dahulu orang harus ke bank dan bertemu teller untuk melakukan transaksi, maka sekarang cukup menggunakan smartphone dan aplikasi digital banking, nasabah bisa melakukan transfer dana, top up, bayar asuransi bahkan biaya sekolah. Hal inilah yang membuat digital banking juga tumbuh pesat.
(Oleh - IDS)
AFPI: Kolaborasi Tingkatkan Peran Fintech Lending Dukung Pemulihan Ekonomi
Jakarta - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengungkapkan, pendekatan kolaborasi dengan berbagai lembaga jasa keuangan membuat fintech peer to peer (P2P) lending menjadi pemain penting mendukung pemulihan ekonomi nasional. Kolaborasi juga memperkuat ekosistem keuangan digital nasional. Kolaborasi antarregulator, pelaku industri, dan investor menjadi fokus penguatan tersendiri untuk mendorong pertumbuhan fintech lending. Peluang dan solusi kolaborasi sejumlah pihak tersebut dibahas dalam suatu rangkaian acara bernama Fintech Webinar 2021.
AFPI dan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menggunakan momentum Fintech Webinar 2021 untuk melakukan kemitraan strategis jangka panjang. Kerja sama itu ditandai penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Ketua Umum AFPI dan Ketua Umum idEA. Kolaborasi tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen kedua asosiasi untuk mendorong pemanfaatan fintech dalam membantu masyarakat. Terutama dalam menghadapi situasi pandemi dan memperdalam komitmen bersama meningkatkan inklusi keuangan melalui inovasi keuangan digital.
AFPI terus berkomitmen meningkatkan penetrasi fintech lending yang merata di Indonesia. Upaya tersebut di antaranya dengan membangun bisnis yang sustainable, dan berdampak untuk perekonomian Indonesia, juga terus mengedukasi tentang pemahaman masyarakat dalam menggunakan layanan fintech lending yang berkelanjutan.
(Oleh - IDS)
Stabilkan Harga dan Optimalkan Stok, Tiga Menteri Panen Padi
Tiga Menteri RI kompak melakukan panen raya padi di Kabupaten Gresik, yakni Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, bersama - sama panen di Desa Tambakreja Kecamatan Duduk sampean, Jumat (12/3). Mentan Syahrul Yasin Limpo, menyebutkan salah satu bentuk kepedulian pemerintah pusat untuk mendukung swasembada pangan adalah bantuan benih, bantuan alat mesin pertanian serta sarana dan prasarana (pupuk, jaringan irigasi). Tahun 2021 Kabupaten Gresik menerima bantuan benih padi untuk 2.500 ha dan jagung 1.000 ha. Tak hanya itu, Syahrul juga mendorong pihak perbankan untuk terus menggulirkan dana kredit usaha rakyat (KUR) kepada para petani guna menopang sektor permodalan. Kedepan diharapkan Kabupaten Gresik menjadi daerah yang mampu menjadi ketahanan pangan yang lebih baik.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang hadir menyampaikan apresiasi atas kunjungan tiga pejabat negara ke wilayahnya. Ia menyebutkan pada 2021 ini telah diprogramkan sasaran produksi padi sebesar 412.549 ton, jagung sebesar 166.322 ton dan kedelai 105 ton. Varietas Ciherang Inpari 42 dan Inpari 32 yang paling umum digunakan petani saat ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras pada 2020 sebesar 31,33 juta ton, mengalami kenaikan sekitar 21.46 ribu ton atau 0.07 persen dibandingkan 2019 sebesar 31,31 juta ton. Adapun potensi produksi periode Januari-April 2021 diperkirakan mencapai 14.54 juta ton beras atau mengalami kenaikan sebesar 3,08 juta ton (26,84 persen) dibandingkan dengan subround yang sama tahun lalu sebesar 11.46 juta ton.
Meski Harga Cabai Tinggi Kementan Tetap Larang Impor
Meski harga cabai dua bulan terakhir naik, namun Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto menegaskan tak ada impor. “Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan, BUMN yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Paguyuban Pedagang dan Pengelola Pasar Induk Kramat Jati, serta dengan para champion cabai Indonesia,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (14/3/2021).
BLP menggelar pasar cabai murah di 24 titik yang berlangsung tanggal 8-20 Maret 2021. Ditjen Hortikultura akan mendukung pendistribusian cabai dengan fasilitasi sarana distribusi yang dimiliki serta menyusun perjanjian kerja sama dengan RNI untuk upaya stabilisasi pasokan ini.
Selain upaya tersebut, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha memprediksi bulan April depan pasokan sudah aman sehingga tak perlu ada impor cabai. Data Early Warning System (EWS), menurutnya menunjukkan neraca produksi cabai rawit surplus sebesar 42 ribu ton di bulan April dan 58 ribu ton di bulan Mei. Selain menggandeng BUMN sebagai off taker, ke depan Ditjen Hortikultura juga akan mendorong petani menerapkan inovasi rainshelter untuk melakukan tanam pada bulan off season (Juli-Agustus).
BI Dukung GPEI Gali Potensi Ekspor Sumut
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) siap bersinergi dan mendukung upaya Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut untuk peningkatan ekspor produk-produk dari Sumut. Dukungan itu diaampaikan Kepala/Direktur Eksekutif BI Perwakilan Sumut, Soekowardojo kepada Ketua GPEI Sumut Drs Hendrik Sitompul MM saat bertemu di Kantor BI Perwakilan Sumut di Jalan Balai Kota Medan No 4, Rabu (10/03/2021). Soekowardojo lebih lanjut mengatakan, tugas utama BI adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengatur liquiditas devisa dan ekonomi. Namun upaya untuk meningkatkan ekspor tentu menjadi perhatian.
Sebelumnya, Hendrik Sitompul menjelaskan, upaya yang dilakukan GPEI antara lain melalui program Sekolah Ekspor. Pihaknya juga berupaya menggali berbagai potensi ekspor di Sumut. GPEI juga mencanangkan program Seribu Pelaku Ekspor di Sumatera Utara dalam dua tahun dimulai April 2021 sampai Maret 2023. Direncanakan, selain sekolah ekspor, GPEI Sumut juga akan membuat market place digital. Sedangkan Karantina juga akan membuat Mall Ekspor di Belawan, agar setiap produk langsung masuk ke mall ekspor.
Rakyat Swiss Setuju Kerja Sama Dagang dengan RI
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengaku senang dengan hasil referendum masyarakat Swiss soal perjanjian dagang Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IE-CEPA dengan Indonesia. Mayoritas rakyat Swiss setuju terhadap kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan European Free Trade Association (Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa/EFTA). EFTA sendiri terdiri dari Swiss, Norwegia, Islandia dan Lietchtenstein. Jerry menjabarkan 51,6% publik Swiss setuju IE CEPA disahkan dan diimplementasikan antara dua negara. Hal itu menurutnya memberikan harapan cerah bagi peningkatan ekspor dan impor produk Indonesia di negara-negara Eropa.
Adapun salah satu produk yang dikritisi oleh publik Swiss yang paling sering disuarakan adalah mengenai isu kelapa sawit Indonesia. Beberapa lembaga swadaya masyarakat di Swiss pun beberapa waktu lalu secara resmi mengampanyekan isu negatif soal sawit yang juga menjadi agenda salah satu referendum. Dia juga meyakinkan komoditas kelapa sawit dari aspek lingkungan justru lebih efisien karena satu hektar kelapa sawit menghasilkan produk yang setara dengan hasil 6 hektar produk minyak nabati yang lain.
Usaha Aquascape di Banjarbaru Makin Ramai
Usaha penjualan akuarium untuk ikan atau Aquascape juga makin diminati. Hal ini seiring dengan kecintaan terhadap ikan hias di Banjarbaru semakin meninggi. Menurut Zikri, Aquascaper Banjarbaru, salah satu anggota komunitas Aquascaper saat ini, total ada sebanyak 20 komunitas Aquascaper yang ikut pameran di Q Mall Banjarbaru. Selain pameran Aquascape juga ada pameran reptil dari komunitas repitil dan juga ada ikan hias yang dijual.
Optimalkan Potensi Jasa Pesan-Antar
Sepanjang 2020, total nilai transaksi bruto atau GMV jasa pesan antar makanan-minuman berbasis teknologi digital di Indonesia merajai kawasan Asia Tenggara menempati posisi puncak dengan kontribusi 3,7 miliar dollar AS. Ada dua pemain jasa antar makanan-minuman di Indonesia yang mendominasi, yakni GrabFood dari PT Solusi Solusi Transportasi Indonesia (Grab Indonesia) dan GoFood dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia). Secara nasional, Grab menguasai 53 persen pangsa pasar layanan tersebut, sedangkan Gojek 47 persen.
Per Agustus 2020, Grab mencatat ada lebih dari 150.000 mitra baru. Mereka bergabung melalui layanan GrabBike, GrabCar, dan GrabFood. Selain itu, sekitar 32.000 pedagang pasar tradisional masuk ekosistem Grab melalui GrabMart dan GrabAssistent. Grab juga bekerja sama dengan lebih dari 20 instansi pemerintahan di tingkat pusat dan daerah untuk menggulirkan program digitalisasi UMKM. Sementara Gojek mencatat, sebanyak 120.000 pelaku UMKM bergabung dengan Gojek. Hingga akhir 2020, sebanyak 750.000 mitra usaha kuliner di sejumlah daerah Indonesia bergabung dalam GoFood. Dari jumlah itu, khusus kategori UMKM meningkat 50 persen daripada tahun sebelumnya.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









