Ekonomi
( 40460 )Jalur Cepat Konsolidasi Perusahaan Teknologi
Dua raksasa digital Indonesia, Gojek dan Tokopedia, dikabarkan memasuki jalur cepat konsolidasi perusahaan teknologi di Tanah Air melalui merger. Kabarnya, mereka telah meneken perjanjian jual beli saham secara bersyarat atau conditional sales and puchase agreement (CSPA).
Menurut hitungan Dealstreetasia, merger antara Gojek dan Tokopedia berpotensi menghasilkan valuasi jumbo antara US$ 35 miliar-USS 40 miliar atau Rp 490 triliun-Rp 560 triliun (kurs Rp 14.000 per dollar AS). Konon, Gojek akan memiliki 60% saham hasil merger, dan 40% milik Tokopedia.
Setelah tuntas, mereka akan mencatatkan sahamnya (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Jika isu listing di BEl benar, valuasi kongsi Gojek dan Tokopedia berada di posisi tiga besar bersama Bank BCA (BBCA) dan Bank BRI (BBRI), yang masing- masing mencatatkan kapitalisasi pasar Rp 828,41 triliun dan Ri 583,33 triliun.
Dengan estimasi valuasi raksasa, lokasi IPO harus ditimbang matang. Untuk ukuran BEI, valuasi puluhan miliar dollar AS bisa terlalu besar. Teguh melihat, Gojek-Tokopedia bisa menggelar IPO di Amerika Serikat, Hong Kong atau Singapura.
Sesuaikan dengan Omnibus, RUU KUP Masuk Prolegnas
Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melanjutkan pembahasan program legislasi nasional (prolegnas) tahun 2021. Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas saat dihubungi KONTAN, Selasa (9/3) membenarkan, masuknya RUU KUP dalam Prolegnas tahun 2021. Tujuan pembahasan UU KUP ini untuk menyelaraskan substansi perubahan UU KUP yang sudah dilakukan pada UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Undang-Undang No 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19.
Beberapa poin penting UU KUP yang sudah termuat dalam UU Cipta Kerja antara lain Pertama, penerapan sistem teritorial untuk penghasilan pajak luar negeri. Kedua, mendorong kepatuhan wajib pajak (WP), dan Ketiga, terkait keadilan iklim berusaha, terutama untuk sektor digital dan perdagangan elektronik (e-commerce).
Proyeksi Investasi Kuartal I Rp 210 Triliun
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memperkirakan pada kuartal l-2021 ini realisasi investasi di Indonesia bisa mencapai Rp 210 triliun. Proyeksi realisasi ini berarti sekitar 23,4% dari target sepanjang tahun ini yakni Rp 900 triliun.
Direktur Deregulasi Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Yuliot mengungkapkan hal ini saat dihubungi KONTAN, Selasa (9/3). Sebagai catatan target 2021 ini naik 8,18% dari realisasi investasi 2020 yakni Rp 826,3 triliun.
Ketua Asosasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani sudah melihat bahwa semua izin usaha sudah difasilitasi langsung oleh BKPM. la pun melihat geliat investasi mulai berjalan sejak awal tahun ini.
RI Juara Dunia Urusan Pengembangan Startup
Indonesia dinilai jadi tempat yang sangat tepat untuk melahirkan dan mengembangkan perusahaan rintisan alias startup.
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan saat ini saja, nilai ekosistem startup di Indonesia menjadi nomor wahid di dunia. Hal itu sesuai dengan hasil publikasi The Global Startup Ecosystem Report 2020.
Dia menjabarkan berdasarkan publikasi penelitian itu, Indonesia memiliki nilai ekosistem startup mencapai US$ 26,3 miliar atau sekitar Rp 368 triliun dan potensi pendanaan awal sebesar US$ 849,5 juta atau sekitar Rp 11,89 triliun (kurs Rp 14.000).
Luhut juga mengatakan dengan catatan tersebut membuat Indonesia menjadi negara peringkat ke 2 pada 100 negara dengan ekosistem startup yang berkembang di seluruh dunia.
Dari catatan detikcom, penelitian e-Conomy SEA tahun 2020 yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan, ekonomi digital di Indonesia tumbuh 11% dengan kapasitas sebesar US$ 44 miliar atau Rp 616 triliun. Diperkirakan ekonomi digital masih akan bertumbuh hingga US$ 124 miliar pada tahun 2025 di Indonesia.
Kinerja Ekspor Kelapa Sawit Topang Pertumbuhan Ekonomi di Masa Pandemi
Indonesia sebagai produsen minyak sawit utama menguasai 55% pangsa pasar dunia. Selain menjadi penyumbang devisa negara, industri kelapa sawit juga terbukti berkontribusi menuntaskan kemiskinan dengan menciptakan 16 juta lapangan pekerjaan baru di Tanah Air.
Di tahun 2017 Indonesia mengekspor 31 juta ton kelapa sawit dan mendulang devisa hampir US$ 23 miliar (Rp 317 triliun) atau 13% dari nilai keseluruhan ekspor Indonesia. Jumlah ini lebih tinggi kontribusi ekspor minyak dan gas yang 'hanya' 9% atau senilai US$ 15,7 miliar (Rp 217 triliun). Sepanjang tahun 2020, ekspor dari sektor pertanian dan industri di Indonesia dapat tumbuh positif masing-masing sebesar 14% dan 2,94%.
Selain itu industri kelapa sawit juga mendukung program biodiesel (B30) pemerintah pada tahun 2021 dengan target alokasi penyaluran sebesar 9,2 juta KL. B30 juga sukses menjaga stabilitas harga CPO (crude palm oil). Selain itu juga menyediakan energi baru dan terbarukan serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil dan minyak bumi.
Kelapa sawit juga menjadi komoditas paling produktif penyumbang 42% dari total suplai minyak nabati dunia, padahal total penggunaan lahan hanya 5% membuat kelapa sawit dinilai sangat efektif. Data tahun 2019 dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) menunjukkan setiap produksi satu ton minyak nabati, kelapa sawit hanya membutuhkan lahan seluas 0,26 hektare, lebih kecil dari sumber minyak nabati lain seperti bunga matahari dan kedelai.
Sementara itu menurut Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, minyak kelapa sawit dan turunannya mengalami peningkatan nilai ekspor menjadi US$ 17,36 miliar (10,63%) selama tahun 2020. Bahkan menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.
Tunjuk BUMN Impor Daging Kerbau
Pemerintah bakal mengimpor daging sebanyak 100.000 ton, terdiri dari 80.000 ton daging kerbau dan 20.000 ton daging sapi. Impor tersebut ditugaskan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi), Suhandri bisa memahami keputusan pemerintah tersebut.
Menurutnya, impor daging sapi maupun kerbau memang tidak terhindarkan, Dia memberikan gambaran, proyeksi kebutuhan daging nasional pada tahun ini berkisar 696.000 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen bisa dipasok dari domestik.
Sedangkan 40 persen sisanya masih perlu diadakan melalui impor. Dari jumlah itu, peran swasta dalam pengadaan impor berkisar 25 persen. Sedangkan kontribusi dari BUMN dalam impor daging sekitar 15 persen.
Penjualan Mobil Naik 50 Persen
Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sudah sepekan digelar mulai Maret 2021 oleh pemerintah.
Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy mengaku, banyak konsumen yang langsung memanfaatkan insentif ini. “Dari tanggal 1-4 Maret saja bookingannya naik 50 persen, jika dibandingkan tanggal 1-4 di bulan Februari,” kata Billy, Senin (8/3).
Hal senada disampaikan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang mengaku mengalami kenaikan jumlah Surat Pemesanan Kendaraan atau SPK dalam seminggu penerapan relaksasi PPnBM ini.
Relaksasi PPnBM diberlakukan melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20 Tahun 2021. Untuk tahap pertama, relaksasi PPnBM berlaku dari Maret-Mei 2021 dengan besaran penghapusan PPnBM 100 persen.
Relaksasi PPnBM ini diberikan kepada mobil dengan mesin di bawah 1.500 cc serta kandungan komponen lokal sebesar 70 persen, diproduksi di Indonesia, berpenggerak roda 4x2 dan tidak termasuk mobil jenis LCGC.
Untuk tahap kedua pada Juni-Agustus pemerintah akan mendiskon PPnBM sebesar 50 persen dan tahap ketiga September-Desember hanya 25 persen.
Pentingnya Cashless di Era Covid-19
Jakarta - Di era Covid-19, tren teknologi yang muncul dan revolusi digital memunculkan konsep mata uang digital atau ekonomi tanpa uang tunai, yang telah diperdebatkan selama bertahun-tahun, secara global. Sementara beberapa negara menyukai ekonomi tanpa uang tunai, beberapa masih menentangnya karena peraturan dan tantangan abadi lainnya seperti keamanan siber, yang merupakan sisi berlawanan dari mata uang digital. Melalui program inklusi keuangan nasional, peningkatan tajam dalam aksesibilitas telepon seluler (ponsel), dan perdagangan yang mendorong lebih banyak transaksi bisnis global secara online, ekonomi global tanpa uang tunai dapat terjadi di masa depan kita. Namun, yang menghalangi integrasi yang lebih cepat dari pembayaran seluler secara global adalah kurangnya standar internasional dan pendekatan umum untuk kemanan, privasi data, dan pencegahan kejahatan dunia maya.
Perusahaan di ruang dan waktu ini terus mengembangkan lapisan perlindungan seperti chip pada kartu kredit, enkripsi, token dan biometrik agar tetap terdepan dari penjahat dunia maya, serta terus berjuang melawan penipuan dan peretasan informasi akun pribadi. Misalnya, tokenisasi adalah teknologi yang melindungi detail bank di aplikasi pembayaran seluler. Pendekatan peraturan nasional yang berbeda untuk otorisasi data dan teknologi buku besar terdistribusi dapat memecah pasar dan menghambat adopsi teknologi dasar yang memungkinkan pembayaran seluler. Kelompok industri mengatakan standar internasional harus dimodernisasi untuk mencerminkan inovasi teknologi, juga diselaraskan untuk menghindari pengembangan sistem pembayaran yang berbeda untuk pasar yang berbeda. Interoperabilitas kemudian menjadi landasan untuk memperluas perdagangan melalui pembayaran digital global.
Ekonomi tanpa uang tunai juga dipandang sebagai cara yang efektif untuk menangani uang gelap. ini membantu mengekang peredaran uang kertas palsu, karena setiap transaksi online dapat dipantau secara ketat dengan dipandu oleh mekanisme peraturan. Ini juga akan membantu pemerintah mengatasi penggelapan pajak karena setiap catatan disimpan secara digital dan dapat dilacak dengan mudah. Sistem nontunai juga dapat menguntungkan, mengingat risiko yang terkait dengan membawa uang tunai dalam jumlah besar, yang dapat berupa kerusakan fisik atau pencurian. Sistem cashless juga dapat menghindari pemanfaatan sumber daya alam seperti kertas, mesin cetak, tenaga kerja dan tenaga listrik yang merupakan prasyarat pembuatan uang kertas. Jadi, ekonomi tanpa uang tunai mempertahankan keunggulan dibandingkan ekonomi berbasis uang tunai, sambil menawarkan lebih banyak transparansi dan akuntabilitas.
(Oleh - IDS)
Frisian Flag Investasi Rp 3,8 Triliun
Jakarta - PT Frisian Flag Indonesia (FFI) akan membangun pabrik baru dengan investasi tahap awal sebesar 225 juta euro atau Rp 3,8 triliun. Pabrik itu akan menghasilkan susu cair dan susu/krim kental manis. Menteri Perindustrian mengapresiasi langkah FFI mendorong pertumbuhan produksi susu segar agar dapat mengimbangi laju pertumbuhan kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu. Sebab, sampai saat ini, hanya 22% bahan baku susu yang dipasok dari dalam negeri. Manuver FFI sejalan dengan program Kementrian Perindustrian untuk mewujudkan subtitusi impor sebesar 35% pada 2022.
FFI telah bertahun-tahun menjalin kemitraan dengan koperasi dan peternak sapi perah. Upaya yang dilakukan diantaranya melalui berbagai program seperti bantuan Milk Collection Point (MCP) koperasi susu, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) melalui Akademik Peternak Muda dan Farmer2Farmer, serta pembangunan dairy village (desa susu). Menperin optimistis peluang pasar dan tingkat konsumsi produk susu olahan terus tumbuh, seiring terus meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat dan bertumbuhnya kelas menengah, transformasi gaya hidup masyarakat menjadi lebih sehat, serta peningkatan permintaan produk bernutrisi tinggi selama pandemi Covid-19.
(Oleh - IDS)
Capital Gain Samara Suites Tembus 100%
Jakarta - Samara Suites mencatat kenaikan harga (capital grain) lebih dari 100% terhitung dari Juni 2016 hingga Maret 2021. Menara apartemen besutan Synthesis Development itu berkapasitas 292 unit. Kini, harga Samara Suites bercokol di level Rp 55 juta per meter persegi (m2). Ketika diperkenalkan ke publik, Juni 2016, apartemen ini dibanderol Rp 26 juta per m2. Synthesis Development menyatakan, untuk pendapatan pasif dari sewa unit, imbal hasil (yield) unit apartemen ini berkisar 7-12% per tahun.
Samara Suites merupakan bagian dari proyek mixed use Synthesis Square, Jakarta Selatan yang mencakup dua menara perkantoran dan satu menara apartemen. Keberadaan perkantoran dinilai bisa menjadi captive market untuk apartemen sewa. Selain itu, potensi sewa Samara Suites juga bakal terdongkrak dengan rampungnya pusat training BRI se-Indonesia yang terletak di sebelah Synthesis Square. Perkantoran dan hunian yang terkoneksi dengan public transportation memiliki nilai sewa dan tingkat okupansi yang tetap baik, meski di tengah pandemi Covid-19. Misalnya, perkantoran yang dekat dengan stasiun MRT atau halte Transjakarta, tetap saja memiliki okupansi yang baik.
(Oleh - IDS)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









