Ekonomi
( 40814 )Bisnis Pusat Data, Ada Perang Di Data Center
Ibarat ada gula ada semut, bisnis pangkalan data di Indonesia diserbu banyak peminat. Sayangnya, tidak semua peminat sukses menggeluti bisnis yang lagi naik daun selama masa pandemi Covid-19. Adalah PT Indosat Tbk, justru dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk melego bisnisnya di sektor pangkalan data atau data center. Pada Rabu (8/9), Bloomberg melaporkan emiten telekomunikasi berkode saham ISAT itu bakal menjual bisnis pangkalan data ditengah proses konsolidasi di industri telekomunikasi Tanah Air. Perusahaan Telekomunikasi tersebut disebut-sebut berusaha untuk menjual aset yang bukan bagian dari bisnis inti mereka, seperti menara dari nirkabel dan pangkalan data. Namun, pertimbangan penjualan pangkalan data oleh Indosat masih berada pada tahap awal pembahasan.
Sementara itu, SVP Head of Corporate Communication Indosat Steve Saerang mengatakan perusahaan belum bisa memberikan konfirmasi terkait dengan informasi tersebut. "Setiap kemungkinan transaski penjualan atau perusahaan struktur aset atau management memerlukan pengumuman resmi korporasi." ujarnya kepada Bisnis. Princeton Digital Group Data Centres merupakan perusahaan yang fokus dalam bisnis pusat data. Namun Group Head Corporations XL Axiata Triwahyuningsih mengatakan belum memiliki rencana untuk menjual kembali data pusat. Dia menjelaskan pertimbangan XL Axiata melepas pusat bisnis data dan melakukan pengelolaan bisnis pusat data membutuhkan kompetensi khusus.
Sementara itu, Ketua Bidang Network dan Infrastruktur Indonesia Digital Empowerment Community (IDIEC) Aryanto A. Setyawan meyakini operator seluler tidak terlalu membutuhkan pusat data. Adapun kekurangannya, adalah ketergantungan mengenai ketersedian dari semua aspek pusat data, termasuk pola kerja sama bisnis sebagai penyewa. ''Akan ada perubahan pengelolaan, tentu hal ini akan menimbulkan pertanyaan bagaimana kualitas layanan ke depan? Seharusnya lebih baik." Kata Ian Yosef M. Edward Ketua Pusat Kejian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi. (YTD)
Komoditas Pertanian, Ekspor Kopi Terkendala Logistik
Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia memperkirakan volume pengiriman kopi bakal lebih rendah pada tahun ini akibat masalah kelangkaan peti kemas yang memicu lonjakan biaya pengapalan. Ketua Bidang Kopi Speciality dan industri Kopi Indonesia Moelyono Soesilo menyebutkan harga rata-rata kopi saat ini 15% lebih tinggi dibangdingkan dengan tahun lalu. Namun, dia menjelaskan pelaku usaha tidak dapat memanfaatkan kenaikan harga ini secara optimal akibat kendala pengapalan.
Data Kementerian Perdagangan memperlihatkan ekspor kopi, teh, dan rempah-rempah dalam kode HS 09 selama dalam kurun waktu Januari-Juli 2021 bernilai US$756,2 juta, naik tipis 1,02% dibandingkan dengan Januari-Juli 2020 yang bernilai US$748,6 juta. Kopi asal Indonesia masih menjanjikan seiring dengan besarnya permintaan dari negara lain. "PPI bersama buyer telah menandatangani kontrak ekspor kopi ke Mesir sebanyak 600 ton, terhitung mulai September hingga Desember 2021, dengan nilai setara dengan US$1,2 juta," ujar Direktur Utama Perusahaan Perdagangan Indonesia Nina Sulistyowati.
Koordinator Wakil Ketua Umum III Kamar dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Sintha W. Kamdani menilai produk pertanian menjadi salah satu kelompok produk yang memperlihatkan pertumbuhan ekspor sepanjang pandemi. Kendala terbesar untuk ekspor pertanian sejauh ini masih berkutat pada kesiapan pasokan karena produktivitas Indonesia yang fluktuatif, selain itu, terdapat kendala dalam pemenuhan standar produk. "Bila kita ingin mengembangkan ekspor produk pertanian secara signifikan, kami harap kedepannya pemerintah melakukan reformasi sistematik di sektor pertanian dan edukasi petani agar produk pertanian kita bisa diekpor," kata Sintha. (YTD)
Menko Airlangga Apresiasi OJK dan Perbankan Bantu Akses Pembiayaan UMKM-Sektor Informal
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar terpenting dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Jumlah UMKM yang mencapai 99,9 persen dari pelaku usaha juga telah berhasil menyerap tenaga kerja sebesar 97 persen dari total tenaga kerja Indonesia. Secara keseluruhan, UMKM telah berkontribusi sebesar 61,07 persen terhadap PDB Indonesia atau senilai Rp 8.573,89 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan dalam membantu menyelamatkan UMKM dan sektor informal di masa pandemi.
Dalam webinar yang bertajuk "OJK Dorong Perbankan Selamatkan UMKM dan Sektor Informal" yang diselenggarakan oleh Alika Communication, Kamis (9/9), Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa salah satu tantangan utama bagi permulihan UMKM dan sektor informal saat ini adalah akses pembiayaan.
"Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan yang diberikan oleh OJK dan perbankan. Saya sangat mengapresiasi OJK dan perbankan atas dukungannya dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional, terutama untuk UMKM dan sektor informal," ujar Menko Airlangga.
Kepala Sekolah Tajir Punya Harta 1,6 T
Sosok Nurhali mendadak jadi bahan perbincangan setelah namanya disebut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nurhali rupanya masuk dalam daftar 10 pejabat terkaja di Indonesia versi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK.
Total, Nurhali memiliki harta kekayaan mencapai Rp 1,6 triliun per 17 Februari 2021. Ia pun masuk dalam daftar pejabat terkaya bersama sejumlah menteri.
Bahkan Nurhali ada di urutan ke-7 pejabat tajir di Indonesia. Nurhali adalah Kepala SMKN 5 Tangerang yang beralamat di Jalan Tripraja nomor 1 RT 3 RW 5, Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten.
Industri : Ekonomi Camilan
Hanya dengan “ngemil” seluruh rantai ekonomi camilan dari hulu hingga hilir dapat terus bergerak. Inilah yang disebut dengan "snacking economy". Kendati terimbas pandemi Covid-19, snacking economy atau ekonomi yang digerakkan oleh konsumsi, bisnis, dan perdagangan makanan ringan terus bertahan. Bisnis ini bahkan menjadi solusi pergerakan ekonomi rakyat di tengah intaian kenaikan pengangguran dan penurunan penghasilan masyarakat yang dirumahkan, dikurangi jam kerjanya, atau mengalami pemutusan hubungan kerja.
Sebelum pandemi, tepatnya pada 2019, nilai pasar camilan (snack) global sebesar 491,4 miliar dollar AS. Pembatasan aktivitas ekonomi untuk mengendalikan pandemi, termasuk di sektor ritel grosir dan eceran camilan, menyebabkan nilai pasarnya turun cukup drastis menjadi 427,02 miliar dollar AS pada 2020. Statista, perusahaan Jerman yang bergerak di bidang jasa layanan data statistik, memproyeksikan, pada 2021 ini, nilai pasar camilan global akan kembali meningkat menjadi 448,96 miliar dollar AS. Kategori camilan itu antara lain mencakup makanan ringan manis, gurih, asin, seperti aneka keripik dan kerupuk, kue kering atau biskuit, dan aneka jenis kacang.Sepanjang 2021-2025, nilai pasar camilan global ini diperkirakan akan tumbuh rata-rata 2,85 persen per tahun. Khusus Indonesia, nilai pasarnya diperkirakan 6,7 miliar dollar AS pada 2021. Rata-rata pertumbuhan tahunannya sebesar 6,08 persen sepanjang 2021-2025.
Bitcoin Tersandung Aksi Ambil Untung
Harga bitcoin kembali tersungkur dalam dua hari terakhir. Padahal dua hari lalu bitcoin resmi menjadi alat pembayaran yang sah di El Salvador. Duit kripto dengan kapitalisasi ini per pukul 19.18 WIB kemarin turun 0,54% ke US$ 46.361 per BTC. Dalam sepekan, harga bitcoin turun 7,6%. Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo menambahkan, terjadi aksi jual besar-besaran ditengah penguatan dollar AS dalam dua hari terakhir. Co-founder Cryptowatch Christopher Tahir menilai koreksi ini akan membuat bitcoin stabil setelah menguat dalam sebulan terakhir.
Produk Oleokimia, Peluang Ekspor Terbuka Lebar
Peluang Indonesia untuk memperbesar ekspor produk oleokimia masih terbuka lebar seiring dengan berkurangnya hambatan di negara tujuan utama. Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan Asep Asmara menjelaskan bahwa sejumlah produk sawit telah diselamatkan dari hambatan perdagangan itu adalah penghentian pengenaan bea masuk antidumping (BMAD) pada produk fatty alcohol oleh Uni Eropa. "Ada beberapa yang diselamatkan sehingga untuk prospek kedepannya, kami optimis masih bisa meningkat," katanya, Kamis (9/9)
Oleokimia adalah bahan kimia apapun yang berasal dari lemak. Contoh hasil olahan oleokimia yaitu mentega, sabun dan minyak goreng. Dalam lima tahun terakhir, nilai ekspor oleokimia menunjukkan tren pertumbuhan positif 9,57% dari US$2,61 miliar pada 2021.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) Rapolo Hutabarat mengemukakan bahwa sejauh ini tidak ada hambatan besar bagi ekspor produk oleokimia. Hambatan itu hanya untuk produk biodiesel dan dumping di Uni Eropa dan AS. Dia mengemukakan bahwa kebutuhan produk oleokimia sangat luas, mencakup kebutuhan industri kosmetik, industri kesehatan, pangan, dan pestisida. Kebutuhan yang luas ini diikuti pula dengan kemampuan produksi Indonesia yang meningkat. Dari kapasitas produksi yang tinggi ini, data Gapki menunjukkan bahwa sebagian besar oleokimia dikirim ke pasar ekspor. (YTD)
Jelajah Investasi Jabar-Jateng 2021, Memandang Jauh Pesona Jabar Selatan
Meski diliputi keterbatasan infrastruktur, aktivitas pariwisata, perikanan, dan pertanian di Jawa Barat Bagian Selatan terus menggeliat. Sejumlah komoditas tengah diburu pasar mancanegara. Lima orang penerjun melompat dari sebuah pesawat latih, akhir pekan lalu di Batukaras, Pangandaran. Meliuk, mengembangkan parasut dan mendarat mulus. Kebetulan angin dan cuaca tengah bersahabat, langit bersih biru dan hujan baru saja turun malam sebelumnya. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaitkan dukungan pada Pangandaran terkait visinya menjadikan pariwisata lokomotif ekonomi Jabar.
Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIBJ) Salahudin Rafi mengatakan, jika dunia penerbangan kembali pulih Kertajati akan menjadi bagian ekosistem yang menopang Jabar Selatan. "Kita jangan lagi berpikir penerbangan itu point to point, tapi hub. Kertajati bisa jadi pusat pergerakan turis asing, mendarat di Kertajati, lalu melanjutkan tujuan ke Garut, Pangandaran, bisa," Dari hasil survei persebaran penumpang, wilayah jabar Selatan juga masuk dalam catchment area Bandara Kertajati. Dari total potensi penumpang yang berada dalam catchment Kertajati sebesar 6,45 juta orang.
Jabar Selatan juga memiliki potensi luar biasa di sektor perkebunan kelapa. Dinas Perkebunan Jabar mencatat selama masa pandemi komoditas kelapa dan produk turunannya menjadi buruan eksportir. Bahkan ada perusahaan di Jabar yang sudah melakukan ekspor sebelumnya ke Jepang dan Arab Saudi."Kelapa adalah komoditas luar biasa, mulai dari sampai airnya bisa dimanfaatkan. Jadi sapulidi, ketupat, nata de coco, dan sebagainya," kata Kepala Dinas Perkebunan Jabar Hendy Jatnika.
Penguatan Aliran Masuk Modal Asing Berlanjut
Jakarta - Aliran masuk modal asing (capital inflow) ke pasar keuangan Indonesia selama periode 30 Agustus hingga 2 September 2021 tercatat Rp 11,63 triliun. Nilai ini melanjutkan tren peningkatan capital flow pada pekan-pekan sebelumnya yaitu dari Rp 3,49 triliun pada periode 16-19 Agustus 2021, menjadi lebih dari dua kali lipat pada periode 23-26 Agustus 2021 yaitu sebesar Rp 7,67 triliun. Berbagai indikator di sektor keuangan terus membaik, di tengah berbagai langkah bauran kebijakan moneter dan dukungan sisi likuiditas yang dilakukan bank sentral.
Derasnya capital inflow yang utama disebabkan oleh faktor peningkatan harga saham emiten berbasis komoditas serta emiten teknologi. Sementara itu, terkait isu pengurangan likuiditas (tapering off) oleh bank sentral AS, investor sudah melakukan antisipasi sejak sinyal tapering off menguat di awal 2021. Sebagai contoh, porsi SBN yang dipegang asing sudah mengalami penurunan dari 30,17% per 30 Juni 2020, menjadi 22,88% pada 22 Juni 2021. Porsi penguasaan asing terhadap SBN juga terus turun menjadi 22,44% per 31 Agustus 2021 dengan nominal tercatat Rp 980,44 triliun.
Bayar Pajak Bisa Pakai DANA
Jakarta - Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan resmi menjadikan uang elektronik Dana sebagai Lembaga Persepsi Lainnya (LPL) untuk pembayaran Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN G3). Dengan begitu, mulai saat ini penyetoran penerimaan negara sampai dengan pembayaran pajak bisa melalui dompet digital tersebut.
Ada tiga jenis pembayaran penerimaan negara yang bisa lewat aplikasi Dana. Yaitu pembayaran Pajak Online (Ditjen Pajak), pembayaran bea dan cukai, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) seperti biaya perpanjangan paspor, penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) baru maupun proses perpanjangannya. Kerjasama tersebut merupakan respons terhadap tantangan pesatnya arus digitalisasi, perkembangan teknologi, serta perubahan kondisi dan aktivitas ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









