Ekonomi
( 40460 )Laba Holding BUMN Tambang Tembus 4,7 Triliun
Holding Industri BUMN Pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID) mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp 4,7 triliun. Laba bersih tersebut gabungan antara PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), dan PT Timah Tbk.
"Jadi revenue kami Rp 39,2 triliun dengan laba bersih Rp 4,7 triliun," kata Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/8/2021).
Kinerja keuangan konsolidasi juga membukukan EBITDA Rp 10,9 triliun, return on equity 10,9%, EBITDA margin 27,7%, net profit margin 12%.
Pasokan Sawit Hanya Terpenuhi 70 Persen
Ternyata pasokan bahan baku kepala sawit di Kalsel masih kurang. Karena itu guna memenuhi Kalsel masih mendatangkan kelapa sawit dari luar. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel, drh Hj Suparmi mengakui, bahan baku kelapa sawit masih kurang dan baru terpenuhi sekitar 70 persen.
Oleh karena itu, Disbunnak Kalsel terus mendorong agar petani sawit meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kebun sawitnya melalui program PSR.
Melalui program PSR 2021, dikatakan Suparmi, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pabrik sawit hingga 90 persen.
Pada 2021, ada lima daerah yang mengikuti program PSR yaitu Tanahlaut, Tanahbumbu, Kotabaru, Banjar dan Barito Kuala.
Sementara, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar berharap Dinas Perkebunan dan Peternakan menyiapkan langkah strategis guna meningkatkan pembangunan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.
Harga Besi UNP Naik Hampir 100 Persen
Diduga Imbas oksigen lebih diutamakan untuk misi kemanusiaan, maka industri pengolahan besi juga ikut kesulitan dan akhirnya menaikkan harga besi. Harga besi pun dikabarkan naik, dan ini dibenarkan.
Dari pantauan, rata-rata naik harga besi di toko bangunan ini berkisar Rp 30 hingga 50 persen. Bahkan ada besi yang naiknya mendekati hampir 100 persen.
Selain di "Supermarket " bangunan, pada toko bangunan kecil juga meningkat. Contoh besi UNP ukuran lima sentimeter dengan panjang enam meter dulu harga Rp 120 ribu per batang sekarang Rp 213 ribu per batang.
Ini karena harga dari distributor di Surabaya naik, maka kami di penjual besi dan Las, juga ikut menaikkan harga.
Dijelaskan Ali Farikin, dia beli dari Surabaya sudah naik 35 hingga 50 persen, bahkan ada yang mendekati 100 persen, sehingga wajar jika dinaikkan.
Selain beson UNP juga ada besi strip. "Saya beli Rp 35 ribu sekarang Rp 50 ribu per batang strip. Untuk besi strip ini panjang 5 meter 30 senti," katanya.
Kepala Dinas Peridustrian Kalsel, Mahyuni menjelaskan, kenaikan harga besi ini diakibatkan industri pengolahan besi baja, rekayasa kontruksi yang kesulitan cari stok oksigen.
Garuda Indonesia Rugi Rp 13,1 Triliun
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar 904,9 juta dollar AS atau setara Rp13,1 triliun (asumsi kurs Rp14.400 per dollar AS) pada semester I-2021.
Kerugian tersebut meningkat dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni sebesar 728,15 juta dollar AS atau setara Rp10,5 triliun.
Dilansir dari laporan keuangan perusahaan dengan kode emiten GIAAitu, Selasa (31/8/2021), kenaikan rugi bersih perseroan selaras dengan merosotnya pendapatan usaha sepanjang periode Januari-Juni 2021.
Energi Fosil Masih Jadi Pilihan Ketimbang EBT
Jakarta - Meski pengunaan energi bersih dari sumber energi baru terbarukan tengah dikampanyekan di berbagai negara, nyatanya energi fosil masih menjadi pilihan dibanding EBT pada 2020. Tren ini bahkan diperkirakan masih terus berlangsung hingga beberapa tahun ke depan. Khusus untuk menggunakan energi untuk pembangkit listrik di Indonesia. Batubara tetap menjadi pilihan untuk menghasilkan listrik yang murah. Biaya pokok penyediaan tenaga listrik (BPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sekitar Rp 600 - Rp 800 per kilowatt hour (kwh). Adapun, BPP PLN secara umum tercatat Rp 1.297 per kwh per Juni 2021.
Penggunaan bahan tambang sebagai energi bersih merupakan sebuah keniscayaan. Namun, untuk saat ini masih cukup banyak hambatan dalam pengembangannya. Pertama, listrik yang dihasilkan oleh EBT masih cenderung intermiten sehingga masih perlu di backup oleh energi fosil. Kedua, harga listrik yang dihasilkan oleh EBT relatif masih lebih mahal dibandingkan dengan PLTU. Hal tersebut akan langsung berdampak pada biaya pokok penyediaan (BPP) listrik. Ketiga, komponen penunjang pembangkit EBT masih terbatas. Dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang rendah, pengembangan pembangkit EBT dinilai belum mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi perekonomian nasional dalam waktu dekat.
Sementara itu, untuk menyiasati risiko tingginya emisi dari PLTU, sudah ada teknologi yang dapat memitigasi hal tersebut. Seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan batu bara bisa jadi lebih ramah lingkungan dengan menggunakan teknologi carbon capture, utilization, and storage (CCUS) maupun ultra supercritical boiler.
Bisnis Hotel, Okupansi Melonjak Signifikan
Tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di kawasan Cianjur Jawa Barat melonjak signifikan pada akhir pekan lalu meskipun daerah tersebut masuk katagori PPKM level 4. Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Cianjur Jaw Barat mencatat kenaikan tingkat hunian hotel hingga mencapai 100% selama akhir pekan lalu yang didominasi oleh tamu asal Jabodetabek.
Ketua PHRI Cianjur Nano Praja mengatakan okupansi mulai meningkat setelah pelonggaran PPKM diberlakukan di sejumlah wilayah meski Cianjur masih menerapkan PPKM level 4. Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, protokol kesehatan ketat termasuk kartu vaksinasi wajib dikantongi tamu yang datang. "Prokes ketat kami terapkan, sebab upaya membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. Baru pekan ini, bahkan beberapa hotel anggota PHRI Cianjur terisi penuh. Semoga PPKM segera usai dan perekonomian kembali normal," katanya dikutip Antara, Minggu (29/8). Lonjakan okupansi hotel akibat dari pelonggaran kebijakan PPKM juga dialami oleh pengusaha hotel di kota Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB).
Okupansi hotel saat ini tercatat 50% dibandingkan dengan saat PPKM level 4 yang hanya 40%. Tetapi okupansi saat ini masih lebih rendah dibandingkan sebelum penerapan PPKM pada Juni 2020 sebesar 60%. Peningkatan okupansi terjadi setelah syarat penginapan di hotel dipermudah dengan cukup menggunakan keterangan negatif Covid-19 dari rapid test antigen dan bukti vaksinasi pertama. "Sekarang okupansi menunjukkan tren kenaikan dibanding ketika PPKM level 4" jelas Yono, ketua Assosiasi Hotel Mataram.
Bank Indonesia Cirebon, Genjot Penggunaan QRIS, Sasar UMKM
Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon terus berupaya menggenjot penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) atau pembayaran berbasis barcode di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning). Penggenjotan penggunaan QRIS ini digunakan sebagai alat transaksi oleh kosumen dan sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah merchant yang ada di kabupaten tersebut.
Kepala KPw BI Cirebon Bakti Artanta mengatakan, layanan sektor keuangan dan pembayaran berbasis nontunai sangat bermanfaat bagi perekonomian. Berbagai manfaat di antaranya, efisiensi dan efekifvitas layanan. Menurut Bakti, pembayaran menggunakan QR code menjadi salah satu inisiatif Indonesia dalam menyongsong ekonomi digital, lantaran banyak turunan transaksi digital lainnya yang dapat dikembangkan berdasarkan data transaksi costumer dari kode tersebut.
Menurut Bakti pelaku UMKM di wilayah tersebut sudah menyadari pentingnya transaksi secara digital ditengah masa pandemi Covid-19. Di targetkan, pada 2021 ini sebanyak 200.222 lebih UMKM di Ciayumajakuning sudah menggunakan QRIS sebagai transaksi pembayaran. Menurutnya, metode tersebut mampu meningkatkan potensi perluasan penjualan. "Pelaku UMKM ini nanti tidak lagi memerlukan uang kembalian, sebagai uang penjualan langsung tersimpan di tabungan, resiko uang hilang/atau dicuri akan berkurang," kata Bakti. Bagi Bank Indonesia, UMKM mempunyai peran penting bagi perekonomian di Indonesia, lantaran memberikan sumbangan siginifikan, terutama dalam membentuk produk domestik bruto dan penyerapan tenanga kerja.
"Kami masih sebagai bank sentral berupaya memberikan kontribusi terbaik melalui kebijakan pengambangan UMKM dalam meningkatkan akses keuangan. Pengembangan UMKM oleh BI punya tujuan meningkatkan kapasitas dan kemampuan managerial SDM serta inovasi dari UMKM," kata Bakti. Selama pandemi, kata Bakti, banyak pelaku UMKM yang mengajukan restrukturisasi kredit. Padahal, UMKM ini merupakan sumber ekonomi terbesar di Indonesia, Kalau semua sudah memanfaatkan platform digital, pada 2025 UMKM akan menjadi sumber ekonomi baru," kata Bakti. (YTD)
Investor Global Mencari IPO di Negara Asia
Shanghai - Investor global lari dari China, dampak regulasi yang keras ke perusahaan teknologi Tiongkok. Tindakan keras regulator China ke perusahaan teknologi asal Tiongkok membawa berkah ke negara lain. Investor global mulai mencari tempat baru untuk menaruh duitnya di negara lain. Hal ini mulai terasa saat ada lonjakan rekor penawaran umum perdana beberapa negara di Asia dari India, Indonesia, hingga Korea Selatan.
Pencapaian tersebut bisa menjadi lebih besar mengingat listing yang direncanakan oleh beberapa perusahaan seperti raksasa financial technology (fintech) India Paytm dan konglomerat internet Indonesia, GoTo. Beberapa bankir menyebutkan hal tersebut menjadi awal era baru untuk listing teknologi di Asia. Investor global sudah meningkatkan eksposur ke pasar luar China, dengan beberapa membeli IPO dari negara-negara seperti India dan Indonesia untuk pertama kalinya. Beberapa investor yang berbasis di Hong Kong yang sebelumnya fokus pada kesepakatan China sekarang berpartisipasi dalam IPO teknologi di negara Asia lain. Membanjirnya IPO teknologi di Asia Tenggara dan India akan bisa memberikan kekuatan baru.
J&T Express Pilih Listing di Hong Kong daripada AS
Perusahaan rintisan (start-up) berstatus unicorn asal Indonesia yang bergerak di bidang ekspedisi, J&T Express, dikabarkan bakal mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Hong Kong. Sebelumnya, J&T Express berencana listing di Bursa Efek Amerika Serikat (AS). J&T Express akan melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) tahun depan. Dari IPO tersebut, J&T Express disebut-sebut bisa menghimpun dana sekitar US$ 1 miliar.“J&T telah bekerja sama dengan Bank of America Corp, China International Capital Corp, dan Morgan Stanley terkait IPO itu,” ungkap sumber yang dikutip Bloomberg, Senin (30/8).Meskipun J&T Express berbasis di Indonesia, namun perusahaan ini beroperasi cukup signifikan di Tiongkok. Menurut sumber, Pemerintah Tiongkok berkemungkinan akan memberlakukan peraturan yang lebih ketat terhadap perusahaan yang melakukan listing di luar negeri.
J&T Express dibentuk pada 2015 oleh mantan eksekutif OPPO, Jet Lee dan Tony Chen. Perusahaan melakukan bisnis pengiriman dalam kota, serta antar kota dan antar provinsi. J&T juga menyediakan layanan pergudangan dan solusi supply chain untuk toko e-commerce di Indonesia. J&T berkembang signifikan di kawasan Asia Tenggara, yakni Kamboja, Vietnam, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina.
Jahitin.com Berdayakan Penjahit Rumahan
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terus berusaha bertahan di tengah pandemi. Salah satu UMKM binaan PT Telkom, Jahitin, memilih membuka situs jahitin.com untuk memperluas pasarnya.
Owner dari usaha itu adalah Asri Wijayanti, seorang fashionpreneur asal Surabaya yang membuka usaha di Sidoarjo dengan melayani pembuatan baju idaman pelanggan secara online, melalui situs jahitin.com.
Asri mengembangkan bisnis fashion dengan cara unik. Ia mengagas starup jahitin.com, yakni layanan jahit online dengan konsep economy sharing, menghubungkan para penjahit dengan pelanggan yang membutuhkan.
Unit CDC Telkom Surabaya sejak awal mendampingi jahitin.com lewat program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL). Jahitin hingga kini terus bertahan bahkan semakin berkibar.
“Pelanggan pertama jahitin.com adalah teman-temannya mahasiswi di Malang,” kenang Asri. Layanan jahit online semakin disukai netizen, karena praktis, aman dan kualitas jahitannya terjamin.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









