;

Bank Digital Diharapkan Membentuk Ekosistem Baru

Ekonomi Yuniati Turjandini 30 Aug 2021 Investor Daily, 23 Agustus 2021
Bank Digital Diharapkan Membentuk Ekosistem Baru

Peraturan baru Jasa Otoritas Keuangan (POJK) mensyaratkan bank digital berkontribusi terhadap pengembangan ekosistem keuangan guna mempercepat peningkatan inklusi keuangan. Bank dengan layanan digital penuh ini diharapkan bersinergi dengan fintech dan lembaga keuangan bukan bank lainnya agar penetrasi layanan keuangan menembus seluruh lapisan masyarakat. Tiga beleid yang baru adalah POJK No.12/POJK.03/2021 tentang Perubahan POJK No.34/POJK.03/2018 tentang penilain Kembali Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan. 

Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perhimpunan  Bank Nasional (Perbanas) Aviliani mengatakan, apabila bank melakukan kerjasama dengan non bank yang berbasis Teknologi Informasi (IT), resiko bisa saja hanya ditanggung perbankan. Padahal, investasi perbankan pada teknologi informasi sangat besar, maka perlu diatur juga dari sisi nonbank. "Saya usul ke OJK terkait SDM pengawasan bank digital ini, maka remunerasi juga harus naik. OJK harus mencari talenta terbaik yang dapat mengawasi bank digital, terutama dari sisi kejahatan siber," kata Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, diterbitkan POJK No12/POJK.03/2021 salah satunya bertujuan untuk mendukung akselerasi konsulidasi bank sebagai upaya untuk penguatan struktur, serta peningkatan ketahanan  dan daya saing perbankan, sehingga lebih kontributif dalam perekonomian nasional. Tujuan lainnya adalah mendorong akselerasi transformasi digital, khususnya transformasi strategi bisnis bank kearah digital banking dengan menekankan pada aspek efisiensi layanan, perlindungan nasabah, termasuk keamanan data nasabah. 

Direktur Penelitian Bank Umum OJK Muhammad Miftah mengatakan, bank di Tanah Air belum ada yang memenuhi ketentuan bank digital, namun baru sebatas masuk katagori sebagai bank yang melakukan layanan perbankan digital. Sejumlah bank tengah melakukan strategi pemenuhan modal inti minimun untuk menjadi bank digital, salah satunya PT Bank Digital BCA. Meski termasuk katagori kelompok usaha bank dibawah BCA, BCA digital berencana untuk menambah modal menjadi di atas 1,35 trilliun. 

Pada kesempatan terpisah, Head of Equity Research BNI Sekuritas Kim Kwie Sjamsudin mengatakan, group BRI memiliki potensi ekosistem bank digital yang terbesar. "Bank pelat merah seperti BRI memiliki digitalisasi yang besar, lantaran memiliki sumber daya yang lengkap seperti didukung oleh skala, modal, jaringan, dan satelit," ucapnya.

Tags :
#Perbankan
Download Aplikasi Labirin :