Ekonomi
( 40554 )Bisnis Indonesia Award 2021, Tak Goyah Diterpa Pandemi
Badai pandemi Covid-19 yang menerpa perekonomian Indonesia sejak tahun lalu tak menyurutkan sejumlah korporasi untuk terus meracik strategi apik dan mencetak pertumbuhan kinerja yang solid. Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Group Haryadi B. Sukamdani mengatakan setelah mampu bertahan di tengah pandemi yang berkepanjangan, sejumlah perusahaan justru mampu membukukan kinerja gemilang tanpa mengabaikan prinsip good corporate govermance. "Diajang kali ini, kami mengambil tema growth in pandemic yang ditetapkan untuk memberikan apresiasi kepada emiten dan nonemiten yang tidak sekedar bertahan, tetapi juga mampu menggapai pertumbuhan di era pandemi Covid-19 yang hingga kini belum juga berakhir," ujarnya, kala membuka Bisnis Indonesia Award 2021, Rabu (15/9).
Dalam ajang yang dilaksanakan secara daring ini, ada tiga katagori besar penerima penghargaan, yakni katagori Bank Terbaik, Emiten Terbaik, dan Specialy Award dengan total 40 penghargaan yang diberikan. Wakil Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, (BMRI) Alexander W. Askandar mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diraih perseroan. Adapun Bank Mandiri berhasil menyabet penghargaan pada katagori Bank Terbaik disektor bank persero. Sementara itu, PT Mark Dynamics Tbk sukses meraih penghargaan pada katagori emiten terbaik disektor barang perindustrian.
Presiden Direktur MARK Ridwan Goh mengatakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur cetakan sarung tangan, tumbuh sangat pesat selama pandemi. Penghargaan lain juga sukses diraih Reynaldi Hermansyah, Presiden Direktur PT Indonesia Infrastucture Finance, sebagai The Most Inspiring CEO for Sustainable Development. Dibawah nahkoda Reynaldi dianggap terus mampu menunjukkan komitmennya dalam menciptakan produk-produk inovatif dengan tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan. (YTD)
CHT Naik Suburkan Rokok Ilegal
Rencana pemerintah untuk menaikkan Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada 2022 terus mendapat penolakan dari pelaku industri. Di saat daya beli masyarakat yang masih melemah, kenalkan CHT justru dipandang berpeluang menyuburkan peredaran rokok ilegal.
Alih-alih dapat tambahan pemasukan, kenalkan tarif justru berpotensi menambah pengeluaran pemerintah dalam melakukan pengawasan dan penindakan potensi rokok ilegal ini. Tarif CHT tahun depan memang belum ditetapkan, namun pemerintah telah menaikkan target total penerimaan cukai sebesar 11,9 persen menjadi Rp 203,9 triliun. Dengan begitu, tarif CHT dipastikan meningkat karena CHT merupakan komponen utama penerimaan cukai pemerintah dengan kontribusi di atas 95%.
Kenaikan cukai memang memiliki kecenderungan untuk menyuburkan peredaran produk ilegal. Apalagi rokok merupakan barang konsumsi yang relatif tak dipengaruhi harga alias produk inelastis. Menurut Henry, Kenaikan harga rokok tak membuat orang berhenti merokok melainkan beralih mengonsumsi barang serupa dengan harga yang lebih murah bahkan ilegal.
OJK Diminta Moratorium Aktivitas Pinjol
Wakil Ketua DPR Korinbang Rachmat Gobel meminta agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan moratorium terhadap aktivitas pinjaman online (pinjol), seiring kian maraknya praktik ilegal yang sangat merugikan masyarakat.
Tiap hari kita disodori berita yang menyedihkan dari masyarakat yang terbelit masalah akibat praktik tidak sehat dari pengelola pinjaman online. Bahkan ada yang bunuh diri karena tidak bisa membayar cicilan utang mereka yang membengkak secara luar biasa.
Tak hanya itu, ada nasabah pinjam satu hingga dua juta namun nilai pengembaliannya naik sampai puluhan juga. Menurutnya, hal itu sebagai sesuatu yang tidak masuk akal dan meminta otoritas menghentikan izin baru ke perusahaan fintech.
Gobel mengakui, ide awal kelahiran fintech untuk meningkatkan inklusi di sektor keuangan. Namun dalam praktiknya, terlihat ada ketidaksiapan dari berbagai lembaga terkait. Inilah yang kemudian membuat munculnya praktik tidak sehat, bahkan menjamurnya pengelola fintech ilegal, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Ekspor dari RI di Agustus 2021 Senilai USD 21,42 Miliar
Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2021 mencapai USS 21,42 miliar atau naik 20,95 persen dibanding ekspor pada bulan Juli 2021 Sedangkan dibanding Agustus 2020 nilai ekspor naik 64,10 persen.
Dia menuturkan ekspor non- migas Agustus 2021 mencapai US$ 20,36 millar, naik 21,75 persen dibanding Juli 2021, dan naik 63.43 persen dibanding ekspor nonmigas Agustus 2020.
Secara kumulatif, nilai ekspor indonesia Januari hingga Agustus 2021 mencapai US$ 142,01 millar atau naik 37,77 persen dibanding periode yang sama 2020. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$ 134,13 millar atau naik 37,03 persen.
Menurut provinsi asal barang, kata dia, ekspor indonesia terbesar pada Januari hingga Agustus 2021 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$ 21,56 miliar (15,18 persen), diikuti Jawa Timur US$ 14,87 miliar (10,47 persen) dan Kalimantan Timur US$ 13,33 miliar (9,39 persen).
Semester I-2020, Pasar Komputer RI Tumbuh 50%
Riset IDC Indonesia menyebutkan bahwa pasar komputer (personal computer/PC) Indonesia (RI), termasuk laptop, netbook, membaik pada semester 1-2021. Penjualan komputer meningkat 50% menjadi 2,06 juta pada semester pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Analis pasar senior IDC Indonesia Stallon Hangewa mengatakan, belanja komputer di Indonesia pada semester 1-2021 membaik karena pandemi Covid-19 belum sepenuhnya dapat dikendalikan serta perusahaan menggabungkan antara bekerja dari rumah dan kantor (hybrid).
"Dengan pandemi Covid-19 yang masih belum sepenuhnya terkendali, pengaturan kerja hybrid terus diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia, sehingga penyebab permintaan perangkat tetap tinggi," ujar Hangewa, dikutip Minggu, (12/9). Hal tersebut terjadi pada Chromebook, sesuai rencana pemerintah mengalihkan pembelian komputer ke perangkat berbasis sistem operasi Chrome untuk mendukung pendidikan secara digital.
Sementara itu, IDC juga menyampaikan, merk PC yang populer di Indonesia pada semester 1-2021, Asus, merek dari Taiwan, bertahan di posisi teratas dengan pangsa pasar 25% ditopang performa yang menonjol di segmen konsumer dan komersial. Masih dari Tiongkok, merek Lenovo berada di urutan ketiga. Namun, berbeda dengan dua vendor sebelumnya, Lenovo tidak memasukkan data penjualan Chromebook pada semester pertama tahun ini. (YTD)
Ukraina Berencana Melegalkan Pengaturan Kripto
Pemerintah Ukraina bakal
menjadi negara kelima dalam beberapa
pekan lagi, yang menetapkan beberapa
aturan dasar untuk pasar mata uang
kripto (cryptocurrency). Hal ini menjadi
pertanda bahwa pemerintah di seluruh
dunia menyadari bitcoin akan tetap ada.
Dalam pemungutan suara yang
hampir mencapai kata sepakat, Parlemen Ukraina mengadopsi hukum yang
melegalkan dan mengatur mata uang
kripto. Rancangan undang-undang
(RUU) ini disebut mulai dijalankan
pada 2020, dan sekarang berada di
meja Presiden Volodymyr Zelensky.
Sebagai informasi, sampai hari ini,
penggunaan mata uang kripto di Ukraina masih berada di area hukum abu-abu.
Di mana penduduk setempat diizinkan
untuk membeli dan menukar mata uang
virtual itu, tetapi perusahaan-perusahaan dan bursa yang berurusan dengan
kripto sering kali mendapat pengawasan
ketat oleh para penegak hukum.
Menurut Kyiv Post, pihak berwenang
cenderung mengambil sikap agresif
dalam hal uang virtual.
Dalam kunjungan kenegaraan resmi
ke Amerika Serikat (AS) pada bulan lalu,
Presiden Zelensky berbicara mengenai
pasar inovatif legal pemula untuk aset
virtual Ukraina sebagai titik penjualan investasi. Sementara itu, Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov,
mengatakan negaranya sedang memodernisasi pasar pembayarannya sehingga
Bank Nasional-nya dapat menerbitkan
mata uang digital.
2024, Total Pengeluaran Layanan Makanan Daring Asean US$ 28 Miliar
Grab,
merek pengantaran makanan online (daring)
terkemuka di Asia Tenggara, merilis ‘Laporan Tinjauan Industri Pengiriman
Makanan 2021’ dengan
menggandeng Euromonitor International. Hasilnya,
pada 2025, total pengeluaran layanan makanan
online di Asia Tenggara
(Asean) diprediksi tumbuh tiga kali lipat menjadi
US$ 28 miliar.
Laporan tersebut didasarkan pada penelitian
yang diselesaikan pada
kuartal II-2021. Tujuannya untuk memberikan
pandangan mendalam tentang industri pengantaran
makanan selama lima tahun ke depan, termasuk
memaparkan selera konsumen di Asia Tenggara
pasca-Covid-19.
Bedasarkan laporan
tersebut, jumlah pengeluaran pengantaran makanan online Asia Tenggara diperkirakan tumbuh
lebih dari dua kali lebih cepat dari total pengeluaran
jasa makanan selama lima
tahun ke depan dengan
tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR)
sebesar 24,4% versus 12,1%.
Ekonomi Daerah, Sektor Konstruksi Jatim Bertumbuh
Kinerja sektor konstruksi di Provinsi Jawa Timur diperkirakan masih bisa tumbuh sekitar 5% pada akhir tahun seiring dengan melandainya kasus Covid-19 serta bergulirnya berbagai Proyek Strategis Nasional. Ketua Asosiasi Proyek Konstruksi Indonesia (Aprok) Jatim, Aslakhul Umam mengatakan tren penurunan kasus Covid-19 di Jatim akan memacu berbagai sektor perekonomian, termasuk konstruksi.“Ini juga sesuai planning pemerintah yang menggenjot vaksinasi untuk mengejar herd immunity, mulai Juli—Oktober diharapkan sudah 50% tervaksin, dengan harapan pada kuartal IV nanti ada kenaikan ekonomi termasuk di sektor konstruksi,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (9/9). Dia mengatakan bahwa sektor jasa konstruksi pada kuartal I/2021 masih stagnan, tetapi pada kuartal II/2021 ada kenaikan sekitar 1,35%. Belanja pemerintah pada kuartal kedua sebenarnya cukup bagus tetapi setelah Lebaran banyak proyek yang ditunda akibat lonjakan kasus Covid-19. Adapun pada kuartal III/2021, pengusaha jasa konstruksi lebih banyak menggarap proyek perumahan atau landed house milik swasta serta berbagai bangunan fasilitas penunjang layanan kesehatan.
Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jatim Budi Hanoto mengatakan sektor konstruksi pada kuartal II/2021 tumbuh 1,3% dibandingkan dengan kuartal I/2021 yang mengalami kontraksi 3,04%. “Realisasi investasi konstruksi mengalami perbaikan, selain itu akselerasi kinerja konstruksi juga sejalan dengan berlanjutnya pembangunan proyek-proyek di Jatim dengan protokol kesehatan yang mendorong perbaikan kinerja,” ujarnya.
Empat Emiten Tanam Dana US$ 1,1 Miliar di Start-up
Empat emiten besar telah berinvestasi lebih dari US$ 1,1 miliar (Rp15,6 triliun) diseluruh perusahan rintisan (start-up) teknologi. Empat emiten itu adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra Internasional Tbk (ASII). PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek, dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Proses digitalisasi yang tengah berkembang pesat di Indonesia menjadi pendorong utama aliran dana segar dari perusahaan-perusahaaan besar tersebut. Tren Investasi ini diperkirakan terus berlangsung, setidaknya hingga tiga tahun kedepan.
Adapun satu perusahaan lagi akan menyusul menjadi unicorn pada tahun ini. "Valuasinya sudah mencapai US$ 900 juta. Jadi, sudah sangat dekat dan seharusnya bisa tahun ini," kata Kenneth kepada Investor Daily, baru-baru ini. Dia juga memprediksi bakal ada banyak lebih banyak portfolio yang menjadi unicorn. Sebab, saat ini terdapat 15 portfolio yang berstatus centour atau memiliki valuasi di atas US$ 100 juta sampai di bawah US$ 1 miliar. Selanjutnya, Emtek juga aktif berinvestasi di start-up. Tahun ini, Emtek sudah menyuntikkan dana Rp 3,08 triliun atau setara US$ 210 juta kepada PT Grab Teknologi Indonesia (GTI).
Terbaru, Saratoga Sedaya Investama berpartisipasi dalam putaran pendanaan Sirclo, perusahaan e-commerce enabler, senilai US$ 36 juta. Selain Saratoga, terdapat East Ventures, Traveloka, Sinar Mas Land, dan investor lainnya yang turut berpartisipasi dalam pendanaan tersebut. Menanggapi hal itu, Associate Director of Research and Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, perubahan cara pandang pelaku bisnis yang lebih mengedepankan digitalisasi karena gaya hidup konvensional sudah tidak bisa digunakan lagi. (YTD)
Korporasi Ekspansif ke Bisnis Keuangan Digital
Pandemi seolah menjadi amunisi ekonomi digital. Aktivitas yang memaksa dirumah saja memaksa digitalisasi datang lebih cepat. the future is now. Walhasil, keuangan digital tumbuh kian subur. peluang dan ceruk bisnis ini masih besar untuk digarap. Industri e-commerce, uang elektronik dan dompet elektronik hingga layanan digital banking tumbuh pesat. Banyak pebisnis atau korporasi mencari peluang baru. Grup Astra misalnya, setelah melepas Bank Permata meninjau peluang bisnis baru di sektor keuangan. PT Astra International Tbk (ASII) mulai melirik bisnis dompet elektronik. "Kami melihat kebutuhan sangat tinggi dilayanan e-payment ekosistem Astra. Ini bisa menjadi e-payment yang dipercaya dan menjadi smart wallet bagi pelanggan." ungakapan Direktur Astra International Suparno Djasmin.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









