Ekonomi
( 40554 )BI Suntik Likuiditas Rp 118,35 T ke Perbankan per Agustus 2021
Bank Indonesia (BI) terus melakukan injeksi likuiditas atau quantitative easing di perbankan di 2021 ini. Total dana injeksi mencapai Rp 97,34 triliun pada semester pertama dan Rp 21 triliun hingga 31 Agustus 2021, di semester kedua.
Sementara pada 2020, suntikan likuiditas BI mencapai Rp 726,57 triliun. Sehingga secara total sejak 2020, BI telah melakukan injeksi likuiditas sebesar Rp 845 triliun atau setara 5,3 persen PDB.
Menurut Destry, kebijakan ekspansi moneter ini telah membuat kondisi likuiditas perbakan hingga Juli 2021 sangat longgar. Ini terlihat dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi yaitu 32,51 persen.
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo juga telah beberapa kali menyinggung soal kebijakan injeksi likuiditas ini. Perry telah memberi sinyal bahwa injeksi likudiitas pada tahun 2022 bakal terus berkurang.
Nirwan dan Indra Bakrie Diminta Bayar Utang Rp 22,67 M
Perwakilan keluarga Bakrie sudah datang menemui Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk penyelesaian utang ke negara Rp 22,67 miliar. Perwakilan ini datang setelah ada pemanggilan terhadap PT Usaha Mediatronika Nusantara.
Juru bicara Keluarga Bakrie sudah menanggapi pengumuman Satgas BLBI. Terutama, mengenai pemanggilan Nirwan Dermawan Bakrie dan Indra Usmansyah Bakrie untuk menagih piutang negara sebesar Rp 22,67 miliar.
Menurut juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara Satriawangsa, keluarga Bakrie tidak memiliki utang BLBI. "Bakrie tidak memiliki hutang BLBI, silakan klarifikasi langsung dengan Satgas BLBI," ujar dia kepada Tempo, Selasa, 14 September 2021.
Merespons pernyataan juru bicara keluarga Bakrie, Rionald tetap bersikukuh dengan pemanggilan yang sudah dilakukan. "Usaha Mediatronika, dalam catatan kami, memang ada kewajibannya (utang)," kata Rionald.
Harga Aluminium Tembus US$ 3.000 Per Ton
Harga aluminium mencapai tepat US$3.000 per ton dalam perdagangan Senin (13/9) Ini adalah level harga tertinggi logam tersebut dalam 13 tahun terakhir. Persediaan yang ketat dan menipis diperburuk oleh kudeta militer baru-baru ini di Guenia, Afrika Barat. Negara Afrika tersebut kaya akan batuan bauksit, dari mana aluminium di proses. Harga aluminium telah melonjak sebelum kudeta terjadi pada awal bulan, naik sekitar 40% sejak Januari 2021 karena aktivitas ekonomi global bangkit kembali dari palung Covid-19. Setelah mencapai level tertinggi sejak 2008, logam dasar yang digunakan dalam barang sehari-hari itu turun menjadi US$ 2.953 per ton dalam transaksi sesi yang di London Metal Exchange. "Ini semua tentang masalah pasokan yang mendorong harga aluminium semakin tinggi," jelas analis Commerzbank Daniel Briesemann kepada AFP, Senin (13/9) Penyebab kenaikan harga juga naiknya tarif listrik di Tiongkok, yang telah menyebabkan penuruan produksi peleburan di wilayah Barat Xinjiang. Adapun peleburan aluminium menghabiskan banyak energi.
Guenia memiliki cadangan bauksit terbesar di dunia, batuan kemerah-merahan atau abu-abu. Aluminium oksida yang terkandung didalamnya dilebur menjadi aluminium. Saat ini militer yang berkuasa di Guenia berada dibawah tekanan diplomatik yang meningkat. Sebelumnya, pasukan khusus yang dipimpin oleh Letnal Kolonel Mamady Doumbouya merebut kekuasaan dan menangkap presiden Alpha Conde. Kenaikan harga komoditas tersebut telah menaikkan inflasi yang melonjak, kekhawatiran yang pada gilirannya meningkatkan dolar karena para investor mengincar suku bunga yang lebih tinggi untuk menjinakkan harga yang tidak terkendali. "Melonjaknya harga komoditas menunjukan sedikit tanda akan berhenti," kata Joshua Mahony, analisis pasar senior di kelompok perdagangan IG. (YTD)
BNI Securities Kantongi Izin Operasi di Singapura
BNI Securities Pte Ltd (BSPL), anak usaha PT BNI Sekuritas (BNIS) resmi memperoleh persetujuan operasi dari Monetary Authority of Singapura (MAS) untuk menjalankan bisnis layanan pasar modal di Singapura. Berdasarkan keterangan resmi, Senin (13/9), izin operasi tersebut diraih pada 8 September 2021. Dengan adanya izin operasi BSPI, maka BNI Sekuritas dapat mejalankan kegiatan layanan pasar modal di Singapura, baik bisnis fixed income brokerage, maupun underwriting melalui BSPL.
Melalui BSPL, Group BNI akan menjadikan BSPL, sebagai pusat kegiatan pasar modal internasional BNI, termasuk menyediakan akses bagi nasabah dan emiten ke global investor dengan fokus awal pada fixed income brokorage atau perdagangan surat utang. Tujuan pembukaan BNI Sekuritas Pte Ltd di Singapura merupakan salah satu strategi BNI Sekuritas dan Group BNI untuk memperkuat posisi sebagai regional player yang dapat memberikan layanan perbankan dan pasar keuangan global.
BNI Sekuritas telah mempunyai izin sebagai perantara pedagang efek, pinjaman emisi efek, dan agen penjualan reksa dana sedangkan aktivitas manager investasi dilakukan melalui anak usahanya, PT BNI Asset Management. Bisnis perantara pedagang efek melayani transaksi untuk saham, obligasi negara, maupun obligasi korporasi. Dengan lebih dari 175 ribu account, saat ini bisnis perantara dagang efek BNI Sekuritas pada akhir Agustus 2021 menduduki peringkat ke-6 dari frekwensi transaksi saham dan peringkat ke-9 untuk volume transaksi saham. (YTD)
Pluang Raih Total Pendanaan US$ 55 Juta
Pluang, Perusahaan rintisan berbasis teknologi finansial, kembali meraih tambahan pendanaan sebesar US$ 35 juta. Tambahan tersebut akan menjadikan total dana yang sudah diraup perusahaan sepanjang tahun ini sebesar US$ 55 juta. "Kami beruntung terus penambahan investasi kami di Pluang pada setiap seri pendanaannya, menjadikan Pluang sebagai portfolio utama kami. Kami selalu kagum atas inovasi produk, pertumbuhan bisnis Pluang, dan unit ekonomi yang terbaik di kelasnya. Kami berharap untuk terus bekerja sama dengan tim Pluang dalam tahun-tahun mendatang," ujar Partner Go-Ventures Aditya Kamath dalam keterangan tertulis, Senin (13/9). Sejak didirikan 2019, partner Square Peg Tushar Roy mengungkapkan, hampir tiga juta orang telah terdaftar di Pluang. Pluang mampu menorehkan capaian tersebut dengan biaya operasional yang efisien.
"Dalam pembangunan Pluang, Claudia dan Richard mengkombinasikan pengetahuan yang dalam tentang pasar Indonesia dengan pengetahuan tentang managemen kekayaan dengan pendidikan finansial. Kami sangat antusias menanti gebrakan baru berikutnya yang akan memperkenalkan ke pasar Indonesia,"jelas Tushar Roy. Aditya menambahkan diversifikasi adalah kunci utama bagi investor pemula untuk belajar meminimalisasi resiko dalam berinvestasi. Pluang berkomitmen untuk selalu berada di garda terdepan agar investor dapat melakukan diversifikasi portfolionya secara praktis. Pluang selalu menekankan kepada para penggunanya tentang pentingnya edukasi terkait investasi dan penciptaan kekayaan jangka panjang. (YTD)
Modalku Sasar 6,5 Juta UMKM Pengguna BukuWarung
Penyelenggara fintech peer-to-peer (P2P) lending Modalku menjalin kerja sama dengan penyedia ekosistem finansial digital UMKM yakni BukuWarung. Dalam hal ini, Modalku berupaya menyasar penyaluran pembiayaan terhadap 6,5 juta UMKM pengguna BukuWarung. Co-Founder dan COO Modalku Iwan Kurniawan mejnelaskan, kolaborasi ini menjadi langkah solutif menawarkan akses pembiayaan pengadaan barang dan jasa serta membantu perputaran arus kas usaha yang positif. Modalku senantiasa mengajak para UMKM untuk #BangkitBersinar dalam kondisi saat ini dengan solusi pembiayaan secara online.
UMKM segmen mikro merupakan salah satu segmen yang sulit mendapatkan akses ke pembiayaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Modalku bertajuk Dampak Ekonomi dan Sosial Pembiayaan UMKM dan Sosial Fintech P2P Lending pada 350 pelaku UMKM peminjam Modalku, menunjukkan bahwa 50% usaha mikro mengalami hambatan ketika mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan konvensional karena tidak memiliki laporan yang tersusun rapi.
"Selain fitur pencatatan keuangan digital yang menjadi kendala BukuWarung, kemudahan akses terhadap pembiayaan digital akan membantu 6,5 juta pengguna kami untuk mengembangkan usahanya sehingga mereka mampu mencapai kesejahteraan finansial yang lebih baik. Lebih dari itu kolaborasi BukuWarung dan Modalku juga menjadi wujud upaya bersama untuk memajukan ekonomi digital Indonesia lewat pemberdayaan UMKM," jelas Presiden dan Co-Founder BukuWarung Chinmay Chauhan. Para pelaku UMKM dapat memanfaatkan pinjaman tanpa agunan hingga Rp100 juta dengan durasi pinjaman (tenor) hingga 30 hari.
Pertanian Topang Ekonomi RI Selama Pandemi
Wakil Presiden RI Maruf Amin menilai sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi nasional selama pandemi. Menurutnya, sektor ini telah membantu memenuhi kebutuhan pangan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Ma'ruf mengingatkan tiga hal penting yang menjadi tujuan utama pembangunan pertanian Indonesia. Ketiganya meliputi pemenuhan pangan rakyat secara total, peningkatan kesejahteraan petani dan peningkatan ekspor berkelanjutan.
Soal stok pangan, Ma'ruf mengatakan saat ini ketersediaan beras di Indonesia sudah cukup terjamin. Hal ini terlihat dari jumlah stok beras dan nilai total ekspor. Hal inilah yang terlihat pada minggu ketiga di bulan Agustus 2021, di mana stok beras kita mencapai 7,60 juta ton, kemudian total ekspor berdasarkan catatan BPS mencapai 2,24 miliar dolar.
BRI Sah Jadi Induk Holding Ultra Mikro
Holding Ultra Mikro yang melibatkan tiga entitas BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM resmi terbentuk. Hal ini seiring dilakukannya penandatanganan Akta Inbreng saham pemerintah pada Pegadaian dan PNM sebagai penyertaan modal negara kepada BRI selaku induk holding di Jakarta hari ini.
Penandatanganan dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir bersama dengan Direktur Utama BRI Sunarso.
Milestone bersejarah bagi UMKM ini tidak mengubah porsi kepemilikan pemerintah atas saham pengendali di BRI. Di sisi lain, setelah holding terbentuk, negara tetap memiliki satu lembar saham merah putih seri A atau golden share di Pegadaian dan PNM.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan hal ini menjadi tonggak bersejarah berdirinya Holding Ultra Mikro yang memiliki visi ekonomi kerakyatan. Ia mengatakan Holding Ultra Mikro akan memberikan berbagai kemudahan dan biaya pinjaman dana yang lebih murah dengan jangkauan yang lebih luas, pendalaman layanan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Bisnis Pusat Data, Ada Perang Di Data Center
Ibarat ada gula ada semut, bisnis pangkalan data di Indonesia diserbu banyak peminat. Sayangnya, tidak semua peminat sukses menggeluti bisnis yang lagi naik daun selama masa pandemi Covid-19. Adalah PT Indosat Tbk, justru dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk melego bisnisnya di sektor pangkalan data atau data center. Pada Rabu (8/9), Bloomberg melaporkan emiten telekomunikasi berkode saham ISAT itu bakal menjual bisnis pangkalan data ditengah proses konsolidasi di industri telekomunikasi Tanah Air. Perusahaan Telekomunikasi tersebut disebut-sebut berusaha untuk menjual aset yang bukan bagian dari bisnis inti mereka, seperti menara dari nirkabel dan pangkalan data. Namun, pertimbangan penjualan pangkalan data oleh Indosat masih berada pada tahap awal pembahasan.
Sementara itu, SVP Head of Corporate Communication Indosat Steve Saerang mengatakan perusahaan belum bisa memberikan konfirmasi terkait dengan informasi tersebut. "Setiap kemungkinan transaski penjualan atau perusahaan struktur aset atau management memerlukan pengumuman resmi korporasi." ujarnya kepada Bisnis. Princeton Digital Group Data Centres merupakan perusahaan yang fokus dalam bisnis pusat data. Namun Group Head Corporations XL Axiata Triwahyuningsih mengatakan belum memiliki rencana untuk menjual kembali data pusat. Dia menjelaskan pertimbangan XL Axiata melepas pusat bisnis data dan melakukan pengelolaan bisnis pusat data membutuhkan kompetensi khusus.
Sementara itu, Ketua Bidang Network dan Infrastruktur Indonesia Digital Empowerment Community (IDIEC) Aryanto A. Setyawan meyakini operator seluler tidak terlalu membutuhkan pusat data. Adapun kekurangannya, adalah ketergantungan mengenai ketersedian dari semua aspek pusat data, termasuk pola kerja sama bisnis sebagai penyewa. ''Akan ada perubahan pengelolaan, tentu hal ini akan menimbulkan pertanyaan bagaimana kualitas layanan ke depan? Seharusnya lebih baik." Kata Ian Yosef M. Edward Ketua Pusat Kejian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi. (YTD)
Komoditas Pertanian, Ekspor Kopi Terkendala Logistik
Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia memperkirakan volume pengiriman kopi bakal lebih rendah pada tahun ini akibat masalah kelangkaan peti kemas yang memicu lonjakan biaya pengapalan. Ketua Bidang Kopi Speciality dan industri Kopi Indonesia Moelyono Soesilo menyebutkan harga rata-rata kopi saat ini 15% lebih tinggi dibangdingkan dengan tahun lalu. Namun, dia menjelaskan pelaku usaha tidak dapat memanfaatkan kenaikan harga ini secara optimal akibat kendala pengapalan.
Data Kementerian Perdagangan memperlihatkan ekspor kopi, teh, dan rempah-rempah dalam kode HS 09 selama dalam kurun waktu Januari-Juli 2021 bernilai US$756,2 juta, naik tipis 1,02% dibandingkan dengan Januari-Juli 2020 yang bernilai US$748,6 juta. Kopi asal Indonesia masih menjanjikan seiring dengan besarnya permintaan dari negara lain. "PPI bersama buyer telah menandatangani kontrak ekspor kopi ke Mesir sebanyak 600 ton, terhitung mulai September hingga Desember 2021, dengan nilai setara dengan US$1,2 juta," ujar Direktur Utama Perusahaan Perdagangan Indonesia Nina Sulistyowati.
Koordinator Wakil Ketua Umum III Kamar dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Sintha W. Kamdani menilai produk pertanian menjadi salah satu kelompok produk yang memperlihatkan pertumbuhan ekspor sepanjang pandemi. Kendala terbesar untuk ekspor pertanian sejauh ini masih berkutat pada kesiapan pasokan karena produktivitas Indonesia yang fluktuatif, selain itu, terdapat kendala dalam pemenuhan standar produk. "Bila kita ingin mengembangkan ekspor produk pertanian secara signifikan, kami harap kedepannya pemerintah melakukan reformasi sistematik di sektor pertanian dan edukasi petani agar produk pertanian kita bisa diekpor," kata Sintha. (YTD)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









