;

Komoditas Pertanian, Ekspor Kopi Terkendala Logistik

Ekonomi Yuniati Turjandini 13 Sep 2021 Bisnis Indonesia
Komoditas Pertanian, Ekspor Kopi Terkendala Logistik

Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia memperkirakan volume pengiriman kopi bakal lebih rendah pada tahun ini akibat masalah kelangkaan peti kemas yang memicu lonjakan biaya pengapalan. Ketua Bidang Kopi Speciality dan industri Kopi Indonesia Moelyono Soesilo menyebutkan harga rata-rata kopi saat ini 15% lebih tinggi dibangdingkan dengan tahun lalu. Namun, dia menjelaskan pelaku usaha tidak dapat memanfaatkan kenaikan harga ini secara optimal akibat kendala pengapalan.

Data Kementerian Perdagangan memperlihatkan ekspor kopi, teh, dan rempah-rempah dalam kode HS 09 selama dalam kurun waktu Januari-Juli 2021 bernilai US$756,2 juta, naik tipis 1,02% dibandingkan dengan Januari-Juli 2020 yang bernilai US$748,6 juta. Kopi asal Indonesia masih menjanjikan seiring dengan besarnya permintaan dari negara lain. "PPI bersama buyer telah menandatangani kontrak ekspor kopi ke Mesir sebanyak 600 ton, terhitung mulai September hingga Desember 2021, dengan nilai setara dengan US$1,2 juta," ujar Direktur Utama Perusahaan Perdagangan Indonesia Nina Sulistyowati.

Koordinator Wakil Ketua Umum III Kamar dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Sintha  W. Kamdani menilai produk pertanian menjadi salah satu kelompok produk yang memperlihatkan pertumbuhan ekspor sepanjang pandemi. Kendala terbesar untuk ekspor pertanian sejauh ini masih berkutat pada kesiapan pasokan karena produktivitas Indonesia yang fluktuatif, selain itu, terdapat kendala dalam pemenuhan standar produk. "Bila kita ingin mengembangkan ekspor produk pertanian secara signifikan, kami harap kedepannya pemerintah melakukan reformasi sistematik di sektor pertanian dan edukasi petani agar produk pertanian kita bisa diekpor," kata Sintha. (YTD)

Tags :
#Ekspor
Download Aplikasi Labirin :