Ekonomi
( 40554 )AS Tuntut Langkah Konkret Tiongkok Untuk Penuhi Kesepakatan Dagang Fase 1
Para pejabat AS pada Senin (7/2) menyerukan kepada pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) supaya menunjukkan tindakan nyata dalam memenuhi komitmennya untuk membeli tambahan barang dan jasa AS senilai US$ 200 miliar. Komitmen ini tertuang di dalam kesepakatan perdagangan Fase 1 2020 dan 2021 yang ditandatangani oleh mantan Presiden Donald Trump. Presiden Joe Biden mengungkapkan kesepakatan perdagangan tidak membahas masalah inti dengan Tiongkok, tetapi juga pejabat AS telah menekan Negeri Tirai Bambu itu untuk menyukseskan apa yang telah ditandatangani. "Karena kami mewarisi kesepakatan ini, kami melibatkan (RRT) pada kekurangan komitmen pembeliannya, baik untuk memperjuangkan petani, peternak, dan pabrikan AS juga memberi Tiongkok kesempatan untuk menindaklanjuti komitmennya. (Yetede)
Emas Stabil Saat Saham dan Bitcoin Jatuh
Harga emas dalam beberapa pekan terakhir dilaporkan tetap stabil disaat volatilitas mengguncang pasar global. Bahkan agak terlepas dari dua faktor utama penggerak harga, yakni imbal hasil obligasi dan dolar Amerika Serikat. Menurut catatan Bank of Amerika (BoA), terlepas dari kondisi makro yang menantang terkait masalah rantai pasokan, lonjakan inflasi dan pandemi belum berakhir, beberapa aliran investasi ke emas masih deras. Kekuatan emas, kata UBS selain didukung peningkatan permintaan untuk lindung nilai portfolio, juga karena dua keyakinan. Yakni bahwa The Fed tetap dibelakang kurva dalam mengatasi inflasi atau pengetatan berlebih kebijakan moneter akan menggoyahkan pertumbuhan ekonomi AS. (Yetede)
Toshiba Ungkapkan Rencana Spin-off Jadi Dua
Perusahaan manufaktur asal Jepang Toshiba pada Senin (7/2) mengumumkan rencana untuk membagi perusahaan atau spin-off menjadi dua perusahaan. Berarti Toshiba merivisi usulan sebelumnya yang kontroversial, yakni hendak membagi perusahaan menjadi tiga. Para pemegang saham sudah lama berselisih dengan managemen tentang cara terbaik untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Pemegang saham harus tetap menyetujui pengajuan tersebut dalam pemungutan suara yang diperkirakan dilakukan pada Maret 2022. "Kami percaya spin-off ini optimal" kata Presiden dan CEO Toshiba Satoshi Tsunakawa, Senin. Besarnya bisnis Toshiba juga menyebabkan kelambatan dalam pengambilan keputusan di masa lalu. Perampingan operasi akan memungkinkan investor untuk memilih porsi bisnis yang menarik bagi mereka. (Yetede)
KCIC Tinjau Ulang Studi Kelayakan KA Cepat
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) telah menunjuk konsultan untuk meninjau ulang (review) studi kelayakan (feasibility study) atas proyeksi permintaan (demand forecast) layanan Kereta Api (KA) Cepat Jakarta Bandung.Review studi kelayakan dilakukan seiring kondisi terkini terkait pandemi Covid-19 serta hal-hal lain, termasuk kepindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim). Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan hingga saat ini sudah ada tiga FS terkait dengan proyek KCBJ, yakni FS pada 2015-2016 yang disempurnakan oleh FS tersebut proyek KCBJ masuk dalam kategori feasible. "Dan ini menjadikan asumsi dasar yang kami gunakan untuk menununjuk konsultan melakukan review FS serta financial model kedepan. Karena kami melihat dampak Covid-19 yang sangat mempengaruhi demand forecast dan kondisi ekonomi lingkungan yang lain," kata Dwiyana saat Rapat Dengar Pendapat dengan DPR Komisi V di Jakarta, Senin (7/2). (Yetede)
Korporasi Pelahap Subsidi
Pengusaha yang menyalurkan minyak sawit mentah ke pabrik biodiesel memperoleh subsidi bila harga dalam negeri lebih rendah dari pada harga CPO internasional. Berkat insensif ini, dana sawit yang bersumber dari pungutan ekspor kembali ke kantong perusahaan. Terdapat nama-nama besar yang menguasai industri minyak sawit nasional. (Yetede)
Pendapatan Komisi Bank Tumbuh Mekar
Kinerja bank besar tumbuh kencang sepanjang 2021, setelah tahun sebelumnya anjlok dalam akibat pandemi. Beberapa bank bahkan telah meraup laba melebihi pencapaian tahun sebelum pandemi mencuat. Pertumbuhan kinerja bank-bank ini, salah satunya ditopang fee based income yang meningkat cukup baik. Bank Central Asia (BCA) mengantongi pendapatan non bunga Rp 21,427 triliun sepanjang 2021 atau tumbuh 6% year on year (yoy). Fee based income tumbuh 11,5% yoy menjadi senilai Rp 14,68 triliun. Adapun Bank Mandiri membukukan pendapatan non bunga konsolidasi sebesar tumbuh 9% yoy dengan Fee based income menyumbang Rp 12,2 triliun atau naik 12,6% yoy. Pertumbuhan fee based income Bank Mandiri ditopang transaksi e-channel yang meningkat 20,1% jadi Rp 2,84 triliun. Pendapatan dari Livin, SMS Banking dan internet banking Rp 1,43 triliun atau naik 48,6%. Sementara Bank Rakyat Indonesia (BRI) membukukan pertumbuhan pendapatan non bunga 14% yoy menjadi Rp 32,4 triliun. Fee based income berkontribusi Rp 16,5 triliun atau tumbuh 9% yoy.
Bisnis Cloud Global Terus Bertumbuh
Bisnis komputasi awan (cloud) global semakin cerah. Pasar infrastruktur cloud secara global berhasil mencetak pertumbuhan pada tahun 2021. Sepanjang tahun lalu bisnis infrastruktur cloud bertambah sekitar US$ 50 miliar, menjadi sekitar US$ 178 miliar. Berdasarkan data Synergy Research, penambahan tersebut setara dengan pertumbuhan sekitar 36% secara tahunan di kuartal terakhir 2021. Nah, untuk tiga besar perusahaan global masih dikuasai oleh Amazon, Microsoft dan Google. Bisnis ketiganya terus tumbuh pada tingkat yang luar biasa. Mereka mengambil keuntungan dari pertumbuhan tersebut dengan kekuatan pasar mereka. Microsoft dan Google tumbuh lebih cepat pada tingkat yang sama, sekitar 45% untuk kuartal ini. Sementara Amazon tumbuh hanya di bawah 40%. Dari sisi pasar, Indonesia sendiri merupakan pasar dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Pasifik. Menurut prediksi International Data Corporation (IDC), pasar cloud Indonesia akan tumbuh rata-rata 31% per tahun lima tahun ke depan. Bisa menjadi US$ 1,2 miliar pada tahun 2024 seiring pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Pertumbuhan Ekonomi Berpotensi Melambat Lagi
Gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia, akan mengganggu pemulihan ekonomi. Namun, pengetatan mobilitas masyarakat dinilai menjadi jalan terbaik agar dampak penyebaran Covid-19 varian omicron tidak makin meluas dan tekanan ekonomi tidak semakin lama. Per 6 Februari 2022, penambahan kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 36.057 kasus. Sehingga, total kasus korona di Indonesia bertambah menjadi 4.516.480 kasus. Adapun jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia per 6 Februari 2022, mencapai 188.899 kasus. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy menilai, pemerintah sebaiknya melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level tinggi, namun dalam jangka waktu yang singkat. Selain itu, tumbuh positifnya ekonomi di kuartal I-2022 juga dipengaruhi oleh peningkatan kapasitas testing, tracing dan isolasi serta mendorong atau mempercepat proses vaksinasi. Dengan begitu, maka dampaknya ke perekonomian bisa relatif minim.
Pasar Modal, Emiten Properti Yakin Kinerja Membaik
Perpanjangan program pemerintah untuk memangkas PPN hingga Juni 2022 memberikan keuntungan bagi pengembang perumahan. Sementara itu, kemungkinan BI menaikkan suku bunga acuan belum akan cepat memicu kenaikan bunga kredit. Pengembang kawasan Kota Delta Mas, PT Puradelta Lestari Tbk, mencatatkan pra-penjualan Rp 1,76 triliun pada 2021 atau 88 % target pra-penjualan Rp 2 triliun. Permintaan lahan industri masih tinggi, hususnya permintaan dari sektor data center, kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Puradelta Tondy Suwanto kepada BEI, Jumat (4/2). Tondy optimistis beberapa transaksi jual beli lahan industri yang tertunda pada 2021 akan diselesaikan pada 2022.
Pengembang lain, PT Agung Podomoro Tbk, mencatatkan pra-penjualan Rp 2,7 triliun pada 2021, lebih tinggi dari target tahun lalu Rp 2 triliun. Sekretaris Perusahaan Agung Podomoro Justini Omas berkata, ”Kami bersyukur, di tengah berbagai tantangan ekonomi 2021, kepercayaan konsumen terhadap produk properti APLN (Podomoro) meningkat. Kami berhasil mengoptimalkan dan memanfaatkan insentif pajak pemerintah tahun 2021 agar penjualan terus meningkat”. CEO PT Lippo Karawaci Tbk John Riady juga menyatakan, ada beberapa faktor yang menopang kinerja sektor properti. Pemulihan ekonomi nasional yang sudah terasa sejak akhir tahun lalu akan mendukung kinerja sektor properti. Kenaikan harga komoditas, seperti kelapa sawit dan batubara, akan memacu sektor lain. (Yoga)
Pesantren Salah Satu Pilar Ekonomi Syariah
BI menyertakan pesantren sebagai salah satu pilar pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional. ”Pengembangan kemandirian ekonomi pesantren menjadi bagian strategi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia dalam mewujudkan pertumbuhan yang inklusif,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo pada peluncuran Program Pengembangan Ekosistem Rantai Nilai Halal di Surakarta, Sabtu (5/2). Program penguatan kelembagaan diharapkan mendorong peran pesantren. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









