Berkah dari Gurano Bintang
Upaya konservasi dapat membuat laut lestari, sekaligus membawa manfaat ekonomi. Di Teluk Cenderawasih, Papua, konservasi hiu paus (gurano bintang) lewat ekowisata berbuah manis bagi warga. Gurano bintang, begitu warga sekitar memanggil hiu paus, Gurano berarti ’sesuatu yang berasal dari timur’, sementara bintang menggambarkan identitas tutul-tutul di tubuhnya. Gurano bintang biasa mencari makan di bawah bagan nelayan. Dengan gigi ompongnya, mereka mengisap jaring-jaring yang berada di bawah bagan. Tutul putih di sepanjang tubuh berkisar 5-7 meter itu menambah keindahannya. ”Itu gurano sedang mencari makan ikan puri (teri). Setiap hari mereka selalu datang ke permukaan untuk cari makan,” kata Yance, warga Kampung Kwatisore, di Teluk Cenderawasih, Nabire, Papua.
Sejak ekowisata dikembangkan di Kampung Kwatisore dan sekitarnya, hiu paus menjadi kebanggaan warga Kwatisore yang berada di kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Ikan ini dicari-cari oleh pengunjung yang datang, untuk melihat langsung dan mengambil foto. TN Teluk Cenderawasih, merupakan salah satu area konservasi hiu paus di dunia. Salah satu spesies ikan terbesar ini selalu hadir sepanjang tahun di perairan Teluk Cenderawasih. Biasanya, bisa tujuh gurano yang datang ke salah satu bagan, di antara puluhan bagian di kawasan ini. Tercatat ada 182 gurano di perairan Teluk Cenderawasih, yang diidentifikasi lewat pendataan di tubuh mereka. (Yoga)
Tags :
#PariwisataPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023