Ekonomi
( 40554 )Mata Uang Kripto di Simpang Jalan
Bitcoin, ethereum, dogecoin, solana, dan mata uang kripto lainnya disebut netral karena tidak ada lembaga, bank sentral, atau entitas tertentu yang bisa mencegah orang untuk menggunakannya. Namun, netralitas tampaknya tak lagi bisa menjadi pilihan. ”Pengingat: Ethereum netral, tetapi saya tidak,” demikian Vitalik Buterin dalam akun Twitter-nya @VitalikButerin (”Reminder: Ethereum is neutral, but I am not.”). Buterin adalah pendiri Ethereum, mata uang kripto berbasis rantai blok kelahiran Rusia. Ia mengecam keras serangan Rusia ke Ukraina. Setelah pasukan Rusia menyerbu Ukraina 24 Februari 2022, jutaan dollar donasi dalam uang kripto mengalir guna mendukung warga dan tentara Ukraina. Laman Forbes 5 Maret menyebutkan, pemerintah Kiev mengumpulkan 56 juta USD dalam berbagai aset, seperti bitcoin, ether, polkadot, solana, dogecoin, dan tether, untuk membantu lembaga kemanusiaan mendistribusikan bantuan, mendapatkan pasokan yang diperlukan untuk pasukan, seperti makanan dan rompi anti peluru, juga untuk membiayai barisan pejuang dunia maya Ukraina, yang telah merusak laman Pemerintah Rusia, menyediakan intelijen, dan menjatuhkan sistem militer.
Pada saat yang sama, ada kekhawatiran bahwa lingkaran dalam Presiden Rusia Vladimir Putin akan mencari celah di dunia kripto untuk menghindari sanksi dengan memindahkan aset mereka ke kripto. Kekhawatiran itu beralasan setelah pembelian uang kripto dengan mata uang Rusia rubel, seperti dikutip dari AFP, mencapai rekor tertinggi. Sejumlah pihak menepis kekhawatiran itu dengan menyebutkan bahwa menghindari sanksi internasional dengan memanfaatkan kripto cukup sulit. Namun, sejumlah platform layanan jual beli mata uang kripto telah memblokir semua transaksi dari akun yang diketahui terkait dengan individu yang terkena sanksi di Rusia. Coinbase, misalnya, seperti dikutip dari Wired pada 8 Maret, memblokir 25.000 alamat terkait Rusia yang diyakini terkait dengan aktivitas terlarang. (Yoga)
Investor Asing Kembali Masuk ke Multifinance
Bisnis multifinance kembali kedatangan pemain baru. Tidak main-main pemain baru itu merupakan investor dari luar negeri. PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI) akan kedatangan pemegang saham pengendali baru. Perusahaan asal Korea Selatan, Woori Card Co., Ltd., akan menjadi pengendali baru setelah membeli saham emiten tersebut sekitar Rp 1 triliun. Dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/3), Woori Card akan membeli 82,03% saham atau setara 2,19 miliar saham. Sebanyak 74,22% saham tersebut merupakan milik PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) dan sisanya milik beberapa pemegang saham lain yang tidak disebutkan.
Prospek Properti Ritel dan Komersial Mulai Pulih
Sempat terpapar pandemi Covid-19, prospek properti komersial mulai memperlihatkan tanda-tanda pemulihan. Sejumlah pengembang properti melanjutkan lagi proyek-proyek yang sempat tertunda. Knight Frank Indonesia mencatat, penjualan lahan industri hingga akhir tahun 2021 meningkat 22% dibandingkan tahun sbeelumnya. Selain pertumbuhan penjualan lahan, Knight melaporkan adanya penambahan pasokan untuk kawasan industri di semester II-2021 meningkat 1,4% dibandingkan semester I-2021. Melalui riset terbaru bertajuk Jakarta Property Highlight, Knight Frank melihat adanya optimisme terhadap pemulihan sektor ritel di tahun 2022. Knight Frank mencatat rata-rata tingkat sewa ritel sebesar 77,75% di semester II-2021. Hal itu diikuti adanya proyeksi penambahan tujuh mal baru yang masuk pasar Jakarta dalam rentang tahun 2022 sampai tahun 2024.
PPATK Pantau Dana Investasi Ilegal Rp 8,26 Triliun
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut, sampai 10 Maret telah menghentikan sementara transaksi 121 rekening yang dimiliki 49 pihak karena diduga terkait investasi ilegal. Pembekuan rekening dilakukan atas laporan 56 penyedia jasa keuangan dengan total nominal Rp 353.980.706.680 Menurut Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, PPATK telah menerima 375 laporan transaksi terkait para pihak yang rekeningnya dihentikan tersebut. "Transaksi yang kami pantau terkait (pelaporan itu), dan sampai hari ini transaksi itu sejumlah Rp 8,26 triliun," ujar Ivan, Kamis (10/3).
Kopi Janji Jiwa Terus Ekspansi Gerai Baru
Jiwa Group, perusahaan yang membawahi brand dan produk Janji Jiwa, Jiwa Toast dan Jiwa Tea masih berhitung untuk menjalankan ekspansi gerai baru di tahun ini. Hal ini tidak terlepas dari kondisi pandemi Covid-19 serta kebutuhan pasar. Chief Executive Officer dan Pendiri Jiwa Group Billy Kurniawan mengatakan, pihaknya punya angka tersendiri terkait target gerai baru, namun enggan menyebutkan secara rinci. "Terkait ekspansi, setiap tahun pasti ada target. Janji Jiwa sudah tersebar di pulau besar dan berada di certain region di kota besar. Sekarang akan lebih kami fokuskan ekspansi ke kota second hingga third tier," ujar Billy saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/3). Kopi Jiwa memiliki lebih dari 900 jilid (sebutan untuk outlet Kopi Janji Jiwa), Jiwa Toast memiliki lebih dari 300 outlet di Indonesia dan Jiwa Tea adalah brand terbaru yang meluncur pada 2020 dan telah tersebar di 10 kota di Indonesia.
Kebijakan Edhy Jadi Pemicu Penyuapan
Pertimbangan tiga hakim Mahkamah Agung yang memangkas masa hukuman Edhy Prabowo dari 9 menjadi 5 tahun penjara menuai sorotan. Pertimbangan hakim kasasi memangkas hukuman mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu dalam kasus korupsi izin ekspor benur adalah Edhy mengizinkan ekspor benih lobster yang bertujuan menyejahterakan nelayan kecil. Sekretaris Jendral Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Susan Herawati, menepis pertimbangan hakim tersebut. Susan berpendapat, Peraturan Menteri Kelautan Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan, yang dijadikan argumen hakim dalam meringankan hukuman, justru bertolak belakang dengan fakta-fakta kasus korupsi Edhy. Bahkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini ditangkap oleh Komisi Pemberantas Korupsi lalu dihukum bersalah karena menerima suap terkait dengan implementasi peraturan menteri tersebut, yang isinya mencabut larangan ekspor benur.
Lonjakan Harga Minyak Dunia : Maskapai Dorong Evaluasi Tarif
Kementerian Perhubungan didorong segera mengevaluasi aturan tarif batas atas dan batas bawah penerbangan domestik, seiring dengan kenaikan harga minyak dunia sebagai imbas konflik Rusia-Ukraina. Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. Irfan Setiaputra mengatakan emiten dengan kode saham GIAA telah berkomunikasi dengan Kemenhub untuk menyesuaikan tarif batas atas dan tarif batas bawah. “Kami terus berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan. Kalau tidak ada kesepakatan bersama, kami mesti melakukan adjusting jumlah penerbangan yang ada,” ujarnya, Rabu (9/3). Irfan berharap agar harga minyak kembali turun sehingga tidak mengganggu bisnis penerbangan.Namun, dia menegaskan Garuda akan mengambil langkah mengefektifkan rute domestik agar tetap bisa menjual tiket pesawat apabila harga minyak tidak kunjung turun dan belum ada tindak lanjut lebih jauh dari pemerintah. Irfan juga memiliki rencana untuk menaikkan tarif tiket pesawat memanfaatkan momentum Moto GP Mandalika.
ECB Akan Kurangi Pembelian Aset Lebih Cepat
Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan bakal memperlambat pembelian aset lebih cepat dari yang direncanakan. Langkah ini diambil menyusul penilaian dampak ekonomi yang timbul dari serangan Rusia ke Ukraina. Langkah mengejutkan tersebut terjadi ditengah meningkatnya kekhawatiran bahwa perekonomian di zona euro akan segera mengalami stagnasi, yakni sebuah perpaduan yang merugikan dari pertumbuhan ekonomi yang lamban dan inflasi yang tinggi. "Jika data yang masuk mendukung ekspektasi bahwa prospek inflasi jangka menengah tidak akan melemah bahkan setelah pembelian aset bersih kami berakhir. Dewan pengatur akan menyimpulkan pembelian bersih dibawah aset purchase program (APP) pada Kuartal III," demikian disampaikan ECB, yang dilansir CNBC. Selain itu, ECB juga mengubah suku bunga pada Kamis, sehingga acuan suku bunga refinancing berada pada 0%. Tingkat suku bunga pada fasilitas pinjaman marjinal berada pada 0,25% dan suku bunga di fasilitas simpanan berada dikisaran -0,5%. (Yetede)
Krisis Ukraina Meluber Menjadi ”Perang Energi”
Krisis Ukraina yang berkelindan dengan puluhan sanksi ekonomi dari negara-negara Barat kepada Rusia berkembang menjadi ”perang energi”. Presiden AS Joe Biden (9/3) mengumumkan penghentian impor minyak, gas, dan batubara dari Rusia ke negaranya, sebagai tekanan agar Rusia menghentikan serangan ke Ukraina. Langkah serupa tengah direncanakan BP dan Shell. Langkah itu direspons Presiden Rusia Vladimir Putin dengan dekrit pelarangan ekspor dan impor bahan mentah untuk memastikan keselamatan dan keberlangsungan industri di Rusia, yang diterapkan hingga 31 Desember 2022. Pemerintah dan parlemen Rusia segera memutuskan komoditas yang masuk daftar larangan itu. Larangan hanya berlaku untuk konsumsi industri.
Sebelum dekrit itu diumumkan, Wakil PM Rusia Alexander Novak memperingatkan bahwa Rusia berhak menghentikan pengiriman gas ke Eropa. Meski demikian, ia menyebut penghentian tersebut akan merugikan semua pihak. Krisis Ukraina telah menerbangkan harga minyak di atas 100 USD per barel, dengan pengumuman dari Washington dan Moskwa tersebut, harga minyak mentah jenis Brent sempat menembus level 130,38 USD per barel. Sementara harga minyak West Texas Intermediate mencapai 125,58 USD per barel. 40 % pasokan dunia berasal dari Rusia. Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol menyatakan, IEA dapat melepaskan lebih banyak stok minyak guna meredakan lonjakan harga bahan bakar. IEA mewakili 31 negara industry, Rusia tidak termasuk. (Yoga)
Inovasi Bisnis, Jagat Laman 3.0
Sekarang pengguna bisa memiliki dan mengelola data-data yang digunakan, tulang punggung teknologi ini adalah block chain. Dalam bentuk riil, publik nantinya akan mengenal sebagai teknologi laman (web) 3.0, dimana kita bisa membaca, menulis, memiliki, dan mengelola data. Pada laman 3.0, semua data di tangan pengguna atau dikenal dengan sistem terdesentralisasi. Transaksi uang kita tidak lagi membutuhkan bank atau lembaga keuangan lain karena dengan teknologi block chain semua jadi transparan. Laman 3.0 memecah kekuatan pasar dari para pemain yang selama ini memegang data dengan mengganti infrastruktur yang semula terpusat menjadi teknologi semacam buku besar di dalam akuntansi yang terdistribusi. Jadi, alih-alih semua data disimpan server terpusat, selanjutnya akan tersebar di jaringan komputer yang terdesentralisasi. Kedaulatan dan kepemilikan data ada di tangan pengguna. Kehebohan tentang aset kripto, NFT, metaverse, dan lain-lain hanyalah sebagian fenomena laman 3.0. Aset kripto sangat mungkin menggantikan mata uang fisik. NFT bisa menggantikan berbagai produk yang selama ini harus berbentuk fisik saat transaksi. Metaverse menjadi dunia lain di mana individu bisa terhubung satu sama lain. Data para pengguna tetap dimiliki mereka sendiri, tidak berada di perusahaan penyedia platform. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









