Ekonomi
( 40465 )Obligasi Rp 4,3 Triliun Jatuh Tempo Maret
Sejumlah obligasi emiten akan jatuh tempo di bulan Maret 2022 ini. Dari data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), obligasi yang jatuh tempo pada bulan ini mencapai Rp 4,3 triliun dari sembilan emiten. Emiten-emiten tersebut sudah menyiapkan dana untuk melunasi obligasi jatuh tempo tersebut. Salah satunya adalah PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Perusahaan ini akan melunasi obligasi tahun 2017 senilai Rp 1 miliar yang jatuh tempo pada 30 Maret 2022.
Bank Beri Gimmick Hadiah Pacu Dana Murah
Perbankan berusaha menjaga likuiditas di tengah proses perbaikan ekonomi. Apalagi rasio Giro Wajib Minimum (GWM) bank umum konvensional tahun ini yang dinaikkan secara bertahap dari 3,5% menjadi 6,5% sedikit banyak bakal berdampak terhadap likuiditas bank. Dengan bunga simpanan yang masih mini, bank besar tentu harus menyiapkan strategi menjaga loyalitas nasabah. Pasalnya, bank-bank ini juga harus bersaing dengan bank-bank digital kecil yang juga gencar memberikan gimmick cashback ataupun hadiah untuk menggaet nasabah. Selain itu, pengumpulan dana murah seperti tabungan turut membantu bank menekan biaya dana. Pada ujungnya, bank bisa memacu margin bunga bersih bank.
Menakar Dampak Perang ke Ekonomi Indonesia
Konflik Rusia Ukraina bagai pisau bermata dua bagi Indonesia. Di satu sisi, Indonesia menikmati berkah dari ketegangan dua negara tersebut karena kinerja perdagangan dan pendapatan negara meningkat. Kenaikan harga komoditas ekspor pemicunya. Tapi, Indonesia juga perlu bersiap, lantaran konflik yang berkepanjangan bisa mengganggu pertumbuhan. Kajian Tim Ekonom Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang diterima KONTAN mencatat, perang Rusia dan Ukraina telah menyebabkan harga minyak mentah dunia melambung tinggi. Sebagai catatan, Moody’s membuat dua simulasi untuk konflik Rusia - Ukraina. Pertama, resolusi cepat dengan sanksi ringan pada Rusia. Kedua, konflik yang lebih lama dengan sanksi yang berat terhadap Rusia.
Kondisi ini bakal berdampak terhadap perdagangan maupun perekonomian Indonesia. Dari sisi perdagangan, impor Indonesia berpotensi membengkak. Mengingat selama ini Indonesia merupakan net importir migas. Indonesia berpeluang memanfaatkan situasi kenaikan harga harga komoditas ini lantaran pada komoditas energi lainnya, Indonesia merupakan net eksportir dengan nilai ekspor komoditas energi lain lebih besar dari impor minyak. Walhasil, ada kemungkinan ada surplus dari net ekspor komoditas.
Kejahatan Investasi : Aliran Rp 202 Miliar dari Entitas Ilegal
PPATK menemukan aliran dana Rp 202 miliar dari berbagai entitas investasi ilegal. Temuan itu berasal dari penelusuran transaksi di 9 kasus investasi ilegal dengan nilai triliunan rupiah sejak awal tahun ini. Kasus-kasus itu antara lain investasi dengan modus robot trading, opsi biner, dan forex ilegal. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana (6/3) menyatakan, terkait dugaan penipuan dan pencucian uang dalam kasus investasi ilegal, pihaknya menemukan transaksi terkait pembelian aset mewah berupa kendaraan, rumah,perhiasan, dan aset lain.Transaksi tersebut seharusnya dilaporkan oleh penyedia barang dan jasa kepada PPATK. Namun, dalam pelaksanaannya, transaksi yang melibatkan para pemengaruh (influencer) itu tidak dilaporkan dan uangnya diduga berasal dari investasi bodong dengan skema Ponzi.
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri tengah memeriksa pemengaruh yang diduga menjadi afiliator entitas investasi bodong opsi biner. Sang pemengaruh itu dilaporkan ke polisi atas dugaan judi daring, penyebaran berita bohong, dan pencucian uang. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli (4/3) menyatakan, polisi sudah memeriksa 10 saksi terkait laporan itu, 7 saksi di antaranya adalah saksi pelapor dan 3 lainnya saksi ahli. Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing menegaskan, agar masyarakat selalu ingat konsep 2L sebelum berinvestasi, yakni legalitas dan logis. Masyarakat harus memastikan legalitas perusahaan serta berpikir logis dan menghitung dengan baik apakah tawarannya masuk akal atau tidak sebelum berinvestasi. (Yoga)
Pertamina Bisa Raih 15% PI di Semua Blok
PT Pertamina meraih keistimewaan dalam Penawaran Langsung Wilayah Kerja dan privilege penawaran participating interest (PI) 15% dari pemenang lelang wilayah kerja migas. Saat ini, pemerintah sedang melaksanakan lelang 12 blok migas. Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Baso mengungkapkan, secara umum kehadiran regulasi ini untuk memperbaiki skema lelang dan iklim investasi. "Tujuan dan manfaat penyusunannya meliputi perbaikan proses bisnis, penyederhanaan peraturan, harmonisasi peraturan, peningkatan investasi migas, peningkatan pelayanan pada penyiapan dan penawaran WK migas, serta percepatan penemuan cadangan migas menuju pencapaian target produksi migas," terang dia, kemarin.
Selanjutnya dalam Pasal 42, Pertamina mendapat privilege untuk mendapatkan penawaran PI 15% dari pemenang penawaran WK migas. Mengacu ketentuan tersebut, Pertamina menyampaikan surat pernyataan minat (expression of interest) kepada Badan Usaha (BU) atau Bentuk Usaha Tetap (BUT) pemenang lelang paling lambat 30 hari kalender setelah tanggal pengumuman pemenang lelang. Dalam hal Pertamina tidak menyampaikan surat pernyataan minat dalam jangka waktu tersebut, maka privilege tidak berlaku.
Ekonomi Mandiri: Investasi Dorong Pemulihan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menunjukkan pemulihan ekonomi konsisten sejak pertengahan tahun lalu menimbulkan optimisme percepatan pertumbuhan ekonomi di tahun 2022. Hal ini tercermin dari mulai meningkatnya penerimaan pajak sebesar 19% secara tahunan, dan pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir mampu melampaui target. Berbagai indikator lain juga menunjukkan perbaikan, antara lain peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang menyentuh level 188 diakhir tahun 2021. Indikator ini selaras dengan data Mandiri Spending Indeks (MSI) yang terus naik hingga awal bulan Januari 2022. Namun, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai berbagai tantangan kedepan tetap perlu diwaspadai. "Saat ini juga kita menghadapi resiko dinamika ekonomi global, termasuk dampak dari Perang Rusia-Ukraina. Pemulihan global yang tidak imbang memicu terjadinya gangguan arus barang dunia, atau supply chain disruption, yang juga menyebabkan kelangkaan pasokan energi di beberapa negara," ujarnya, Rabu (2/3). (Yetede)
Perjanjian Dagang Indonesia Bangladesh: Daya Saing Lokal Diuji
Pelaku usaha konveksi mengkhawatirkan persetujuan perjanjian dagang Indonesia-Bangladesh Preferential Agreement (PTA) akan menekan industri skala kecil dan menengah yang tengah berjuang untuk pulih dari badai pandemi Covid-19.Ketua Ikatan Pengusaha Konveksi Bandung (IPKB) Nandi Herdiaman mengatakan pengusaha tengah menikmati geliat pasar dalam negeri setelah sejumlah kebijakan pasar domestik diberlakukan. Menurutnya, perjanjian dagang dengan Bangladesh, jika tidak dirundingkan dengan hari-hati dikhawatirkan merusak pasar dalam negeri yang menjadi tumpuan pemulihan tekstil dan produk tekstil pada tahun ini.
Jika impor garmen masuk lagi, lanjutnya, akan kembali membebani IKM dan mengikis daya saing produk dalam negeri. Nandi mengatakan bukan tak mungkin kembali terjadi penutupan produksi karena gempuran produk impor.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (IKATSI) Riza Muhidin menjelaskan bahwa fenomena kebanjiran order IKM ini karena adanya sejumlah trade remedies yang disahkan, salah satunya safeguard pakaian jadi.
Astra Graphia Siapkan Capex Rp 294 Miliar
PT Astra Graphia Tbk (ASGR) memproyeksikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 294 miliar pada tahun ini. Dana ini akan digunakan perseroan untuk mendukung kinerja perseroan pada 2022. Chief Of Corporate Secretary, Legal, and Communication Astra Graphia Melinda Pudjo mengatakan, anggaran capex tersebut sebagian besar akan dialokasikan untuk kebutuhan bisnis inti dan sisanya untuk keperluan internal perusahaan. "Sumber dana belanja modal berasal dari internal namun tidak menutup kemungkinan dari eksternal," ujar dia kepada Investor Daily, belum lama ini. Peningkatan laba bersih tersebut dikontribusi dari optimalisasi biaya operasional yang yang turun sebesar 7% berkat adanya perbaikan di beberapa pos pengeluaran dan digitalisasi proses internal. (Yetede)
Russian Railways, Proyek Jalur KA Borneo Rp53,3 Trilliun Batal
Proyek pembangunan jalur atau rel Kereta Api (KA) Borneo sepanjang 203 Km yang melintasi Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Kutai Barat dan Kota Balikpapan senilai Rp 53,3 triliun batal dilaksanakan, karena Russian Railways sebagai pemilik modal mengundurkan diri. Pembangunan jalur kereta api tersebut dikelola oleh PT Kereta Api Borneo yang merupakan perusahaan kerja sama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan perusahaan kereta api Russia, yakni Rusian Railways. PT Kereta Api Borneo juga telah menyampaikan penjelasan menyangkut pembangunan rel kereta api di wilayah Kalimantan Timur tersebut dibatalkan, sebab badan usaha milik Rusia mengundurkan diri. "Dengan mundurnya investor dari Rusia tentunya investasi proyek ini akan dihitung kembali, karena sampai saai ini proyek telah berjalan. Tentu saja, investor baru tetap ada setelah ada revisi terhadap proyek itu." papar pengamat transportasi Djoko Setijowarno kepada Investor Daily. (Yetede)
Pendapatan Lippo Karawaci dari Mal Berpotensi Naik
Analis Citigroup Sekuritas Indonesia Felicoa Asrinanda Barus mengungkapkan, meskipun masih ada PPKM, operasional telah menunjukkan peningkatan kunjungan sejak akhir 2021. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) selaku pengelola mal, berpotensi membukukan pendapatan berulang (recurring income) lebih tinggi seiring membaiknya bisnis pusat belanja. Lippo Karawaci sudah meniadakan diskon sejak Desember 2021 dan berlanjut hingga Januari 2022. Sebagai perbandingan, pada September 2021, Lippo Karawaci memberikan diskon sewa tenan 30% dan berangsur turun menjadi menjadi 10% pada November 2021. CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan, bisnis properti semakin membaik seriring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan penuruan kasus Covid-19. Tingkat kunjungan mal kian meningkat dengan permberlakuan protokol kesehatan yang ketat. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









