;
Kategori

Ekonomi

( 41232 )

PINTU Mencari Talenta Baru

08 May 2022

Kehadiran bakat baru untuk menyokong industry mode Tanah Air menjadi sebuah harapan. Untuk menjawab hal ini, Jakarta Fashion & Food Festival (JF3) bersama jenama Lakon Indonesia membangun sebuah program bertajuk PINTU Incubator. Ini merupakan program inkubator mode yang ditujukan bagi para desainer muda dengan potensi mumpuni. Potensi yang baik selama ini terkadang menemui kendala tertentu. Salah satunya pengetahuan, wawasan, dan keterampilan dalam berwirausaha. JF3 dan Lakon Indonesia menggandeng Kedutaan Besar Perancis melalui Institut Francais d’Indonesie (IFI). Lewat kerja sama ini, diharapkan dapat terjadi pertukaran pengetahuan dan informasi yang berguna untuk mengembangkan bisnis mode. Terlebih lagi, para peserta yang berhak mengikuti program ini didorong juga untuk mengajak UMKM dan perajin wastra yang bisa mengangkat budaya Indonesia. ”Jadi, program ini juga sekaligus upaya melestarikan budaya melalui industri mode. Sejalan juga dengan misi dari Lakon Indonesia ataupun JF3, yaitu mendukung para pelaku industri mode dalam mencapai tingkat produktivitas dan kreativitas yang lebih tinggi, terutama bagi para perajin tradisional tersebut,” tutur Founder Lakon Indonesia, Thresia Mareta.

Hal senada disampaikan Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Perancis Charlotte Esnou. Akses untuk menembus pasar global ini dan kemampuan dalam meresponsnya merupakan salah satu target dari program inkubasi mode ini. Dukungan diberikan karena sektor ekonomi kreatif merupakan salah satu focus yang diperhatikan Pemerintah Perancis di Indonesia. Bagi para desainer dan pelaku bisnis mode yang berminat untuk mengikuti program ini, pendaftaran dibuka sejak 14 April-22 Mei 2022 secara daring lewat situs www.jfff.info dan www.lakonindonesia.com. Program ini juga ter-buka untuk pelajar atau mahasiswa jurusan mode atau yang memiliki minat dan bakat di bidang mode, 20 peserta akan terpilih untuk menjalani program PINTU Incubator di Jakarta. Kemudian, dipilih lagi 10 peserta untuk mempresentasikan karyanya dalam pergelaran JF3 2022 yang akan diselenggarakan September 2022. Dari 10 peserta itu, ditentukan tiga yang terbaik untuk dikirim belajar ke Paris, Perancis, selama tiga minggu hingga satu bulan. ”Dengan dukungan bilateral dari Perancis sebagai pusat mode dunia dan LAKON Indonesia, diharapkan nantinya akan hadir brand-brand baru kebanggaan bangsa, yang memberikan kontribusi terhadap laju sektor ekonomi kreatif, membantu terciptanya lapangan kerja, serta turut melestarikan kekayaan budaya Indonesia,” ujar Chairman JF3 Soegianto Nagaria. (Yoga)


Vale Gandeng Huayou Garap Proyek HPAL Pomala

08 May 2022

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bersama dengan Zhejang Hauyou Cobalt Company Limited (Huayou) telah menandatangani perjanjian Kerangka Kerjasama (Framework Cooperation Agreement/FCA) untuk mengembangkan fasilitas pengolahan High-Presure Acid Leaching (HPAL) diPomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara. FCA ditandatangani oleh Febriani Eddy dan Bernandus Irmanto, masing-masing sebagai CEO dan CFO PT Vale Xuehua Chen, Pimpinan Huayou pada pekan lalu. Penandatanganan tersebut juga disaksikan oleh  Deshnee Naido sebagai Presiden  Komisaris PT Vale yang berpartisipasi secara virtual. Vale dan Huayou akan menandatangani perjanjian-perjanjian difinitif tidak lebih dari jangka waktu enam bulan setelah penandatanganan  FCA ini. "Kami menghargai bahwa mitra kami datang  dengan agenda rendah karbon, bukan untuk menggunakan pembangkit listrik tenaga batu bara. FCA ini merupakan bukti  keselarasan komitmen keberlanjutan kami yang sangat penting bagi PT Vale," (Yetede)

Mandiri Proyeksikan Inflasi 4,6% Tahun Ini

08 May 2022

Bank Mandiri memproyeksi  inflasi Indonesia pada 2022 berpotensi mencapai  4,6% yoy atau lebih tinggi dibandingkan dengan target sasaran Bank Indonesia (BI) dan pemerintah sekitar 2-4% yoy. Bila melihat dari sisi komponen pembentuk inflasi, komponen yang paling besar  mendorong inflasi umum pada tahun ini adalah inflasi  harga diatur pemerintah  atau administered prices. "Karena ada, potensi kemungkinan penyesuian  harga diatur pemerintah, seiring wacana peningkatan  harga energi bersubsidi seperti harga listrik, LPG 3kg, dan harga pertalite," kata Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman. Lebih lanjut, Faisal memperkirakan inflasi April akan melonjak didorong oleh faktor musiman seperti Ramadhan, meningkatkan inflasi makanan, sandang, transportasi, restoran, dan rekreasi. "Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan meningkat lebih kuat sebesar 0,80% pada 22 April, dibandingkan 0,66% pada 22 Maret 2022," ucapnya. 

Memperkuat Perlindungan Konsumen Jasa Keuangan

07 May 2022

Seiring pertumbuhan industri jasa keuangan yang pesat, jenis serta variasi dari produk dan jasa keuangan juga semakin inovatif, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) selalu berupaya meluncurkan produk baru kepada konsumen. Situasi ini membuat dinamika di dalam industri jasa keuangan semakin kompleks. Banyaknya penawaran produk dan jasa keuangan baru itu juga membuat konsumen mengalami information overload. Padahal, tingkat literasi keuangan di Indonesia masih tergolong rendah. Survey Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia (SNLKI) pada 2019 menyatakan, tingkat literasi masyarakat baru 38,03 %, dengan tingkat inklusi 76,19 %. Faktor rendahnya tingkat literasi menjadi penyebab munculnya kasus pengaduan dan sengketa konsumen. Hal ini terjadi karena konsumen memiliki ekspektasi tertentu terhadap produk atau jasa keuangan yang dibeli, tanpa memahami risiko atau komitmen terhadap produk tersebut. Hal tersebut mendorong nasabah untuk menyetujui kontrak perjanjian dengan lembaga jasa keuangan, walaupun belum memahami secara utuh klausul-klausul yang diperjanjikan. Padahal, setiap produk keuangan memiliki karakteristik masing-masing serta membutuhkan komitmen dan  pemahaman terhadap produk terkait.

Untuk meningkatkan perlindungan konsumen dan mencegah kerugian di masyarakat yang bisa menurunkan kepercayaan terhadap industri jasa keuangan, diperlukan penguatan pengawasan market conduct. OJK menjelaskan batasan aspek market conduct sebagai perilaku lembaga jasa keuangan dalam mendesain, menyusun dan menyampaikan informasi, menawarkan, membuat perjanjian atas produk dan/atau layanan serta penyelesaian sengketa dan penanganan pengaduan. Pengawasan market conduct ini diharapkan bisa   memastikan integritas PUJK dalam menerapkan aspek perlindungan konsumen pada setiap tahapan product life cycle di industri jasa keuangan, yaitu mulai dari perencanaan produk, pemasaran, penjualan dan mekanisme penyelesaian sengketa. Saat ini,terdapat dua regulasi yang mengatur perlindungan konsumen. Pertama, UU No 21//2011 tentang OJK yang mengatur implementasi perlindungan konsumen jasa keuangan di Indonesia dan Peraturan OJK (POJK) No 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan yang mengatur perlindungan konsumen secara teknis. (Yoga)


Napas Tambahan Usaha Kecil

07 May 2022

Keputusan pemerintah membolehkan mudik selama libur Idul Fitri 1443 Hijriah ditopang makin terkendalinya penularan Covid-19 membantu pulihnya pendapatan pelaku UMKM, serta masyarakat pengelola desa wisata di sejumlah daerah. Beberapa pihak menyebut kondisi sudah makin mirip seperti sebelum wabah. Betapa gembiranya para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang menangguk untung selama musim mudik Lebaran. Mereka mengatakan jumlah tamu meningkat dan juga penjualan melonjak. Sukacita dan senyum tampak di wajah mereka. 85 juta orang melakukan mudik tahun ini. Mereka dipastikan membawa uang dalam jumlah yang tidak kecil. Mereka membelanjakan uang itu untuk berbagai keperluan, seperti untuk transportasi, penginapan, kuliner, berwisata, dan membeli suvenir. Suasana seperti ini boleh dibilang mirip sebelum pandemi. Oleh karena itu, libur Lebaran kali ini memberi napas tambahan bagi berbagai jenis UKM. Ekonomi di daerah yang sudah lama lesu secara perlahan mulai bergairah dan bergerak.

UKM sudah lama menjadi andalan selama krisis. Mereka juga telah berperan menjadi bantalan ekonomi di sejumlah daerah sepanjang masa pandemi ini. Mereka masih bergerak di tengah kondisi yang tidak menguntungkan. Mereka juga masih diharapkan menjadi penopang bagi pergerakan ekonomi di tingkat mikro di tengah berbagai ketidakpastian. Oleh karena itu, pemerintah perlu berterima kasih kepada mereka. Pemerintah masih perlu memberikan bantuan kepada mereka agar mereka bisa terus bertahan. Keleluasaan dalam urusan finansial, kemudahan dalam perizinan, penanganan kelompok preman, dan lain-lain merupakan bentuk bantuan pemerintah yang ditunggu para pelaku UKM. (Yoga)


Investor Lebih Selektif Pilih Saham Teknologi

07 May 2022

Kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, The Fed, berpotensi mendorong investor menggeser perburuan investasi ke saham defensif. Namun, bukan berarti saham teknologi tidak lagi diminati. Investor diperkirakan lebih selektif memburu saham perusahaan teknologi dengan fundamental kinerja kuat dan harganya tidak terlalu mahal. ”Siklus di pasar saham sedang berpindah. Pasar (investor) cenderung akan lebih memburu saham defensif atau saham yang tidak terpengaruh oleh kinerja atau kondisi ekonomi, termasuk saham komoditas. Harga saham sejumlah perusahaan teknologi yang semula tinggi karena ekspektasi berlebihan kini terpukul,” ujar Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David E Sumual (6/5). David berpendapat, investor melakukan seleksi. Mereka diperkirakan semakin ketat memperhatikan kinerja perusahaan teknologi sebelum memutuskan berinvestasi. ”Misalnya, di sektor perdagangan secara elektronik (e-dagang). Perusahaan teknologi yang berkecimpung di sektor itu tidak mungkin hanya satu. Dengan kondisi sekarang, investor akan menekankan yang punya fundamental kinerja bagus,” ujar David.

Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira berpendapat, investor akan merespons kenaikan suku bunga acuanThe Fed dan sinyal naiknya suku bunga BI, ada kecenderungan perburuan di saham teknologi tetap terjadi. Tetapi, investor akan selektif. Jika harga saham perusahaan teknologi terlalu mahal, investor belum tentu akan merespons. Selain itu, perburuan saham teknologi di tengah kenaikan suku bunga acuan The Fed tergantung dari lokasi pasar di mana perusahaan teknologi mencatatkan saham. Permasalahannya, saham perusahaan teknologi di Indonesia masuk kategori lokasi pasar berkembang. Volatilitas pasarnya lebih tinggi. Sebelumnya, The Fed menaikkan tingkat suku bunga acuannya 50 basis poin, Rabu (4/5). Harga saham Grab yang melantai di Nasdaq, pada penutupan pasar, Kamis, turun 4,19 %. (Yoga)


Kemilau Mutiara Mulai Sulit Didapat

07 May 2022

Produk mutiara laut selatan asal Indonesia berkualitas tinggi diprediksi semakin sulit didapat dalam beberapa tahun ke depan. Produksi mutiara cenderung terus turun justru ketika animo pasar dunia terhadap mutiara semakin tinggi. Mutiara hasil budidaya laut yang merupakan komoditas premium selama ini diidentikkan dengan pasar kelas atas atau kelompok usia matang. Di dunia, Indonesia tercatat sebagai penghasil terbesar mutiara laut selatan. Keunggulan jenis mutiara laut selatan (Pinctada maxima) ialah ukurannya yang lebih besar pada rentang 9-13 mm. Selain itu, warnanya lebih bervariasi, meliputi putih, perak, dan emas. Mutiara alami itu juga memiliki lapisan tebal dan kemilau yang lebih kuat dibanding jenis mutiara lain. Dari sisi kualitas, produk itu masih terbagi lagi atas beberapa tingkatan (grade), mulai dari kualitas tertinggi sampai terendah, yakni grade AAA, AA, A, B, dan C. Nilai mutiara ditentukan oleh bentuk dan kemulusannya serta ukuran dan warna. Pemasaran produk mutiara berkualitas tinggi hingga saat ini didominasi untuk pasar ekspor.

Anggota Majelis Pimpinan Perusahaan Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi), Ambrosius Kengry Retanubun, mengatakan, penurunan produksi mutiara laut selatan terjadi pada seluruh grade, di hampir semua negara produsen. Sejak pandemi Covid-19 pada tahun 2020, produksi mutiara turun 20 %. Produksi yang menurun di Indonesia terutama dipicu penurunan kualitas lingkungan dan dampak perubahan iklim. Faktor lainnya, ongkos produksi budidaya mutiara semakin mahal, terutama setelah harga bahan bakar minyak meroket. Apalagi, budidaya mutiara umumnya dilakukan di perairan di kawasan terpencil dengan tujuan menekan risiko pencemaran. Sebagian produk mutiara laut selatan asal Australia juga dibudidayakan di Indonesia melalui skema investasi penanaman modal asing. Penurunan produksi menyebabkan harga mutiara terdongkrak, terutama mutiara kualitas tertinggi. Seorang pengusaha mutiara menuturkan, di masa lalu, harga 1 kg mutiara laut selatan grade AAA berukuran 9 mm setara harga satu mobil Avanza. Kini,harga 1 kg mutiara laut selatan itu sudah setara dengan satu mobil Alphard atau hamper Rp 2 miliar. Produksi mutiara kualitas tertinggi ditaksir 15-20 %, sedangkan mutiara dengan kualitas sedang dan rendah mendominasi, yakni sekitar 50 % total produksi mutiara laut selatan Indonesia. (Yoga)


Kembalinya Berkah dari Gaduh Pasar Beringharjo

07 May 2022

Masa libur Lebaran membuat senyum para pedagang oleh-oleh di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, kembali tersungging. Barang dagangan yang lama tak tersentuh selama pandemi Covid-19 akhirnya diborong pelancong. Gaduh tawar-menawar barang di lorong-lorong pasar bak bunyi gemerincing rupiah. Sebagian pengunjung yang berjejal di pasar seluas 2,5 hektar di jantung kota tersebut mampir ke los penjual batik saat ada kain, kemeja, dan daster, yang dirasa menarik. Status pandemi tak terlalu dihiraukan pedagang maupun wisatawan. Mereka memanfaatkan ujung libur Lebaran yang tinggal beberapa hari untuk berburu oleh-oleh sebelum pulang ke daerah asal. Tak sungkan-sungkan, tangan para wisatawan menjelajah satu per satu baju ataupun daster batik yang tergantung di los-los pasar. Beringharjo dihuni sedikitnya 6.000 pedagang dengan 5.000 los yang menjual aneka barang. Namun, kain dan batik tetap jadi incaran pengunjung. Selain murah dan bisa ditawar, pilihannya pun beraneka ragam. Tawar-menawar berlangsung sebentar. Paling lama 10 menit. Begitu harga disepakati, dengan cekatan, si pedagang membungkus batik-batik yang dipilih ke kantong plastik loreng hitam putih.

Sri Wahyuni (64), pelancong asal Bekasi, Jabar, berjalan keluar pasar. Dua tangannya menenteng tas plastik loreng tipis yang terlihat penuh terisi sejumlah daster dan baju batik yang baru saja dibeli. Saking penuhnya tangan, si cucu menggandeng Sri dengan berpegangan pada pergelangan tangan. Dua jam lamanya, Wahyuni bersama anak dan cucunya berburu oleh-oleh di pasar tersebut. Wajahnya tampak lelah, tetapi berbunga-bunga, karena dirinya termasuk wisatawan yang sudah dua tahun ini tidak piknik ke mana-mana akibat pandemi Covid-19.

Tak dimungkiri, suasana lorong-lorong Pasar Beringharjo saat masa liburan sangat berisik dengan suara pedagang dan pembeli yang tawar-menawar. Seorang penjual bisa melayani lebih dari satu rombongan. Bahkan, ada pembeli yang harus mengantre agar terlayani. Pembeli yang enggan mengantre akan mencari los yang lebih sepi di sirip-sirip lorong utama. Riyanti (57), salah seorang pedagang batik, menyebutkan, penjualannya meningkat selama libur Lebaran ini. Peningkatan terjadi beberapa hari sebelum hari raya. Setelah hari raya, penjualannya kian melambung. Dia pun mengaku,Lebaran tahun ini sudah menyrupai periode sama pada masa-masa sebelum pandemi. Jika rata-rata barang dagangannya yang terjual seharga Rp 70.000 per potong, Riyanti bisa membawa pulang sedikitnya Rp 3,5 juta. Sebab, ia mengaku rata-rata bisa menjual 50 potong kain dan daster batik setiap hari. (Yoga)


Libur Lebaran Dongkrak Okupansi Hotel

07 May 2022

Pada masa libur Lebaran tahun ini, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta mencatat, okupansi hotel berkisar 50-80 %. ”Angka ini lebih baik dibandingkan okupansi perhotelan 2021,” kata Ketua PHRI DKI Jakarta Sutrisno Iwantono, Jumat (6/5). Menurut Sutrisno, okupansi hotel yang cukup tinggi itu turut dipengaruhi kebijakan pelonggaran yang diambil pemerintah pada Lebaran 2022. Salah satunya masyarakat bisa melakukan mudik atau pulang kampung. Di Jakarta, tamu hotel tidak hanya dari luar daerah. Sebagian warga Jakarta yang tidak mudik memilih tinggal di hotel selama libur Lebaran. Apalagi, mereka juga ditinggal pulang kampung oleh asisten rumah tangganya. Okupansi tinggi, menurut Sutrisno, bakal terjadi setidaknya sampai akhir pekan ini. Hal itu terutama terjadi pada hotel-hotel yang memiliki resor atau tempat rekreasi, misalnya di Kepulauan Seribu. Untuk hotel-hotel yang tidak memiliki fasilitas resor tidak akan terlalu banyak tamu.

Senyra Fransiska, Assistant Marketing Communication Manager Grand Mercure Hotel Kemayoran, menyatakan, pada masa libur Lebaran 2022, hotel ini mencatatkan okupansi 76-77 %. Okupansi tinggi tercatat pada Senin (2/5). Di sejumlah hotel bintang lima di Jakarta, okupansi selama libur Lebaran juga cukup tinggi. Di Jakarta Intercontinental Hotel,  okupansi mencapai 80-85 %. ”Sebagian besar tamu yang menginap dari luar Jakarta, seperti dari Jateng dan Jatim,” kata Wakil Presdir PT Metropolitan Kentjana Tbk Jeffri S Tanudjaja. Adapun tamu menginap di Hotel Mulia Jakarta pada libur Lebaran ini di kisaran lebih dari 60 %. ”Kami memang melihat ada peningkatan okupansi di atas 60 % pada libur Lebaran ini,” ucap Rully Rachman, Director of Sales and Marketing Hotel Mulia Senayan Jakarta.

Wakil Ketua Badan Pimpinan Cabang PHRI Kabupaten Bogor Boboy Ruswandi menyebutkan, wisatawan datang dari Jabodetabek dan sekitarnya. Mereka berlibur ke curug, Gunung Mas, kebun teh, dan banyak pilihan wisata di Puncak. ”Okupansi 60-80 % berarti 8.000 kamar terisi wisatawan. Itu untuk penginapan yang ada Puncak saja,” ujarnya. PHRI Banten mencatat okupansi penginapan mencapai 80 % di 40 hotel yang ada di Anyer. Rata-rata wisatawan menginap hingga Minggu (8/5) atau hari terakhir liburan. ”Sudah dua kali Lebaran pariwisata Banten terpuruk. Kali ini ramai, semoga ke depan lebih baik,” kata Ketua PHRI Banten Achmad Sari Alam. (Yoga)


Harap-Harap Cemas Hadapi Strategi Moneter AS

07 May 2022

Bank sentral AS, Federal Reserve mengumumkan kenaikan suku bunga 0,5 % pada Rabu (4/5). Kenaikan ini dirasa cukup tajam dan menjadi yang terbesar setidaknya selama lebih dari dua dekade terakhir. Di satu sisi, strategi memompa suku bunga ini merupakan reaksi yang logis dari tren inflasi yang terus meroket selama setahun terakhir. Pada Januari 2021, inflasi y-o-y di AS berada di kisaran 1,4 %. Angka tersebut terus naik hingga ke titik 5 % hanya dalam waktu empat bulan saja. Pada puncaknya, inflasi menyentuh angka 8,5 % pada Maret 2022. Angka ini jauh dari yang ditargetkan oleh The Fed tahun ini, yakni inflasi di kisaran 2 %. Akibat terganggunya rantai pasok minyak dunia akibat perang Rusia-Ukraina, sektor energi paling terpukul. Dalam periode waktu tersebut, energi di AS mengalami inflasi y-o-y 32 %. Bahan makanan juga menjadi sektor yang mengalami inflasi cukup tinggi. Pada Maret lalu, inflasi produk kategori ini nyaris menyentuh 9 %. Tren serupa terasa pada berbagai kebutuhan pokok lain seperti sandang (6,8 %) dan papan (5 %). Berdasarkan catatan dari The New York Times, kenaikan harga ini merupakan yang terburuk setidaknya empat dekade terakhir.

Langkah The Fed menaikkan suku bunga dapat dilihat sebagai upaya AS memitigasi perburukan inflasi dalam waktu dekat. Kenaikan tajam dari suku bunga umumnya akan melemahkan permintaan di pasar, memancing orang untuk menyimpan uang di bank atau instrumen keuangan lain. Hal ini diharapkan akan ”mendinginkan” mesin perekonomian sehingga inflasi dapat ditekan. Namun, apabila tidak hati-hati, kebijakan ini bisa menjadi bumerang. Mesin ekonomi yang terlampau dingin bisa saja gagal untuk kembali mendapatkan momentum. Maka, langkah menaikkan suku bunga justru dapat menyebabkan resesi. Risiko ini kian mengkhawatirkan di tengah tekanan yang tengah dihadapi perekonomian AS. Di satu sisi, inflasi diakibatkan tekanan krisis Rusia–Ukraina. Sehari berselang, kebijakan The Fed belum mendapat reaksi keras dari Wall Street. Setelah pengumuman dari bank sentral, pasar justru merespons positif. Hal tersebut terlihat dari penutupan Wall Street pada Rabu (4/5) dengan tren positif di beberapa indeks. seperti Dow Jones yang naik 2,81 %, S&P 500 terdongkrak 2,99 %, dan NASDAQ yang turut naik 3,19 %. Hal ini menandakan pasar finansial global relative ”merestui” langkah The Fed. Meskipun begitu, bukan berarti dampak global dari kebijakan tersebut tidak akan dirasakan, dalam jangka yang lebih panjang, dampak yang lebih serius dapat terasa apabila langkah The Fed terbukti memperlambat laju perekonomian AS secara signifikan. (Yoga)