Ekonomi
( 40554 )Harga Pakan Ikan dan Udang Merangkak Naik
Harga bahan baku yang semakin tinggi mengerek biaya produksi pakan ikan dan udang. Pemerintah meminta pabrikan pakan tetap menjaga kestabilan harga agar tidak terlalu memberatkan pembudidaya. Adapun pabrik pakan mandiri didorong terus berproduksi dengan mengoptimalkan bahan baku lokal. Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Deny Mulyono mengemukakan, tahun 2022, industri pakan dipengaruhi situasi global yang tidak menentu.Pabrikan pakan ikan dan udang melakukan penyesuaian harga secara bervariasi, sesuai dengan formulasi pakan. Kenaikan harga pakan terjadi karena meningkatnya harga komponen bahan baku pakan, baik impor maupun lokal. Kesulitan bahan baku juga memicu persaingan bahan baku dengan negara-negara produsen pakan lain. Karena itu, Deny berharap Kementerian Perdagangan bisa membatasi ekspor bahan baku yang diperlukan industri pakan untuk menjamin ketersediaan suplai, seperti jagung dan dedak gandum kasar.
Sekjen Masyarakat Akuakultur Indonesia Denny Indradjaja mengemukakan, beberapa pabrik pakan ikan dan udang sudah menaikkan harga pakan di kisaran Rp 100 - Rp 300 per kg tergantung kualitas pakansebagai efek berantai kenaikan harga berbagai komponen. Dirjen Perikanan Budidaya KKP Tebe Haeru Rahayu meminta produsen pakan menekan margin agar tidak memberatkan pembudidaya ikan dan udang. Di sisi lain, pemerintah akan mendorong efisiensi penggunaan pakan dengan penerapan cara pemberian pakan yang baik, dan digitalisasi kebutuhan pakan, serta meningkatkan produksi pakan mandiri dengan bahan baku lokal.Penggunaan pakan mandiri saat ini ditaksir mampu memenuhi 20 % kebutuhan pakan nasional. (Yoga)
Surplus Terdorong Produk Pengolahan
Badan Usaha Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Maret 2022 menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah. Nilai ekspor pada periode tersebut mencapai US$ 26,5 miliar untuk naik 44,36% dibandingkan pada Maret 2021. Ekspor non migas mendominasi dengan nilai ekspor sebesar US$ 25,09 miliar atau naik 28,82% dibanding pada Februari 2022 seerta naik 43,82% dibandingkan pada Maret 2021, sedangkan nilai ekspor minyak dan gas sebesar US$ 1,41 miliar. Adapun nilai total impor mencapai US$ 21,97 miliar hingga neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 4,53 bulan berturut-turut," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, kemarin. Ia menjelaskan kinerja ekspor nonmigas nasional ditopang oleh ekspor produksi industri pengolahan senilai US$ 19,26 miliar. (Yetede)
Tiga Bulan, BRI Salurkan KUR Rp66,99 Triliun
PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) terus melanjutkan capaiannya sebagai bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia. BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp 66,99 triliun kepada 1,8 juta nasabah dalam tiga bulan pertama pada tahun ini. Penyaluran tersebut setara dengan 25,77% dari total plafon KUR yang diberikan oleh pemerintah ke BRI pada 2022 senilai Rp 260 triliun. kepada 1,6 juta nasabah, segmen kecil sebesar Rp8,67 triliun kepada 31 ribu nasabah, dan segmen ultramikro Rp1,64 triliun kepada 186 ribu nasabah.
Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengungkapkan, salah satu kunci kebehasilan BRI dalam menyalurkan KUR yakni terbentuknya ekosistem digital yang diciptakan oleh perseroan. "Melalui digitalisasi, BRI dapat mencipatkan efisiensi proses bisnis melalui revitalisasi Mantri, enhancement BRISPOT Mikro, serta memperbagarui operating model end to end tenaga pemasar, yang berdampak pada peningkatan produktivitas Mantri dalam penyaluran KUR," Imbuh Catur. (Yetede)
Mulai Menggeliat Kuartal I Konsumsi Semen Tumbuh 5,5%
Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat, permintaan semen untuk kuartal I-2022 masih cukup bagus atau mencapai 5,5% secara tahunan (year on year/yoy) dimana hampir semua daerah yang meningkat kecuali di Bali dan Nusa Tenggara yang masih stagnan. "Hal ini terjadi karena hambatan pembangunan dari pandemi Covid-19 sudah mulai turun disemua daerah baik di Jawa maupun diluar Pulau Jawa," ujar Ketua Umum ASI Widodo Santoso. Adapun untuk realisasi Maret 2022, permintaan semen tercatat turun dibanding bulan sebelumnya, yakni hanya naik 2,5% yoy. Berdasarkan data ASI, konsumsi semen di Jawa mencapai 34,5 juta ton atau tumbuh 4,6% yoy. Untuk di Kalimantan tercatat mencapai 0,43 juta ton, tumbuh 2,0% yoy. Jika peningkatan konsumsi dalam negeri cukup baik, sebaliknya realisasi penjualan ekspor pada kuartal I-2022 justru penurunan tajam sekitar 25% yoy atau hanya 2,1 juta ton. Jumlah tersebut terdiri semen 400 ribu ton dan klinker 1,8 juta ton. (Yetede)
Arwana Citramulia Raih Penjualan Rp743,6 Miliar
PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) meraih penjualan sebesar Rp743,6 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp 662,38 miliar. Membaiknya permintaan disektor properti yang mendorong kenaikan penjualan keramik diharapkan meningkatkan laba bersih perseroan, yang ditargetkan mencapai Rp612 miliar tahun 2022 atau tumbuh 30% dibanding tahun lalu Rp470 miliar. Direktur Utama PT Citramulia Tandean Rustandy mengatakan, penjualan neto tersebut dikontribusi dari segmen usaha distribusi keramik Rp704,23 miliar, dan dari segmen usaha industri keramik sebesar Rp 39,37 miliar. "Dari usaha wilayah, penjualan di Pulau Jawa mencapai Rp302,31 miliar atau 40,64% dari total penjualan ARNA. Sementara sisanya Rp441,29 miliar atau Rp59,35%, berasal dari penjualan diluar Pulau Jawa," katanya dalam keterbukaan informasi. (Yetede)
Akumulasi Utang Menghambat Pemulihan Ekonomi
Dana Moneter Internasional atau IMF mengingatkan pada Senin (18/4) bahwa akumulasi utang oleh perusahaan maupun individu di seluruh dunia dapat menghambat pemulihan ekonomi negara dari krisis pandemi Covid-19. "Perusahaan-perusahaan yang rentan dan rumah tangga yang kesusahan, yang jumlah maupun proposinya meningkat sepanjang pandemi Covid-19, kami perkirakan terus memangkas belanja. Khususnya di negara-negara yang strategi kebangkrutannya tidak efisien dan ruang fiskalnya terbatas," tutur IMF. Pemerintah diseluruh dunia mengambil langkah-langkah luar biasa untuk menyokong perekonomian di sepanjang krisis Covid-19 yang sudah lebih dari dua tahun. Termasuk meluncurkan program penangguhan utang atau menawarkan pinjaman skala besar. (Yetede)
Saham Klub Rp 100 Triliun Bertambah
Saham big cap dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun terus bertambah. Per Senin (18/4), ada 18 emiten dengan nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun.
Selain PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang baru saja IPO, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga menjadi penghuni baru daftar saham big caps. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) juga kembali masuk jajaran market cap Rp 100 triliun.
TPIA Akan Membagi Dividen US$ 11 Juta
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham total sebesar US$ 11 juta. Pembagian dividen ini telah mendapatkan restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Senin (18/4). TPIA menetapkan total US$ 76 juta atau setara dengan 50% laba bersih tahun buku 2021 akan diberikan sebagai dividen tunai. Nilai tersebut juga diperhitungkan dengan pembagian dividen interim sebesar US$ 65 juta yang telah dibayarkan pada 16 Juli 2021 lalu.
Dengan begitu, sisa pembayaran dividen tunai yang akan dilakukan TPIA untuk tahun buku 2021 sebesar US$ 11 juta atau senilai atau senilai US$ 0,000508603 per saham.
Waspada, Valuasi BBCA Mulai Mahal
Pemulihan ekonomi mendorong kinerja PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada tahun ini. Hanya saja, potensi kenaikan inflasi dan suku bunga acuan harus diwaspadai, karena bisa menghambat kinerja BBCA.
Kepala Riset Henan Putihrai Sekuritas Robertus Hardy meyakini, kinerja BBCA pada kuartal I-2022 ini masih akan solid dan tumbuh positif. Menurut dia, relaksasi PPKM yang semakin luas serta pulihnya aktivitas ekonomi akan ikut mengangkat kinerja para debitur BBCA. “Secara umum, perbaikan aktivitas bisnis para debitur inilah yang akan mendorong kinerja BBCA sepanjang tahun ini,” kata Robertus, Senin (18/4).
Peminjam Amartha Naik
PT Amartha Mikro Fintek mencatatkan jumlah peminjam atau borrower mencapai angka 1 juta. Seiring dengan tingkat perekonomian yang membaik, Amartha mengincarkan kenaikan jumlah borrower. Tidak tanggung-tanggung, Amartha memasang target pertumbuhan hingga dua sampai tiga kali lipat dari jumlah yang ada saat ini.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









