Harga Pakan Ikan dan Udang Merangkak Naik
Harga bahan baku yang semakin tinggi mengerek biaya produksi pakan ikan dan udang. Pemerintah meminta pabrikan pakan tetap menjaga kestabilan harga agar tidak terlalu memberatkan pembudidaya. Adapun pabrik pakan mandiri didorong terus berproduksi dengan mengoptimalkan bahan baku lokal. Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Deny Mulyono mengemukakan, tahun 2022, industri pakan dipengaruhi situasi global yang tidak menentu.Pabrikan pakan ikan dan udang melakukan penyesuaian harga secara bervariasi, sesuai dengan formulasi pakan. Kenaikan harga pakan terjadi karena meningkatnya harga komponen bahan baku pakan, baik impor maupun lokal. Kesulitan bahan baku juga memicu persaingan bahan baku dengan negara-negara produsen pakan lain. Karena itu, Deny berharap Kementerian Perdagangan bisa membatasi ekspor bahan baku yang diperlukan industri pakan untuk menjamin ketersediaan suplai, seperti jagung dan dedak gandum kasar.
Sekjen Masyarakat Akuakultur Indonesia Denny Indradjaja mengemukakan, beberapa pabrik pakan ikan dan udang sudah menaikkan harga pakan di kisaran Rp 100 - Rp 300 per kg tergantung kualitas pakansebagai efek berantai kenaikan harga berbagai komponen. Dirjen Perikanan Budidaya KKP Tebe Haeru Rahayu meminta produsen pakan menekan margin agar tidak memberatkan pembudidaya ikan dan udang. Di sisi lain, pemerintah akan mendorong efisiensi penggunaan pakan dengan penerapan cara pemberian pakan yang baik, dan digitalisasi kebutuhan pakan, serta meningkatkan produksi pakan mandiri dengan bahan baku lokal.Penggunaan pakan mandiri saat ini ditaksir mampu memenuhi 20 % kebutuhan pakan nasional. (Yoga)
Tags :
#perikananPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023