Ekonomi
( 40465 )Mulai Menggeliat Kuartal I Konsumsi Semen Tumbuh 5,5%
Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat, permintaan semen untuk kuartal I-2022 masih cukup bagus atau mencapai 5,5% secara tahunan (year on year/yoy) dimana hampir semua daerah yang meningkat kecuali di Bali dan Nusa Tenggara yang masih stagnan. "Hal ini terjadi karena hambatan pembangunan dari pandemi Covid-19 sudah mulai turun disemua daerah baik di Jawa maupun diluar Pulau Jawa," ujar Ketua Umum ASI Widodo Santoso. Adapun untuk realisasi Maret 2022, permintaan semen tercatat turun dibanding bulan sebelumnya, yakni hanya naik 2,5% yoy. Berdasarkan data ASI, konsumsi semen di Jawa mencapai 34,5 juta ton atau tumbuh 4,6% yoy. Untuk di Kalimantan tercatat mencapai 0,43 juta ton, tumbuh 2,0% yoy. Jika peningkatan konsumsi dalam negeri cukup baik, sebaliknya realisasi penjualan ekspor pada kuartal I-2022 justru penurunan tajam sekitar 25% yoy atau hanya 2,1 juta ton. Jumlah tersebut terdiri semen 400 ribu ton dan klinker 1,8 juta ton. (Yetede)
Arwana Citramulia Raih Penjualan Rp743,6 Miliar
PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) meraih penjualan sebesar Rp743,6 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp 662,38 miliar. Membaiknya permintaan disektor properti yang mendorong kenaikan penjualan keramik diharapkan meningkatkan laba bersih perseroan, yang ditargetkan mencapai Rp612 miliar tahun 2022 atau tumbuh 30% dibanding tahun lalu Rp470 miliar. Direktur Utama PT Citramulia Tandean Rustandy mengatakan, penjualan neto tersebut dikontribusi dari segmen usaha distribusi keramik Rp704,23 miliar, dan dari segmen usaha industri keramik sebesar Rp 39,37 miliar. "Dari usaha wilayah, penjualan di Pulau Jawa mencapai Rp302,31 miliar atau 40,64% dari total penjualan ARNA. Sementara sisanya Rp441,29 miliar atau Rp59,35%, berasal dari penjualan diluar Pulau Jawa," katanya dalam keterbukaan informasi. (Yetede)
Akumulasi Utang Menghambat Pemulihan Ekonomi
Dana Moneter Internasional atau IMF mengingatkan pada Senin (18/4) bahwa akumulasi utang oleh perusahaan maupun individu di seluruh dunia dapat menghambat pemulihan ekonomi negara dari krisis pandemi Covid-19. "Perusahaan-perusahaan yang rentan dan rumah tangga yang kesusahan, yang jumlah maupun proposinya meningkat sepanjang pandemi Covid-19, kami perkirakan terus memangkas belanja. Khususnya di negara-negara yang strategi kebangkrutannya tidak efisien dan ruang fiskalnya terbatas," tutur IMF. Pemerintah diseluruh dunia mengambil langkah-langkah luar biasa untuk menyokong perekonomian di sepanjang krisis Covid-19 yang sudah lebih dari dua tahun. Termasuk meluncurkan program penangguhan utang atau menawarkan pinjaman skala besar. (Yetede)
Saham Klub Rp 100 Triliun Bertambah
Saham big cap dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun terus bertambah. Per Senin (18/4), ada 18 emiten dengan nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun.
Selain PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang baru saja IPO, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga menjadi penghuni baru daftar saham big caps. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) juga kembali masuk jajaran market cap Rp 100 triliun.
TPIA Akan Membagi Dividen US$ 11 Juta
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham total sebesar US$ 11 juta. Pembagian dividen ini telah mendapatkan restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Senin (18/4). TPIA menetapkan total US$ 76 juta atau setara dengan 50% laba bersih tahun buku 2021 akan diberikan sebagai dividen tunai. Nilai tersebut juga diperhitungkan dengan pembagian dividen interim sebesar US$ 65 juta yang telah dibayarkan pada 16 Juli 2021 lalu.
Dengan begitu, sisa pembayaran dividen tunai yang akan dilakukan TPIA untuk tahun buku 2021 sebesar US$ 11 juta atau senilai atau senilai US$ 0,000508603 per saham.
Waspada, Valuasi BBCA Mulai Mahal
Pemulihan ekonomi mendorong kinerja PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada tahun ini. Hanya saja, potensi kenaikan inflasi dan suku bunga acuan harus diwaspadai, karena bisa menghambat kinerja BBCA.
Kepala Riset Henan Putihrai Sekuritas Robertus Hardy meyakini, kinerja BBCA pada kuartal I-2022 ini masih akan solid dan tumbuh positif. Menurut dia, relaksasi PPKM yang semakin luas serta pulihnya aktivitas ekonomi akan ikut mengangkat kinerja para debitur BBCA. “Secara umum, perbaikan aktivitas bisnis para debitur inilah yang akan mendorong kinerja BBCA sepanjang tahun ini,” kata Robertus, Senin (18/4).
Peminjam Amartha Naik
PT Amartha Mikro Fintek mencatatkan jumlah peminjam atau borrower mencapai angka 1 juta. Seiring dengan tingkat perekonomian yang membaik, Amartha mengincarkan kenaikan jumlah borrower. Tidak tanggung-tanggung, Amartha memasang target pertumbuhan hingga dua sampai tiga kali lipat dari jumlah yang ada saat ini.
Neraca Dagang Maret 2022 : Ekspor NonKomoditas Masih Tertatih
Neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 23 kali berturut-turut hingga Maret 2022. Namun, kondisi ini tidak mengejutkan mengingat kenaikan signifikan terjadi ekspor nonmigas komoditas mineral. Di sisi lain, kenaikan ekspor nonkomoditas naiknya tidak signifikan dan masih menjadi pekerjaan rumah ke depan. Surplus neraca perdagangan pada bulan lalu mencapai US$4,53 miliar, atau memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah karena nilai ekspor tercatat US$26,50 miliar sedangkan nilai impor hanya US$21,97 miliar. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyatakan bahwa tingginya pertumbuhan ekspor nonmigas pada Maret 2022 menyebabkan surplus neraca perdagangannya turut terdongkrak.“Beberapa komoditas nonmigas yang mengalami kenaikan harga yang tinggi, diantaranya batu bara sebesar 49,91%, nikel 41,26%, dan minyak kelapa sawit 16,72%,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (18/4). Secara bulanan (month to month/MtM), ekspor nonmigas juga tumbuh 28,82% dibandingkan dengan Februari 2022.
Struktur ekspor non-migas per Maret 2022 menyumbang 94,7% dari total ekspor.“Ekspor nonmigas Maret 2022 mencapai US$25,09 miliar, naik 28,82% dibanding Februari 2022, dan naik 43,82% dibanding ekspor nonmigas Maret 2021,” kata Margo.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani menilai pekerjaan rumah Indonesia pada masa mendatang adalah meningkatkan ekspor nonkomoditas agar Indonesia menjadi negara yang mandiri dari sisi pangan.
Konglomerat Agresif Garap Bisnis Pelabuhan
Prospek bisnis pengelolaan pelabuhan logistik semakin basah. Lihat saja, sejumlah perusahaan konglomerasi agresif masuk sektor kemaritiman tersebut. Salah satu konglomerat yang terjun ke bisnis pelabuhan adalah Maspion Group. Menggandeng Dubai Ports World bersama mitranya Caisse de Depot et Place du Quebec (CDPQ), Maspion berniat membangun pelabuhan peti kemas dan wilayah industri di Gresik, Jawa Timur. Konglomerat lainnya, PT Astra International Tbk (ASII) menggarap bisnis pelabuhan melalui PT Astra Infra yang mengelola Pelabuhan Penajam Banua Taka di wilayah Selat Makassar, Kalimantan Timur. Sementara itu, konsorsium perusahaan milik Chaerul Tanjung turut menjadi pengelola Pelabuhan Patimban sejak Maret 2021. Konsorsium ini bernama PT Pelabuhan Patimban Indonesia (PPI) yang beranggotakan PT CT Corp Infrastruktur Indonesia, PT Indika Logistic & Support Service, PT U-Connectivity Service dan PT Terminal Petikemas Surabaya.
PPATK Memantau Ketat Aliran Dana Pemilu 2024
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Pemilu. Tujuan Tim Satgas untuk mengawasi aliran dana menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Kepala PPATK Ivan Yustiavanda menjelaskan, Tim Satgas Pemilu PPATK memang dibentuk menjelang Pemilu. Ia menyebut, Satgas Pemilu 2024 telah bekerja mulai dari sekarang. Ivan menerangkan, sejumlah tugas yang dilakukan Satgas Pemilu antara lain. Pertama, mengamati profil yang ada dalam database Politically Exposed Persons (PEP). Kedua, mengawasi aliran dana menjelang Pemilu.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









