Ekonomi
( 40554 )2021, CTRA Kantongi Laba Bersih Rp 1,8 Triliun
PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatat kinerja positif sepanjang 2021. Laba bersih emiten propeti ini tumbuh 31,06% yoy menjadi RP 1,78 triliun. Realisasi kinerja CTRA sejalan proyeksi CGS CIMB Sekuritas. Analisis CGS CIMB Sekuritas Aurelia Barus dalam riset memperkirakan jika pendapatan dan laba bersih CTRA tahun ini bisa mencapai Rp 9,31 triliun dan Rp 1,78 triliun.
IRRA Meraih Pendapatan Rp 270 Miiiar di Kuartal I
PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions) membukukan total pendapatan sebesar Rp 269,85 miliar di kuartal I-2022. Nilai tersebut meningkat 18% (YoY) dibandingkan total pendapatan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 228,17 miliar.
Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif mengatakan tidak jauh berbeda dengan tahun 2021, di kuartal pertama tahun ini perseroan mampu terus meningkatkan porsi penjualan untuk non-pemerintah baik dari korporasi dan juga retailer. “Naiknya porsi Non-Pemerintah tersebut membuat distribusi pendapatan kami secara kuartalan semakin membaik dalam 2 tahun terakhir,” kata dia dalam keterangan resminya, Minggu (17/4).
Layanan Keuangan: Taktik Bank Jaga Nasabah Kaya
Kian terintegrasinya ekosistem keuangan di perbankan menjadikan setiap entitas bank memperkuat basis-basis layanan yang terkait dengan pengelolaan keuangan dan pengembangan dana melalui produk investasi. Strategi memperkuat layanan kepada nasabah dengan simpanan jumbo dilakukan saat tren bunga simpanan, khususnya produk berjangka, bertahan di level rendah. Di satu sisi, strategi penguatan layanan keuangan atau wealth management menjadi cara agar bank dapat mengelola biaya dana di tengah masih banjirnya likuiditas. Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Februari 2022, total simpanan nasabah di sistem perbankan nasional mencapai Rp7.446 triliun atau tumbuh 9,67% year-on-year (YoY). Kelompok simpanan nasabah dengan nominal di atas Rp500 juta—Rp5 miliar, rata-rata mencatat pertumbuhan di atas 5% secara tahunan. Namun, rata-rata pertumbuhan simpanan di kelompok nominal jumbo itu lebih lambat dibandingkan dengan periode 2021 yang tumbuh 7%.
Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. Noviady Wahyudi mengatakan bahwa layanan prioritas di CIMB yang dikenal dengan CIMB Preferred dihadirkan bagi nasabah yang memiliki saldo minimal Rp500 juta atau memiliki pinjaman minimal Rp2 miliar. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. terus memacu pertumbuhan nasabah wealth management dengan sejumlah strategi pada tahun ini. Menurut Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto, seiring dengan tren pertumbuhan bisnis perseroan yang terus meningkat setiap tahunnya, bisnis wealth management diprediksi ikut terkerek. “Jumlah nasabah CIMB Preferred mencapai 70.000—80.000 nasabah dengan pertumbuhan tahunan di atas 10%,” kata Noviadi kepada Bisnis, Sabtu (16/4).
Produk UMKM : BPJPH Genjot Sertifikasi Halal
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal mendorong percepatan dan kemudahan sertifikasi halal, salah satunya dengan membuka Pusat Produk Halal Indonesia di pusat perbelanjaan di Jakarta. Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Muhammad Aqil Irham mengatakan bahwa kehadiran pusat produk halal itu dalam rangka meningkatkan pengetahuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengenai produk halal.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, terdapat sekitar 65,4 juta UMKM hingga 2019. Bila melihat secara terperinci, sebanyak 64,6 juta merupakan usaha mikro (UMi), sebanyak 798.679 usaha kecil (UK), dan 65.465 usaha menengah (UM). Menurut data Kemenag, dalam rentang waktu 2019 hingga 2022, terdapat 325.875 produk yang telah dinyatakan halal. Total produk yang telah memiliki sertifikasi halal bila dijumlah sejak 2012, yaitu sebanyak 994.490. Angka itu masih jauh dari target pemerintah dalam mewujudkan 10 juta produk halal pada 2022. “Di sana juga akan diberikan arahan dan langkah untuk membantu pelaku UMKM mengajukan sertfikasi halal,” ujar Aqil.
Tarif Premi Unit Link Tak Terimbas PPN Agen
Pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) kepada agen dan pialang asuransi sebesar 1,1% tidak akan berimbas terhadap tarif premiun unit link. Tarif premi juga tidak terganggu seiring dengan terbitnya Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan tentang produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (SEOJK PAYD) terbaru. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menyampaikan, akan terjadi penyesuaian atas terbitnya aturan PPN bagi jasa agen dan pialang asuransi. "Alokasi biaya asuransi atau COI (cost of insurance) memang akan ada penyesuaian. PPN yang baru juga bukan buat perusahaan asuransi, tapi untuk agen dan pialang. Tapi hal-hal itu tidak akan berimbas pada tarif premi," kata Togar di Jakarta, pekan lalu. Lebih lanjut, Togar menerangkan bahwa SEOJK PAYDI terbaru mengatur besaran alokasi premi unit link untuk pembentukan nilai tunai. Hal itu juga akan berdampak pada besaran alokasi biaya asuransi atau COI. (Yetede)
Komnas HAM: Belum Ada Laporan Pemyalahgunaan PeduliLindungi
Komnas HAM mengaku belum menerima laporan soal penyalahgunaan PeduliLindungi untuk hal-hal diluar kepentingan kesehatan. Pernyataan Komnas HAM ini menanggapi laporan tahunan Departemen Luar Negeri AS mengenai hak azasi manusia (HAM) yang memaparkan soal adanya potensi pelanggaran HAM dalam penggunaan aplikasi PeduliLindungi. "Apakah ini (PeduliLindungi) melanggar privasi ataukah tidak dan sebagainya, saya kira sepanjang sampai saat ini belum pernah ada laporan kepada Komnas HAM adanya penyalahgunaan," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam kepada Baritasatu.com,Minggu (14/4). DItegaskan Anam, pemerintah juga wajib mengambil langkah-langkah signifikan dan mendasar untuk menyikapi kedaruratan kesehatan akibat pandemi Covid-19, bahkan Anam mneyampaikan, jika langkah-langkah penting tidak diambil dalam kondisi kedaruratan kesehatan, dapat dipandang sebagai bentuk pelanggaran HAM. (Yetede)
Berharap Lebaran di Industri Pergelaran
Tahun 2022 moga-moga memang menjadi ”lebaran” bagi hampir seluruh pelaku bisnis pertunjukan di Indonesia. Pergelaran pertunjukan mulai diperbolehkan lagi. Jadwal-jadwal konser musik, misalnya, mulai bermunculan. Gagasan aneka konser mulai menggelora di kepala para penyelenggara, disertai animo besar calon penonton yang sudah bersiap-siap memilih konser yang akan mereka datangi. Bulan Maret kemarin beberapa konser sudah mulai terselenggara. Di Mandalika seiring MotoGP yang heboh itu, ataupun Joyland di Bali, bulan Maret lalu. Java Jazz Festival yang tidak hadir di tahun 2021, bila sesuai jadwal, pergelaran ini akan diadakan pada akhir Mei 2022. Bagi pelaku bisnis yang mencari rezeki di sektor pertunjukan, konser virtual memang sempat menumbuhkan harapan dan terasa layak dijajaki. Namun, penonton memang tidak terlalu berminat.
Situasi pandemi Covid-19 yang seakan sudah sirna di Los Angeles, Amerika Serikat, bisa juga terjadi di Indonesia. Laporan pemred Kompas mengatakan, penerbangan hingga berkeliling-keliling selama sepekan di sana, kesan seram sudah jauh dari yang dibayangkan. Pandemi seakan telah sirna. Penerapan prokes serba ketat untuk mencegah penularan Covid-19 tak terlihat lagi di area public, masker sudah menjadi opsi. Meskipun di bandara penumpang masih menggunakannya, begitu keluar bandara semua orang tidak lagi bermasker. Begitu pula di rumah makan, tempat berbelanja, kampus, dan area publik lainnya. Pandemi di sana sudah berubah menjadi endemi. Kita berharap hal yang sama di sini, konser music, semestinya tidak terkendala lagi. Sekarang saja, dengan segala kesibukan mempersiapkan Java Jazz 2022, mereka yang dahulu bekerja bersama perlahan sudah mulai kembali, mereka bekerja sambil bernyanyi-nyanyi, ”Ramadhan telah tiba”. Setelah dua tahun berpuasa, semoga ”lebaran” tahun 2022 ini berlangsung meriah dan tentu saja aman dan menyenangkan. (Yoga)
Daerah Gerakkan Ekonomi Syariah
Analisis BI menyebutkan pangsa sektor unggulan rantai nilai halal dapat menopang 25 % ekonomi nasional. Untuk itu, kepala daerah diminta terlibat sebagai penggerak pengembangan potensi ekonomi dan keuangan syariah. Hal itu disampaikan Wapres Ma’ruf Amin pada Talkshow dan Anugerah Adinata Syariah 2022, Kamis (14/4). Di sektor unggulan rantai nilai halal, sektor pertanian menduduki peringkat teratas dengan kontribusi 51 %, diikuti sektor makanan 27 %, lalu sektor pariwisata ramah Muslim dan fashion muslim. ”Faktor jumlah penduduk dan permintaan serta gaya hidup halal yang kian marak di Indonesia, bahkan juga di dunia, membuka peluang yang besar bagi pertumbuhan produk halal,” kata Wapres. Di tengah berbagai tantangan, sektor ekonomi dan keuangan syariah telah teruji mampu menyangga ekonomi Indonesia. Untuk terus mengembangkan sektor ini, diperlukan komitmen semua elemen masyarakat, termasuk kepala daerah, di seluruh Indonesia.
Chairman Infobank Eko B Supriyanto menyampaikan bahwa Anugerah Adinata Syariah 2022 merupakan bentuk dukungan dan apresiasi kepada pemerintah daerah di seluruh Indonesia yang berperan aktif mengembangkan potensi ekonomi dan keuangan syariah di daerahnya. Ia berharap perkembangan syariah bisa menjadi kekuatan baru ekonomi di masa datang. Anugerah Adinata Syariah yang digagas Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ikatan AhliEkonomi Indonesia (IAEI), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Infobank diberikan dalam beberapa kategori. Di antaranya kategori Keuangan Syariah, Industri Halal, dan kategori Keuangan Sosial Syariah. Juara umum Anugerah Adinata Syariah 2022 diraih Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. (Yoga)
Generasi Z Dominasi Investor Pasar Modal
Hingga akhir triwulan I-2022, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI mencatat jumlah investor pasar modal mencapai 8,3 juta investor, naik 12,13 % dari akhir Desember 2021. Jika dilihat dari sebaran usia, investor pemula yang berasal dari generasi Z, yakni generasi yang lahir tahun 1996 hingga 2012, merupakan populasi terbesar di pasar modal dengan porsi 80 %. Kedatangan anak-anak muda ini membuat perusahaan sekuritas berlomba memberikan berbagai kemudahan kepada investor.
Penyederhanaan pembukaan rekening dinilai turut berdampak pada penambahan tersebut. ”Hingga saat ini ada 34 perusahaan efek yang dapat melakukan pembukaan rekening secara online,” kata Dirut KSEI Uriep Budhi Prasetyo, Kamis (14/4). Dengan pembukaan rekening sekuritas daring, para investor hanya perlu mengisi formulir serta mengunggah salinan KTP dan NPWP. Kerja sama dengan instansi kependudukan dan catatan sipil membuat verifikasi data KTP dapat dilakukan dengan cepat. Proses ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan cara konvensional. Data KSEI menunjukkan, para investor muda itu berminat pada sektor perbankan, barang konsumer, dan industri dasar. (Yoga)
Beberapa Pembelian Gas Rusia Bersedia Pakai Rubel
Wakil Perdana Menteri Alexander Rusia Novak mengatakan, beberapa negara pembeli gasnya telah setuju untuk menggunakan mata uang rubel. Namun ia, tidak menyebutkan identitas dari pelanggan yang sudah beralih itu. "Kami berharap ada keputusan beralih ke rubel dari importir lain," ujar dia dalam tanggapan yang diterbitkan majalah internal kementerian pada Jumat (15/4), yang dilansir Reuters. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Peter Szijjarto mengatakan pada Senin (11/4) bahwa Hungaria berencana membayar gas Rusia dalam bentuk Euro melalui Gazprombank. Pada Maret, Presiden Vladirmir Putin memang mengusulkan agar pembeli energi membuka rekening di Gazprombank, dimana pembayaran dalam euro atau dollar AS akan dikonversikan kedalam rubel. Bulan lalu, Putin mengingatkan bahwa pembeli gas Rusia dari negara-negara "tak bersahabat" harus melakukan pembayaran dalam rubel, namun permintaan itu ditolak oleh otoritas Uni Eropa, dibawah rezim blok yang menjatuhkan sanksi-sanski kepada negeri Beruang Merah itu. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









