Ekonomi
( 40465 )Wisata Sungai Ramai Lagi Saat Ramadhan
Waktu menunjukkan hampir pukul 22.00 Wita. Beberapa kelotok atau perahu bermotor masih hilir mudik di Sungai Martapura, Banjarmasin, Rabu (20/4). Di atap perahu terlihat belasan orang duduk menikmati perjalanan menyusuri sungai. Mereka bersenda gurau sambil sesekali berswafoto, memotret ataupun memvideokan suasana di sekitarnya. ”Setiap malam di bulan Ramadhan selalu ramai yang naik kelotok,” ujar Adul (46), motoris atau pengemudi kelotok wisata susur sungai.Penumpang kelotok wisata kembali ramai pada bulan Ramadhan tahun ini setelah dua tahun mati suri karena pandemi Covid-19. Setiap malam, Adul dan 26 motoris kelotok wisata lain di dermaga siring Taman Maskot Bekantan selalu mendapat giliran membawa penumpang. Sekali jalan menyusuri sungai, mereka membawa 18 penumpang. Satu penumpang dikenai tarif Rp 10.000 untuk perjalanan menyusuri Sungai Martapura selama lebih kurang 30 menit. Tiket untuk naik kelotok wisata dijual Koperasi Maju Karya Bersama, yang merupakan koperasi angkutan obyek wisata sungai di Banjarmasin. ”Sekali jalan, kami sebagai anggota koperasi menerima Rp 150.000,” ungkapnya. Adul bisa membawa pulang Rp 100.000 ke rumah setiap malam setelah dipotong biaya solar dan jajan. ”Kalau pas ramai, seperti malam Minggu, kami bisa dua kali jalan dalam semalam. Lumayan,” ujarnya.
Selain di dermaga siring Taman Maskot Bekantan, sebagian kelotok wisata juga tambat di dermaga siring Menara Pandang, 40 kelotok tertambat disana. ”Ongkosnya sama, Rp 10.000 untuk susur sungai sampai Kampung Hijau,” kata Isam (50), motoris kelotok. Pada Rabu malam, kelotok wisata di kedua dermaga laris. Banyak orang mengantre naik kelotok, terlebih setelah shalat Tarawih. Semakin ma- lam, suasana di kawasan wisata siring Banjarmasin semakin ramai. Yang paling banyak memadati kawasan tersebut adalah anak muda. Setelah naik kelotok, mereka biasanya masih duduk mengobrol di tepian sungai sambal menikmati makanan dan minuman. Tika (20), mahasiswi perguruan tinggi di Banjarmasin, mengatakan, ia dan teman-temannya memilih bersantai di kawasan wisata siring dan naik kelotok setelah acara buka puasa bersama.
Ketua Koperasi Maju Karya Bersama Supiani Yanto mengatakan, ada peningkatan penumpang kelotok wisata selama bulan Ramadhan tahun ini, terutama pada malam hari. ”Kondisinya sudah hampir seperti malam Ramadhan sebelum pandemi,” ujarnya. Untuk perjalanan jauh, biasanya berangkat pagi ataupun sore hari. Tujuannya bisa ke Pasar Terapung Kuin, Pasar Terapung Lok Baintan, Soto Bang Amat, Pulau Kembang, ataupun berkeliling Kota Banjarmasin. Perjalanan ke sejumlah destinasi wisata sungai itu dikenai tarif Rp 300.000 sampai Rp 600.000 per kelotok untuk sekali jalan. Satu kelotok boleh mengangkut 15 orang. (Yoga)
Perdagangan Rempah Dorong Pengetahuan
Perdagangan rempah di Nusantara pada masa lalu mendorong perkembangan ilmu pengetahuan di berbagai bidang. Pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun itu dapat menjadi referensi untuk melakukan pembangunan berkelanjutan. Hal ini mengemuka pada diskusi daring bertajuk ”Jejak Rempah Nusantara”, Kamis (21/4). Kegiatan tersebut digelar oleh Pusat Kajian Peradaban Majapahit Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). (Yoga)
Menimbang Dampak Pajak Kripto
Mulai 1 Mei 2022, pemerintah akan mengenakan pajak atas transaksi perdagangan aset kripto sebagaimana diatur Permenkeu No 68/PMK.03/2022 tentang PPN dan PPh atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto. Ketentuan itu menimbang bahwa aset kripto, sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka sesuai dengan ketentuan perundang-undangan bidang perdagangan, telah berkembang luas di masyarakat. Guna memberikan kepastian hukum, pemerintah menilai perlu mengatur ketentuan PPN dan PPh atas transaksi perdagangan aset kripto, dengan tarif PPN 0,11 % jika transaksi diselenggarakan pedagang aset kripto (exchanger) yang terdaftar di Bappebti dan PPN 0,22 persen jika transaksi dilakukan melalui pedagang yang tidak terdaftar di Bappebti. Sementara tarif PPh Pasal 22 final ditetapkan 0,1 % jika transaksi melalui pedagang yang terdaftar di Bappebti dan 0,2 % jika transaksi dilakukan pedagang yang tak terdaftar di Bappebti. Peraturan itu juga menetapkan jasa penambangan (mining) aset kripto sebagai jasa kena pajak. Tarif PPN-nya 10 % dari tarif PPN umum atau 1,1 % dikali nilai berupa uang yang diterima penambang (miner). Penambang aset kripto juga dikenai PPh final 0,1 % dari nilai transaksi.
Selain mendongkrak adopsi teknologi digital, pandemi Covid-19 turut mendorong pertumbuhan pasar kripto di Indonesia. Namun, perkembangan itu rentan terdampak kebijakan. Situasi di India, meski mematok tarif pajak yang jauh lebih tinggi, bisa jadi cermin. Cointelegraph yang mengutip data perusahaan riset kripto, Crebaco, melaporkan, volume perdagangan kripto di bursa-bursa yang berbasis di India turun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir setelah aturan pajak kripto baru negara itu berlaku pada 1 April 2022. India mengenakan pajak 30 % atas keuntungan dari transaksi kripto. Situasi serupa bisa terjadi di Tanah Air meski dengan kadar berbeda. Para investor lokal bisa ”migrasi” massal ke pedagang-pedagang kripto yang berbasis di luar negeri guna menghindari pajak. Apalagi, mereka bisa dengan mudah menjangkau bursa-bursa di luar hanya dengan gawainya, sementara pemerintah belum dapat memastikan dapat mengontrol pedagang-pedagang aset kripto di luar negeri. (Yoga)
Triwulan I-2022, BCA Cetak Laba Bersih Rp 8,1 Triliun
Penyaluran kredit PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bertumbuh di semua segmen. Hal itu mendorong kinerja keuangan dan membuat BCA berhasil mencatatkan laba Rp 8,1 triliun pada triwulan I-2022 atau bertumbuh 14,6 % secara tahunan. Per akhir triwulan pertama 2022, total kredit BCA mencapai Rp 637,1 triliun, naik 8,6 % dibandingkan periode serupa tahun lalu. Semua segmen kredit, yakni kredit korporasi, kredit komersial dan UMKM, serta kredit konsumsi, mengalami kenaikan. Kredit korporasi memiliki kontribusi terbesar, yakni 45 % total kredit BCA, tumbuh 9,2 % secara tahunan menjadi Rp 286,87 triliun. Adapun kredit komersial dan UMKM yang berkontribusi 29,6 persen terhadap total kredit BCA bertumbuh 8,2 % secara tahunan menjadi Rp 188,80 triliun. Sementara kredit konsumsi yang memberi porsi 24,3 % total kredit BCA tumbuh 7,6 persen secara tahunan menjadi Rp 154,80 triliun.
Dalam jumpa pers paparan kinerja keuangan triwulan I-2022 BCA, Kamis (21/4), Dirut BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan, pertumbuhan kredit itu ditopang kondisi perekonomian nasional yang semakin pulih. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BCA selama tiga bulan pertama tahun 2022 tumbuh 2,5 % menjadi Rp 14,5 triliun. Pendapatan selain bunga bertumbuh 19,5 % menjadi Rp 5,9 triliun, yang ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 15,8 %. Pertumbuhan kredit BCA tersebut diikuti perbaikan kualitas pinjaman. Rasio kredit berisiko (loan at risk/LAR) turun ke 13,8 % di triwulan I-2022 dibandingkan 19,4 % pada periode yang sama tahun lalu. Adapun rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga 2,3 %. Di sisi lain, total dana pihak ketiga naik 17,5 % secara tahunan menjadi Rp 997,8 triliun sehingga turut mendorong kenaikan total aset BCA sebesar 15,5 % secara tahunan menjadi Rp 1.259,4 triliun di akhir Maret 2022. (Yoga)
Pasar Apartemen Masih Lesu
Dari laporan Colliers Indonesia, pada triwulan I-2022 hanya ada 278 unit apartemen baru yang terjual di Jakarta. Permintaan terhadap apartemen menurun dibandingkan triwulan IV-2021 yang sebanyak 516 unit. Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto, Kamis (21/4) mengatakan, pembelian apartemen bukan prioritas utama dalam situasi sekarang. (Yoga)
PT SMI Dukung Proyek Dekarbonisasi
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) turut mendukung target pemerintah dalam mencapai target penurunan emisi karbon dan penghentian ketergantungan pada energi fosil. ”PT SMI mendukung pembiayaan untuk mendorong dekarbonisasi, baik terhadap proyek-proyek hijau maupun terkait transisi energi,” kata Dirut SMI Edwin Syahruzad, Kamis (21/4), di Jakarta. (Yoga)
Mudik dan Belanja Lebaran Ramai di Media Sosial
Daya tarik Lebaran di segi ekonomi terekam dalam perbincangan
warganet di media sosial dan pemberitaan media massa daring. Berdasarkan
pantauan Litbang Kompas melalui aplikasi Talkwalker selama sepekan (11-17 April
2022), terdapat 2.425.000 perbincangan warganet dari berbagai platform media social
terkait kata kunci ”Lebaran” dan ”Idul Fitri”. Perbincangan ini telah
menghasilkan interaksi sebanyak 1,1 juta akun pengguna media sosial. Selain
soal mudik, topik tertinggi ialah perbincangan seputar mode pakaian Lebaran yang
menjadi perhatian warganet. Momentum ini juga dimanfaatkan oleh lokapasar untuk
menyebarkan promosi di media sosial. Salah satu toko daring yang berhasil
memanfaatkan momentum ini ialah Lazada Indonesia yang menduduki urutan teratas
percakapan tertinggi di kalangan warganet. Lazada Indonesia berhasil menggaet 92,5
ribu interaksi warganet melalui video singkat di platform Tiktok. Di kanal
tersebut, Lazada Indonesia mempromosikan event Lebaran Mega Sale yang berisi
berbagai diskon untuk berbagai barang, khususnya pakaian, yang menjadi incaran konsumen
menjelang Lebaran.
Lokapasar lainnya yang juga gencar memanfaatkan momentum ini ialah Shopee Indonesia.Tagar#KetupatShopee menjadi tagar terpopuler yang digunakan warganet, terutama di Twitter. Sebab, setiap hari hingga hari raya nanti, Shopee Indonesia menggelar kuis berhadiah dan warganet yang terlibat wajib menyertakan tagar tersebut. Fenomena lainnya yang dapat dicermati di Twitter ialah semakin gencarnya para pemilik toko daring yang menjajakan foto barang jualannya secara sporadis, misalnya di kolom komentar suatu cuitan. Usaha promosi terselubung seperti ini juga diikuti oleh akun-akun dropshipper dan reseller dari berbagai toko daring. Tujuannya tentu sama, memanfaatkan momentum persiapan Lebaran untuk menarik pembeli. Gencarnya promosi jualan ti- dak hanya di sektor ritel pakaian, tetapi juga menjalar ke sektor jual beli kendaraan. Dalam rekaman kata kunci dan tagar terkait ”Lebaran” dan ”Idul Fitri”, terdapat cukup banyak tagar promo mobil bekas dan baru, khususnya tipe SUV (sport utility vehicle) yang cocok digunakan sebagai sarana mudik bersama keluarga. (Yoga)
Lolos dari Jerat Tekanan Krisis Ekonomi
Hampir seluruh emiten anggota indeks LQ45 telah melaporkan kinerja keuangan tahun 2021. Mayoritas emiten LQ45 mencetak kinerja fantastis. Sebanyak 32 dari 45 emiten melaporkan kenaikan laba bersih.
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencetak pertumbuhan laba tertinggi. Ada juga emiten yang berhasil membalikkan kerugian menjadi keuntungan, seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Timah Tbk (TINS).
Analis Henan Putihrai Sekuritas Steven Gunawan melihat, emiten telekomunikasi juga masih memiliki prospek cerah. Ia menyebut kinerja PT XL Axiata Tbk (EXCL) akan ditopang strategi akuisisi PT Link Net Tbk (LINK).
Sedang kinerja PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) disokong oleh bisnis digitalnya, yang dijalankan Telkomsel dan IndiHome. Trafik Telkomsel juga masih jawara di antara peers.
Nasib Revisi UU Cipta Kerja Berada di Ujung Tanduk
Pemerintah nampaknya mulai khawatir. Revisi Undang-Undang No: 11/2022 tentang Cipta Kerja bisa gagal mencapai target. Waktu dua tahun atau hingga November 2023 yang diberikan Mahkamah Konstitusi tak cukup untuk merevisi UU Cipta Kerja.
Mahkamah Konstitusi pada November 2021 lalu, memutuskan kelahiran UU Cipta Kerja cacat hukum formil dalam penyusunannya. Konsekuensinya: pemerintah dan parlemen harus merevisi UU Cipta Kerja itu dengan jangka waktu 2 tahun agar bisa berlaku dan konstitusional.
SRTG Siapkan Dana Investasi Jumbo
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) US$ 100 juta-US$ 150 juta tahun ini. Nilai ini setara Rp 1,4 triliun-Rp 2,1 triliun. Porsi untuk investasi ke sektor teknologi cukup besar.
"Kami mengalokasikan sekitar 30%-40% capex untuk sektor teknologi," kata Devin Wirawan, Direktur Investasi SRTG, Kamis (21/4). Sektor lain yang jadi pilihan Saratoga yaitu pelayanan kesehatan dan energi terbarukan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









