Peringkat RI Membaik
Kebijakan pemerintah yang efektif dan kredibel dalam menjaga stabilias ekonomi makro membuat lembaga pemeringkat Standard and Poor’s (S&P) mempertahankan peringkat layak investasi Indonesia dan merevisi outlook dari sebelumnya negatif menjadi stabil. Perbaikan outlook diharapkan membuat Indonesia menjadi lebih kompetitif dalam penarikan pembiayaan. S&P merevisi peringkat utang Indonesia dari BBB/outlook negative menjadi BBB/outlook stabil pada 28 April 2022. Dengan demikian, Indonesia sudah mendapatkan peringkat BBB atau Baa2 dengan outlook stabil dari tiga lembaga pemeringkat dunia, yakni Fitch Rating, Moody’s, dan S&P. Adapun peringkat utang Indonesia dari JCRA dan R&I tercatat berada di level yang lebih tinggi, yakni BBB+/outlook stabil. Dalam ukuran lembaga pemeringkat efek, peringkat BBB atau Baa2 berarti surat berharga yang diterbitkan Pemerintah Indonesia berada dalam kategori risiko kredit moderat dan berada dalam medium grade. Adapun proyeksi stabil menggambarkan posisi peringkat yang akan stabil dalam beberapa waktu ke depan sekaligus menunjukkan risiko yang berimbang.
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman (29/4) berharap peringkat kredit Indonesia di posisi BBB dapat membawa angina segar bagi perekonomian Indonesia ke depannya terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang sempat terdampak pandemi Covid-19. Di sisi lain, peningkatan outlook Indonesia dari negatif menjadi stabil merupakan pengakuan atas arah perbaikan ekonomi makro yang kuat, khu- susnya laju pemulihan ekonomi yang relatif cepat serta penguatan signifikan pada sisi fiskal. Dalam keterangan resminya, S&P menyebut bahwa fleksibilitas kebijakan fiskal dalam merespons gejolak pandemi Covid-19 telah mampu memitigasi dampak yang lebih dalam pada perekonomian serta mendorong akselerasi pemulihan ekonomi. Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, menilai kenaikan outlook rating Indonesia dari negatif menjadi stabil oleh S&P didorong oleh sejumlah faktor, utamanya kenaikan harga komoditas yang mendukung surplus pada neraca transaksi berjalan pada triwulan III-2021 dan triwulan IV-2021. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023