;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Deflasi Februari 2025: Peluang atau Ancaman?

06 Mar 2025

Deflasi tahunan sebesar 0,09% pada Februari 2025, yang tercatat sebagai titik terendah sejak tahun 2000, mencerminkan situasi ekonomi yang penuh dilema. Di satu sisi, deflasi memberikan manfaat bagi masyarakat dengan meningkatkan daya beli dan mengurangi biaya hidup. Namun, penurunan harga juga mencerminkan lemahnya aktivitas ekonomi yang perlu diwaspadai. Meskipun terjadi deflasi, inflasi inti justru mengalami kenaikan, yang menunjukkan adanya tekanan harga di sektor tertentu, meskipun harga secara keseluruhan menurun.

Penyebab utama deflasi adalah penurunan harga pada sektor perumahan, listrik, dan bahan makanan, yang dipengaruhi oleh kebijakan subsidi dan pengendalian stok pangan. Namun, ketimpangan antara konsumsi rumah tangga yang terus meningkat dan sektor pertanian yang tidak mampu mengejar permintaan menjadi tantangan. Bank Indonesia (BI) menghadapi dilema dalam kebijakan moneter karena inflasi rendah memberi ruang untuk menurunkan suku bunga, tetapi defisit neraca transaksi berjalan dan ketidakpastian pasar global dapat meningkatkan risiko arus modal keluar.

Sektor perbankan juga memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dengan menyediakan pembiayaan untuk sektor riil, terutama bagi UKM dan sektor korporasi terpilih. Bank seperti CIMB Niaga terus memperkuat akses pembiayaan dan layanan digital untuk mendukung pemulihan ekonomi. Meskipun deflasi tercatat pada Februari, diperkirakan inflasi akan kembali naik pada Maret 2025, terutama karena faktor musiman. Hal ini mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi masih memerlukan waktu dan dukungan kebijakan yang lebih kuat.

Secara keseluruhan, meskipun deflasi dapat memberikan manfaat dalam jangka pendek, ketidakpastian dan lemahnya kegiatan ekonomi menunjukkan perlunya kebijakan yang lebih adaptif dan kolaborasi antara BI, pemerintah, dan sektor perbankan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pemulihan jangka panjang.


Presiden Tegaskan Awal Baru dalam Kebijakan Ekonomi

06 Mar 2025

Kabinet Merah Putih era pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka telah memasuki bulan kelima dan sudah mencapai berbagai capaian yang memicu pro dan kontra. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa meskipun sudah ada kebijakan yang diluncurkan, kabinet tidak boleh berpuas diri. Presiden menyatakan bahwa meskipun sejumlah kebijakan telah membawa manfaat bagi masyarakat, pemerintah masih merasa bahwa mereka "belum mulai" dan harus terus berusaha lebih baik lagi untuk mencapai hasil yang lebih optimal.

Dalam taklimat yang diadakan pada 4 Februari 2025, Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat dan kerja keras bagi seluruh jajaran kabinet. Salah satu kebijakan terbaru yang mendapat perhatian adalah upaya pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat ekonomi domestik, yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama musim mudik. Hal ini juga mendapat sorotan dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menyatakan bahwa pemerintah sedang berupaya untuk mempersiapkan arus mudik Lebaran dengan harga tiket yang lebih terjangkau dan nyaman bagi masyarakat.


Bencana Banjir Bisa Hantam Bisnis dan Ekonomi

06 Mar 2025
Banjir yang melanda Jabodetabek kembali menunjukkan dampak besar terhadap perekonomian nasional, mengingat kawasan ini adalah pusat bisnis Indonesia. Dengan 105 titik banjir dan 17.000 pengungsi, bencana ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan, seperti yang terjadi pada 2013 dan 2020, dengan kerugian masing-masing mencapai Rp 20 triliun dan Rp 10 triliun.

Menurut Nurjaman, Wakil Ketua Apindo DKI Jakarta, banjir menyebabkan banyak perusahaan tidak bisa beroperasi, baik yang terdampak langsung maupun tidak. Kerugian terbesar dialami oleh perusahaan yang barangnya terendam atau hanyut.

Di sektor logistik, Reinaldo Harjanto, Chief Logistics Officer Lazada Indonesia, menyebut layanan Lex di Bekasi terdampak banjir, sehingga pengiriman mengalami keterlambatan. Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Mahendra Rianto, menambahkan bahwa meskipun keterlambatan pengiriman barang umumnya hanya 1 hari, hal ini berdampak besar pada produk fresh seperti ikan hidup dan frozen food.

Banjir juga meredupkan bisnis properti. Bambang Ekajaya, Wakil Ketua Real Estate Indonesia (REI), memperkirakan penjualan properti di daerah terdampak akan turun 20%, karena calon pembeli menjadi lebih berhati-hati dalam memilih lokasi.

Dari sisi asuransi, Trinita Situmeang, Wakil Ketua AAUI, menyatakan bahwa rumah tinggal dan pusat belanja adalah objek yang paling terdampak, sementara kawasan industri relatif aman.

Pengamat tata kota Nirwono Joga menilai, solusi mengatasi banjir tidak cukup hanya dengan pengerukan kali dan pembangunan tanggul. Ia menekankan perlunya relokasi permukiman di bantaran sungai ke rumah susun (rusunawa), serta pelebaran dan penghijauan badan sungai, yang menjadi tugas utama pemerintah daerah.

Banjir Jabodetabek berdampak luas pada perekonomian, logistik, properti, dan asuransi, serta menegaskan perlunya solusi jangka panjang untuk mencegah bencana serupa di masa mendatang.

Pemerintah Longgarkan Pajak Emas, Siapa Untung?

06 Mar 2025
Pemerintah berencana memberikan stimulus bagi industri emas untuk mendorong pertumbuhan sektor bullion dan menciptakan lingkungan usaha yang kondusif. Salah satu langkah yang diambil adalah sinkronisasi aturan perpajakan, terutama terkait PPh 22 atas transaksi penjualan emas antara produsen dan bullion bank.

Menurut Raden Agus Suparman, Konsultan Pajak dari Botax Consulting Indonesia, regulasi perpajakan terhadap emas sudah diatur dalam PMK Nomor 48 Tahun 2023. Dalam aturan ini, emas batangan untuk cadangan devisa negara tidak dikenakan PPN, sementara pembelian untuk kepentingan lain tetap dikenakan pajak dengan beberapa insentif.

Raden menilai, bullion bank yang mulai beroperasi pada Februari 2025 seharusnya tidak menjadi objek PPN, karena perannya mirip dengan Bank Indonesia dalam membeli emas batangan.

Meskipun akan ada relaksasi pajak, Raden memperkirakan dampaknya terhadap penerimaan pajak tidak akan signifikan. Justru, penerimaan pajak bisa meningkat jika Ditjen Pajak bekerja sama dengan bullion bank untuk memperoleh data wajib pajak penyimpan emas, sehingga dapat mengklarifikasi kepatuhan pajak dalam SPT tahunan.

Sementara itu, Prianto Budi Saptono, Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute, merekomendasikan dua opsi kebijakan. Pertama, PPh 22 atas transaksi emas dengan bullion bank harus adil agar menciptakan level playing field yang setara. Kedua, transaksi dengan bullion bank dapat dikecualikan dari PPh 22 berdasarkan diskresi yang dimiliki Menteri Keuangan.

Meskipun sinkronisasi pajak diharapkan dapat meningkatkan daya tarik investasi emas, efektivitasnya bergantung pada kerja sama pemerintah dengan industri bullion serta pemantauan kepatuhan pajak.

Ekspansi Gerai di Luar Jawa Jadi Andalan Baru AMRT

06 Mar 2025
Strategi ekspansi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ke luar Pulau Jawa menjadi faktor kunci dalam memperkuat posisi pasar dan mendukung pertumbuhan jangka panjang, meskipun masih dihadapkan pada tantangan daya beli masyarakat dan ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, prospek AMRT tetap optimistis dengan proyeksi kenaikan penjualan 10%-20%. Faktor pendorongnya meliputi strategi diskon, peningkatan ekosistem digital melalui Alfagift, serta momentum konsumsi saat Lebaran.

Sementara itu, Rifdah Fatin Hasanah, Research Analyst Ina Sekuritas, menilai ekspansi AMRT di luar Pulau Jawa membawa dampak positif dengan pertumbuhan gerai CAGR 11,2%, didorong oleh biaya tenaga kerja lebih rendah dan sewa yang lebih terjangkau. Selain itu, perluasan pusat distribusi dan gudang juga meningkatkan efisiensi rantai pasokan, terutama untuk produk makanan beku bermargin tinggi.

Andrianto Saputra, Analis Indo Premier Sekuritas, mengamati bahwa kinerja AMRT masih kuat di awal 2025, meskipun terdapat tekanan dari peningkatan pengeluaran operasional (opex) akibat pembangunan tiga distribution center (DC) baru pada kuartal III-2024. AMRT juga berencana menambah dua DC di Palangkaraya dan Bengkulu pada semester kedua 2025, yang dalam jangka pendek dapat memberikan tekanan pada leverage operasi.

Ketiga analis sepakat merekomendasikan "buy" untuk saham AMRT, dengan target harga berbeda: Andrianto (Rp 3.050 per saham), Nico (Rp 3.250 per saham), dan Rifdah (Rp 3.300 per saham). Secara keseluruhan, strategi ekspansi dan peningkatan efisiensi diharapkan dapat menjaga pertumbuhan AMRT meskipun masih ada tantangan daya beli.

Jelang Lebaran, Bank Genjot Layanan PayLater

06 Mar 2025
Menjelang Lebaran, perbankan menggenjot penyaluran kredit melalui produk paylater (BNPL) guna memanfaatkan peningkatan konsumsi masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per Januari 2025, kredit paylater perbankan tumbuh 46,45% menjadi Rp 22,57 triliun, berasal dari 22,44 juta rekening pengguna.

Bank Mandiri optimistis transaksi paylater akan naik 20% dibanding periode sebelumnya, terutama melalui aplikasi Livin' by Mandiri. Yanto Masyap, SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri, menjelaskan bahwa paylater banyak digunakan untuk transaksi offline di minimarket dan SPBU, serta e-commerce. Bank Mandiri menawarkan bunga 0% untuk tenor 1-3 bulan dan 1,5% per bulan untuk tenor lebih lama.

Bank Central Asia (BCA) juga menargetkan pertumbuhan paylater selama Idulfitri. Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, menyebut outstanding paylater BCA tumbuh 195% yoy menjadi Rp 339 miliar per Januari 2025. BCA memberikan bunga 0% untuk tenor 1-3 bulan dan 1,25% untuk tenor 6-12 bulan.

Allo Bank Indonesia juga optimistis dengan kenaikan transaksi paylater 20%-30% selama Ramadan dan Idulfitri, didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat. Indra Utoyo, Direktur Utama Allo Bank, mencatat pertumbuhan pengajuan paylater mencapai 300% sepanjang 2024, dengan total pinjaman digital yang disalurkan mencapai Rp 5,7 triliun per Januari 2025. Allo Bank menargetkan debitur muda dengan limit kredit hingga Rp 100 juta, yang bisa digunakan untuk transaksi offline via QRIS.

Secara keseluruhan, bank-bank besar semakin agresif mengembangkan layanan paylater, menawarkan bunga rendah hingga 0%, serta memperluas ekosistem transaksi, baik online maupun offline. Hal ini menunjukkan bahwa BNPL masih memiliki potensi besar untuk tumbuh, terutama di tengah meningkatnya tren belanja digital dan konsumsi saat Ramadan.

Pekerjaan Melayang, Pelanggan Pun Hilang, karena PHK Sritex

06 Mar 2025

Mendung di Kelurahan Jetis, Sukoharjo, Jateng, Senin (3/3) serupa batin ribuan karyawan yang datang ke PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex, yang datang untuk mengumpulkan berkas persyaratan pencairan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan Jaminan Hari Tua (JHT) di stan BPJS Ketenagakerjaan. Lesu mengiringi langkah sebagian dari mereka, tertatih menapaki masa depan. Loso (51), warga Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, mantan pekerja yang kini berteman muram memegang erat kertas-kertas yang tergulung berisi fotokopi KTP, KK, kartu BPJS Ketenagakerjaan, dan kartu karyawan. Semua bakal dikumpulkannya sebagai syarat pencairan JKP dan JHT. Loso adalah satu dari 12.000 karyawan Sritex Group yang terkena PHK.

”Pusing saya. Bingung bagaimana bayar listrik, air, makan keluarga, biaya kuliah anak,” kata Loso sebagai tulang punggung keluarga dengan dua anaknya tengah kuliah di salah satu universitas negeri di Surakarta. Sejumlah pelaku usaha di sekitar pabrik yang selama ini melayani karyawan Sritex juga terancam kehilangan pendapatan. Usaha mereka berpotensi mati seiring kepergian pelanggan akibat kena PHK. Maryanto (44), pemilik usaha penitipan sepeda motor di depan Sritex, sudah merasakan kelesuan itu sejak Sritex tutup, Sabtu (1/3). Dulu, Maryanto bisa mendapat Rp 240.000 per hari. Setelah PHK, ia paling banyak mengantongi Rp 90.000 per hari, karena masih ada karyawan yang datang mengurus berkas. Setelah selesai semua tidak ada lagi yang ke pabrik. Usahanya akan mati juga.

Semi (69), pedagang makanan kaki lima yang sehari-hari berjualan di depan pabrik, juga sedih membayangkan nasibnya yang akan kehilangan pelanggan. Sejumlah tempat indekos di sekitar Sritex juga sepi. Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Sebelas Maret, Lukman Hakim, menilai, pemerintah pusat dan daerah harus turun tangan menangani dampak ekonomi akibat PHK karyawan Sritex. Selain memastikan hak-hak karyawan yang terkena PHK dibayarkan, pemda perlu menangani para pelaku usaha di sekitar pabrik yang juga terdampak secara ekonomi. Prahara Sritex bukan tidak mungkin dialami perusahaan tekstil lain. Karena itu, perlu upaya keras pemerintah supaya perusahaan tekstil yang pekerjanya mencapai ribuan orang bisa terus bertahan. (Yoga)


Industri Antariksa memasuki Era Swastanisasi

06 Mar 2025

Wahana Blue Ghost (Hantu Biru) mendarat di Bulan, Minggu (2/3). Ini bukti menguatnya peran swasta dalam inovasi teknologi luar angkasa. Peluncuran Blue Ghost memakai roket Falcon 9 milik SpaceX dari Bandar Antariksa Kennedy di Florida, AS, pada 15 Januari 2025, mengangkut 10 instrumen riset milik NASA untuk mendapat data ilmiah mengenai lingkungan di Bulan (Kompas, 6/3/2025). Blue Ghost buatan Firefly Aerospace merupakan wahana swasta kedua yang berhasil mendarat di Bulan. Sebelumnya, wahana Odysseus milik Intuitive Machines mendarat di lereng kawah di Bulan pada Februari 2024, tetapi terguling sehingga alat sainsnya cepat rusak.

Firefly Aerospace dan Intuitive Machines, dikutip dari situs NASA, adalah bagian dari 14 perusahaan lain yang dilibatkan dalam program Layanan Komersial Muatan Bulan (CLPS) NASA. Guna mendukung misi antariksa tersebut, NASA menganggarkan Rp 42,8 triliun hingga tahun 2028. Pola perlombaan eksplorasi antariksa berubah, dari persaingan antar negara menjadi antar perusahaan swasta. Setelah tercipta industri peluncuran roket dan pembuatan wahana ke Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS), industri kargo ke Bulan berbuah hasil. Dalam pengembangan industri antariksa AS, NASA meneliti teknologi berisiko tinggi yang sulit dikembangkan swasta. Saat teknologi yang dikembangkan layak dikomersialisasi, maka terjadi transfer teknologi. Perusahaan swasta mendanai dan memasarkan produk teknologi itu.

Semua perusahaan penyedia teknologi bagi NASA bebas mengembangkan pasar dan jejaring industri. Hal ini menciptakan ekonomi inovasi dan lapangan kerja, menjaga keberlanjutan sumber daya pengembangan teknologi antariksa, serta meningkatkan pendapatan negara. Selain itu, pelibatan perusahaan swasta dalam mengeksplorasi antariksa menciptakan persaingan usaha yang sehat sehingga mengurangi biaya eksplorasi antariksa. Efisiensi biaya akan tercapai lantaran tiap peserta program berlomba membuat teknologi paling andal dengan biaya termurah. Meski investasi tak selalu membuahkan hasil, sistem kompetisi terbuka yang dibangun akan mendorong partisipasi semua kelompok masyarakat dan munculnya inovasi secara masif. (Yoga)


Peluang bagi Eks Karyawan Sritex dikawal oleh Pemerintah

06 Mar 2025

Kemenaker menyatakan akan membentuk tim untuk mengawal peluang eks karyawan Sritex Group dipekerjakan kembali. Komitmen ini menyusul kabar kurator yang akan mencarikan investor baru untuk Sritex Group. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal juga membuka peluang bagi eks karyawan Sritex untuk dipekerjakan. ”Apa yang disampaikan kurator Sritex Group pada Senin (3/3) sudah jelas, yaitu akan ada beberapa investor, yang akan mengambil alih aset dan memiliki peluang mempekerjakan kembali mantan karyawan. Kami akan mendukung penuh dengan membentuk tim untuk mengawal hal itu,” ujar Menaker, Yassierli dalam konferensi pers di kantor Kemenaker, Jakarta, Rabu (5/3).

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan, mengatakan, BPJPH membuka peluang kerja bagi para karyawan Sritex yang mengalami PHK. Mereka bisa menjadi pendamping proses produk halal (P3H). Setiap P3H yang mendapatkan satu pelaku usaha dan mendampingi hingga proses sertifikasi tuntas akan mendapatkan uang jasa Rp 150.000. Jika dalam sehari mendapatkan 2 pelaku usaha, potensi penghasilan mereka dalam sebulan bisa mencapai Rp 9 juta. ”Kami  sudah menemui perwakilan Sritex untuk menyampaikan hal itu kemarin malam (Senin, 3/3). Kami juga berharap Pemprov Jateng dapat menjembataninya,” ujarnya dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Selasa (4/3). (Yoga)


265 Pelaku Usaha Siap Berinvestasi Sapi Perah dan Sapi Pedaging

06 Mar 2025

Sebanyak 265 pelaku usaha swasta kecil hingga besar siap berinvestasi indukan sapi perah dan pedaging, untuk menekan defisit susu segar dan daging sapi yang semakin besar lantaran program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Ketua Kelompok Pengolahan Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementan, Boethdy Angkasa, Rabu (5/3) mengatakan, 178 pelaku usaha telah berkomitmen mengimpor 1,054 juta indukan sapi perah. Selain itu, terdapat 87 pelaku usaha yang siap mengimpor 862.035 indukan sapi pedaging. Mereka terdiri dari para pelaku usaha perseorangan dan kemitraan, serta gabungan koperasi. Mereka bakal mengimpor sapi perah dan indukan sapi pedaging antara dari Brasil, Meksiko, Selandia Baru, dan Australia.

”Beberapa di antara mereka juga berencana membangun peternakan sapi perah dan pedaging,” ujarnya dalam webinar ”Generasi Emas Dimulai dari Meja Makan” yang digelar Sinar Tani TV di Jakarta. Selain itu, ada juga perusahaan asal Vietnam yang telah menjajaki investasi peternakan sapi perah dan industri pengolahan susu. Mereka telah menyurvei lokasi investasi di Sulsel dan Kalsel. Kementan berharap investasi perusahaan itu dapat terealisasi tahun ini. Investasi sapi diperlukan untuk menekan defisit neraca produksi-konsumsi susu segar dan daging sapi secara bertahap hingga lima tahun ke depan. Apalagi dengan mulai berjalannya program MBG, kebutuhan kedua komoditas itu semakin besar. (Yoga)